Akulah Yang Memilihmu

Akulah Yang Memilihmu
Bab 28 : Tiysa dijebak dengan obat tidur


__ADS_3

Ting !


[Gea] Selamat pagi sayang, kamu lagi dimana?


Tristan hanya melihat ponselnya dengan sekilas lalu kembali melanjutkan meeting dengan karyawannya.


Tidak seperti sebelumnya, ketika pesan Gea masuk, Tristan pasti akan menyempatkan waktu untuk langsung membalas pesan Gea.


Pagi ini, sebelum berangkat ke kantor, Tristan sudah mendengar rekaman suara yang diambil dari Villa tempat Gea dan Devan menginap.


Rekaman itu berisi tentang percakapan Gea, dan bagaimana teman-teman Gea menuduh Tristan berselingkuh, di bagian akhir rekaman, terdengar suara des*han Devan dan Gea yang bahkan orang bodoh sekalipun akan mengetahui apa yang sedang terjadi ketika mendengar suara itu.


Walaupun sudah mengetahui Gea berselingkuh, Tristan terpaksa harus tetap mempertahankan statusnya sebagai calon menantu keluarga Kuncoro, saat ini kondisi kesehatan Kakek Gea sedang kurang baik, Tristan akan menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikan jika dia sudah tidak mau melanjutkan pertunangannya dengan Gea.


Setelah meeting dengan karyawannya selesai, Barulah Tristan kembali mengambil ponselnya untuk membalas pesan Gea.


[Tristan] Lagi di kantor.


[Gea] Ok. Bagaimana dengan rencana makan malam kita sayang?


Tristan tersenyum sinis ketika membaca pesan Gea. Dalam hati dia berkata. “Kamu bahkan tidak merasa bersalah sama sekali, aku benar-benar bodoh karena pernah menyukai gadis sepertimu.”


[Tristan] Aku sedang sibuk akhir-akhir ini.


[Gea] Baiklah nanti kita atur jadwalnya kembali saat kamu sudah tidak sibuk.


[Gea] Aku sedang tidak membawa mobil hari ini, bisakah kamu menjemputku?


[Tristan] Sepertinya tidak bisa, aku sudah janji untuk ketemu salah satu perwakilan perusahaan yang akan melakukan Transaksi.


Tentu saja ini hanya alasan Tristan untuk menghindar dari Gea.


[Gea] Baiklah, kalau begitu yang semangat kerjanya sayang.


Untuk saat ini Tristan akan terus berusaha menghindari pertemuan dengan Gea sambil menunggu kondisi kakek Gea pulih.


___


Saat ini Devan benar-benar merasa senang, semalam dia sudah mendapatkan apa yang selalu dia impikan.


Dia bisa membayangkan wajah Tristan yang terlihat bodoh ketika nanti mengetahui jika istrinya sudah tidak perawan. Dengan mengambil kesucian Gea, itu sudah dapat membayar rasa sakit hatinya kepada Tristan.


Ting !

__ADS_1


Bunyi notifikasi pesan masuk terdengar dari ponsel milik Devan.


[Cakra] Devan apa kamu tahu jika di tempat Yono ada barang bagus.


Devan mencoba mengingat wajah karyawan wanita di tempat Yono, lalu membalas pesan Cakra.


[Devan] Bukannya hampir semua barang bagus di tempat Yono sudah berhenti bekerja?


[Cakra] Itu tahun lalu, saat ini Yono punya satu barang bagus di kantornya, menurutku yang satu ini kecantikannya bahkan melebihi anak Purwadi yang membuat mu tergila-gila.


Devan langsung bersemangat ketika melihat pesan balasan dari Cakra.


Devan merasa jika Gea sudah sangat cantik, jika yang disampaikan Cakra benar, itu berarti dalam 2 hari dia akan tidur dengan 2 wanita cantik.


[Devan] Hei cantik itu relatif, mungkin kamu merasa dia lebih cantik dari Gea, tapi belum tentu aku berpikiran yang sama denganmu, menurutku tidak banyak gadis yang bisa disandingkan dengan kecantikan Gea.


[Cakra] haha bocah berengsek, bilang saja kamu ingin melihat fotonya, kemarin aku sempat mengambil foto gadis itu diam-diam, akan kukirim foto gadis itu kepadamu.


[Cakra] Gambar Terkirim.


Devan langsung mengecek foto yang di kirim oleh Cakra, begitu dia melihat foto itu, dia langsung tidak bisa berkata-kata. Apa yang disampaikan Cakra sesuai dengan kenyataan, Aura yang dipancarkan gadis itu lebih menarik dan terlihat lebih dewasa jika dibandingkan dengan gadis muda seusia Gea.


[Devan] ini barang kelas satu.


[Devan] Haha, Jadi bagaimana caramu agar kita bisa menikmati gadis ini.


[Cakra] Aku akan menjebak gadis ini untuk pergi ke salah satu Cafe milik kenalanku, kita akan mencampurkan obat tidur ke dalam minumannya.


[Devan] Bagaimana caranya agar dia mau datang ke Cafe itu.


[Cakra] Untuk itulah aku butuh bantuanmu, aku tidak mempunyai uang sebanyak kamu.


[Cakra] Kita akan membeli salah satu mobil di tempat Yono menggunakan uangmu, dan aku akan meminta Yono mengirim gadis itu untuk menjemput berkas yang harus di serahkan ketika membeli mobil.


[Devan] Haha ide cemerlang, aku rela menghabiskan uang banyak untuk dapat tidur dengan gadis secantik ini.


[Devan] Kirimkan aku alamat Cafe kenalanmu, kita akan bertemu di sana.


[Cakra] Baiklah, aku juga akan langsung menghubungi Yono.


Setelah itu Cakra langsung menghubungi Yono dan menjelaskan detail rencananya kepada Yono, Yono masih berusaha untuk menahan Cakra agar tidak melakukan itu, namun karena kembali diancam, Yono akhirnya pasrah mengikuti perintah Cakra.


____

__ADS_1


Tiysa melirik jam tangannya, waktu menunjukkan pukul 20:02, saat ini Tiysa sedang diantar oleh sopir yang bekerja di kantornya untuk bertemu calon pembeli mobil yang akan menyerahkan berkas kelengkapan pembelian mobil.


Ini bukan pertama kali bagi Tiysa bertemu Customer di luar jam kerja, kebanyakan calon pembeli mobil mewah berasal dari kalangan pengusaha, atau karyawan perusahaan dengan jabatan tinggi, yang di mana biasanya mereka akan sibuk dari pagi hari sampai sore hari, dan hanya memiliki sedikit waktu luang di malam hari antara jam 7 sampai jam 10 malam.


Setelah tiba di tujuan, Tiysa mengizinkan sopir yang mengantarnya pulang lebih dahulu, rencananya setelah mengambil berkas, Tiysa akan langsung pulang menggunakan Taksi, jarak antara Cafe dan indekosnya juga tidak begitu jauh.


Ketika sudah memasuki Cafe, Tiysa sedikit merasa heran karena Cafe itu sangat sepi. Hanya ada 2 pelayan pria yang bekerja, dan 2 orang pelanggan. Tiysa bisa langsung tahu, jika ke 2 orang itu adalah calon pembeli mobil yang sedang menunggunya.


Setelah menyapa dan berkenalan, Tiysa lalu duduk di salah satu kursi kosong di meja yang sama.


“Jadi Pak Devan mau tipe mobil yang ini.” Tiysa menunjukkan salah satu gambar mobil yang berada di brosur kepada Devan.


“Iya aku mau tipe yang itu,” kata Devan, sambil terus menatap wajah Tiysa, dia bahkan tidak melihat brosur yang di tunjukkan oleh Tiysa.


“Bagaimana dengan proses pembayarannya? Tunai atau kredit?“ tanya Tiysa.


“Tunai,” jawab Devan yang terus menatap wajah Tiysa.


Tiysa menulis jawaban Devan di Surat Pembelian Kendaraan yang dia bawa.


Cakra sendiri masih diam, dan membiarkan Devan yang menjawab pertanyaan Tiysa.


“Boleh aku minta kelengkapan berkasnya?” tanya Tiysa.


Devan langsung mengambil berkas yang berada di map yang dia bawa, namun ketika dia ingin menyerahkannya kepada Tiysa , Cakra menahan tangan Devan.


Cakra lalu berkata “Bisakah kamu menjelaskan kelebihan mobil ini dulu?”


Tiysa mengangguk dan mulai menjelaskan kelebihan mobil mewah yang akan di beli oleh Devan.


Devan sendiri masih bingung mengapa Cakra menghentikannya. Dia juga tidak terlalu peduli dengan kelebihan mobil mewah yang akan dia beli.


Beberapa saat kemudian, seorang pelayan datang membawa minuman yang tadi mereka pesan, tentu saja minuman itu sudah diberi obat tidur oleh pelayan Cafe atas perintah Cakra dan Devan.


Sambil mendengar Tiysa menjelaskan, Cakra mempersilahkan Tiysa untuk meminum minuman yang telah mereka pesan.


Dengan sopan Tiysa mengangguk dan tersenyum, sambil menjelaskan produk, Tiysa sesekali meneguk minuman yang berada di meja.


Devan akhirnya mengerti maksud dari Cakra, jika tadi dia langsung memberikan berkasnya kepada Tiysa, bisa dipastikan jika Tiysa akan langsung pulang setelah selesai, dan tidak akan sempat menyentuh minuman yang telah mereka pesan.


Karena hal itu juga Cakra mencoba mengulur waktu sampai obat tidur itu bekerja.


Lama kelamaan efek dari obat tidur mulai bekerja, Tiysa tampak beberapa kali memegang kepalanya.

__ADS_1


Devan dan Cakra saling menatap dan tersenyum bahagia, tinggal menunggu waktu sampai mereka berdua bisa menikmati tubuh gadis cantik yang berada di depa mereka.


__ADS_2