
“Pak Tristan aku tidak mengetahui kesalahan apa yang sudah diperbuat oleh Hendra, tapi bukankah Pak Tristan sudah bertindak berlebihan?” ucap Slamet yang terlihat sedang menahan amarahnya.
Tristan tersenyum mendengar ucapan Slamet, walaupun dalam kondisi yang sedang marah, Slamet masih menjaga tutur katanya. Slamet juga menggunakan panggilan formal kepadanya.
Tiba-tiba Tristan kembali teringat percakapannya dengan Suryo petugas kebersihan yang tadi sempat berbincang-bincang dengannya. Seorang pria yang memiliki anak perempuan pasti akan kesal dengan tindakan yang dilakukan oleh Hendra.
“Pak Slamet sebelum aku menjelaskan, aku akan bertanya terlebih dahulu, apakah Pak Slamet memiliki anak perempuan?” tanya Tristan.
Slamet sedikit heran dengan pertanyaan Tristan, “Iya aku punya anak perempuan yang sekarang sedang menempuh pendidikan di Harvard,” balas Slamet.
“Oh baguslah kalau begitu.” Tristan lalu menunjukkan video di laptopnya kepada Slamet, Video itu berisi rekaman CCTV yang tadi dia minta dari petugas keamanan di kantornya.
Slamet kembali merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh Tristan, bukannya menjelaskan permasalahan, kini Tristan malah memintanya untuk menonton video.
Namun semua itu berubah ketika Slamet melihat pria yang ada di dalam video, Slamet sangat mengenali pria itu yang tak lain adalah Hendra.
Ekspresi wajah Slamet semakin emosi, dia tidak menyangka jika Hendra sudah melakukan tindakan tidak terpuji seperti itu.
“Anak kurang ajar!” Slamet tidak lagi bisa menahan emosinya setelah menonton rekaman CCTV yang di tunjukkan oleh Tristan. Akhirnya Slamet mengerti mengapa Tristan tadi bertanya jika dia memiliki anak perempuan atau tidak.
“Pak Tristan, aku sungguh minta maaf atas tindakan dari Hendra, aku juga meminta maaf karena sudah berprasangka buruk kepada Pak Tristan.” Sambil menunduk, Slamet meminta maaf dengan sangat menyesal dia terlihat malu dengan tindakan yang sudah dilakukan oleh Hendra.
“Tidak usah meminta maaf pak, itu bukan kesalahan Pak Slamet, jika Pak Slamet sudah mengerti, itu sudah cukup buatku,” balas Tristan.
Slamet lalu mengangkat kepalanya. Dia lalu berkata “Pak Tristan, bisakah aku meminta bukti rekaman ini?”
__ADS_1
Tristan sedikit heran dengan permintaan dari Slamet.
“Tentu saja Pak, tapi apa yang Pak Slamet ingin lakukan dengan rekaman ini? tamya Tristan.
“Ini akan kujadikan sebagai bukti untuk memecat Hendra, rekaman ini juga akan kutunjukkan kepada keluarga istriku sebagai alasan dibalik pemecatan tersebut,” balas Slamet.
“Baiklah Pak Slamet,” ucap Tristan sambil tersenyum.
Setelah itu mereka berdua kembali berdiskusi tentang Transaksi
yang akan mereka lakukan.
Beberapa saat kemudian, Slamet sudah menyelesaikan urusannya dengan Tristan, sebelum meninggalkan kantor Tristan, Slamet meminta izin kepada Tristan untuk mengumpulkan karyawan wanita yang berada di kantor Tristan.
Tristan mengikuti permintaan Slamet, tak disangka , Slamet kembali menunduk dan meminta maaf kepada seluruh karyawan wanita yang berada di kantor Tristan atas tindakan Hendra.
Dian, Cindy dan karyawan wanita yang berada di tempat itu juga sama terkejutnya dengan Tristan, seorang CEO dari perusahaan besar saat ini sedang menundukkan kepalanya dan dengan tulus meminta maaf kepada mereka.
Ketika hendak pamit kepada Tristan, Slamet menerima pesan di ponselnya, begitu Slamet mengecek pesan tersebut, Slamet langsung tersenyum.
Isi pesan tersebut berbunyi, Pemilik perusahaan Mr. James secara langsung memberikan perintah pemecatan Hendra.
Slamet sudah bekerja cukup lama di perusahaan James, dan dia tahu betul jika James adalah orang yang sangat sibuk dan tidak pernah mengurusi hal-hal yang berhubungan dengan karyawan.
Jadi sangat tidak masuk akal jika James langsung turun tangan untuk masalah seperti ini.
__ADS_1
Menurut analisa Slamet, ini pasti ada hubungannya dengan Tristan.
“Pak Tristan kamu benar-benar pemuda yang luar biasa,”ucap Slamet sambil menepuk halus pundak Tristan.
Tristan mengangguk pelan, namun dia sendiri tidak mengerti dengan maksud perkataan Slamet.
Setelah itu Slamet mohon pamit dan meninggalkan kantor Tristan.
Tristan lalu menuju ke tempat Dian dan menyerahkan dokumen yang tadi dibawa oleh Slamet.
“Sudah kubilang ini akan baik-baik saja,” ucap Tristan sambil tersenyum kepada Dian.
Dian mengangguk dan membalas senyuman Tristan, semua karyawan yang menyaksikan itu kembali dibuat kagum oleh Tristan.
Beberapa saat telah berlalu, Tristan tampak bersantai di ruangannya, tiba-tiba Dian masuk ke dalam ruangannya dengan wajah yang terlihat panik. Tristan terkejut dan bertanya apa yang membuat Dian menjadi panik.
Dian langsung menunjukkan berita online tentang kasus pemukulan Cakra. Berita dengan judul CEO Tirta Wira Perkasa menganiaya bawahannya terpampang di beberapa situs media online.
Tristan kembali merespon dengan santai, sambil tersenyum Tristan berkata,“ Tenang, semua akan baik-baik saja.”
Sikap Tristan yang terlihat santai menanggapi berita yang beredar kembali membuat Dian pusing, namun setelah beberapa saat, berita-berita itu menghilang satu persatu, sekarang semua media mengangkat berita tentang dua artis besar yang memutuskan rujuk setelah bercerai.
“Sudah kubilang ini akan baik-baik saja,” ucap Tristan kembali mengulang ucapannya yang baru saja beberapa saat lalu dia ucapkan kepada Dian.
Dian lagi-lagi dibuat kagum oleh Tristan, dia tidak menyangka jika Tristan bahkan sudah memperkirakan sampai sejauh itu, Tristan bahkan sudah memiliki rencana untuk mengatasinya. Tidak cukup 15 menit, berita tentang Tristan langsung menghilang seperti tidak pernah ada.
__ADS_1
Tentu saja semua itu berkat Haris, Tristan sudah menduga jika kejadian seperti itu akan terjadi, untuk itulah Tristan memberi instruksi kepada Haris untuk mengurus semua masalah tentang insiden itu.