
Gea baru saja selesai membalas pesan dari Tristan, ketiga sahabatnya juga ikut membantu Gea berbohong.
Saat ini Gea terlihat tidak senang, itu karena Devan yang tiba-tiba muncul di Villa tempat mereka akan menginap.
“Fika mengapa Devan ada di sini?” Gea merasa heran dengan kedatangan Devan.
“Gea dengarkan dulu penjelasanku,” ucap Fika yang berusaha menenangkan Gea.
Devan sendiri tidak berkata apa-apa dan terus mengamati arah pembicaraan.
“Gea kami sudah mengetahui latar belakang keluarga tunanganmu,” ucap Fika.
“Iya Gea, kami sudah mengetahui semuanya.” Dini juga ikut bergabung dalam pembicaraan.
Gea terkejut mendengar ucapan dari kedua sahabatnya, itu karena latar belakang Tristan hanya diketahui oleh keluarganya.
“Siapa yang memberitahu kalian?” tanya Gea yang merasa heran mengapa ketiga sahabatnya mengetahui rahasia tentang Tristan.
“Aku yang memberitahu mereka,” jawab Devan sambil mengangkat satu tangannya ke atas.
“Devan! Siapa yang memberimu informasi tentang itu?” tanya Gea yang semakin merasa penasaran.
“Ayahmu yang memberiku informasi itu,” jawab Devan sambil tertawa kecil.
Gea tidak menyangka jika ayahnya sampai memberitahu Devan rahasia dari tunangannya, Gea tidak akan menuduh Devan berbohong, itu karena ayah Devan dan Ayahnya sudah berteman sejak lama.
Gea masih berusaha membela Tristan, walaupun dari keluarga biasa saja, Tristan sudah mengambil hati Gea, ketampanan Tristan di tambah dengan sikapnya yang lembut kepada Gea, semakin membuat Gea mencintai Tristan.
__ADS_1
Tristan juga sudah ditunjuk oleh kakeknya untuk menjadi penerus keluarga Kuncoro, jadi menurut Gea, hanya tinggal menunggu waktu sampai Tristan bisa mengatasi latar belakang keluarganya.
Cekek !
Tiba-tiba semua lampu di Villa itu mati.
Devan, Gea dan juga ketiga sahabatnya terkejut, tak berselang lama, beberapa orang membawa tangga lipat dan perlengkapan lainnya meminta izin untuk memeriksa kerusakan listrik di Villa itu.
Gea dan teman-temannya langsung memberi izin.
Orang-orang yang membawa perlengkapan mulai melaksanakan tugasnya. Tentu saja orang-orang itu adalah anak buah Haris, mereka di perintah untuk melakukan penyadapan di Villa itu.
Setelah 10 menit, orang-orang itu mohon pamit, akhirnya listrik di Villa itu kembali menyala.
Mereka kembali membahas Tristan, namun Gea masih tetap saja membela Tristan.
“Ini bohong kan?” tanya Gea yang tidak percaya melihat foto yang ditunjukkan oleh Fika kepadanya.
Foto yang ditunjukkan Fika adalah Foto Tristan dan Dian yang baru saja keluar dari Golden Luxury Hotel.
Gea masih mengenali pakaian yang dikenakan Dian, itu adalah pakaian ketika mereka berhasil melakukan transaksi senilai 314 Milyar, dan itu juga hari di mana Tristan memukuli Cakra.
“Apakah sekarang kamu mengerti mengapa Tristan memukuli Cakra sampai seperti itu?” tanya Devan
“Itu karena tunanganmu berniat menguasai Dian seorang diri,” sambung Devan sambil tertawa.
Gea sudah tidak bisa lagi membela Tristan, semua ucapan yang di lontarkan oleh Devan dan ketiga sahabatnya kini langsung Gea telan mentah-mentah.
__ADS_1
Gea sangat marah dan sakit hati, dia merasa sudah dikhianati. Air matanya mengalir, dia tidak menyangka jika Tristan melakukan itu kepadanya.
Melihat kondisi Gea yang sudah tidak lagi membela Tristan, Fika mengedipkan matanya beberapa kali kepada Devan.
Devan mengangguk tanda mengerti maksud dari kode yang diberikan oleh Fika.
Ketiga sahabatnya pergi meninggalkan Gea dan Devan.
Rencana ini disusun oleh ketiga sahabat Gea yang merasa tidak senang kepada Tristan dengan latar belakangnya yang biasa saja.
Hari itu, Fika dan keluarganya sedang liburan di Golden Luxury Hotel, dan secara tidak sengaja melihat Tristan dan Dian saat berada di depan pintu masuk, Fika pun langsung mengambil ponselnya dan memotret mereka berdua.
Sedangkan Devan sendiri sebenarnya sudah tidak mau berhubungan dengan Gea, setelah di hajar oleh Tristan, dan juga melihat keadaan Cakra yang babak belur, itu membuat Devan menyerah untuk mendapatkan tubuh Gea, namun kemarin Fika menghubunginya dan menjelaskan rencana terkait foto itu.
Setelah mendengar rencana Fika, Devan menjadi tertarik dan memutuskan untuk ikut, Devan merasa rencana Fika sangat sempurna, dan Tristan tidak akan mungkin mengetahui hal itu.
Devan mulai beraksi, dia mulai memberikan masukan yang salah kepada Gea, Devan mengatakan kepada Gea, untuk mengobati sakit hati karena diselingkuhi, satu-satunya jalan adalah melakukan hal serupa.
Devan mengibaratkan jika Tristan dan Gea saat ini seperti timbangan yang berat sebelah, timbangan Tristan menjadi lebih berat karena perselingkuhan yang dilakukan oleh Tristan, jika Gea juga melakukan perselingkuhan, maka timbangannya akan kembali sejajar.
Gea yang masih berusia 19 tahun dan hatinya sedang terluka, tidak dapat berkutik ketika menghadapi pria berengsek seperti Devan.
Perlahan, Devan sudah bisa merangkul pundak Gea, dan beberapa saat kemudian, ketika Devan menarik tangan Gea dengan lembut, tidak ada perlawanan sama sekali, Gea ikut dan tidak menolak Devan.
Akhirnya Devan dengan mudah menuntun Gea ke dalam kamar utama di Villa itu.
Hari itu, Villa tempat mereka berdua menjadi saksi, bagaimana gadis muda yang terluka, dapat dengan mudah kehilangan sesuatu yang berharga, oleh pria berengsek yang berpengalaman.
__ADS_1