Akulah Yang Memilihmu

Akulah Yang Memilihmu
Bab 85 : Wakil direktur baru showroom milik Yono.


__ADS_3

Tiysa telah tiba di showroom mobil bekas milik Yono, Tiysa dan 7 orang temannya yang merupakan karyawan setia Yono terlibat diskusi yang cukup serius, mereka menebak-nebak alasan mereka diminta untuk berkumpul oleh Yono.


Beberapa diantara mereka menebak jika Yono akan mengurangi jumlah karyawannya karena bisnis Yono sedikit tidak stabil akhir-akhir ini, tebakan dari yang lainnya lebih parah, mereka menebak jika Yono mungkin akan menutup usahanya.


Wajah mereka terlihat sangat sedih, mereka adalah karyawan setia Yono yang tidak tergoda dengan tawaran pekerjaan di tempat lain walaupun gaji yang ditawarkan lebih besar dari showroom mobil bekas milik Yono.


Alasan mereka sederhana, saat usaha Yono masih berada di puncak kejayaannya, Yono sudah membantu mereka berulang kali.


Alasan itulah yang membuat mereka rela bekerja di tempat Yono, walaupun penghasilan mereka akan jauh lebih besar jika bekerja di tempat lain.


Beberapa menit kemudian Yono ditemani istri dan anaknya akhirnya tiba.


Mereka semua menatap Yono dengan memasang ekspresi wajah yang sangat serius.


“Terima kasih karena telah memenuhi panggilanku untuk berkumpul di tempat ini,” kata Yono membuka pembicaraannya.


“Sebelumnya aku mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada kalian yang telah setia bekerja di tempatku.”


“Aku tahu jika kalian semua sudah mendapatkan tawaran pekerjaan di tempat lain yang memiliki standar gaji jauh diatas yang bisa aku berikan, untuk itu aku akan kembali berterima kasih kepada kalian.”


Semua karyawan Yono termasuk Tiysa langsung menunduk dengan wajah sedih ketika mendengar ucapan dari Yono.


“Setelah beberapa tahun mencoba bertahan, aku akhirnya bisa memutuskan, mulai hari ini showroom mobil bekas milikku resmi aku tutup.”


Tiysa dan karyawan Yono lainnya langsung menitikkan airmata, mereka sudah memperkirakan jika suatu saat nanti Yono akan mengambil keputusan seperti ini.


Karyawan wanita Yono terlihat saling berpelukan, mereka juga ikut menyalahkan diri mereka karena tidak bisa membantu Yono bangkit dari keterpurukannya.


Putri kecil Yono yang melihat itu segera menghampiri Tiysa, “Bibi Tiysa mengapa kalian menangis di hari ulang tahunku, apa kalian sedih karena aku berulang tahun?”


Tiysa dan semua karyawan Yono yang mendengar itu langsung mengusap airmata mereka.


Mereka yang juga sudah mengetahui jika hari ini adalah hari ulang tahun putri Yono tidak ingin membuat peri kecil itu salah paham.


“Tentu saja bukan karena itu sayang, kami menangis karena....”


“Suamiku, berhentilah menjahili mereka, putri kita menjadi salah paham karena kejahilanmu,” keluh Adelia.


Yono tertawa terbahak-bahak, dia tidak menyangka jika ekspresi karyawannya akan seperti itu.


Sedangkan Tiysa dan semua karyawan Yono kini saling menatap, mereka terlihat kebingungan dengan apa yang baru saja Adelia ucapkan.

__ADS_1


“Melihat tatapan kalian, sepertinya kalian memiliki banyak pertanyaan yang kalian ingin tanyakan kepadaku,” kata Yono sambil memandangi wajah semua karyawannya.


“Namun sebelum aku menjawab pertanyaan kalian, ada baiknya jika kalian ikut denganku, aku akan menunjukkan sesuatu kepada kalian.”


Yono mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya, dia lalu mengirimkan alamat showroom baru pemberian Tristan kepada Tiysa dan seluruh karyawannya.


Setelah mengirimkan lokasi showroom baru miliknya, Yono beserta istri dan anaknya pergi meninggalkan tempat itu.


Tiysa dan karyawan lainnya segera menyusul Yono dengan mobil pribadi mereka masing-masing.


__


Beberapa saat kemudian, Tiysa dan teman-temannya sudah tiba di lokasi yang dibagikan Yono melalui pesan kepada mereka.


Sebuah bangunan besar bergaya modern langsung menarik perhatian mereka, berbagai pertanyaan pun muncul di benak mereka.



Yono yang sudah tiba lebih dulu menunggu mereka di depan pintu masuk, setelah memarkir mobil, mereka bersama-sama menghampiri Yono.


“Pak Yono… ini?“ tampak salah seorang karyawan Yono menunjuk pintu masuk bangunan itu, dapat terlihat jelas dari ekspresi wajahnya jika dia ingin menanyakan maksud Yono meminta mereka datang ke tempat ini.


Yono tidak menjawab pertanyaan karyawannya, dia membuka pintu bangunan itu dan mempersilakan istri dan putrinya masuk terlebih dahulu, setelah itu dia mempersilakan Tiysa dan karyawan lainnya untuk masuk.


Sebuah kue ulang tahun berukuran besar berada di tengah, mereka semua menebak jika Yono mengundang mereka untuk merayakan ulang tahun putrinya di tempat ini.


“Kue ulang tahun, teriak Trisha begitu


Melihat kue ulang tahun bertema barbie yang terletak ditengah ruangan itu.


Putri kecil Yono tampak sangat bahagia melihat kue ulang tahunnya.


“Ah, hadiahku,” kata Tiysa, dia lalu meminta izin kepada Yono dan Adelia untuk mengambil hadiah yang telah dia persiapkan di mobilnya.


Karyawan Yono yang lain juga melakukan hal serupa, mereka yang juga sudah mengetahui hari ulang tahun putri Yono ikut meminta izin untuk mengambil hadiah yang telah mereka persiapkan di mobil masing-masing.


“Trisha, ini hadiah dari Bibi.“ Tiysa menyerahkan hadiah yang dibungkus dengan kertas kado berwarna biru kepada Trisha.


Trisha tersenyum, dia mengambil kado yang diserahkan Tiysa sambil mencium pipi Tiysa.


“Terima kasih bibi,” kata Trisha sambil tersenyum.

__ADS_1


Karyawan Yono yang lain juga menyerahkan hadiah mereka kepada Trisha, sama seperti Tiysa, Trisha yang juga sudah sangat mengenal karyawan Yono terlihat mencium pipi karyawan Yono satu persatu.


Yono berjalan menuju tempat spanduk ucapan selamat ulang tahun putrinya di gantung, Dia atas spanduk itu terlihat kain berwarna hitam sedang menutupi sebuah bingkai besar yang menempel di tembok itu.


“Sebelum kita merayakan ulang tahun putriku, aku akan mengumumkan satu hal penting kepada kalian.“


Tiysa dan karyawan Yono lainnya langsung menoleh ketika mendengar perkataan Yono.


Mereka semua terdiam dan menunggu pengumuman apa yang akan Yono sampaikan.


“Hari ini aku memutuskan untuk menutup bisnis mobil bekasku, namun di hari ini aku juga secara resmi membuka Showroom mobil mewah milikku yang kuberi nama….“


“Trisha Motor!“ kata Yono sambil menarik kain hitam yang menutupi logo showroom baru milik Yono.



Tiysa dan semua karyawan Yono sontak terkejut mendengar apa yang baru saja Yono sampaikan kepada mereka.


“Pak Yono! Apa ini sugguhan?“ tanya karyawan pria Yono.


“Iya, mana mungkin aku bermain-main dengan hal seperti ini,” Jawab Yono sambil tertawa kecil.


Tiysa dan semua karyawana Yono langsung beteriak kegirangan, mereka tidak menyangka jika hari ini, mereka akan kembali bekerja sebagai marketing untuk brand mobil mewah ternama, itu artinya penghasilan mereka akan kembali seperti dulu.


“Oh iya, aku hampir melupakan hal penting lainnya,” kata Yono.


Tiysa dan karyawan Yono kembali memandangi wajah Yono.


“Bisa aku pastikan jika ukuran bisnis Trisha Motor akan melebihi showroom mobil mewah milikku dulu.“


“Karena itu, aku membutuhkan seseorang untuk membantuku mengurus Trisha Motor."


Tepat setelah Yono mengatakan hal itu, terdengar suara langkah kaki dari lantai dua bangunan itu, karena bangunan itu masih kosong, suara langkah kaki dari lantai dua terdengar menggema di seluruh ruangan.


Tiysa dan semua karyawan Yono sontak menoleh menuju tangga menantikan sosok orang yang akan membantu Yono.


Perlahan sosok orang itu mulai terlihat saat menuruni tangga menuju lantai dasar.


Ketika orang itu sudah tiba dilantai dasar, Tiysa terlihat sangat terkejut, sambil mengangkat kedua alisnya, dia berkata,


“Sayang?“

__ADS_1


____


__ADS_2