Akulah Yang Memilihmu

Akulah Yang Memilihmu
Bab 26 : Gea berbohong


__ADS_3

Gea merasa aneh dengan sikap ketiga sahabatnya yang selalu menghindar ketika Gea membahas tentang Tristan. Sejak pertemuan di Cafezoid, ketiga sahabatnya sudah tidak pernah lagi mau bertemu dengan Tristan.


Hal itu cukup membuat Gea sedih, dia selalu ingin agar ketiga sahabatnya itu juga dekat dengan tunangannya.


Bahkan akhir-akhir ini ketiga sahabatnya terlihat selalu menghindar jika bertemu dengan Gea, karena itulah Gea lebih banyak menghabiskan waktu di kantor Tristan.


Hari ini Gea dan Tristan sudah berencana untuk menghabiskan akhir pekan berdua dengan makan malam di salah satu restoran Eropa yang terletak di Jakarta Pusat. Semenjak mereka sering menghabiskan waktu bersama, hubungan mereka juga semakin dekat.


Ting !


Notifikasi pesan masuk berbunyi, Gea langsung mengecek ponselnya.


[Tristan] Apa kamu mau di jemput? aku kebetulan sedang senggang.


[Gea] Tidak usah sayang, aku tidak mau merepotkanmu, lagipula aku bawa mobil sendiri hari ini.


[Tristan] Baiklah, aku tunggu di kantor.


[Gea] Iya sayang :*


Ketika Gea hendak menuju parkiran mobil, ketiga sahabat Gea datang menghampirinya.


“Hei Gea,” sapa Fika


Gea terkejut melihat ketiga sahabatnya ini tiba-tiba muncul di hadapannya.


“Apa hari ini kamu sudah buat janji?” ucap Dewi yang berdiri di samping Fika.


“Iya, aku hari ini akan menghabiskan waktu dengan Tristan,” balas Gea.


“Ohh ... Tristan ...,” balas Dini dengan ekspresi wajah yang tidak terlalu senang.


Gea dapat melihat sikap yang sedikit tidak bersahabat dari ketiga temannya ketika menyebut nama Tristan. Namun Gea tidak terlalu ambil pusing dengan itu, dia sudah merasa senang, akhirnya ketiga sahabatnya kembali mengajaknya berbicara.


“Hari ini kami bertiga berencana untuk menginap di Bogor, apa kamu mau ikut?” ucap Dewi bertanya kepada Gea.


“Ahh ... tapi hari ini ....” Gea terlihat kebingungan, itu karena dia juga sudah membuat janji dengan Tristan.


“Tristan, kan? Kalian itu sudah bertunangan, aku rasa jika hanya makan malam, itu bisa kalian lakukan kapan saja,” ucap Dini.


“Iya Gea, kapan lagi kita bisa menghabiskan waktu bersama, Tristan juga orang yang baik, aku rasa dia pasti mengerti jika kamu meminta izin kepadanya,” ucap Fika yang ikut mempengaruhi Gea.


Gea semakin bingung, di lain sisi dia tidak ingin mengecewakan Tristan yang sudah buat janji terlebih dahulu dengan Gea, namun disisi lain Gea takut jika dia menolak ajakan dari sahabatnya, mereka akan kembali bersikap dingin kepadanya.


“Baiklah aku akan ikut bersama kalian, aku akan mengirimi Tristan pesan terlebih dahulu,” ucap Gea.

__ADS_1


Mendengar jawaban Gea, Ketiga sahabatnya tersenyum dan langsung memeluk Gea.


____


Dua jam berlalu dengan cepat, Tristan baru saja selesai rapat dengan perwakilan tiap divisi di kantornya, hari ini dia berencana makan malam bersama Gea, hal itu dia lakukan karena dia merasa sedikit bersalah kepada Gea, beberapa bulan ini, dia terus sibuk dengan pekerjaan dan tidak pernah menghabiskan waktu berdua dengan tunangannya.


Tristan lalu melirik jam dinding di ruangannya yang menunjukkan pukul 16.00, sudah lebih dari 4 jam sejak terakhir dia berbalas pesan dengan Gea, Tristan sedikit merasa heran, karena Gea belum juga datang.


Biasanya di akhir pekan, di jam 12:15 paling lambat Gea sudah tiba di kantornya.


Ting !!


Notifikasi pesan masuk berbunyi.


[Gea] Sayang sepertinya kita harus menunda makan malam bersama kita, hari ini ada teman wanitaku yang berulang tahun, dan dia memintaku untuk menginap di rumahnya. Tenang saja, rumah temanku masih di wilayah Jakarta.


Tristan langsung terlihat kecewa begitu membaca pesan dari Gea.


[Tristan] Jadi bagaimana dengan makan malam kita?”


[Gea] Maafkan aku sayang, bisakah kita pindahkan ke lain hari?


Tristan semakin terlihat kecewa membaca jawaban dari Gea, namun dia juga sadar, selama 5 bulan terakhir, setiap hari Gea selalu bersamanya.


Tristan berpikir karena terus bersamanya, Gea sampai tidak punya waktu untuk berkumpul bersama teman-temannya, hari ini Tristan hanya merasa sedikit tidak beruntung karena memilih hari yang bertepatan dengan hari ulang tahun teman Gea.


[Gea] Terima kasih sayang :*


Beberapa saat setelah membaca pesan yang dikirim oleh Gea, ada perasaan kurang nyaman menghampiri Tristan.


Tristan lalu kembali mengambil telepon genggamnya dan menghubungi Haris.


“Pak Haris”


“Siap tuan muda”, jawab haris.


“Apakah ada bawahanmu yang mengawasi Gea ?”


“Iya Tuan Muda, aku sudah meminta beberapa orang untuk menjaga keselamatan Nona Gea,” jawab Haris


“Katakan padaku, di mana posisi Gea sekarang.”


Haris diam beberapa saat lalu menjawab.


“Nona Gea sedang berada di salah satu Villa, tepatnya di Permata Zamrud Property di kota Bogor,” Jawab haris

__ADS_1


“Bogor!!”


Tristan langsung berdiri dari tempat duduknya ketika mendengar laporan Haris, dia tidak menyangka Gea berbohong kepadanya.


“Siapa yang sedang bersama Gea saat ini?”


“Gea bersama ketiga temannya yang pernah bertemu dengan Tuan Muda,” jawab Haris.


Tristan sudah bisa menebak siapa ketiga teman Gea. “Baiklah, terima kasih atas laporanmu.”


“Tunggu Tuan Muda, menurut orang yang mengawasi, sebuah mobil baru saja tiba di Villa itu," ucap Haris


“Siapa orang yang berada di mobil itu?” Tristan mulai khawatir dengan mobil yang baru saja tiba.


“Itu Devan, orang yang pernah terlibat masalah dengan Tuan Muda di Cafezoid,” jawab Haris.


“Devan !” Kini Tristan sudah tidak bisa lagi berpikir jernih, dia tidak menyangka jika Gea berbuat seperti ini kepadanya, hatinya benar-benar hancur saat ini.


“Pak Haris, besok aku ingin rekaman suara dari setiap sudut ruangan di Villa itu sudah berada di tanganku.”


“Siap Tuan Muda,” jawab haris mengakhiri pembicaraan mereka.


Tristan mencoba tetap tenang dan berpikir positif, ada dua kemungkinan yang berada di kepala Tristan sekarang.


Yang pertama, lokasi tempat perayaan ulang tahunnya mungkin di pindahkan dari rumah temannya di Jakarta ke Villa di Bogor, mungkin alasannya karena mereka ingin sekaligus menikmati akhir pekan, untuk Devan yang juga ikut datang, bisa jadi Devan hanyalah salah satu tamu yang juga ikut diundang.


Kemungkinan kedua, Gea dijebak oleh teman-temannya.


Karena dua kemungkinan itu, Tristan memberikan Gea kesempatan terakhir.


Jika Gea tetap berbohong kepadanya, itu mungkin akan menjadi akhir dari hubungan mereka.


Tristan lalu kembali mengambil telepon genggamnya untuk mengirim pesan ke Gea.


[Tristan] Gea, barusan ayahmu menghubungiku, dia bertanya di daerah mana rumah temanmu, aku bingung harus jawab apa.


[Gea] Aku di komplek kelapa gading sayang.


“satu,” ucap Tristan dalam hati menghitung kebohongan yang dilakukan Gea.


[Tristan] Aku sedikit merasa cemburu, jangan-jangan di rumah itu ada ada pria yang di undang.


[Gea] Tidak ada sayang, semua temanku wanita, kamu tenang saja. :*


“Dua,” ucap Tristan dalam hati dengan ekspresi kecewa di wajahnya.

__ADS_1


[Tristan] Baiklah aku sangat-sangat percaya kepadamu, selamat bersenang-senang.


Tristan menghela nafas dalam-dalam, saat ini sudah bisa dipastikan jika Gea telah mengkhianatinya.


__ADS_2