
Bukk!
Bukk!
“Lepaskan tangan Yono,” kata Tristan yang langsung memukuli Cakra dan Devan dengan wajah yang terlihat sangat emosi.
“Berengse...-“
Glup...
Cakra yang berniat mengumpat orang yang tiba-tiba menyerangnya sontak menelan ludah, kenangan buruk 5 tahun lalu kembali memenuhi kepalanya.
Walau sudah 5 tahun berlalu, dia tidak bisa melupakan tatapan mata berpupil biru yang sudah membuatnya harus di rawat di rumah sakit dengan beberapa luka sobek di wajahnya.
“Tris... tan....” ucap Cakra dengan suara terbata-bata.
Sama dengan Cakra, Devan juga langsung membatu ketika melihat Tristan yang sedang menatap mereka berdua, dia juga masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana Tristan menghajar dia dan dua temannya 5 tahun yang lalu dengan begitu mudah.
Yono yang sudah terlepas kembali menatap Jacob, amarahnya belum mereda, pikiran buruk mulai memenuhi kepalanya, dia khawatir jika Jacob sudah berbuat yang tidak-tidak kepada istrinya.
Namun belum sempat di melangkahkan kakinya, Tristan yang berdiri di sampingnya langsung menepuk pundaknya, “Yono, Aku percaya Adelia tidak akan berbuat yang tidak-tidak dengan Jacob, jika memang apa yang Jacob katakan benar, untuk apa dia masih bersama denganmu, jadi untuk sekarang kendalikan amarahmu,” kata Tristan sambil tersenyum kepada Yono.
Yono menghela nafasnya, apa yang Tristan katakan benar adanya, setelah beberapa tarikan nafas, dia akhirnya bisa mengendalikan dirinya.
“Iya Tuan Muda, aku percaya kepada istriku,” kata Yono.
Tristan kembali tersenyum mendengar jawaban Yono, namun ekspresi wajahnya langsung berubah ketika dia menoleh ke Jacob.
Perlahan dia berjalan menuju Jacob yang sedang berdiri di dekat Tiysa dan teman-temannya.
“Mungkin kamu merasa dirimu hebat karena sudah membuat Cakra dan Devan tersungkur, sayangnya itu tidak akan terjadi kepadaku,” kata Jacob sambil tertawa kecil.
Jacob yang sering berlatih Kickboxing terlihat sangat percaya diri, bentuk badannya yang kekar juga menambah kepercayaan dirinya, dia yakin bisa mengalahkan Tristan yang hanya memiliki tinggi 184 cm.
Mereka berdua sudah saling berhadapan, dua pria dengan setelan jas saling menatap, semua orang bergerak mundur dan mengelilingi Tristan dan Jacob, mereka seolah membuat panggung untuk kedua pria ini.
__ADS_1
Tiysa terlihat panik, namun dua teman wanitanya meminta dia untuk tetap tenang, mereka berdua mengatakan jika Bintang dan Indra tentu akan membantu Tristan jika posisi Tristan kurang menguntungkan.
Salah satu bawahan Haris mulai merekam Tristan dan Jacob yang berada di tengah menggunakan ponselnya, Haris memintanya merekam untuk berjaga-jaga jika saja suatu saat mereka memerlukan bukti untuk membela diri.
“Hei Devan, siapa pria ini? kata Jacob bertanya dengan suara yang cukup lantang kepada Devan yang masih terduduk di lantai.
Tidak ada jawaban dari Devan, dia tetap diam sambil terus menatap punggung Tristan yang berdiri membelakanginya.
Karena tidak mendapat jawaban dari Devan, Jacob kembali mengulang pertanyaannya dengan suara yang lebih keras.
“Devan, siapa pria ini!” teriak Jacob.
Devan sontak terkejut, dia kembali tersadar ketika mendengar suara nyaring Jacob memanggilnya, “Di... Dia Tristan, aku rasa dia kekasih Tiysa,” jawab Devan yang juga mengetahui hubungan Tristan dan Tiysa dari Gea.
“Oh... pantas saja kamu bertingkah seperti pahlawan, kamu ingin pamer di depan Tiysa, hahaha,” sindir Jacob sambil tertawa.
Tristan masih diam, dia tidak membalas kata-kata Jacob.
Melihat Tristan yang diam saja, keberanian Devan mulai kembali, dia yang sering menemani Jacob ketika berlatih Kickboxing di Gym tahu jika Jacob adalah seorang petarung yang bisa di andalkan.
“Aku tidak memiliki perusahaan, aku bekerja di showroom ini sebagai Wakil Presiden Direktur,” jawab Tristan.
Mendengar perkataan Tristan, Devan akhirnya bernafas lega, dia yang awalnya mengira jika Tristan adalah bos suatu perusahaan ternyata hanya karyawan Yono, statusnya tentu saja jauh berbeda dengan Jacob yang merupakan Presiden Direktur sekaligus pemilik dari Elegantio Premium Car.
“Hahaha, 5 tahun yang lalu kamu adalah CEO di Tirta Wira Perkasa, sekarang jabatanmu hanya wakil presiden direktur di tempat Yono,” seru Devan merendahkan Tristan.
“Tristan kamu benar-benar menyedihkan, 5 tahun yang lalu aku meniduri tunanganmu, dan mengambil jabatanmu sebagai CEO, dan sebentar lagi, kekasihmu pasti akan menjadi milik Tuan Jacob, sebagai pria, kamu benar-benar tidak beruntung,” sambung Devan, dia ingin membalas Tristan dengan menunjukkan kepada semua orang yang ada di tempat itu, betapa menyedihkannya Tristan yang tunangan dan jabatannya di rebut olehnya.
“Tuan Jacob, kamu tidak perlu menahan diri, pria itu berasal dari latar belakang keluarga biasa saja, tidak ada yang perlu di takutkan dari pria itu,” ejek Devan.
Jacob tertawa terbahak-bahak, namun pemandangan berbeda terlihat di wajah orang-orang yang berada di tempat itu, Tiysa yang sedang cemas tidak mengetahui jika semua orang yang hadir di tempat itu sedang menatap Devan dengan tatapan dingin.
Haris dan bawahannya yang bernama Evander sedang memantau semua aktivitas yang berada di showroom Yono, mereka berdua bisa mendengar semua percakapan yang terjadi di tempat itu.
“Tuan Haris, berikan aku perintah untuk menghabisi orang yang bernama Devan, dia sudah menghina Tuan Muda di depan umum,” kata Evander sambil mengepalkan tangannya. Dia benar-benar terlihat marah mendengar perkataan Devan.
__ADS_1
“Tuan Muda sudah meminta kita untuk tidak ikut campur, jika kita bergerak sekarang, identitas Tuan Muda bisa saja terbongkar, jadi tahan dirimu,” balas Haris, tangannya yang sedang mengepal terlihat bergetar karena menahan amarah. Dia yang sudah menjaga Tristan sejak masih kecil benar-benar emosi mendengar perkataan Devan, jika bukan karena perintah Tristan, dia sendiri yang akan langsung menghabisi Devan dengan kedua tangannya.
Plakk !
Tristan menampar pipi Jacob yang sedang tertawa, setelah itu dia berkata, “Sebagai pria, kamu terlalu banyak bicara, kurasa serangan seperti ini cocok dengan dirimu yang bermulut besar.”
Emosi Jacob langsung meledak, dia merasa sangat emosi karena Tristan berani menamparnya.
“Kurang ajar!” teriak Jacob sambil mengayunkan kakinya menyasar kepala Tristan.
Dub!
Tendangan Jacob yang cepat berhasil di tangkis Tristan dengan kedua tangannya, Tristan terlihat tidak bergeming setelah menerima tendangan dari Jacob yang berbadan kekar.
“Hanya segini?” kata Tristan merendahkan.
Jacob sangat terkejut, di Gym tempatnya berlatih tidak ada yang bisa menahan tendangannya, bahkan pelatihnya yang mantan petarung profesional akan mundur beberapa langkah ketika menahan tendangannya.
“Sekarang giliranku,” kata Tristan sambil tersenyum.
Swoosh..
Dukk!
Tristan melakukan serangan yang sama persis dengan serangan yang baru saja Jacob lakukan. Tendangan Tristan juga menyasar kepala Jacob.
Jacob juga berhasil menahan tendangan Tristan dengan kedua tangannya. Namun hasilnya sangat terlihat jauh berbeda, walaupun Jacob berhasil menangkis serangan Tristan, dia di buat tunduk dengan salah satu lututnya menyentuh lantai.
Perbedaan kekuatan itu sontak membuat dua karyawan pria Yono terkejut.
“Uhhh!” kata Indra sambil mengibaskan telapak tangannya memuji kekuatan Tristan.
“Sepertinya calon suami Tiysa tidak akan membutuhkan bantuan kita,” kata Bintang sambil bertepuk tangan.
__
__ADS_1