Akulah Yang Memilihmu

Akulah Yang Memilihmu
Bab 81 : Kesedihan Adelia


__ADS_3

“Maaf, kalau boleh tahu Anda siapa?” tanya Adelia dengan sopan kepada Tristan.


Tristan tersenyum lembut, dia berkata, “Aku teman lama Yono, jadi bisakah aku bertemu dengan Yono?”


Adelia sempat ragu dengan pengakuan pria yang berada di depannya, namun Adelia juga tidak bisa mengabaikan jika pria ini yang telah membantunya mengusir penagih dari Bank Dana Cempaka.


“Aku akan menghubungi suamiku, Anda bisa menunggu suamiku di ruang tamu,” kata Adelia mempersilakan Tristan masuk ke dalam rumahnya.


“Terima kasih... Kak Adelia, kamu tidak perlu bersikap terlalu formal kepadaku, aku benar-benar merasa risi dengan panggilan ‘Anda’ yang kamu sematkan kepadaku,” kata Tristan sambil tersenyum kepada Adelia.


“Baiklah,” jawab Adelia, mereka berdua lalu menuju ruang tamu kediaman Yono.


Setelah mempersilakan Tristan duduk, Adelia mengambil ponselnya untuk menghubungi Yono,


Tut...


“Halo sayang,” kata Yono menjawab panggilan Adelia.


“Sayang, salah seorang teman lamamu datang ke rumah, dia sedang menunggumu sekarang.”


“Teman lama? Jangan-jangan itu penagih dari pihak Bank yang berpura-pura sebagai temanku,” kata Yono dengan penuh curiga.


“Dia bukan penagih, malah temanmu ini yang membantuku mengusir penagih dari Bank yang datang ke rumah beberapa saat yang lalu.”


“Benarkah?”


“Iya, cepatlah pulang, dia menunggumu dirumah.”


“Baiklah sayang, aku akan pulang ke rumah sekarang,” kata Yono mengakhiri pembicaraan mereka.


Setelah menghubungi Yono, Adelia kembali menuju ruang tamu bersama putri kecilnya.


“Aku sudah menghubungi suamiku, dia sedang dalam perjalanan pulang ke rumah,” kata Adelia, dia lalu duduk di salah satu sofa di ruangan itu.

__ADS_1


“Baiklah, aku akan menunggu,” jawab Tristan.


Putri kecil Yono yang sedari tadi memandangi Tristan terlihat berjalan menghampiri Tristan.


“Paman, terima kasih sudah menolong ibuku dari paman-paman jahat itu,” kata putri kecil Yono dengan suara menggemaskan.


Tristan tersenyum, dia lalu mengelus kepala putri Yono, “Siapa nama kamu,” tanya Tristan kepada putri kecil Yono.


Putri kecil Yono meraih tangan Tristan dan mengajak Tristan bersalaman, dia lalu berkata, “Namaku Trisha paman.”


“Trisha?” Tristan mengernyitkan alisnya, nama itu terdengar sangat familiar di telinganya.


“Suamiku memberikan nama itu dengan menggabungkan nama dari dua orang yang dia anggap sebagai bintang keberuntungannya,” kata Adelia sambil memandangi wajah kecil putrinya.


“Dua orang?” tanya Tristan.


“Iya, aku tidak tahu nama yang satunya, namun kata ‘sha’ yang berada di akhir nama Trisha di ambil dari nama Tiysa, salah satu karyawan suamiku yang sudah aku anggap seperti keluarga sendiri.” Adelia tersenyum lembut ketika mengatakan itu kepada Tristan.


“Tiysa!” Tristan tampak terkejut ketika mengetahui itu, dia menebak jika kata Tri yang berada di nama Trisha di ambil dari namanya.


“Ibu aku terbang,” kata Trisha sambil tertawa lepas.


Adelia ikut tertawa melihat putri kecilnya yang terlihat senang, namun beberapa saat kemudian ekspresinya berubah menjadi sedih.


“Kak Adelia, ada apa?” tanya Tristan yang bisa melihat perubahan wajah Adelia.


“Ibu....” Trisha yang sedang di gendong Tristan juga ikut sedih melihat ekspresi wajah ibunya yang berubah.


“Maafkan aku, aku....” Adelia tidak bisa melanjutkan perkataannya, dia tiba-tiba menangis terisak.


Tristan menghampiri Adelia, dia lalu duduk di samping Adelia yang sedang menangis.


“Kak Adelia, kamu bisa menceritakan masalahmu kepadaku, aku tahu jika selama beberapa tahun terakhir ini pasti sangat berat bagimu dan Yono, aku tahu ini akan terdengar aneh, tapi bagiku Yono bukan lagi orang lain, dia sudah seperti keluargaku sendiri,” kata Tristan sambil menenangkan Trisha yang juga ikut menangis.

__ADS_1


Adelia menyeka airmatanya, dia menoleh ke Tristan yang duduk di sampingnya, entah mengapa Adelia bisa merasakan jika Tristan tidak berbohong dengan apa yang baru saja Tristan ucapkan kepadanya.


Adelia mulai bercerita kepada Tristan, saat putrinya baru lahir, bisnis Yono tiba-tiba berkembang pesat, Yono yang sudah dikenal sebagai raja showroom mobil mewah di Indonesia terus mendapat pujian dari berbagai kalangan pengusaha.


Yono yang sudah berubah menjadi pria yang lebih baik, juga sering membantu teman-teman pengusahanya yang membutuhkan bantuan keuangan, tak terhitung jumlahnya pengusaha yang datang dan meminta bantuan kepada Yono.


Waktu itu keluarganya dan keluarga Yono benar-benar menganggap jika putri mereka adalah anak yang membawa keberuntungan untuk Yono dan Adelia.


Adelia tampak menghela nafasnya beberapa kali sebelum melanjutkan ceritanya.


Namun semua berubah ketika Showroom mobil mewah bernama Elegantio Premium Car terbuka di Jakarta, Yono yang juga bergerak di bidang yang sama datang bersama beberapa karyawannya untuk menghadiri peresmian showroom baru itu, hal itu sudah lumrah terjadi di antara pemilik showroom mobil mewah untuk saling memberikan ucapan selamat atas peresmian showroom mereka.


Namun bukannya di sambut hangat, Yono malah di rendahkan dan di cemooh oleh pria bernama Jacob yang merupakan pemilik showroom itu, yang lebih parah, beberapa pengusaha yang pernah dibantu oleh Yono juga ikut-ikutan mengejek Yono.


Yono yang tidak ingin mencari masalah langsung meninggalkan showroom itu, namun beberapa hari kemudian Jacob mendatangi showroom mobil Yono dan ingin merekrut semua karyawan wanita Yono, khususnya Tiysa.


Yono langsung pasang badan dan melindungi karyawannya, hal itu karena Yono sudah mengetahui dari salah satu temannya jika Jacob adalah salah satu pria berengsek yang suka mempermainkan wanita.


Beberapa hari kemudian, pesanan mobil mewah dalam jumlah yang sangat besar masuk ke tempat Yono, Yono yang tidak bisa memenuhi banyaknya pesanan terpaksa meminjam uang di bank untuk menutupi uang muka yang harus dia bayarkan ke produsen mobil mewah, 320 unit mobil mewah dari berbagai merek yang merupakan pesanan beberapa customer tiba di Indonesia, namun setelah mobil-mobil itu tiba, secara sepihak para customer yang sudah memesan tiba-tiba membatalkan pesananannya.


Walaupun uang muka para customer itu hangus, itu tidak cukup untuk menutupi utang Yono di Bank, di tambah lagi semua produsen mobil mewah berteriak meminta pembayaran kepada Yono, karena tidak kunjung menerima pembayaran, semua mobil mewah yang di pesan Yono terpaksa di tarik kembali oleh masing-masing produsen mobil mewah dan meninggalkan Yono dengan setumpuk utang di beberapa Bank.


Dari situlah showroom mobil milik Yono jatuh sampai menjadi seperti saat ini. Belakangan Yono dan istrinya baru mengetahui jika orang yang berada dibalik semua itu adalah Jacob.


Adelia kembali menghela nafasnya beberapa kali sebelum melanjutkan ceritanya.


Hal yang membuat Adelia semakin sedih, karena begitu usaha suaminya jatuh, keluarganya malah menyalahkan Yono, dia bahkan diminta untuk meninggalkan Yono dan mencari pria lain.


Airmata Adelia semakin deras saat menceritakan itu kepada itu kepada Tristan.


Tristan bisa melihat kepedihan yang tergambar dengan jelas dari raut wajah Adelia.


“Sejak saat itu teman-temanku yang dulu ramah kepadaku langsung menjauh, bahkan aku diasingkan oleh keluargaku sendiri, hal yang paling membuatku sakit hati, karena keluarga dan teman-temanku menganggap jika putri kecil kami salah satu penyebab kejatuhan kami, dia menganggap Trisha sebagai anak sial yang membuat kedua orang tuanya bangkrut.”

__ADS_1


Tangis Adelia pecah saat menyampaikan itu, dia memeluk putri kecilnya yang juga ikut menangis.


__ADS_2