
Setelah menerima Mikrofon dari Gino, Vladimir menatap para tamu yang hadir.
"Selamat Pagi," kata Vladimir membuka pembicaraannya dengan menggunakan bahasa Rusia.
Setelah menyapa para tamu, Vladimir melanjutkan dengan kembali menggunakan bahasa Rusia.
"Hari ini, aku Vladimir Yaroslav, akan membuat pengumuman penting kepada kalian."
"Dengan menggunakan statusku sebagai kepala keluarga Yaroslav, aku akan mengangkat Tiysa Utari Harsa sebagai cucuku, jadi mulai detik ini dia secara resmi menjadi bagian keluarga Yaroslav."
Suara Vladimir terdengar menggelegar sewaktu menyampaikan itu kepada para tamu yang melayani keluarga Yaroslav.
"Status Tiysa akan tetap menjadi cucu angkat ku sampai tiba waktunya Tristan menikahinya dan menjadi istri penerus keluarga Yaroslav," sambung Vladimir.
Para tamu sontak bertepuk tangan, beberapa tamu pria terdengar meneriakkan nama Tiysa berulang-ulang.
Tiysa sontak terkejut mendengar namanya dielu-elukan, dia yang tidak mengerti bahasa Rusia mencoba mencari jawaban dari Tristan,
Namun ketika dia menoleh ke Tristan, dia mendapati Tristan yang juga tampak terperangah dengan mulut terbuka karena mendengar pengumuman yang baru saja di lontarkan oleh Vladimir.
"Tristan... Tristan...," kata Tiysa memanggil, namun Tristan tetap terdiam, dia terlalu kaget dengan pengumuman dari Kakeknya.
Haris dan Faiz ikut bertepuk tangan, sambil memandangi Vladimir dari kejauhan, Faiz berkata, "Haris, bukankah status Nona Tiysa sekarang mirip dengan status Nyonya Liliana dulu?"
"Hahaha, iya, Ibu Tuan Muda Tristan dulunya adalah anak angkat keluarga Yaroslav ketika masih berpacaran dengan Tuan Gennady, aku memang bisa melihat kemiripan karakter antara Nona Tiysa dan Nyonya Liliana, mungkin karena kemiripan itu yang membuat Tuan besar mengangkat Nona Tiysa sebagai anggota keluarga Yaroslav," jawab Haris sambil tertawa.
"Jadi sudah bisa dipastikan jika Nona Tiysa adalah kandidat utama resmi sebagai Nyonya besar keluarga Yaroslav di masa depan," balas Faiz.
"26 tahun yang lalu, atas permintaan menantuku Liliana, Putraku Gennady akhirnya memaafkan beberapa ikan teri yang mengusik keluarga menantuku di Indonesia... bukannya berterimakasih, beberapa ikan teri ini mencoba membalas dendam kepada keluarga menantuku di Indonesia setelah mengetahui jika Gennady dan Istrinya telah tiada, hal itulah yang membuat cucuku menunda pernikahannya sampai tahun depan, dia berniat membasmi ikan teri yang kembali mengusik keluarga besarnya di Indonesia," jelas Vladimir dengan suara lantang.
Suasana kembali hening ketika Vladimir mengatakan itu.
Wajah para pria berubah menjadi emosi, beberapa dari mereka bertanya-tanya siapa ikan teri yang dimaksud Tuan besar mereka.
Tiysa kembali terkejut, dia mendengar kata Indonesia disebut oleh Vladimir, sedangkan Tristan yang tadi terperangah kini tersenyum, dia tidak menyangka jika semua rencananya telah diketahui oleh Kakeknya.
"Yang lebih parahnya, para ikan teri ini tidak hanya menargetkan keluarga menantuku, mereka juga telah menyakiti keluarga cucu angkat ku yang juga adalah calon Nyonya Besar keluarga Yaroslav di masa depan... Menurut kalian hukuman apa yang pantas bagi mereka?" teriak Vladimir.
__ADS_1
Para tamu pria yang berada di tempat itu sontak menjawab "MATI!"
Suara para pria yang meneriakkan kata mati dalam bahasa Rusia terdengar bagai gemuruh, itu membuat bulu kuduk semua orang yang berada di tempat itu berdiri.
Tiysa benar-benar semakin kebingungan, beberapa saat yang lalu dia melihat semua orang tampak bersorak bahagia, namun sekarang suasana terasa begitu mencekam.
Tristan memegang tangan Tiysa, dengan lembut dia berkata, "Sepertinya aku akan menikahimu lebih cepat dari apa yang aku rencanakan."
"Benarkah?" Tiysa terlihat sangat senang saat Tristan mengatakan itu, namun dia kembali merasa cemas saat mendengar suara para pria yang terus bersorak dengan penuh emosi.
"Jangan khawatir, teriakan mereka adalah dukungan untuk kita berdua," kata Tristan.
...****************...
Beberapa saat kemudian acara telah kembali normal, karena pengumuman dari Vladimir tadi, para tamu pria terlihat memisahkan diri dari para tamu wanita yang terlihat sedang santai menikmati hidangan mewah yang disiapkan oleh keluarga Yaroslav.
Para tamu pria tampak sibuk menggunakan ponsel mereka, setelah mendapatkan nama-nama dari target Tristan, mereka langsung menggunakan kekuatan jaringan keluarga Yaroslav untuk mencari persembunyian para ikan teri yang menggangu keluarga Tristan di Indonesia.
Vladimir memberikan waktu kepada Tiysa dan Tristan untuk berbicara berdua, dia menyerahkan kepada Tristan untuk menjelaskan apa yang baru saja dia sampaikan di depan para tamu kepada Tiysa.
Namun ketika mengingat para tamu meneriakkan namanya beberapa saat yang lalu, dia tahu jika Tristan sedang tidak bercanda saat ini.
"Mengapa Kakek Vladimir melakukan itu?" Tiysa kembali mencoba mencari tahu alasan Vladimir dari Tristan.
"Mungkin karena kamu mengingatkannya dengan menantunya yang telah tiada, bukankah Pak Igor pernah bilang jika dia dulunya melayani Nyonya keluarga Yaroslav yang berasal dari Indonesia," kata Tristan mengingatkan.
"Iya, tapi...."
"Kamu tidak usah memikirkan itu, dari ekspresi wajahmu aku yakin kamu ingin menolak status barumu itu, kamu bebas melakukannya jika kamu mau, hanya saja aku tidak tahu akan se kecewa apa Kakek Vladimir jika kamu menolak menjadi cucu angkatnya setelah dia mengumumkan itu di depan para tamu yang hadir," sambung Tristan yang sudah sangat mengenal watak kekasihnya.
"Itu benar Nona Tiysa, Tuan Besar pasti akan sangat kecewa jika kamu menolaknya," kata seorang pria yang tiba-tiba ikut bergabung bersama mereka.
Tristan dan Tiysa langsung menoleh ke arah suara tersebut.
"Pak Haris?!" teriak Tiysa tidak percaya jika suara pria yang baru saja dia dengar adalah suara Haris.
__ADS_1
Dia langsung memeluk tubuh Haris yang sedang tersenyum sambil memandangi wajahnya. Haris sudah berulang kali membantunya, dia sudah menganggap Haris seperti pamannya sendiri.
Tiysa benar-benar sudah melupakan Haris selama beberapa tahun ini, dia mengira Haris adalah bagian dari keluarga Kuncoro, karena itulah dia tidak pernah menanyakan keberadaan Haris kepada Tristan.
Tanpa sadar Tiysa menitikkan airmatanya, dengan manja dia menatap wajah Haris sambil berkata, "Pak Haris, kamu harus menjelaskan kepadaku dari mana kamu selama ini."
Tiysa mengusap airmatanya, dia kembali mengingat momen ketika Haris membantunya 5 tahun yang lalu, hal yang tidak Tiysa ketahui, Haris selama ini selalu menjaganya, dan Haris jugalah yang telah meyakinkan Vladimir jika Tiysa adalah kandidat terbaik sebagai istri Tristan.
"Tampaknya saat ini bukan waktu yang tepat untuk menjelaskan keberadaanku selama 5 tahun ini, Nona Tiysa mungkin akan sibuk selama beberapa waktu kedepan," kata Haris sambil menunjuk Sofia yang sedang berlari ke arah mereka.
Tiysa menoleh ke Sofia, dia tersenyum dan mengerti maksud perkataan Haris, dia tahu Sofia yang manja pasti akan terus menempel kepadanya, apalagi saat ini dia sudah resmi menjadi cucu Vladimir, itu berarti dia benar-benar telah menjadi Kakak perempuan Sofia.
"Aku tidak butuh penjelasan Pak Haris, aku akan senang selama Pak Haris janji tidak akan menghilang seperti pria ini," kata Tiysa sambil mencubit pelan lengan Tristan.
Haris tersenyum lembut, dia menundukkan kepalanya dan berkata, "Nona Tiysa tenang saja, sesampainya di Indonesia, aku akan kembali melayani Nona Tiysa dan Tuan Muda Tristan," jawab Haris.
“Kak Tiysa, kita sekarang bersaudara!” seru Sofia bersemangat yang langsung melemparkan tubuhnya kedalam pelukan Tiysa.
Tiysa ikut tertawa bahagia, dia tidak menyangka kebahagiaan terus menghampirinya ketika dia berada di Rusia.
Sofia menarik lengan Tiysa, dia berniat memperkenalkan Tiysa kepada anggota keluarga Yaroslav yang lain.
Sambil melempar senyuman kepada Tristan dan Haris, perlahan Tiysa mulai menjauh dari tempat Tristan dan Haris berada.
"Aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan apapun dari Kakek," keluh Tristan sambil menghela nafasnya.
"Tuan Muda tidak perlu memikirkan semuanya sendiri lagi, begitu kita tiba di Indonesia, Tuan Muda tidak perlu lagi menyembunyikan status Tuan Muda dari Nona Tiysa, karena itulah aku memberanikan diri muncul di hadapan Nona Tiysa" kata Haris.
Tristan kembali Tersenyum, "Pak Haris, aku menyerahkan semuanya kepada kamu dan Kakek, saat ini aku hanya ingin menikmati waktuku bersama Tiysa di tempat ini," balas Tristan sambil menepuk halus pundak Haris
"Siap Tuan Muda," jawab Haris singkat.
...****************...
Om Haris lagi siap-siap bertindak 💪💪
__ADS_1