Akulah Yang Memilihmu

Akulah Yang Memilihmu
Bab 72 : Gino mempermainkan Boby


__ADS_3

"Saatnya Penghakiman!" kata Gino sambil berjalan menuju Boby dan anak buahnya.


Salah satu bawahan Gino terlihat memasuki ruangan dengan membawa tas berwarna Hitam, dia lalu meletakkan tas hitam itu di samping Gino.


Gino membuka tas dan mengambil pistol FN dari dalam tas itu.



"Sebaiknya kamu melepaskan aku dan anak buahku, kamu tidak tahu dengan siapa kamu berurusan." Boby yang sudah mulai sadar langsung mengancam Gino, dia tidak terlihat takut walaupun Gino dan anak buahnya memegang senjata, dalam pikirannya Gino tidak mungkin akan membunuh mereka semua dan terlibat dengan pihak keamanan.


Boby yang terus memandangi Gino, menganggap jika Gino hanyalah bocah kaya yang ingin bertingkah seperti pahlawan, jika dia mengancamnya dengan koneksi yang dia miliki, dia yakin jika Gino akan ketakutan, hal itu sudah Boby buktikan kepada keluarga dari 21 wanita muda yang dia sekap.


"Oh, itu berarti kamu memiliki koneksi yang luar biasa, bisakah kamu memberitahu aku nama-nama keluarga yang melindungimu?" tanya Gino sambil berjongkok di depan Boby.


Boby tersenyum, dia merasa jika ancamannya mulai bekerja, sambil berbisik di telinga Gino Boby mulai menyebut nama beberapa keluarga besar yang melindunginya.


"Wow, mereka benar-benar keluarga yang berpengaruh," kata Gino, dia lalu menoleh ke salah satu bawahannya dan berkata, "Apakah kamu sudah mencatat nama-nama keluarga tadi?"


"Iya Tuan Muda," jawab bawahannya singkat.


Para korban yang menyaksikan itu dari aula mulai terlihat cemas, dia takut jika Gino tidak akan melanjutkan aksinya karena tidak ingin terlibat masalah dengan keluarga besar yang melindungi Boby.


"Hei, apakah kamu tahu mengenai berita pembantaian 23 kelompok bersenjata di salah satu negara yang terlibat konflik 2 tahun lalu? Aku rasa berita mengenai itu menjadi topik pembicaraan dunia saat itu," kata Gino sambil menatap tajam mata Boby.


"Siapa yang tidak mengetahui berita tentang itu, semua media cetak saat itu memberitakan tentang masalah itu, berita tentang pasukan beruang berlian merah membantai 23 kelompok bersenjata dalam semalam." Boby yang sudah mulai merasa aman, terlihat sangat santai menjawab perkataan Gino.


"Hahaha, kamu sepertinya tidak ketinggalan berita, 23 kelompok itu adalah orang-orang yang hidup dengan cara menyiksa, merampok, dan juga hobi menculik wanita muda dari warga yang tidak bersalah," kata Gino sambil tersenyum sinis kepada Boby.


Boby masih tidak mengerti kemana arah pembicaraan Gino, "Lalu kenapa dengan itu? tanya Boby dengan sikap yang sedikit angkuh.


" Apakah kamu tahu siapa pemimpin operasi itu?" Gino kembali bertanya, dia ingin menghancurkan mental pria berengsek di depannya sebelum memberikan hukuman.

__ADS_1


"Kenapa kamu terus menanyakan hal itu? Baiklah, menurut berita yang aku baca, yang menjadi pemimpin operasi itu adalah salah satu Tuan Muda penerus Pasukan Beruang Berlian Merah yang berusia sangat muda...."


Mata Boby sontak terbelalak, dengan terbata-bata dia berkata, "Jangan-jangan kamu adalah Tuan Muda itu?"


"Hahaha, kamu cepat mengerti, itu benar, yang membantai ribuan penjahat berengsek di negara itu adalah aku, sekarang kamu tahu dengan siapa kamu berurusan," kata Gino sambil menyunggingkan bibirnya.



Keringat dingin mulai bercucuran dari dahi Boby dan anak buahnya, mereka mengetahui berita itu dengan sangat jelas, hal itu karena lebih dari seminggu, semua media terus-menerus memberitakan keganasan pasukan beruang berlian merah.


Gino sudah membunuh bahkan lebih banyak dari orang yang pernah Boby temui dalam hidupnya, rasa takut dan putus asa menyelimuti perasaan Boby dan anak buahnya, Gino benar-benar menghancurkan mental mereka berkeping-keping.


"Tu... Tuan Muda... tolong ampuni kami, kami minta maaf karena telah menyinggungmu." Rasa angkuh yang tadi Boby miliki langsung sirna dalam sekejap, dia yang sudah mengetahui identitas Gino langsung memelas meminta pengampunan.


Para korban dan keluarganya yang menyaksikan itu mulai meneteskan airmata, mereka yang juga mengetahui berita yang menghebohkan dunia saat itu tidak menyangka jika Gino adalah orang yang memimpin operasi itu, hal yang membuat mereka semakin terharu, karena ternyata Pasukan beruang berlian merah yang sudah tersohor di mata dunia, adalah pasukan milik keluarga Yaroslav yang melindungi mereka saat ini.


"Untuk apa kamu meminta maaf kepadaku, kamu harus meminta maaf dengan tulus kepada korban, saat ini para korban beserta keluarganya sedang menyaksikan kejadian di tempat ini secara langsung," kata Gino sambil menunjuk ke kamera yang sedang menyorot mereka.


"Kami meminta maaf atas perbuatan yang telah kami lakukan, kami pantas untuk dihukum, tolong maafkan kami, setelah ini kami akan menyerahkan diri ke pihak berwajib untuk menebus kesalahan kami!"


Suara teriakan Boby meminta maaf terdengar menggema di seluruh pabrik tua itu.


"Cuih, hanya seperti itu bentuk keseriusan kalian?" Gino terlihat kesal dengan cara Boby meminta maaf, dia benar-benar ingin mempermainkan Boby dan anak buahnya yang telah mempermainkan dan menyiksa 21 wanita muda yang saat ini menyaksikan mereka secara langsung.


Boby semakin ketakutan mendengar ucapan Gino yang kurang senang dengan cara mereka meminta maaf, dia lalu kembali meminta maaf, namun kali ini dia meminta maaf sambil bersujud dan membenturkan dahi mereka ke lantai.


Bukk! Bukk! Bukk!


Suara dentuman terdengar saling bersahutan ketika Boby dan anak buahnya membenturkan dahi mereka ke lantai , darah mulai mengucur memenuhi wajah mereka, sayangnya perbuatan yang telah mereka lakukan sudah sangat terlalu keji, para korban dan keluarganya yang sedang menyaksikan itu masih terlihat kurang puas dengan permintaan maaf Boby dan anak buahnya.


"Berhenti!" teriak Gino.

__ADS_1


Salah satu bawahan Gino terlihat menyerahkan album foto yang berisi foto-foto Boby dan anak buahnya kepada Gino.


Beberapa bawahan Gino yang berada di tempat itu langsung maju dan mengambil pistol berjenis Revolver dari dalam tas hitam yang berada di dekat Gino.



Mari kita bermain kuis, jika kalian jujur aku akan mengampuni kalian, namun jika kalian berbohong, aku akan menghabisi kalian," kata Gino sambil membuka album foto yang berada di tangannya.


"Siapa di antara kalian yang sudah memaksa para korban untuk melakukan itu?" tanya Gino tegas.


Boby dan anak buahnya saling menatap, lebih dari setengah anak buah Boby berdiri dan memisahkan diri dari Boby dan anak buahnya yang masih berlutut, mereka mengakui jika mereka telah melakukan tindakan tidak terpuji itu.


Gino tersenyum, dia lalu berkata, "Ada dua cara pria bertanggung jawab setelah melakukan kesalahan, yang pertama adalah meminta maaf, dan yang kedua adalah menerima hukuman."


Tepat setelah Gino mengatakan itu, bawahan Gino yang memegang pistol berjenis Revolver mulai menembaki anak buah Boby yang sudah mengakui kesalahannya.


Bang! Bang! Bang! Bang!


Suara letusan pistol yang berisi 6 peluru terdengar bersahutan, peluru timah yang dimuntahkan senjata itu menghujam tubuh anak buah Boby, darah bercucuran memenuhi lantai pabrik tua itu, semua anak buah Boby yang memisahkan diri mati dengan luka tembak berbeda-beda tiap orangnya.


Dua luka tembak bagi anak buah Boby yang memiliki dua titik merah di fotonya, dan tiga luka tembak bagi anak buah Boby yang memiliki tiga titik merah di fotonya.


Titik merah yang berada di foto Boby dan anak buahnya adalah kode untuk jumlah peluru yang harus mereka terima.


"Aku berjanji untuk mengampuni nyawa mereka, namun sayangnya bawahanku tidak sepemikiran denganku, mereka rata-rata memiliki pasangan yang berumur sama seperti 21 korban yang telah kalian aniaya," kata Gino sambil tersenyum sinis kepada Boby dan anak buahnya yang tersisa di tempat itu."


____


Bentar malam lanjut bab baru 🤭🤭


__ADS_1


Visual Gino ngamuk dua tahun lalu 🤔


__ADS_2