Akulah Yang Memilihmu

Akulah Yang Memilihmu
Bab 88 : Karangan Bunga ucapan selamat dan tamu penting


__ADS_3

“Iya, Tuan Besar adalah Kakek dari Tuan Muda Tristan yang bernama Vladimir Yaroslav,” kata Haris sambil tersenyum kepada Yono dan Adelia.


Yono dan istrinya saling menatap, mereka berdua tidak bisa berkata apa-apa.


“Yono, mungkin kamu menganggap jika apa yang kamu lakukan hanya melindungi Tiysa yang sudah kamu anggap seperti keluargamu sendiri, kamu merasa pencapaianmu hanya seperti itu, dan hadiah yang diberikan terasa sangat berlebihan.“


“Dari sisimu mungkin seperti itu, namun bagaimana jika kamu melihat apa yang sudah kamu lakukan untuk Tiysa dari kacamata keluarga Yaroslav? Kamu melindungi wanita yang akan menjadi Nyonya besar di keluarga Yaroslav seorang diri, tanpa bantuan dari keluarga Yaroslav,“ kata Haris menjelaskan.


Yono terdiam, dia mengerti apa yang Haris sampaikan kepadanya, apa yang dia lakukan hanya melindungi Tiysa, namun dari pandangan keluarga Yaroslav, Yono telah melindungi wanita yang akan menjadi Nyonya besar keluarga Yaroslav di masa depan.


Prestasi itu sendiri sudah membuatnya bisa diterima menjadi anggota inti di keluarga Yaroslav.


“Mungkin ketika Tuan Muda Tristan menjadi kepala keluarga, posisimu di keluarga Yaroslav akan seperti diriku,” kata Haris sambil tersenyum.


Yono mengangguk pelan, dia mengerti semua perkataan Haris.


“Setelah mendengar ini, apakah kamu berniat menolak pemberian Tuan Besar kepadamu?“


Yono menggelengkan kepalanya, “Aku tidak akan berani menolak kebaikan Tuan besar,” kata Yono sambil merangkul mesra istrinya.


Haris lalu mengajak Yono berbincang-bincang, dia memberitahu Yono tentang keluarga Yaroslav, mulai dari nama kakek Tristan, Nama Kedua orang tua Tristan, Nama paman dan bibi Tristan, sampai nama kedua saudara Tristan, Haris memberikan semua informasi itu kepada Yono dan Istrinya.


“Gino Dewata Yaroslav?“ tanya Yono yang merasa nama itu sangat familiar di telinganya.


“Itu adalah pria yang dekat dengan nona Tiysa sebelum Tuan Muda Tristan datang,” kata Haris mengingatkan.


Yono akhirnya bisa mengingat pria yang bernama Gino, dia adalah pria yang dulu mendekati Tiysa.


Saat menyelidiki latar belakang Gino, Yono tidak menemukan satupun informasi terkait Gino, namun karena Tiysa memberitahu jika Gino adalah Pria yang baik dan juga sopan, Yono akhirnya tidak mempermasalahkan sewaktu Gino mendekati Tiysa.

__ADS_1


Haris juga menjelaskan alasan Gino mendekati Tiysa waktu itu kepada Yono agar tidak terjadi salah paham.


“Sepertinya sudah waktunya Tuan Muda datang ke tempat ini, aku juga sudah menjelaskan semuanya kepadamu, alasan Tuan Muda memintamu datang terlebih dahulu bertemu denganku, karena tuan muda khawatir ekspresi terkejutmu akan membongkar identitas tuan muda di depan Nona Tiysa dan yang lainnya,” kata Haris sambil tertawa.


Yono dan istrinya tertawa, mereka setuju dengan kekhawatiran Tristan, jika mereka semua langsung ketempat ini, Yono dan istrinya pasti tidak akan mampu menyembunyikan ekspresi wajahnya.


__


“Tuan Muda, aku sudah memberitahu Yono hal yang perlu dia ketahui tentang keluarga Yaroslav, saat ini Yono dan istrinya menunggu kedatangan anda,” kata Haris menginformasikan melalu sambungan telepon.


“Terima kasih Pak Haris,” jawab Tristan lalu mengakhiri panggilan mereka.


Tristan lalu memberitahu Tiysa dan karyawan lainnya jika acara akan dilanjutkan di rumah Yono, semuanya setuju dan langsung berangkat menuju rumah Yono.


Tiysa terlihat kaget ketika Tristan mengemudikan mobilnya menuju arah yang berlawanan dari rumah Yono, sama halnya dengan karyawan Yono lainnya yang sedang mengikuti mobil Tiysa, mereka yang sudah sering ke rumah Yono juga terkejut karena Tristan mengambil rute yang berbeda.


“Sayang, bukan jalan ini menuju rumah Pak Yono,” kata Tiysa mengoreksi Tristan yang salah jalan.


“Baiklah, aku akan mengabari teman-teman yang lain, aku rasa mereka juga pasti bingung dengan rute yang kamu ambil,“ kata Tiysa.


Tiysa lalu menghubungi teman-temannya yang sedang mengikuti mobil mereka, dia menjelaskan mengapa Tristan mengemudikan mobilnya ke lokasi lain dan bukan ke rumah Yono.


Beberapa saat kemudian Tristan bersama yang lainnya telah tiba di depan kediaman Yono yang baru, begitu turun dari mobil, Tiysa dan teman-temannya tampak terperangah saat memandangi rumah mewah yang berada di depan mereka.


“Sayang rumah siapa ini?“ tanya Tiysa yang terlihat mengagumi desain rumah baru Yono.


“Aku tidak tahu, Yono memintaku membawa kalian ke tempat ini,” jawab Tristan sambil mengangkat kedua bahunya.


“Kenapa kalian hanya berdiri di situ, ayo masuk ke dalam rumah,” kata Yono yang baru saja keluar dari rumah mewah itu.

__ADS_1


Tiysa dan karyawan lainnya sontak tersenyum sumringah mendengar ucapan Yono, mereka tidak menyangka jika rumah mewah yang membuat mereka takjub adalah rumah milik bos mereka.


2 karyawan pria Yono langsung berlari menghampiri dan merangkul Yono, “Bos Yono kembali ke puncak,” kata salah satu karyawan pria Yono sambil mengangkat satu tangannya menunjuk ke langit.


Mereka semua semakin takjub begitu memasuki rumah Yono, desain yang indah dan furnitur rumah dari brand ternama tampak menghiasi rumah mewah baru milik Yono.


Tak berselang lama ketika Tristan dan karyawan Yono tiba, dari luar rumah terdengar ramai, Yono dan karyawannya langsung keluar untuk mengecek, mereka semua kembali terkejut, karena ratusan karangan bunga ucapan selamat ulang tahun untuk Trisha datang secara bersamaan.


Orang-orang terlihat sibuk mengatur karangan bunga itu di pekarangan Yono, beberapa karangan bunga terpaksa di pajang di sepanjang jalan karena pekarangan rumah Yono tidak bisa lagi menampung karangan bunga yang terus datang.


Selamat ulang Tahun Ke 4 Trisha dari Golden Luxury Hotel.



Yono langsung tersenyum ketika membaca salah satu karangan bunga yang dia terima, Yono bisa memastikan jika semua karangan bunga itu dikirim oleh perusahaan-perusahaan milik keluarga Yaroslav di Indonesia.


Itu cara mereka menyambut anggota baru di lingkaran keluarga Yaroslav, apalagi posisi Yono dengan bintang 5 terbilang tinggi dalam keluarga Yaroslav.


Tak lama setelah semua karangan bunga di atur, mobil-mobil mewah berhenti di depan kediaman Yono.


Mobil-Mobil itu membawa sepasang suami istri beserta anak yang berusia sama dengan putrinya, Yono langsung bisa mengenali wajah-wajah mereka, mereka adalah pemilik perusahaan yang mengirim karangan bunga dan juga orang-orang yang namanya tertera di buku yang diberikan Tristan.


Dengan sopan Yono dan istrinya menyambut ke datangan orang-orang yang memiliki nama besar di kalangan para pengusaha itu.


Tiysa dan karyawan Yono lainnya semakin dibuat terkejut dengan pemandangan itu, mereka tidak menyangka bos mereka memiliki lingkaran pertemanan dengan para pengusaha besar di Indonesia.


Tanpa di perintah, mereka semua berinisiatif menjamu para tamu yang datang, mereka juga terlihat memperkenalkan dirinya kepada orang-orang penting yang datang ke rumah Yono.


Tristan sendiri menemani Trisha yang sibuk bermain dengan teman-teman barunya, bagi putri Yono ini merupakan pengalaman yang baru baginya, ulang tahunnya terlihat sangat meriah, berbagai hadiah menumpuk di salah satu sudut rumah mewah itu.

__ADS_1


___


__ADS_2