Akulah Yang Memilihmu

Akulah Yang Memilihmu
Bab 86 : Wapresdir baru kekasih Tiysa


__ADS_3

“Sayang?“ Tiysa tampak terkejut ketika mengetahui jika pria yang mengenakan setelan jas itu adalah Tristan.



Semua karyawan Yono sontak menoleh ke Tiysa lalu kembali menatap wajah Tristan.


Beberapa hari yang lalu sewaktu Tristan baru saja pulang ke Indonesia, Tiysa mengunggah fotonya bersama Tristan di media sosial miliknya dengan caption calon suamiku.


Teman-teman Tiysa yang bekerja di showroom Yono juga melihat foto itu, jadi mereka semua sudah mengetahui wajah kekasih Tiysa.


“Biar kuperkenalkan pria di sampingku ini kepada kalian, dia adalah Tristan Pratama yang akan menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur di Trisha Motor.“


“Walaupun dia masih berusia muda, ketika dia berumur 20 tahun dia sudah memimpin perusahaan beromset ratusan miliar perbulannya.“


“Aku rasa kalian juga sudah mengenal perusahaan yang pernah di pimpin oleh Tristan, perusahaan itu bernama Tirta Wira Perkasa, bagian dari Tirta Baskara Group,“ kata Yono menjelaskan.


Mereka semua menatap Tristan dengan perasaan kagum, mereka tidak menyangka jika CEO muda yang 5 tahun lalu terus-menerus masuk berita bisnis karena kemampuannya memimpin perusahaan, adalah kekasih teman mereka.


“Tiysa, pacar kamu terlihat lebih tampan dari pada di foto yang kamu unggah beberapa hari yang lalu di akun media sosialmu,” kata salah seorang teman wanita Tiysa sambil berbisik.


Tiysa menoleh ke temannya, dia tersenyum sumringah sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali.


Dia setuju dengan apa yang disampaikan oleh temannya, saat ini aura Tristan terasa semakin berwibawa.


“Pak Yono, kamu melewatkan sesuatu!“ kata salah seorang karyawan pria Yono.


“Apa itu?“ tanya Yono.


“Pak Yono lupa menambahkan jika Tristan adalah Wapresdir baru Trisha Motor yang juga adalah kekasih teman kami Tiysa Utari Harsa,” kata karyawan pria itu yang langsung di sambut gelak tawa oleh semua orang.


Yono ikut tertawa, dia berkata, “Kamu benar, aku melewatkan bagian terpenting itu.“


Tiysa menatap tajam mata Tristan, alisnya mengernyit, dia benar-benar merasa gemas dengan kekasihnya yang menyembunyikan hal ini darinya.


Tristan tidak berani menatap wajah Tiysa, tatapan tajam Tiysa seolah berkata 'Mengapa kamu menyembunyikannya dariku' membuat Tristan ingin tertawa.


Matanya mengerling sambil menatap langit-langit, dia terus menghindari kontak mata dengan Tiysa.

__ADS_1


Tiysa yang melihat sikap Tristan semakin gemas, “Nakal sekali kamu,” gumam Tiysa dalam hati melihat Tristan yang terus-menerus menatap langit-langit ruangan itu, Tiysa dapat melihat degan jelas jika Tristan sengaja melakukan itu.


Adelia menutup mulutnya dengan tangan kanannya, dia menahan tawa melihat kelakuan Tristan dan Tiysa.


Teman-teman Tiysa pun sama, mereka juga ikut menahan tawa melihat tingkah Tiysa yang menggoda Tristan dengan tatapan matanya.


“Paman Tristan!“ teriak Trisha yang langsung melemparkan dirinya ke dalam dekapan Tristan.


Tristan dengan sigap menangkap dan langsung menggendong putri Yono yang sudah menganggapnya seperti keluarganya sendiri.


“Paman kue ulang tahun,” kata Trisha sambil menunjuk kue ulang tahunnya.


Sambil menggendong Trisha, Tristan membawa Trisha menuju kue ulang tahun besar yang sudah dia siapkan untuk peri kecil itu.


“Mari kita lanjutkan acara perkenalannya nanti, peri kecil ini sepertinya sudah tidak sabar untuk memotong kuenya,” kata Tristan.


Semua orang mengangguk setuju dengan perkataan Tristan, mereka semua mengelilingi kue ulang tahun besar milik Trisha.


Salah satu karyawan pria mengeluarkan korek api dari dalam sakunya dan membakar lilin berbentuk angka 4 yang berada di atas kue itu.


Adelia merangkul lengan suaminya, dia menitikkan airmatanya, selama 3 tahun terakhir, mereka berdua hanya bisa merayakan ulang tahun putri mereka dengan sangat sederhana, ini pertama kalinya mereka merayakan ulang tahun putri mereka di tempat sebagus ini.


Dekorasi yang disiapkan Tristan juga terlihat sangat indah, ini benar-benar momen yang sangat mengharukan untuk Adelia dan suaminya.


“Huffftt” Pipi Trisha yang menggembung ketika meniup lilin terlihat sangat menggemaskan, ketika lilin di atas kue itu padam, semua orang bertepuk tangan sambil mengucapkan selamat ulang tahun untuk Trisha.


Adelia memegang tangan putrinya, dia membantu putrinya untuk memotong kue ulang tahunnya, potongan pertama kue itu langsung Adelia serahkan kepada suaminya, potongan kedua untuk Tristan, dan potongan selanjutnya untuk Trisha dan karyawannya yang lain.


Setelah menyantap kue bersama-sama Tristan memanggil Yono, dia meminta Yono untuk berbicara berdua di ruangan yang rencananya akan menjadi ruang kerja Yono selaku Presiden Direktur Trisha Motor.


Setelah mereka berdua duduk di kursi, Tristan menyerahkan sebuah buku dengan cover polos berwarna coklat gelap.


Yono terlihat kebingungan menerima buku itu. Dia mulai membaca isi buku itu halaman demi halaman.


“Tuan Muda… ini?“


Yono menatap Tristan dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut, buku itu berisi nama-nama perusahaan besar yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari tambang, otomotif, property, dan berbagai bidang lainnya.

__ADS_1


Selain nama perusahaan, buku itu juga berisi, nama-nama orang yang cukup berpengaruh di Indonesia.


Baik nama perusahaan maupun nama-nama orang yang berada di buku itu, Yono bisa mengenali semuanya.


“Itu adalah nama-nama perusahaan dan juga orang-orang yang bekerja untuk keluarga Yaroslavku.“


Yono terkejut mendengar perkataan Tristan, dia kembali mengecek buku yang diberikan Tristan kepadanya.


Terdapat gambar bintang kecil yang berada tepat di samping setiap nama perusahan dan nama orang yang tertera di buku itu, karena penasaran Yono segera menanyakan itu kepada Tristan.


Tuan Muda, apa maksud gambar bintang yang berada di samping setiap nama yang tertera di dalam buku ini?“ tanya Yono.


"Bintang menunjukkan posisi mereka di dalam keluargaku, semakin banyak bintang yang dimilikinya berarti semakin tinggi posisinya di dalam keluargaku."


Yono kembali terperangah, di dalam buku itu, Golden Luxury Hotel dan Golden Snow Hotel yang merupakan hotel bintang 5 hanya memiliki satu bintang.


“Bagaimana dengan Tuan Haris?“ tanya Yono yang masih belum menemukan nama Haris di buku itu.


“Buku itu, hanya berisi daftar perusahaan yang berada di Indonesia,” kata Tristan.


Dia lalu melanjutkan, “Pak Haris melayani keluargaku langsung, dia bagian dari anggota inti, keluarga Pak Haris sudah melayani keluargaku selama beberapa generasi, jadi dia tidak bisa diukur dengan menggunakan bintang seperti itu.“


Yono mengangguk pelan, dan melanjutkan melihat isi buku itu.


“Bintang 5!“ seru Yono ketika melihat namanya dan nama showroom miliknya ditandai menggunakan 5 bintang.


Dia lalu menoleh ke Tristan.


“Hahaha, jangan menatapku seperti itu, bukan aku yang menentukan bintang dan posisi seseorang di dalam keluargaku, statusku masih tuan muda, jadi ada beberapa hal yang tidak bisa aku lakukan di keluargaku,” kata Tristan menjelaskan sambil tertawa karena melihat ekspresi wajah Yono.


“Yono, pergilah ke alamat ini, Pak Haris sedang menunggumu di sana, setelah kamu berbicara dengan Pak Haris, aku akan ke sana dengan Tiysa dan yang lainnya,“ sambung Tristan.


“Baik Tuan Muda,” jawab Yono singkat.


“Sepertinya kita akan melanjutkan acara ulang tahun Trisha di sana," kata Tristan sambil tersenyum.


___

__ADS_1


__ADS_2