
Mata Jacob membelalak, dia tidak menyangka jika dirinya di buat tunduk oleh kekuatan serangan Tristan.
Dia mendorong kaki Tristan, lalu mundur beberapa langkah, dia melepas Jas yang sedang dia kenakan.
“Oh, kamu bisa bertarung, baiklah, biar aku layani.” Jacob mengepalkan kedua tinjunya di depan wajahnya, perlahan dia maju mendekati Tristan.
Tristan tersenyum, dia sudah bisa mengukur kemampuan Jacob, dia bisa menebak jika Jacob berlatih Kick Boxing hanya untuk pamer, walaupun kekuatannya lumayan bagus, Jacob bisa di pastikan tidak akan berdaya bahkan melawan petarung amatir sekalipun.
Ketika Jacob sudah dalam jarak jangkauannya, Tristan melakukan gerakan tipuan, dia mengayunkan tinjunya dengan tangan kiri ke wajah Jacob, ketika Jacob menghindari serangannya dengan memiringkan kepalanya ke kanan, Tristan dengan cepat maju menyerang pelipis Jacob dengan siku kanannya.
Bukk!
Acckk! Pekik Jacob, pelipisnya sobek, darah segar mengalir dari luka sobek itu.
Tristan mundur dengan cepat setelah melakukan serangan itu, dengan nada yang terdengar merendahkan, dia berkata, “Ayolah bocah berotot, ini bahkan belum membuatku berkeringat.”
Cakra dan Devan menelan ludah, mereka tidak menyangka jika Jacob akan dipermainkan oleh Tristan seperti itu.
Jacob menyeka darah yang mengalir di pipinya, dia benar-benar sangat marah, “Berengsek!” teriak Jacob sambil menghampiri Tristan, dia kembali mengayunkan kakinya menyerang Tristan.
Tristan mundur menghindari serangan demi serangan yang Jacob lancarkan, dia terus tertawa sambil mengejek Jacob yang terlihat sangat marah.
“woah, ups, wow,” ucap Tristan sambil menghindari serangan Jacob yang terlalu mengandalkan kakinya.
Setelah beberapa saat, serangan Jacob mulai terlihat melambat, Jacob mulai kelelahan karena terus mengayunkan kakinya, Tristan tentu saja tidak melewatkan kesempatan itu, dengan sigap dia menangkap kaki kanan Jacob yang sedang mengayun ke arahnya.
Tap!
Tepat setelah menangkap kaki kanan Jacob, dengan sekuat tenaga Tristan menendang betis kiri Jacob yang sedang menopang tubuhnya.
Dukk !
Jacob kehilangan keseimbangan, dia terpelanting dengan tubuhnya yang menghantam lantai dengan keras.
Buak!
Tiysa melotot memandangi wajah Tristan yang sedang menghajar Jacob, dia tidak menyangka jika kekasihnya dapat bertarung seperti itu.
Dia lalu menggigit bibirnya sambil menatap wajah Tristan yang terlihat begitu menggoda dimatanya.
“Hush, apa-apaan dengan tatapanmu yang terlihat mesum itu,” sindir salah satu teman wanitanya sambil tertawa melihat ekspresi wajah Tiysa.
Tiysa tertawa kecil, dia tidak menyangka kebiasaan buruknya akan terlihat oleh temannya, sambil tersipu malu dia kembali memandangi Tristan dengan mata berbinar-binar.
Sedangkan Indra dan Bintang bercanda dengan bergaya seolah-olah menjadi komentator profesional pertandingan UFC.
“Sebuah tendangan rendah dari Pak Bos Tristan berhasil memutarbalikkan tubuh lawannya, bagaimana tanggapan anda Bung Bintang,” kata Indra sambil menyodorkan tangannya yang seolah-olah sedang memegang mikrofon kepada Indra.
“Melihat ekspresi wajah lawan Bos Tristan, sudah bisa dipastikan jika Bos Tristan akan menjadi pemenangnya,” kata Bintang sambil menganggukkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang serius.
__ADS_1
“Ekspresi wajah lawan Bos Tristan, seperti ekspresi wajah seorang mantan yang berharap balikan setelah kamu sukses bersama orang lain,” sambung Bintang yang langsung disambut gelak tawa oleh orang-orang yang berdiri di dekatnya.
Jacob benar-benar merasa dipermalukan, dia memandangi Tiysa yang ikut tertawa karena kelakuan Indra dan Bintang, harga dirinya tidak menerima itu, walaupun tubuhnya terasa remuk karena menghantam lantai, dia bangkit dan kembali berdiri untuk melawan Tristan.
Dengan berhati-hati, Jacob mendekati Tristan, dia mengamati setiap pergerakan Tristan, kali ini dia tidak langsung menyerang, dia menunggu Tristan menyerangnya terlebih dahulu.
Tristan mengerti maksud Jacob, dia mengayunkan kakinya menyasar paha kiri Jacob.
Jacob yang sudah siap langsung mengangkat kaki kirinya untuk menahan serangan Tristan, namun sayangnya sebelum kaki Tristan menyentuh kaki kiri Jacon Tristan dengan cepat mengubah arah serangannya menuju leher Jacob.
Bukk !
Jacob terpental ke belakang, dia terlihat sempoyongan, dia berusaha menjaga keseimbangannya agar tidak lagi terjatuh ke lantai.
Tristan yang melihat Jacob sempoyongan langsung berlari dan melompat mengarahkan lututnya ke wajah Jacob.
Buakk!
Lutut Tristan menghantam wajah Jacob dengan keras, darah segar menyembur dari hidung dan mulut Jacob, sesaat setelah tubuh Jacob menghantam lantai, Tristan langsung menindih kedua lengan Jacob dengan kedua lututnya.
Tristan mengunci pergerakan Jacob yang sudah tidak berdaya, sambil memosisikan dirinya di atas dada Jacob, Tristan berkata, “Apa yang sudah kamu lakukan kepada Adelia?”
Tristan yang sejak tadi terlihat santai langsung berubah menjadi serius, dia menatap Jacob dengan penuh amarah.
“Hahaha, mengapa kamu tidak menanyakan itu kepada Adelia langsung,” kata Jacob tertawa dengan wajah yang berlumuran darah.
Bukk!
“Sudah aku...-“
Bukk!
Tanpa memberi Jacob kesempatan untuk menyelesaikan kalimatnya, Tristan kembali memukul wajah Jacob yang tidak bisa lagi bergerak.
“Apa yang sudah kamu lakukan kepada Adelia?” Tristan kembali mengulang pertanyaannya.
“Tanya saja-“
Bukk! Bukk! Bukk!
“Apa yang sudah kamu lakukan kepada Adelia?” tanya Tristan lagi.
“Dia...-“
Bukk! Bukk! Bukk!
Tristan terus memukuli wajah Jacob sambil menanyakan apa yang sudah Jacob lakukan kepada istri Yono.
Semua orang yang berada di tempat itu terdiam, mereka memandangi Tristan yang terus memukuli Jacob tanpa ampun.
__ADS_1
Tiysa yang sedang bersama teman-temannya terlihat sangat cemas, wajah Tristan saat ini sangat menyeramkan, dia tidak pernah melihat Tristan dengan tatapan yang penuh niat membunuh seperti itu.
“Apa yang sudah kamu lakukan kepada Adelia?”
“Tidak ada... tolong ampuni aku...” kata Jacob dengan nada memelas, dia tidak lagi bisa melihat wajah Tristan karena matanya tertutup dengan darah yang memenuhi wajahnya.
Bukk!
“Jelaskan secara rinci,” kata Tristan.
“Aku... Aku tidak melakukan apa-apa, dia datang bersama keluarganya, aku berani bersumpah, tolong lepaskan aku.”
Jacob mulai menangis ketakutan, baru kali ini dia diperlakukan seperti itu, pria yang sedang memukulinya benar-benar tidak berniat untuk melepaskannya jika dia tidak mengatakan yang sebenarnya.
Mendengar suara tangisan Jacob, Devan dan Cakra bergidik ngeri, Cakra yang pernah di posisi itu terlihat sangat ketakutan, sedangkan Devan mengutuk dirinya sendiri karena berharap jika Jacob bisa mengalahkan Tristan.
Bukk! Bukk! Bukk!
Walaupun Jacob sudah mengatakan yang sebenarnya, Tristan tetap saja terus memukuli wajah Jacob, dia benar-benar merasa kesal kepada Jacob yang sudah membuat Tiysa dan Yono menderita selama 3 tahun ini.
“Bos Tristan, sudah... kalau diteruskan dia bisa mati....” kata Indra yang memegang tangan Tristan.
“Bos... Tiysa mulai ketakutan melihatmu seperti itu,” kata Bintang yang juga menghampiri Tristan.
Tristan kembali tersadar, dia menghela nafasnya lalu memandangi Tiysa yang terlihat sangat cemas. “Aku benar-benar harus belajar mengontrol emosiku,” gumamnya dalam hati.
“Ayo bos,” kata Indra yang membantu Tristan berdiri. Bintang yang berada di samping kiri Tristan juga ikut membantu Tristan.
“Serangan lutut terakhir terlihat seperti di film-film,” kata Bintang bercanda, dia benar-benar bisa mencairkan suasana yang sedang tegang karena aksi Tristan.
Tristan tertawa kecil mendengar perkataan Bintang, mereka bertiga lalu meninggalkan Jacob yang terbaring tidak sadarkan diri.
“Jacob!” suara seorang wanita memanggil nama Jacob memecah keheningan.
Semua orang sontak melihat ke pintu masuk mencari sumber suara itu.
“Apa yang sudah kalian lakukan kepada kekasihku,” kata wanita itu sambil berlari menghampiri tubuh Jacob.
“Gea?” Tiysa terlihat sangat terkejut ketika melihat Gea memeluk tubuh Jacob yang sedang tidak sadarkan diri.
...****************...
Maaf upnya sedikit telat, 😅😅🙏🙏
Terima kasih kepada Kakak-Kakak yang sudah memberi Hadiah dan Vote. 😍😍🙏🙏
Terima kasih juga kepada Kakak-kakak yang selalu memberi like dan komentar di setiap babnya, itu benar-benar sangat berarti buat saya, 😉😉😉
Kalian Memang Yang terbaik 🥰🥰🥰🙏🙏
__ADS_1
Besok baru lanjut up, otor ada sedikit kesibukan 😖😖, sekali lagi terima kasih sudah setia membaca Akulah Yang Memilihmu.
...❤❤❤❤❤❤...