
“Purwadi, siapa yang melakukan itu kepada putraku?” Oscar yang sedang melakukan panggilan video dengan Purwadi terlihat sangat marah ketika melihat kondisi putranya. Dia terus menanyakan penyebab putranya terluka kepada Purwadi dengan penuh emosi.
Beberapa saat yang lalu, Purwadi yang sedang meeting bersama beberapa rekannya mendapat telepon dari Gea yang mengabarkan jika Jacob sedang dirawat di rumah sakit karena mendapat luka yang cukup serius.
Saat ini dia sedang bersama Gea di rumah sakit tempat Jacob mendapatkan perawatan.
“Gea, katakan saja siapa pelakunya, kamu tidak usah menutup-nutupi kebenarannya,” kata Purwadi kepada putrinya.
Awalnya Gea tampak ragu mengatakan kepada Purwadi jika Tristan yang sudah memukuli Jacob sampai seperti itu, namun karena terus di desak, dia akhirnya mengakui jika Tristan yang sudah memukuli Jacob.
“Tris... tan,” jawab Gea dengan suara yang terbata-bata.
“Tristan?” Purwadi terlihat sangat terkejut, dia tidak menyangka jika putrinya akan menyebut nama mantan calon menantunya yang sudah tidak ada kabar lagi selama 5 tahun terakhir.
“Iya ayah, Tristan yang sudah membuat Jacob seperti itu,” balas Gea.
“Purwadi, cepat jelaskan kepadaku siapa pria yang bernama Tristan ini.”
Purwadi lalu mulai menceritakan kepada Ayah Jacob tentang Tristan, mendengar cerita dari Purwadi, emosi Ayah Jacob semakin meledak-ledak.
“Beraninya anak dari keluarga tidak jelas melakukan itu pada putraku, dia harus membayar apa yang sudah dia lakukan,” umpat Oscar dengan penuh emosi.
“Suamiku... suamiku....” terdengar suara Veronica dengan ekspresi wajah panik memasuki ruangan tempat Jacob dirawat.
Purwadi menoleh ke istrinya, “Istriku, ada apa,” tanya Purwadi.
“Ini tentang Gea, Jacob dan Devan, mereka sedang diberitakan di berbagai media,” kata Veronica, dia lalu memberikan ponselnya kepada Purwadi.
Purwadi menerima ponsel dari istrinya, setelah melihat layar ponsel itu beberapa saat, wajahnya langsung terperangah.
“Gea? Apa yang sudah kamu lakukan?” hardik Purwadi yang terlihat sangat emosi.
Gea yang penasaran karena ayahnya yang tiba-tiba terlihat sangat marah ikut menatap layar ponsel milik ibunya, dia sangat terkejut ketika melihat Devan sedang berbicara di video yang sedang diputar.
Itu adalah Video yang di rekam oleh bawahan Haris dan telah di sunting di beberapa bagian, sehingga hanya menampilkan Devan, Gea, dan juga Jacob.
__ADS_1
Dalam video itu Devan sedang terduduk di lantai dan mengatakan jika dia sudah meniduri tunangan Tristan dan juga merebut jabatan Tristan, dia juga menghina Tristan karena tidak bisa menjaga tunangannya.
Setelah itu video menampilkan Gea yang berlari dari pintu masuk dan langsung memeluk tubuh Jacob sambil menanyakan siapa yang sudah melakukan itu kepada kekasihnya, dengan lantang Gea yang berstatus tunangan Devan memeluk pria lain dan menyebut jika pria itu adalah kekasihnya.
Di bagian terakhir video menampilkan Gea yang mencoba memeluk Tristan tapi di halau oleh seorang pria, dan tanpa menampilkan wajah Tristan, di video terdengar suara Tristan dengan tegas mengatakan jika Devan tidak merebut tunangan dan juga jabatannya, tapi Tristanlah yang memberikan itu kepada Devan.
Itu benar-benar membuat Gea tercengang, bibirnya bergetar, wajahnya menjadi pucat, dia tidak menyangka jika seseorang merekam peristiwa yang terjadi di showroom milik Yono.
“Suamiku, aku akan membawa putri kita pulang ke rumah,” kata Veronica sambil merangkul Gea yang diam membatu dengan wajah pucat.
Purwadi menghela nafas berat, dia berkata, “Jangan biarkan dia keluar rumah sampai aku bisa menemukan jalan keluar dari masalah yang dia buat.”
Veronica mengangguk pelan, setelah itu dia meninggalkan rumah sakit bersama dengan putrinya.
Purwadi benar-benar dibuat pusing, ini merupakan aib yang sangat besar bagi keluarga Kuncoro, dia benar-benar bingung harus bagaimana menyelesaikan masalah ini.
Berita tentang putrinya, Devan dan Jacob menyebar dengan cepat, hampir semua media memberitakan tentang itu.
“Purwadi, apa yang terjadi?” tanya Oscar yang penasaran melihat wajah Purwadi.
Purwadi lalu menceritakan tentang video skandal antara putrinya, Devan dan Jacob, Oscar yang sedang berada di Itali sangat terkejut ketika mendengar penjelasan Purwadi, dia akhirnya mengurungkan niatnya untuk membuat perhitungan dengan Tristan dan fokus menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu.
___
Keesokan harinya...
Tiysa dan karyawan Yono lainnya tampak sibuk melayani pembeli yang tiba-tiba membludak di showroom milik Yono.
Video skandal Gea kemarin ikut membantu menaikkan popularitas Trisha Motor, sebagian customer datang dengan niat hanya untuk membeli mobil mewah, dan yang lainnya datang dengan motif tambahan, sambil membeli mobil mewah, mereka ingin melihat lokasi video yang menjadi berita viral saat ini.
Beberapa orang bahkan tanpa ragu membuat vlog di tempat Jacob terbaring kemarin, tak ada satupun dari pihak Trisha Motor yang menghentikan mereka, karena itu juga bisa menjadi alat pemasaran yang cukup ampuh untuk menggaet konsumen.
Tristan yang sedang berada di ruang kerja terus tertawa sambil memandangi layar laptopnya, dia tidak menyangka jika Haris sudah meminta bawahannya untuk merekam kejadian kemarin, berkat video itu, saham Elegantio Premium Car menurun drastis, tinggal menunggu waktu sampai Jacob jatuh dari singgasananya sebagai raja showroom mobil mewah saat ini.
Karena status Devan sebagai CEO di Tirta Wira Perkasa, dan status Gea sebagai anggota keluarga Kuncoro yang memiliki saham di Tirta Baskara Group, akhirnya usaha milik Kakeknya ikut terkena imbas.
__ADS_1
Namun setelah Tristan menghubungi Kakeknya dan menjelaskan masalah yang terjadi, keluarga Prabaswara akhirnya bisa tenang dan menggunakan kesempatan ini untuk menekan Purwadi dengan meminta pertanggung jawabannya karena tindakan orang-orangnya yang telah membuat malu Tirta Baskara Group.
“Bos sayang, mengapa kamu terlihat begitu bahagia?” tanya Tiysa yang baru saja masuk ke ruangan Tristan.
Dia berjalan mendekati Tristan yang sedang tertawa sambil memandangi laptopnya.
“Tidak apa-apa, aku hanya sedang mengingat kejadian lucu kemarin,” jawab Tristan.
“Lucu? Hah... kita benar-benar memiliki selera yang berbeda untuk hal itu, bagiku kejadian kemarin tidak ada lucunya sama sekali, itu malah terasa menyeramkan,” kata Tiysa, dia kembali mengingat tatapan dingin Tristan ketika memukuli wajah Jacob yang berlumuran darah.
Tristan memahami apa yang membuat Tiysa merasa kejadian kemarin menyeramkan, dia benar-benar tidak tahu mengapa dia selalu lepas kontrol ketika dia sangat marah.
Tristan memandangi wajah Tiysa yang sedikit muram karena mengingat kejadian kemarin, dia menarik Tiysa untuk duduk di pangkuannya.
“Hei...,” protes Tiysa yang jatuh di pangkuan Tristan.
“Maafkan aku sayang, aku benar-benar lepas kendali setelah mendengar Jacob melecehkan ibu Trisha dengan perkataannya, aku sudah menganggap Trisha seperti keluargaku sendiri karena itulah aku menjadi sangat marah,” kata Tristan membujuk Tiysa.
Tiysa tersenyum, dia bisa mengerti alasan Tristan, dia sendiri juga sangat marah ketika Jacob menyebut nama Adelia kemarin.
Dia menoleh ke Tristan, dia lalu memegang pipi Tristan dan berkata, “Aku tahu, tapi tolong, jangan bertindak berlebihan seperti kemarin lagi.”
Sambil tersenyum Tristan mengangguk pelan, dia lalu mendekatkan wajahnya ingin mencium bibir kekasihnya.
“Ehem....”
Suara seorang pria sontak membuat Tristan dan Tiysa terkejut, mereka berdua menoleh ke arah suara tersebut.
“Ah... kalian lanjutkan saja... anggap saja aku... hmm... pot bunga,” kata Bintang sambil bersandar di dekat pintu masuk.
Tiysa sontak beranjak dari pangkuan Tristan wajahnya menjadi merah, dia tersipu malu.
Sedangkan Tristan yang tadi sempat kaget kini tertawa kecil mendengar sindiran Bintang. Dia tidak menyangka jika Bintang sudah berada di ruangannya tanpa mereka berdua sadari.
“Bos Tristan, maaf mengganggu waktu ehem-ehem kalian berdua, saat ini ada demonstrasi yang sedang berlangsung di lantai bawah, menurutku hanya Bos Tristan yang mampu menangani para demonstran ini,” kata Bintang dengan wajah yang terlihat sangat serius.
__ADS_1
“Demonstrasi?” Tristan dan Tiysa saling menatap, mereka berdua lalu beranjak pergi menuju lantai bawah.