
Gea yang baru saja bangun terlihat sangat kesal, itu karena Jacob sudah meninggalkannya sendirian di kamar Jacob.
Setelah mandi dan berganti pakaian, dia mencari salah satu pelayan di rumah Jacob, dari pelayan itu, dia mendapatkan informasi jika Jacob pergi ke peresmian showroom mobil mewah yang baru saja dibuka.
Gea berpikir Jacob mungkin mendatangi peresmian showroom milik salah satu rekannya. Setelah mendapatkan alamat Showroom itu, Gea pun segera menyusul Jacob.
Ketika Gea sudah tiba di showroom itu, dia sempat di buat takjub dengan kemewahan bangunan dan deretan mobil mewah yang berada di parkiran.
Showroom baru itu jauh lebih besar dari Showroom milik Jacob, dia terlihat sangat bersemangat untuk bertemu teman Jacob yang memiliki Showroom mewah itu.
Namun ekspresi wajahnya berubah begitu dia memasuki showroom itu, dia melihat dua orang sedang duduk di lantai membelakangi pintu masuk tempatnya berdiri saat ini.
Tak jauh dari tempat kedua orang itu duduk, dia melihat tubuh Jacob terbaring tidak sadarkan diri dengan wajah berlumuran darah.
“Apa yang sudah kalian lakukan kepada kekasihku,” kata Gea sambil berlari menghampiri tubuh Jacob.
“Gea?” Tiysa terlihat sangat terkejut ketika melihat Gea memeluk tubuh Jacob yang sedang tidak sadarkan diri.
Gea menoleh ke arah suara yang menyebut namanya, dia sontak emosi ketika melihat Tiysa berada di kerumunan itu.
“Kamu... ini pasti gara-gara kamu, dasar wanita sialan!” teriak Gea mengumpat Tiysa.
Teman wanita Tiysa langsung naik pitam mendengar perkataan Gea, dia ingin maju dan memberi pelajaran kepada Gea, namun Tiysa menahannya.
“Jangan,” kata Tiysa sambil memegangi tangan temannya.
“Apa yang kamu lakukan kepada kekasihku, belum puaskah kamu merebut tunanganku!” Dengan suara yang lantang Gea kembali meneriaki Tiysa, dia yang baru saja tiba tidak mengetahui apa yang telah terjadi di tempat ini.
“Berhenti berteriak, aku yang melakukan itu kepada kekasihmu...,” kata Tristan sambil membersihkan noda darah yang berada di tangannya. Di sampingnya Indra dan Bintang terlihat membantunya membersihkan noda darah yang berada di jas milik Tristan.
Gea langsung terperangah ketika melihat wajah Tristan, itu adalah wajah pria yang sangat dia cintai, dia bangkit dari duduknya, lalu berlari ingin memeluk tubuh Tristan.
“Tris...-“
__ADS_1
“Woah Nona, tolong jaga jarak,” kata Bintang yang menghalau Gea dengan menunjukkan telapak tangannya.
“Mengapa kamu menghalangiku, apakah kamu tidak tahu siapa aku, Aku...-”
“Aku tidak mengenali siapa Anda, yang aku tahu pria ini adalah calon suami teman kami," kata Indra sambil menunjuk Tristan.
“Calon suami teman kalian?” Gea tampak kebingungan mendengar perkataan Indra.
Tiysa berjalan menghampiri Tristan, Bintang yang sedang berdiri di samping kiri Tristan dengan sigap langsung memberikan tempatnya kepada Tiysa.
Sambil merangkul mesra tangan Tristan, Tiysa berkata, “Dia adalah calon suamiku, apakah kamu ada masalah dengan itu?”
“Kamu...-“ belum sempat Gea menyelesaikan kalimatnya, Tristan langsung memanggil Devan.
“Devan, tunanganmu yang juga kekasih Jacob sekarang mencoba mendekatiku, apa yang harus aku lakukan?” tanya Tristan sambil memandangi wajah Devan.
Gea sontak terkejut ketika Tristan menyebut nama Devan, dia lalu menoleh ke arah mata Tristan sedang menatap.
“De... Devan?” Gea terperangah, dia tidak menyadari jika salah satu pria yang sedang terduduk di lantai adalah tunangannya.
Devan menunduk malu, dia tidak menyangka jika Gea akan muncul di tempat ini, dia sebenarnya sudah menduga kemungkinan jika Gea berselingkuh dengan Jacob, dia tidak terlalu peduli dengan hal itu, toh dia juga sudah menikmati setiap inci tubuh Gea selama beberapa tahun terakhir ini.
Namun kedatangan Gea yang langsung mengakui Jacob adalah kekasihnya benar-benar membuatnya kehilangan muka.
“Wanita ini adalah mantan tunangan bos Tristan, yang lalu di rebut oleh pria yang bernama Devan, tapi wanita ini ternyata menjalin hubungan dengan Jacob dan mencoba kembali bersama bos Tristan, ini benar-benar rumit, yang pastinya ini bukan cinta segitiga," kata Indra sambil menggaruk kepalanya.”
“Ini cinta belah ketupat, logika kamu tidak akan sampai Indra,” kata Bintang menimpali sambil bercanda.
“Bukannya ini cinta jajar genjang?,” kata salah satu teman wanita Tiysa yang ikut menimpali.
Mereka semua sontak tertawa, mendengar karyawan Yono yang bercanda.
Yono yang berada tidak jauh dari tempat itu berjalan menghampiri Tristan, dia berkata, “Tiysa bantu Tristan untuk membersihkan noda-noda itu di belakang,” kata Yono sambil menunjuk noda darah yang masih menempel di jas dan celana Tristan.
__ADS_1
Tiysa mengangguk pelan, dia lalu menarik tangan Tristan menuju ke salah satu ruangan yang ada di tempat itu.
Semua karyawan Tristan tampak ikut menyusul Tiysa dan Tristan.
“Para tamu yang terhormat, aku mohon maaf atas kejadian ini, karena tempat ini perlu di bersihkan, bagaimana kalau aku mengundang Anda sekalian untuk melihat-lihat koleksi mobil mewah di garasi belakang kami,” kata Yono.
Setelah itu Yono memandu para tamu yang hadir menuju garasi belakang.
“Tunggu,” Gea tampak berusaha menghentikan Tristan, namun dua orang satpam langsung menghalau Gea dan memintanya untuk meninggalkan showroom milik Yono.
“Maaf sepertinya Anda tidak memiliki undangan, silahkan Anda bersama teman-teman Anda meninggalkan gedung ini,” tegas salah satu bawahan Haris yang menyamar sebagai satpam.
Tentu saja masalah undangan hanyalah akal-akalan bawahan Haris untuk mengusir Gea.
Gea terdiam, dia lalu menoleh ke Devan yang sudah berjalan pergi bersama Cakra meninggalkan showroom milik Yono dengan wajah yang tertunduk malu.
Tak berselang lama sebuah mobil ambulans tiba di showroom Yono, mereka membawa tandu untuk mengevakuasi Jacob yang tidak sadarkan diri. Sementara Gea terpaksa harus meninggalkan showroom itu karena tidak memiliki undangan.
...****************...
“Tristan, aku penasaran, mengapa kamu terus memukuli wajah Jacob ketika dia sudah mengatakan semuanya tentang istri Pak Yono,” Tanya Tiysa, dia dan Tristan bersama semua karyawan Yono sedang berjalan menuju ruangan Tristan.
“Hah... Tiysa, mengapa kamu tidak mengerti, pukulan-pukulan itu tentu saja untukmu,” kata Indra.
“Untukku?” tanya Tiysa terlihat kebingungan.
Tristan juga dibuat penasaran dengan apa yang baru saja Indra ucapkan.
Bintang yang berjalan beberapa langkah di depan mereka tiba-tiba berhenti, “Aku tahu... aku tahu...,” kata Bintang sambil mengangkat tangannya.
Mereka semua sontak berhenti dan memandangi Bintang yang terlihat begitu serius.
Bintang lalu mereka ulang gerakan Tristan sewaktu memukuli wajah Jacob sambil berkata, “Buk, ini untuk Tiysa, Buk, Ini untuk Tiysa, Buk, ini untuk Tiysa, begitukan bos?” kata Bintang yang langsung disambut tawa oleh semuanya.
__ADS_1
Tristan mengangguk pelan sambil tertawa mengiyakan pertunjukan Bintang.
...****************...