
Keesokan harinya, Tristan sudah siap menuju bandara, Haris baru saja melaporkan jika semua anak buahnya sudah berangkat terlebih dahulu menggunakan pesawat komersial. Anak buah Haris juga akan ikut bergabung bersama Tristan dalam menjalankan misi.
Beberapa pria asing yang mengelola Hotel itu sudah berdiri di dekat pintu masuk. Tristan terlihat berbincang dengan mereka sebelum berangkat menuju bandara.
Mobil Rolls-Royce berwarna putih yang biasa di gunakan pihak hotel untuk mengantar tamu VVIP, sudah menunggu di depan pintu masuk hotel, Haris membuka pintu dan mempersilakan Tuan Mudanya untuk masuk.
Tepat ketika Tristan akan masuk ke dalam mobil, tangannya tiba-tiba di pegang oleh seseorang.
“Tuan Muda!” sapa orang itu yang ternyata adalah Yono.
Petugas keamanan hotel langsung bereaksi, mereka berlari menuju ke tempat Tristan karena melihat orang yang tidak dikenal sedang memegang tangan Tuan Muda mereka.
Haris menunjukkan telapak tangannya ke petugas keamanan Hotel, dia memberi tanda Jika Yono bukan orang yang berbahaya.
“Tuan muda, apakah hubungan anda dan Tiysa sedang bermasalah?” tanya Yono dengan nafas yang tersengal-sengal.
Tristan melirik jam tangannya, dia harus ke bandara saat ini, dia tidak ingin pesawat pribadi keluarganya menunggu terlalu lama dan akhirnya menarik perhatian yang berlebihan.
“Ikutlah denganku ke bandara, nanti mobil ini yang akan mengantarmu kembali ke tempat ini,” kata Tristan, dia lalu masuk ke dalam mobil.
Yono mengangguk, dia juga ikut masuk ke dalam mobil yang akan mengantar Tristan ke bandara.
Tak lama kemudian mobil mereka meninggalkan tempat itu.
"Mengapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Tristan.
"Tadi pagi secara tidak disengaja, aku bertemu dengan Tiysa di SPBU, aku sangat terkejut ketika melihat kedua mata Tiysa, kelopak matanya benar-benar membengkak, dia terlihat seperti baru saja dipukuli oleh seseorang."
"Ketika aku mencoba bertanya tentang penyebabnya, dia tiba-tiba menangis, hal itu membuat aku semakin bingung dan juga marah, aku ingin bertemu dengan orang yang sudah membuat Tiysa seperti itu."
"Ternyata Tiysa tidak sendiri, dia ditemani oleh Gina, dialah yang menjelaskan kepadaku, jika Tuan Muda adalah penyebab mengapa Tiysa seperti itu."
Yono menghela nafasnya dalam-dalam.
"Tuan Muda, jika Tiysa melakukan kesalahan, aku akan mewakili dirinya untuk meminta maaf, tapi tolong Tuan Muda jangan memperlakukan Tiysa seperti itu."
Tristan sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari Yono.
__ADS_1
"Yono, mengapa sekarang kamu membela Tiysa? Bukankah dulu kamu berniat mencelakai Tiysa?" tanya Tristan keheranan.
"Itu sudah lama berlalu dan jujur saja, aku masih merasa sangat malu jika mengingat kejadian waktu itu, namun sekarang sudah berbeda, aku menganggap Tiysa adalah bintang yang selalu membawa keberuntungan."
"Karena Tiysa, aku bisa bertemu dengan Tuan Muda dan Haris, karena Tiysa aku akhirnya bisa meninggalkan kebiasaan
buruk yang selalu kulakukan."
"Aku bahkan mendapatkan hadiah yang tidak terduga, beberapa hari yang lalu sebelum aku berangkat bekerja, istriku yang belum juga hamil setelah 10 tahun kami berumah tangga, akhirnya mengatakan jika dia sedang hamil."
Mata Yono tampak berkaca-kaca mengingat momen dimana istrinya sangat bahagia karena bisa menjalankan salah satu kewajibannya sebagai istri.
"Hal-hal baik terus terjadi setelah aku bertemu dengan Tiysa dan juga Tuan Muda."
Tristan tersenyum mendengar perkataan Yono.
Karena itu aku memohon kepada Tuan Muda agar bisa menyelesaikan masalah Anda dengan Tiysa." Mata Yono menatap Tristan bersungguh-sungguh.
"Pak Yono akan kuceritakan alasanku melakukan ini kepada Tiysa."
Tristan memberitahu Yono alasan mengapa dia tidak meluruskan kesalahpahaman yang terjadi, tentang bagaimana dia bisa saja kehilangan nyawanya saat menjalani misi di pasukan keluarganya.
Dan diakhir, Tristan memberitahu Yono identitas kedua keluarga orang tuanya.
Mata Yono terbelalak ketika mendengar identitas Tristan, keluarga dari ibunya saja sudah cukup membuat Yono terperangah.
Ketika mendengar identitas keluarga Ayah Tristan, Yono sudah tidak bisa berkata-kata.
Karena bisnisnya, Yono jadi sering berhubungan dengan pengusaha kaya dari luar negeri.
Dan pernah dalam suatu event dia berkesempatan melihat pengusaha luar biasa yang berasal dari keluarga Yaroslav.
Kehadiran orang itu membuat semua produsen mobil mewah berlomba-lomba untuk bisa menjalin hubungan kerjasama dengan orang itu.
"Siapa nama orang itu?" tanya Tristan.
"Dia bernama Raphaël" jawab Yono.
__ADS_1
"Pak Haris...." Tristan meminta konfirmasi dari Haris tentang orang yang baru saja Yono sebutkan namanya.
"Aku mengenalnya, posisi dia di keluarga Yaroslav sangat jauh berada dibawah ku." jawab Haris singkat.
"Oh, pantas namanya terdengar begitu asing di telingaku," ucap Tristan yang kembali bersandar di kursinya.
Yono semakin takjub dan penasaran dengan keluarga Yaroslav, dia tidak bisa membayangkan seberapa besar kekuatan dari keluarga Tristan.
"Tuan Muda, sampai anda kembali, aku berjanji akan menjaga dan melindungi Tiysa."
"Aku juga berjanji akan menjaga rahasia identitas Tuan Muda, dari siapapun," sambung Yono.
Tristan tersenyum, dia lalu berkata, "Yono, aku hanya akan memintamu untuk melindungi Tiysa dari pria berengsek yang mencoba mempermainkan dia."
"Jika ada pria baik mencoba mendekati Tiysa, jangan halangi dia, biarkan Tiysa yang mengambil keputusan," sambung Tristan.
"Tapi Tuan Muda bukankah itu artinya...."
"Jika dia menikahi orang lain, itu berarti Tiysa bukan jodohku, dan aku akan tetap menghargai keputusannya."
"Baik Tuan Muda." jawab Yono.
"Tapi dari mana kamu tahu jika aku sedang berada di Golden Luxury Hotel?" tanya Tristan.
"Oh itu karena Tuan Haris, tadi pagi dia memintaku menuju SPBU, dan secara tidak disengaja aku bertemu dengan Tiysa di tempat itu."
"Ketika mendengar Tuan Muda adalah orang yang sudah membuat Tiysa bersedih. Aku segera menghubungi Tuan Haris dan menanyakan keberadaan Tuan Muda, karena itulah aku mengetahui dimana Tuan Muda berada."
Tristan terkejut dan langsung tertawa ketika mengetahui Haris yang sudah memberikan informasi tentang lokasinya kepada Yono.
Dia tidak menyangka jika Haris adalah orang yang mengarahkan Yono dari balik layar.
Haris yang selama ini selalu mengikuti perintah tiba-tiba melakukan sesuatu tanpa meminta persetujuan Tristan terlebih dahulu.
Tindakan Haris ini adalah tanda, bahwa dia sudah menentukan pilihannya kepada Tiysa, sebagai calon pasangan untuk Tuan Mudanya.
__ADS_1