
Showroom mobil mewah milik Yono terlihat sangat ramai saat jni, karangan bunga ucapan selamat, memenuhi halaman depan showroom milik Yono, para tamu yang hadir dibuat terkesima dengan jajaran mobil mewah yang pagi ini baru saja tiba di showroom Yono.
Dengan sopan Tiysa dan karyawan Yono menyambut para tamu yang datang, bawahan Haris juga diturunkan sebagai pelayan untuk membantu pembukaan Trisha Motor.
Yono tampak santai berbincang-bincang dengan para tamu yang hadir di tempat itu, kemarin mereka semua sudah bertemu di acara ulang tahun putrinya, hal itu yang membuat Yono tidak lagi terlihat canggung ketika kembali bertemu para pengusaha yang hampir semuanya adalah bawahan keluarga Yaroslav.
Di ruang meeting, Tristan dan bawahan Haris yang memiliki posisi cukup tinggi di keluarga Yaroslav, sedang bercanda sambil melihat harga saham Elegantio Premium Car yang terus turun, sambil tertawa, bawahan Haris menghamburkan uang mereka untuk menggoyang saham perusahaan Jacob.
Ditemani secangkir kopi panas, Tristan terlihat sangat menikmati pertunjukan itu, dia ingin memberi pelajaran kepada Jacob yang sudah berani mengganggu Trisha Motor.
"Maaf Tuan Muda, aku ingin melaporkan jika seseorang bernama Jacob sedang membuat keributan di bawah," kata salah satu bawahan Haris yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan meeting tempat Tristan berada.
Semua bawahan Haris yang berada di ruangan itu sontak berdiri, mereka ingin segera menindak orang yang berani membuat keributan di tempat Tuan Muda mereka.
"Kalian semua duduk kembali," perintah Tristan, dia lalu menoleh ke bawahan Haris yang melaporkan kejadian barusan.
"Bagaimana dengan orang-orang kita dibawah?" tanya Tristan.
"Kami semua sedang menunggu perintah dari Tuan Muda."
"Bagus, kalian semua tidak perlu ikut campur, aku tidak ingin Jacob dan teman-temannya menjadi curiga jika kalian ikut terlibat dalam masalah jni," kata Tristan.
Setelah memberikan instruksi kepada bawahan Haris di ruangan itu, Tristan lalu beranjak dari duduknya menuju ke lantai bawah tempat Yono dan yang lainnya berada.
...****************...
Ayah Jacob dan Purwadi adalah teman lama, tiga tahun yang lalu ayahnya meminta Jacob ke Indonesia untuk memulai bisnis, saat itulah Jacob akhirnya berkenalan dengan Purwadi dan teman-temannya, termasuk Devan dan juga Cakra.
Berkat informasi dari Devan dan Cakra, Jacob akhirnya mengetahui jika Yono memiliki karyawan cantik bernama Tiysa, dia langsung tergila-gila pada kecantikan Tiysa dan juga bentuk tubuh Tiysa yang sangat indah ketika dia melihat Yono datang bersama Tiysa dan karyawan lainnya di pembukaan Showroom mobil miliknya tiga tahun yang lalu.
Karena Yono menolak permintaannya untuk merekrut Tiysa menjadi karyawannya, dia pun menyerang Yono, sampai akhirnya Yono jatuh dengan utang menumpuk di beberapa bank.
Karena pernah menghancurkan Yono sekali, Jacob merasa akan bisa melakukannya lagi.
Dengan sikap yang arogan, Jacob datang mengunjungi pembukaan Showroom mobil mewah milik Yono, dia yang sedang pusing karena harga saham perusahaannya terus turun, ingin melampiaskan rasa frustasinya kepada Yono, dia ingin mempermalukan Yono di depan para tamu yang hadir, seperti yang dia lakukan tiga tahun yang lalu.
Dia membawa Cakra dan Devan yang juga mengenal Yono, ketika Jacob masuk ke dalam showroom milik Yono, dia sontak terkejut saat melihat para tamu yang hadir, dia tentu saja mengenali nama-nama pengusaha besar yang hadir di tempat itu.
__ADS_1
Jacob tidak pernah berhubungan dengan para pengusaha yang hadir di tempat itu, dia pun sempat merasa ragu untuk melanjutkan aksinya, namun ketika melihat Tiysa yang sedang menatapnya, keraguan di dalam dirinya langsung sirna, dia ingin menunjukkan kepada Tiysa jika dia juga adalah pengusaha hebat seperti para pengusaha yang hadir di tempat itu.
“Yono showroom baru milikmu benar-benar terlihat sangat mewah, aku yakin harga showroom ini hampir sama dengan utang-utangmu yang menumpuk di bank, hahaha.” Jacob yang ingin mempermalukan Yono di depan para tamu langsung mengungkit masalah utang-piutang yang dimiliki oleh Yono.
Para tamu yang semuanya adalah bawahan keluarga Yaroslav langsung tertuju kepada Jacob yang mengatakan itu dengan suara yang cukup lantang.
Namun kalimat sarkasnya tidak ditanggapi oleh Yono, dengan tenang, Yono berjalan menghampiri Jacob.
“Tuan Jacob, selamat datang di Showroom kecil milikku, aku tidak menyangka jika kamu berbaik hati untuk datang pada pembukaan Showroom kecil-kecilan milikku,” kata Yono merendah sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Jacob.
Sikap Yono yang seperti itu membuat Jacob semakin naik pitam, dia menolak berjabat tangan dengan Yono, dengan ekspresi wajah yang terlihat jijik, Jacob mengibaskan tangannya, “Maaf Yono, bukan aku tidak mau berjabat tangan denganmu, hanya saja aku benar-benar takut tertular utangmu yang banyak.”
Hanya Cakra dan Devan yang tertawa mendengar perkataan Jacob, sedangkan para tamu yang hadir mulai menunjukkan ekspresi wajah yang tidak bersahabat, jika bukan karena Tristan yang meminta mereka untuk tidak ikut campur, mereka pasti sudah maju dan memukuli Jacob.
Tristan yang sudah berada di lantai dasar masih mengamati Jacob yang sedang bertingkah dari kejauhan, dia ingin melihat bagaimana Yono menghadapi situasi ini.
Yono yang sudah cukup bersabar memutuskan untuk membalas penghinaan Jacob. Sambil tersenyum, dia menyilangkan tangannya.
“Aku kira pemilik Elegantio Premium Car adalah orang yang pintar, sayangnya penilaianku sepertinya salah, coba gunakan otak Anda untuk berpikir, tidak mungkin aku bisa membangun showroom sebesar ini jika aku masih memiliki utang di Bank... apakah aku perlu menunjukkan ratusan stok mobil mewah yang berada di garasi belakang untuk meyakinkan Tuan Jacob?”
Dia sudah mengetahui jika sejak dini hari, ratusan mobil mewah dikirim ke showroom Yono, stok yang dimiliki Yono bahkan melebihi jumlah stok mobil mewah showroomnya yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Hah... aku tidak ingin mengatakan ini di depan para tamu yang hadir, tapi kamu yang memaksaku untuk bertindak seperti ini...,” kata Jacob.
Yono masih terlihat tenang, namun semuanya berubah ketika Jacob mengatakan kalimat selanjutnya.
“Apakah kamu tahu jika istrimu pernah datang menemuiku?” ucap Jacob sambil tersenyum sinis memandangi Yono.
Mata Yono terbelalak, dia sontak emosi, dengan cepat dia melayangkan tinjunya ke wajah Jacob, namun usahanya sia-sia, Devan dan Cakra langsung menahannya, mereka berdua memegang Yono yang sudah terbakar amarah.
“Apa yang kamu lakukan kepada istriku berengsek!” umpat Yono sambil berteriak, suaranya menggelegar memenuhi setiap sudut ruangan itu.
Jacob yang terkejut sontak mundur lalu melirik para tamu hadir, setelah melihat tidak ada tamu yang membantu Yono, dia langsung tertawa.
“Hahaha, mengapa kamu tidak menanyakan hal itu kepada istrimu,” sindir Jacob sambil tertawa.
Beberapa tamu yang hadir terlihat mengepalkan tangannya, mereka benar-benar emosi melihat rekan mereka di permalukan seperti itu.
__ADS_1
Tristan yang mengamati dari kejauhan mulai melangkah maju ke tempat Jacob, mendengar perkataan Jacob emosinya juga ikut terpancing.
Dengan perasaan puas karena sudah membuat Yono marah, Jacob melirik Tiysa yang menatapnya dengan ekspresi wajah marah.
“Tiysa, mengapa kamu tidak bekerja saja denganku, pria yang bahkan tidak bisa menjaga istrinya ini tidak layak menjadi bosmu,” kata Jacob sambil berjalan menghampiri Tiysa.
Dua orang bawahan Haris yang mengenakan setelan Jas perlahan maju, mereka berdua membaur dengan kerumunan yang berdiri di belakang Tiysa, tangan mereka berdua menyelip masuk memegang sangkur komando yang berada di balik Jas mereka.
Dibalik kacamata hitam yang mereka gunakan, mata mereka menatap tajam pergerakan Jacob.
Jika Jacob sampai berani menyentuh tangan calon istri Tuan Muda mereka dengan tidak sopan, bisa di pastikan jika Jacob akan tersungkur bersimbah darah di tangan mereka.
“Berhenti berengsek!” umpat Yono memaki Jacob yang sedang berjalan mendatangi Tiysa, dia berusaha melepaskan dirinya dari Cakra dan Devan yang memegang kedua tangannya.
Jacob merasa sudah di atas angin, itu karena tidak ada satupun orang yang membantu Yono, dia terlihat santai berjalan mendatangi Tiysa.
Dua karyawan pria Yono langsung berdiri di depan Tiysa, mereka berdua menghalangi Jacob, dan siap untuk menyerang Jacob jika diperlukan.
Karyawan wanita Yono yang lain ikut bergabung, mereka yang sudah mengetahui jika Jacob sangat tertarik kepada Tiysa ikut berdiri menghalau Jacob.
“Hahaha, apa kalian berdua merasa bisa menghentikanku?” tanya Jacob menatap tajam karyawan pria Yono yang berdiri di depannya.
Dia yang memiliki tinggi badan 187 cm dan bentuk tubuh yang atletis tidak gentar melihat dua karyawan pria Yono yang jauh lebih pendek darinya.
“Coba saja... kalau kamu ingin menyentuh saudari kami, kamu harus melewati kami berdua,” kata Bintang salah satu karyawan pria Yono sambil mendengus kecil.
“Ayo kita mulai, sudah lama aku tidak berkelahi,” kata Indra yang juga karyawan Yono sambil meremas tinjunya.
“Kalian!” teriak Jacob, namun belum sempat dia bertindak, terdengar suara Cakra dan Devan yang merintih kesakitan di belakangnya.
Bukk!
Bukk!
“Lepaskan tangan Yono.” kata Tristan yang langsung memukuli Cakra dan Devan dengan wajah yang terlihat sangat emosi.
__
__ADS_1