
Tiga bulan kemudian, masih tidak ada tanda-tanda pergerakan dari pihak Purwadi, menurut informasi dari keluarga Prabaswara, posisi CEO di Tirta Wira Perkasa yang dulu dijabat oleh Devan, kini diisi oleh Cakra yang tidak terjerat dari kasus skandal video Gea.
Gea sendiri masih dilarang meninggalkan rumah, walaupun skandal videonya sudah mulai meredup, ayahnya tetap meminta dia untuk tidak keluar rumah sampai orang-orang melupakan kasus video itu, sedangkan Jacob yang sudah pulih diminta ayahnya untuk kembali ke Italia.
Tristan benar-benar dibuat pusing karena hal itu, dia mengira jika Purwadi dan teman-temannya akan melakukan serangan balasan, dan jika itu terjadi, Tristan akhirnya bisa menemukan orang-orang yang selama ini menyerang keluarga ibunya melalui Purwadi.
Tristan tidak menyangka jika Purwadi malah menarik diri dan tidak melakukan pergerakan sama sekali, untuk saat ini dia baru mengetahui satu nama yang berada di belakang Purwadi, orang itu adalah Oscar Ayah Jacob yang saat ini sedang berada di Italia
Tristan sudah berniat untuk menyerang perusahaan Oscar di Italia , namun dengan bijak Haris meminta Tristan untuk bersabar, dia takut jika yang lain akan kembali bersembunyi jika Tristan berhasil menghancurkan keluarga Oscar.
Dia dan Tiysa saat ini sedang mengantar Nindya yang hendak kembali ke Amerika, selama 3 bulan ini Nindya tinggal bersama mereka berdua.
Karena takut Ivan membuat masalah dengan Nindya, Pimpinan perusahaan tempat Nindya bekerja memintanya untuk bekerja secara online selama 3 bulan ini.
Kemarin Nindya mendapat kabar jika Ivan sudah memberikan permintaan maafnya ke perusahaan Nindya atas tindakannya yang membuat Nindya merasa kurang nyaman.
Tentu saja itu semua berkat Gino, entah apa yang sudah Gino lakukan kepada Ivan dan keluarganya sewaktu berada di Rusia.
3 Bulan menghilang, Ivan tiba-tiba muncul dan langsung meminta maaf kepada Nindya melalui perusahaan tempat Nindya bekerja, hal itu membuat Nindya sudah bisa kembali ke Amerika.
“Kak Tristan ada apa? Beberapa hari ini kamu terlihat sering melamun,” tanya Nindya.
“Iya sayang, di kantor kamu juga sering melamun, apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?” tanya Tiysa yang juga khawatir melihat Tristan yang akhir-akhir ini sering melamun.
__ADS_1
Tristan tersenyum lembut kepada mereka berdua, masalah Purwadi terus memenuhi pikirannya, “Tidak apa-apa, aku mungkin hanya sedikit kelelahan,” jawab Tristan.
“Kak Tristan, mungkin kamu sebaiknya mengambil cuti beberapa hari, dari apa yang Kak Tiysa sampaikan kepadaku, kamu benar-benar telah bekerja keras mengurus Trisha Motor selama tiga bulan terakhir ini,” kata Nindya
“Iya sayang, nanti aku yang akan membantumu berbicara dengan Pak Yono,” balas Tiysa.
“Aku akan mempertimbangkan hal itu, dan terima kasih karena sudah mencemaskan diriku.” Sambil mengatakan itu Tristan tampak mengelus kepala Nindya dan Tiysa.
“Baiklah sepertinya sudah saatnya kita berpisah, jaga diri kamu di sana, dan jangan lupa untuk selalu menghubungi kami berdua,” kata Tristan mengucapkan perpisahan.
Nindya lalu memeluk Tristan dan Tiysa secara bergantian, tak berselang lama Nindya pergi meninggalkan mereka berdua.
...****************...
Di layar besar yang berada di ruangan itu tampak tiga wajah pria berumur hampir 60 tahun yang sedang melakukan pertemuan secara online dengan Purwadi, salah satu dari ketiga orang itu adalah Oscar yang berada di Italia, sedangkan dua orang lainnya bernama, Lingga yang berada di Thailand dan Winata yang berada di Kanada.
Mereka bertiga inilah yang terus membantu Purwadi untuk menjatuhkan keluarga Prabaswara.
“Purwadi, apakah kamu sudah mengetahui siapa yang berada di belakang Yono? tanya Oscar.
Purwadi menggelengkan kepalanya, dan berkata, “Tidak, aku tidak bisa menemukan hubungan antara Yono dan orang-orang yang hadir di acara pembukaan showroom miliknya.”
“Bagaimana dengan pria yang bernama Tristan, semenjak kemunculannya, beberapa kejadian besar mulai terjadi, dari tewasnya Boby yang merupakan kaki tangan kita, sampai Yono yang bangkit dari keterpurukannya, aku rasa itu tidak mungkin hanya kebetulan,” kata Lingga.
__ADS_1
“Iya, aku rasa latar belakang bocah itu tidak biasa,” kata Winata menambahkan.
“Aku juga sudah memeriksa ulang latar belakang anak itu, tapi aku benar-benar tidak bisa menemukan ada yang spesial darinya, dia hanya bocah yang berasal dari keluarga bawahan Ayahku,” jawab Purwadi menjelaskan.
“Setelah mendengar kabar Gennady dan Liliana telah meninggal dunia, aku mengira kita sudah bisa membalas dendam kepada keluarga Prabaswara yang telah membuat kita meninggalkan Indonesia 26 tahun yang lalu, sekarang muncul Yono dan Tristan yang menghalangi kita, sampai kapan lagi kita harus menunda rencana ini,” ketus Oscar yang terlihat sangat kesal.
“Kita tetap harus hati-hati, kita sudah bersabar selama 26 tahun, menunggu sebentar lagi tidak akan menjadi masalah,” balas Lingga.
“Aku mengerti jika kalian mengkhawatirkan orang yang berada di belakang Yono, tapi pria yang bernama Tristan itu hanya berlatar belakang keluarga pelayan, mengapa kalian terus menahanku untuk membalas dendam atas apa yang sudah dia perbuat kepada putraku,” protes Oscar sambil memukul meja di depannya.
“Baiklah, bagaimana jika kita mulai menekan saham Tirta Baskara Group untuk melihat jika ada yang membantu mereka atau tidak, jika tidak ada, itu berarti kita sudah bisa memulai rencana kita untuk menjatuhkan keluarga Prabaswara,” kata Winata.
“Itu ide yang bagus, dari situ kita juga bisa melihat apakah Yono dan keluarga Prabaswara itu memiliki koneksi atau tidak, jika Yono tetap diam saja, bisa dipastikan jika mereka tidak memiliki hubungan sama sekali,” balas Lingga.
“Dan kita juga bisa mengamati, apakah keluarga Gennady di Rusia akan bergerak atau tidak, jika mereka tidak bergerak, sudah bisa dipastikan jika Keluarga Prabaswara dan keluarga Gennady sudah tidak saling berhubungan semenjak kematian Gennady dan Liliana,” sambung Purwadi.
Oscar tampak berpikir, kemudian dia berkata“Jadi apakah kita akan menggunakan perusahaan kita masing-masing untuk menekan Tirta Baskara Group?”
“Tidak, kita tidak akan melakukan itu, aku akan meminta sahabat dekatku untuk menekan Tirta Baskara Group,” jawab Lingga.
“Sahabat dekatmu?” Oscar dan yang lainnya penasaran dengan sahabat yang dimaksud oleh Lingga, karena tidak mudah untuk menekan Tirta Baskara Group milik keluarga Prabaswara.
“Aku rasa kalian sudah mengenalnya, dia adalah Austin, pemilik Moneyra Global Trade yang sudah sangat terkenal di seluruh Asia, dia orang yang kejam, selama 26 tahun ini dia yang membantuku menyingkirkan keluarga saingan bisnisku di Thailand,” ucap Lingga menjelaskan.
__ADS_1
Dari pertemuan itu mereka menyepakati untuk menekan saham keluarga Tirta Baskara Group menggunakan Moneyra Global Trade, untuk mengamati apakah Grup yang dipimpin oleh keluarga Prabaswara masih memiliki hubungan dengan keluarga Yaroslav atau tidak.