
5 Bulan Kemudian.
Setiap minggu secara bergiliran Tristan memberikan materi dan pengarahan langsung kepada setiap divisi, dengan pengarahan langsung dari Tristan, dalam 5 bulan semua karyawan sudah menunjukkan hasil yang melebihi ekspektasi Tristan.
Mereka sudah bisa bekerja dengan sangat profesional, keuntungan perusahaan meningkat berkali-kali lipat, bahkan Dian yang 5 bulan lalu terlihat sangat tidak berpengalaman, kini sudah bisa melakukan transaksi puluhan Milyar tanpa bantuan Tristan.
Cakra juga sudah kembali bekerja, itu karena Purwadi yang terus-menerus meminta kepada Tristan agar kembali mempekerjakan Cakra, Tristan sendiri sebenarnya sudah tidak ingin Cakra bekerja di perusahaan itu, namun dia memilih untuk menghormati permintaan Purwadi yang nanti akan menjadi ayah mertuanya.
Cakra juga sudah meminta maaf, sambil berlutut dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Walaupun sudah kembali diterima bekerja, Cakra terlihat jarang berada di kantor.
“Selamat Pagi Pak Tristan....”
Semua karyawan Tristan tampak berbaris rapi menyambut kedatangan Tristan di kantor, itu mereka lakukan setiap pagi dan sudah menjadi rutinitas karyawan, baik pria maupun wanita beberapa bulan ini.
Tentu saja Tristan tidak meminta karyawannya untuk melakukan itu, itu semua adalah murni inisiatif dari karyawan Tristan sebagai bentuk ucapan terima kasih mereka.
“Aduh ... Pak Tristan ... Kurasa aku hamil anakmu,” ucap seorang karyawan di kantor Tristan sambil memegang perutnya.
Semua karyawan yang sedang berbaris rapi langsung menoleh ke tempat orang itu dengan ekspresi terkejut.
Tristan yang sedang berjalan menuju ruangannya juga langsung berhenti, dan menghampiri orang itu.
Sambil memegang pundak orang itu Tristan berkata dengan wajah serius
“Bagaimana mungkin kamu hamil, kamu itu seorang pria,” ucap Tristan sambil tertawa yang diikuti gelak tawa dari semua karyawan yang berada di tempat itu.
“Sapto ... Sapto ...,” ucap Dian tertawa melihat kelakuan Sapto, dia memang terkenal sebagai pria yang melambai di kantor Tristan.
Setiap pagi, seperti itulah aktivitas Tirta Wira Perkasa selama dipimpin oleh Tristan, canda tawa selalu menghiasi kantor itu sebelum mereka beraktivitas.
Tristan juga tidak mempermasalahkan hal tersebut, selama kinerja mereka bagus, hal yang seperti itu akan memberi aura positif di kantor mereka.
__ADS_1
Hubungan Tristan dengan Gea juga semakin dekat, selama 5 bulan terakhir, setelah pulang kuliah, Gea selalu mengunjungi kantor Tristan. Karyawan Tristan juga sudah terbiasa dengan kehadiran Gea di kantor mereka.
Tristan yang tadinya tidak merasakan apa-apa, kini mulai menyukai Gea, seperti batu yang terus-menerus terkena tetesan air, sekeras apa pun batu itu, tetesan air akan menghancurkannya, mungkin istilah itu bisa menggambarkan hati Tristan yang akhirnya luluh karena terus diberi perhatian oleh Gea.
Setelah beberapa bulan bersama dan terus-menerus mendapatkan perhatian dari Gea, Tristan akhirnya mulai jatuh cinta kepada Gea.
Hal itu pula yang membuat Tristan mulai melupakan Tiysa, gadis yang membuatnya langsung jatuh hati ketika pertama kali berada di Indonesia.
___
“Kak Tiysa, apa kamu masih menunggu telepon dari pria itu?” ucap Gina sambil mengelus rambut Tiysa.
Tiysa menoleh dan langsung mengangguk dengan ekspresi wajah sedih. Setelah itu Tiysa kembali menatap layar ponselnya dengan penuh harap.
Setelah memberikan nomor ponselnya ke Haris, setiap hari Tiysa selalu menunggu telepon dari Tristan.
Sudah lima bulan berlalu, namun tidak sekalipun Tristan menghubungi Tiysa, walaupun begitu Tiysa masih tetap menunggu dan terus berharap suatu saat nanti Tristan akan menghubunginya.
Gina merasa Tiysa gadis yang sangat cantik, rambut panjang model shaggy dan bentuk tubuh Tiysa yang indah, pasti akan membuat pria mana pun terpesona ketika melihat Tiysa, jika Tiysa sedikit membuka diri, pasti akan banyak pria tampan dan kaya mengantri untuk mendapatkan hati Tiysa. Gina menganggap jika Tiysa jatuh cinta kepada Tristan karena Tristan adalah pria tampan dan juga kaya.
Tiysa tersenyum mendengar ucapan Gina, dia tidak menyalahkan Gina yang berpikir seperti itu. Apalagi Gina juga melihat sewaktu Tiysa menolak ketika Haris ingin memberikan Pena seharga 20 Milyar sebagai hadiah.
Namun tentu saja bukan itu alasannya, hal yang membuat Tiysa sulit melupakan Tristan, itu karena Tristan adalah cinta pertama Tiysa, Tristan juga menjadi orang yang pertama kali menciumnya, tidak sampai disitu, Tristan juga menjadi orang yang telah menyelamatkan keluarganya.
Dengan berbagai alasan itu, membuat Tiysa tidak bisa melupakan Tristan, bahkan membuat perasaan Tiysa semakin dalam kepada Tristan.
“Kak Tiysa, pria itu benar-benar beruntung karena dicintai oleh gadis sepertimu,” ucap Gina menghibur Tiysa.
Sejak Haris mengancam Yono, Tiysa tidak lagi mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari Yono, tidak hanya menambah gaji Tiysa, Yono bahkan melindungi Tiysa dari pria hidung belang yang ingin mencoba mendekati Tiysa.
Itu karena Yono sudah berjanji untuk melindungi Tiysa, banyak pelanggan kaya yang datang ke Showroom mobil mewah milik Yono hanya untuk mendekati Tiysa, bahkan ada beberapa pengusaha kaya yang ingin memberikan mobil sebagai hadiah kepada Tiysa, namun Tiysa selalu menolak dengan halus tawaran mereka.
__ADS_1
“Yono siapa gadis itu, ini pertama kali aku melihatnya di kantormu,” ucap Cakra kepada Yono sambil melihat ke arah Tiysa.
Yono dan Cakra sudah saling mengenal sejak lama, saat ini Cakra sedang berada di kantor Yono, sejak Cakra dihajar oleh Tristan, Cakra tidak lagi betah di kantor berlama-lama, semua karyawan yang berada di tempat itu tidak lagi menghormati Cakra.
“Untuk yang itu jangan diganggu, ada seseorang dengan latar belakang tidak biasa yang menjaga gadis itu,” ucap Yono.
“Hei, itu bukan karna kamu ingin menikmati tubuh gadis itu seorang diri kan?” tanya Cakra yang merasa Heran dengan penjelasan dari Yono.
“Tentu saja tidak,” balas Yono.
“Kalau begitu bantu aku untuk mendapatkan gadis itu,” ucap Cakra sambil menatap Tiysa.
“Sudah kukatakan padamu, untuk yang satu itu jangan di ganggu,” Yono kembali memberi peringatan kepada Cakra.
Karena terus mendapatkan penolakan dari Yono, Cakra lalu mulai memikirkan beberapa cara agar Yono sepakat dengan dia.
“Hei, jika kamu tidak membantuku mendapatkan gadis itu, akan kulaporkan semua kelakuanmu kepada istrimu,” ucap Cakra dengan nada mengancam.
“Mengapa kamu melakukan itu, bukankah kita berteman?” balas Yono.
“Ah, aku tidak peduli dengan itu, sudah cukup lama aku tidak bermain-main dengan gadis muda, dan sekarang aku melihat gadis yang sangat cantik di tempatmu," ucap Cakra yang tidak peduli pada alasan Yono.
Yono mulai takut mendengar ancaman dari Cakra yang terdengar sangat serius, Yono sendiri sudah mengetahui jika Cakra tidak bisa lagi melancarkan aksi mesumnya di Tirta Wira Perkasa. Karena itu sekarang Cakra mencoba untuk mendapatkan wanita di kantor Yono.
Yono sudah mulai panik, dia takut jika Cakra benar-benar akan melaporkan kebusukannya kepada istrinya.
Yono lalu mulai mencari cara, agar dia bisa selamat dari situasi ini.
“Baiklah akan kubantu, tapi ingat resiko ditanggung sendiri,” ucap Yono yang kembali berusaha mengingatkan Cakra.
“Tenang saja, nanti aku akan memberi tahu kamu rencananya,” ucap Cakra sambil tersenyum.
__ADS_1