Akulah Yang Memilihmu

Akulah Yang Memilihmu
Bab 73 : Hubungan 21 Wanita dengan Tiysa.


__ADS_3

Pada saat Gino dan Tristan sedang berganti pakaian, Gino meminta Faiz untuk mengumpulkan foto Boby dan anak buahnya di satu album foto.


Faiz mendatangi para korban lalu menunjukkan foto Boby dan anak buahnya, Faiz juga memberikan spidol dengan tinta berwarna merah kepada mereka.


Faiz meminta para korban untuk memberi titik pada foto Boby dan anggotanya yang telah memaksa dan menganiaya mereka saat di sekap di tempat Boby.


Karena itulah jumlah titik pada tiap foto bervariasi, jumlah titik menunjukkan jumlah dari wanita yang sudah mereka paksa berhubungan.


Boby semakin ketakutan ketika melihat setengah anak buahnya mati dengan bersimbah darah, sambil berlutut dia maju menghampiri Gino.


"Kakak, tolong ampuni aku, aku benar-benar salah, aku janji tidak akan berbuat jahat lagi." Boby menangis ketakutan, dia meminta ampun sambil bersujud kepada Gino.


"Aku yakin 21 wanita yang kamu sekap juga pernah memohon agar diampuni dan dilepaskan, saat mereka melakukan itu, apa kamu mendengarkan mereka?"


Boby terdiam, dia terus menempelkan dahinya kelantai, airmatanya mengalir deras, dia benar-benar merasa sangat putus asa.


Gino kembali melihat album foto yang ada ditangannya, dia mencari foto Boby untuk melihat berapa titik yang Boby dapatkan.


"Wow, 21 titik, hahaha, kamu benar-benar spesial, berengsek!" teriak Gino yang tertawa dengan raut wajah yang sangat marah.


"Selain Boby habisi yang lainnya," tegas Gino memberikan perintah.


Beberapa bawahan Gino mengambil pistol berjenis FN dari dalam tas hitam.


Mereka lalu menodongkan pistol mereka ke arah anak buah Boby.


Anak buah Boby yang tersisa berteriak memohon ampun, mereka semua menangis ketakutan.


Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor!


Suara tembakan pistol FN ditangan anak buah Gino kembali terdengar saling bersahutan.


Satu persatu anak buah Boby yang tersisa tumbang dengan beberapa luka tembak pada tubuhnya.


Boby sudah tidak bisa berkata-kata, ekspresi wajahnya menjadi kosong karena ketakutan, raut wajahnya terlihat sama persis dengan 21 wanita yang menjadi korbannya ketika pertama kali bertemu Gino.


Gino mengambil pistol FN di dalam tas, kini kedua tangannya memegang pistol berjenis FN.


"Boby, apakah kamu memiliki permintaan terakhir?" kata Gino dengan tatapan penuh aura membunuh.


Tidak ada jawaban dari Boby, mental Boby akhirnya benar-benar rusak.


Gino mengarahkan kedua pistol yang berada di masing-masing tangannya ke pada Boby.



Dorr!


Acckk! Pekik Boby ketika Gino menembak paha kanannya.


Setelah letusan senjata Gino terdengar, semua bawahan Gino dengan nada nyaring berkata "Satu!"


Dorr!


"Dua!"


Dorr!


"Tiga"


Anak buah Gino terus menghitung jumlah tembakan yang dilesakkan Gino dari senjatanya.

__ADS_1


Para korban beserta keluarganya yang menyaksikan itu dari aula, mulai menangis berderai airmata, suara isak tangis dari para korban memenuhi aula hotel itu.


Kesedihan, kebencian dan juga kemarahan yang terpaksa mereka pendam langsung keluar bersamaan dengan letusan senjata api dari Gino.


Sambil menangis sesenggukan para korban ikut menghitung jumlah tembakan dari senjata Gino.


Dorr!


"Sembilan belas!"


Dorr!


"Dua puluh!"


Dorr


"Dua puluh satu!"


Tangis para korban semakin menjadi-jadi, emosi mereka tumpah setelah hitungan terakhir dari senjata Gino.


"Ayah... Akhirnya dia mati, dia mendapatkan hukuman yang setimpal," kata seorang korban sambil memeluk ayah dan ibunya, dia terus menangis menumpahkan emosinya.


Gino berjalan mendekati kamera, dia meletakkan tangan kanannya di dada lalu membungkukkan badannya ke arah kamera.


"Para penjahat telah mendapatkan hukuman, semoga 21 tuan putri bisa segera pulih dan kembali ceria seperti sedia kala, kami akan terus melindungi kalian jika saja kerabat atau rekan-rekan Boby yang masih berkeliaran diluar sana mencoba menyakiti kalian."


Sambil berderai airmata para korban tampak tersenyum memandangi layar besar yang berada di aula itu.


___


Beberapa saat kemudian kondisi para korban sudah semakin membaik, beberapa wanita muda itu bahkan mulai melemparkan candaan kepada Tristan.


Layar besar tak lagi menampilkan gambar, menurut informasi, Gino sudah dalam perjalanan kembali menuju hotel tempat Tristan berada.


"Sepengetahuanku Gino belum memiliki wanita yang benar-benar bisa dikatakan sebagai pasangannya," jawab Tristan.


"Benarkah? Wanita muda itu terlihat sangat bersemangat ketika mendengar ucapan Tristan.


Namun ekspresi wajahnya tiba-tiba berubah, sambil menunduk dia berkata, " Kami hanyalah wanita-wanita bekas pakai, mana mungkin pria tampan seperti Kak Gino akan melirik kami," ucapnya dengan suara lirih.


Para wanita muda yang lainnya juga mengangguk setuju dengan ekspresi wajah sedih.


Tristan mengelus kepala wanita muda itu, "Jangan merendahkan diri kalian seperti itu, kita sudah sepakat akan mengubur kejadian ini bersama para penjahat yang melakukan itu kepada kalian,"


"Lagipula tidak semua pria mempermasalahkan tentang kesucian seorang wanita, kalian semua hanya butuh bertemu dengan pria yang tepat, aku dan Gino sendiri adalah bagian dari kelompok pria yang tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, semua orang memiliki masa lalu yang berbeda-beda, ada yang menapaki jalan hidupnya dengan mulus, namun tidak sedikit pula yang harus menapaki jalan hidupnya dengan berbagai cobaan," kata Tristan sambil tersenyum kepada wanita muda itu.


"Benarkah? jadi itu artinya Kak Gino, dan Kak Tristan tidak masalah jika kami ingin menjadi istri kalian?" kata wanita itu dengan bersemangat, para wanita yang berada di belakangnya juga terlihat sangat bersemangat menunggu jawaban dari Tristan.


"Kami? Hahaha, sayangnya aku sudah memiliki kekasih, jika tidak, dengan kekuasaan keluarga Yaroslavku, aku akan memperistri kalian semua," jawab Tristan bercanda sambil tertawa terbahak-bahak.


21 wanita muda yang mendengar itu sontak ikut tertawa mendengar kata-kata Tristan.


"Aku rasa kekasih Kak Tristan juga berasal dari kalangan keluarga kaya," kata salah satu wanita di tempat itu.


"Pasti dia sangat cantik?" kata wanita lainnya penasaran.


Para wanita muda itu mulai menebak-nebak sosok wanita pujaan hati Tristan dengan sangat antusias.


"Pikiran kalian terlalu jauh, dia wanita biasa saja, masalah kecantikan, aku rasa jika kalian sudah berumur seperti kekasihku, kalian juga akan memiliki kecantikan yang sama dengannya, dan terlebih lagi dia berasal dari kota yang sama dengan kalian," kata Tristan menjelaskan.


21 wanita muda yang menjadi korban adalah anak-anak keluarga pengusaha kaya, hampir semua wanita muda itu memiliki paras yang cantik dan menawan seperti mantan tunangannya lima tahun yang lalu.

__ADS_1


"Kak Tristan, bisakah kamu menceritakan sosok wanita itu kepada kami?" pinta salah seorang wanita muda kepada Tristan.


"Wah, apakah kalian sebegitu penasarannya?" tanya Tristan.


Semua wanita muda itu mengangguk dengan mata berbinar-binar. Mereka semua ingin mengetahui sosok wanita yang menjadi pilihan Tuan Muda tampan dari keluarga Yaroslav.


"Baiklah akan aku ceritakan kepada kalian, tapi berjanjilah jika kalian akan merahasiakan ini dari orang lain," kata Tristan.


Karena 21 wanita itu sudah resmi dalam perlindungan keluarga Yaroslav, Tristan merasa tidak masalah menceritakan tentang Tiysa kepada mereka, Tristan juga berharap dengan menceritakan kisah cintanya, dia bisa membantu pemulihan para wanita muda yang terlihat seumuran dengan adik perempuannya.


Tristan mulai menceritakan sosok Tiysa kepada mereka, mulai dari awal pertemuannya dengan Tiysa, sampai bagaimana mereka masih tetap saling setia setelah berpisah selama 5 tahun.


Para wanita muda itu terlihat mendengarkan Tristan dengan sangat antusias. Mereka tampak terkagum-kagum dengan kisah cinta Tristan dan Tiysa.


Beberapa keluarga korban terlihat ingin mendekat ke rombongan para wanita muda yang baru saja pulih dari trauma mereka, keluarga mereka terlihat penasaran dan ingin ikut mendengarkan Tristan yang seolah sedang menceritakan dongeng kepada anak-anak mereka.


Namun Haris dengan sigap menghentikan, dia berkata jika Tuan Mudanya sedang bercerita hal penting yang hanya bisa di dengar oleh wanita muda yang ada di sana.



"Wah jadi wanita itu belum mengetahui identitas Kak Tristan?" tanya salah seorang dari mereka setelah mendengarkan cerita Tristan.


"Iya, ada beberapa hal yang menyebabkan aku belum bisa mengungkapkan identitasku kepadanya," jawab Tristan.


"Kak Tristan, bolehkan kami mengetahui nama dari kekasih Kakak?" tanya wanita muda lainnya dengan penasaran.


"Namanya Tiysa," jawab Tristan sambil tersenyum.


"Tiysa?!" tanya wanita muda yang berada di depannya, wanita muda itu terlihat sangat terkejut mendengar nama Tiysa.


"Iya,“ jawab Tristan sambil menganggukkan kepalanya.


"Kak Tiysa anak paman Bimo?“ tanya yang lainnya dengan ekspresi wajah yang juga terkejut.


"Bagaimana kalian tahu nama ayah Tiysa?"


Tristan ikut terkejut ketika mendengar nama ayah Tiysa di sebut oleh salah satu wanita muda di depannya.


Mereka semua serentak tertawa histeris, wajah mereka terlihat sangat bahagia ketika mengetahui jika Tiysa yang Tristan maksud adalah wanita yang mereka kenal.


Para Ayah kami adalah teman paman Bimo, kata seorang wanita muda sambil tersenyum bahagia.


"Hah?" jawab Tristan sambil menepuk jidatnya, hal itu bisa menjelaskan kenapa para orang tua korban terlihat sudah saling mengenal satu sama lain.


"Hei, sudah aku katakan jika ini adalah rahasia? Kalian mengerti maksudku 'kan?"


Mereka semua tersenyum sambil menganggukkan kepala mereka.


"Kami tidak akan menceritakan ini kepada Kak Tiysa, jawab salah seorang dari mereka mewakili para wanita muda itu.


Setelah mengatakan itu mereka kembali histeris, mereka tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya karena mengetahui jika Tiysa yang mereka kenali adalah calon istri dari Tuan Muda keluarga Yaroslav.


Beberapa saat kemudian, Tristan menoleh ke Gino yang baru saja tiba.


"Kalian sudah mendengar ceritaku, aku rasa Gino memiliki perasaan yang sama denganku terhadap kalian, kami berdua menganggap kalian semua seperti adik kami, itu karena kami berdua memiliki seorang adik perempuan yang berusia sama seperti kalian," kata Tristan menjelaskan.


"Kami mengerti Kak, kami sudah sangat senang karena mendapatkan dua kakak pria yang sangat tampan dan bisa diandalkan seperti kalian berdua," kata seorang wanita muda sambil tersenyum kepada Tristan.


__


__ADS_1


Visual Sesuai Request 😊😊🙏


__ADS_2