Akulah Yang Memilihmu

Akulah Yang Memilihmu
Bab 110 : Ampuni Gea


__ADS_3

Ketika Vladimir sudah mengumumkan status Tiysa sebagai cucunya, dia langsung menghubungi Hartono di Indonesia, saat itu Vladimir langsung menjelaskan niatnya untuk mempercepat pernikahan Tristan dan Tiysa yang sudah resmi menjadi cucu angkatnya.


Hartono sangat terkejut dan bahagia ketika mendengar itu, namun ekspresi wajahnya langsung berubah tatkala Vladimir menyampaikan rencana Lingga yang ingin menyerang keluarga Prabaswara melalui perusahaan yang bernama Moneyra Global Trade.


Di acara pernikahan 21 bawahan Gino, Vladimir memutuskan untuk mengambil alih masalah Lingga dan Purwadi, saat itu juga dia memerintahkan para keluarga yang melayaninya untuk mencari tahu tentang rencana Lingga dan komplotannya, hanya dalam 30 menit, semua rencana yang Lingga dan Purwadi persiapkan sudah berada di genggaman tangan Vladimir.


Dia pun memberitahu semua rencana itu kepada besannya di Indonesia, Vladimir jugalah yang meminta Hartono untuk melepaskannya 60 persen sahamnya agar Lingga dan Purwadi melemahkan kewaspadaannya.


Vladimir juga menyampaikan kepada Hartono jika dia akan mengirim Haris untuk menyelesaikan masalah itu dan meminta Hartono untuk tenang dan tidak bertindak, karena itulah Haris datang ke Indonesia terlebih dahulu saat Tiysa dan Tristan masih berada di Rusia.


Haris yang merupakan tangan kanan Gennady sudah sering bertemu dengan Hartono dan anak-anaknya, walaupun Haris memanggil anak-anak Hartono dengan sebutan Tuan, ketiga paman Tristan dan juga istri mereka tetap memanggil Haris dengan sebutan Kakak, hal itu karena mereka juga sudah menganggap Haris seperti anggota keluarga mereka.


"Kami akan menyelesaikan masalah ini dengan cara keluarga Yaroslav, aku harap tuan-tuan tidak keberatan dengan hal ini," kata Haris yang sedang memimpin meeting di kediaman keluarga Prabaswara.


Semua orang mengangguk setuju, Haris lalu mulai menjelaskan rencana Vladimir ke setiap orang yang hadir di ruangan itu.


Beberapa menit berlalu dengan cepat, wajah para pria yang berada di tempat itu tampak pucat, mereka bergidik ngeri mendengar penjelasan dari Haris.


Hartono yang ikut mendengar penjelasan Haris beranjak dari duduknya, dia menghampiri Haris.


"Aku mempercayakan semuanya kepada besanku di Rusia," kata Hartono lembut sambil tersenyum dan menepuk halus pundak Haris. Setelah mengatakan itu Hartono pun undur diri meninggalkan ruangan meeting.


"Hah... Aku sudah tahu bagaimana keluarga Kak Gennady menyelesaikan masalah, aku hanya tidak terbiasa dengan rencana seperti ini," kata salah satu paman Tristan sambil menghela nafasnya berat.


Haris tersenyum mendengar ucapan paman Tristan, dia berkata, "Mereka adalah orang-orang yang telah menyerang keluarga Tuan Muda Tristan di Indonesia, mereka tidak sadar jika Tuan Muda Tristan akan menjadi kepala keluarga Yaroslav di masa depan, menyerang keluarga Tuan Muda di Indonesia sama saja dengan menyerang keluarga Tuan Muda di Rusia, dan menurut aturan keluarga Yaroslav tidak ada hukuman lain yang lebih ringan selain kematian untuk mereka."

__ADS_1


...****************...


Di Rusia, Tristan dan Tiysa sedang menikmati waktu liburan mereka, ditemani Sofia, mereka mengunjungi berbagai landmark negara Rusia yang menjadi tempat idola para Turis yang berkunjung di Negara itu.


Sofia dan Tiysa tampil cantik dengan gaya casual, bawahan denim dan atasan kaos oblong menjadi pilihan mereka di hari yang cerah itu, beberapa pria juga terlihat mencuri-curi pandang menikmati kecantikan mereka.



"Hai Nona Cantik bisakah kami berkenalan dengan kalian berdua," kata seorang pria kepada Sofia dan Tiysa.


Tampak beberapa pria Asia menghampiri Sofia dan Tiysa yang tampil mempesona di tempat itu, Sofia tersenyum ramah, dia berkata kepada Pria itu.


"Maaf, kami berdua sudah memiliki suami," balas Sofia sambil menunjuk Tristan yang sedang duduk di kursi seorang diri tak jauh dari tempat mereka berdua berada.


Para pemuda itu sontak menoleh ke tempat Tristan, mereka semua terkejut karena hanya melihat seorang pria yang duduk di kursi itu.


Sofia mengangguk pelan, sambil tersenyum dia berkata, "Iya, kami berdua adalah istri dari pria itu."


Para pemuda itu kembali memandangi Tristan, mereka menatap Tristan dengan perasaan Takjub, ketika Tristan memandangi balik mereka, para pemuda itu langsung sedikit menunduk memberi hormat sambil tersenyum kepada Tristan.


"Dia pria yang beruntung karena memiliki dua orang istri seperti kalian, maaf karena kami sudah memanggil kalian," kata salah seorang pria itu ramah.


Setelah mengatakan itu, mereka kemudian pergi meninggalkan Sofia dan dan Tiysa.


"Sofia, apa yang mereka katakan?" tanya Tiysa yang tidak mengerti karena pemuda tadi berbicara menggunakan bahasa Rusia.

__ADS_1


"Mereka ingin berkenalan, aku bilang saja jika aku dan Kak Tiysa sudah memiliki suami, dan aku menunjuk Tristan, sebagai suami kita berdua," kata Sofia sambil tertawa terbahak-bahak.


Tiysa terkejut mendengar ucapan Sofia, sambil menepuk jidatnya dia berkata, "Aku tidak tahu lagi bagaimana harus bereaksi dengan itu."


Sofia yang masih tertawa merangkul Tiysa, dia kembali mengajak Tiysa berkeliling tempat itu.


Tristan tertawa kecil melihat Sofia dan Tiysa, dia menebak jika Sofia sudah mengatakan hal aneh untuk mengusir para pemuda tadi, itu tergambar dengan jelas dari ekspresi wajahnya Tiysa yang tampak lesu setelah mendengar Sofia berbicara, ketika sedang asyik menikmati waktunya di tempat itu, tiba-tiba ponselnya berdering, dia pun segera menjawab panggilan masuk di ponselnya.


"Halo," jawab Tristan.


"Tuan Muda Tristan, aku sudah menyampaikan rencana Tuan Vladimir ke Tuan Hartono dan ketiga paman Tuan Muda, mungkin besok kami akan mulai menjalankan rencana kami," kata Haris.


Tristan terdiam sejenak, dia sendiri sudah diberitahu rencana Kakeknya semalam, hukuman yang dijatuhkan untuk mereka sudah tidak bisa ditawar lagi, bisa dipastikan Purwadi dan teman-temannya akan menghilang, Tristan benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa mengenai hal itu.


Karena itulah dia selama ini menyembunyikan masalah ini dari Kakeknya, dia yang mewarisi sifat pemaaf dari Ibunya hanya ingin memberi mereka pelajaran, namun akan berbeda ceritanya jika keluarga Yaroslavnya yang bertindak.


"Pak Haris, tolong ampuni Gea, dia hanya korban dalam masalah ini," kata Tristan sambil menghela nafasnya.


Walaupun dia tidak menyukai sifat Gea, dia tidak benar-benar membencinya, dia sedikit menyalahkan dirinya sendiri tentang apa yang terjadi kepada Gea, dia bisa dengan mudah menyelamatkan Gea ketika dijebak oleh teman-temannya, namun Tristan memilih diam dan hanya mengamati, hal itu yang membuat dia merasa sedikit bersalah.


Mendengar permintaan Tristan, Haris tersenyum, "Anda benar-benar mewarisi sifat pemaaf dari Nyonya Liliana, Tuan Muda tenang saja, aku akan memerintahkan anak buahku untuk tidak menyentuh Gea," jawab Haris.


"Terima kasih Pak Haris," balas Tristan yang lalu mengakhiri pembicaraan mereka.


"Gea hanya itu yang bisa aku lakukan untukmu," batin Tristan, dia kembali memandangi Sofia dan Tiysa dari kejauhan yang tampak tertawa riang menikmati waktu mereka di tempat ini.

__ADS_1



...****************...


__ADS_2