
Yono akhirnya mengerti mengapa Haris menyiapkan hidangan untuk menjamu ratusan orang, tamu yang datang memberikan ucapan selamat ulang tahun benar-benar berjumlah ratusan, Yono sampai terlihat kewalahan ketika menemani para tamu yang hadir di acara ulang tahun putrinya.
Adelia juga sama, dia terlihat sibuk menemani para istri dari pengusaha yang penasaran dengan dirinya.
Adelia sempat merasa canggung dengan perlakuan para istri pengusaha yang hadir di rumahnya, trauma karena dikhianati teman-temannya dimasa lalu tiba-tiba muncul di benaknya, dia takut jika para wanita ini mendekatinya hanya karena posisinya yang tinggi di keluarga Yaroslav.
Namun, keraguannya menghilang tatkala mendengar pembahasan wanita-wanita itu.
“Drama korea? Sinetron? Resep masakan?“ Adelia terus tertawa dalam hati ketika mendengar pembahasan Istri-istri pengusaha besar ini, tidak ada yang membahas tentang barang mewah, tempat-tempat liburan bagus diluar negeri atau pekerjaan suaminya.
Pembahasan wanita-wanita ini sangat sederhana, sangat jauh berbeda dengan teman-temannya dulu yang selalu membahas tentang materi, barang mewah, atau memamerkan bisnis suami mereka yang sedang menanjak, padahal kekayaan teman-temannya dulu jauh dibawah dari kekayaan wanita-wanita yang sedang bersamanya saat ini.
Dia juga sudah dijelaskan oleh suaminya tentang pemberian bintang oleh keluarga Yaroslav, itu tidak ada hubungannya dengan pendekatan, yang bisa menentukan posisi mereka adalah Kakek Tristan sendiri.
Jadi sudah jelas jika para wanita ini mendekatinya tanpa mengharapkan timbal balik apapun, mereka murni menyambutnya sebagai anggota baru di keluarga Yaroslav.
Para tamu yang hadir terlihat ingin berbicara dan memperkenalkan dirinya kepada Tristan, di Indonesia, hanya pemilik Golden Snow Hotel dan Golden Luxury hotel saja yang pernah berinteraksi dengan Tristan, selebihnya ini pertama kalinya mereka melihat Tuan Muda keluarga Yaroslav.
Namun Haris sudah menyampaikan kepada mereka, agar tidak mendekati Tuan Muda yang sedang merahasiakan identitasnya, hal itu untuk mencegah kemungkinan terbongkarnya identitas Tuan Muda mereka.
Beberapa jam kemudian, rumah Yono sudah kembali sepi, para tamu sudah meninggalkan kediaman Yono, semua karyawan Yono yang menjamu tamu-tamu penting tadi terlihat sangat kelelahan, namun wajah mereka tampak sangat bahagia.
Di pekarangan rumah, mata Trisha tampak berkaca-kaca, dia terlihat begitu sedih saat teman-teman barunya meninggalkan rumahnya satu persatu. Tristan yang menggendong Trisha tampak berusaha menghibur peri kecil itu, namun usahanya terlihat sia-sia, ekspresi wajah Trisha masih terlihat sangat sedih karena ditinggal teman-teman barunya.
Tiysa datang menghampiri Tristan, Tiysa juga mencoba menghibur Trisha, Tristan yang mendapat bantuan dari kekasihnya juga kembali mencoba menghibur putri kecil Yono, sepasang kekasih ini bahu membahu berusaha membuat Trisha kembali tersenyum.
“Lihatlah mereka berdua, bukankah itu terlihat seperti pasangan suami istri bersama putri kecilnya,” kata Yono sambil memandangi Tristan dan Tiysa yang sedang menghibur putri mereka.
Adelia tertawa kecil, dia menganggukkan kepalanya, dia setuju dengan apa yang suaminya katakan.
“Trisha, bagaimana jika kita membuka hadiahmu,” kata Tiysa.
Trisha yang sedang bersedih langsung kembali bersemangat, “Ayo bibi Tiysa kita buka hadiahnya!” seru Trisha sambil tersenyum.
“Sebaiknya kamu beristirahat dulu, sudah sejak tadi kamu menemani tuan putri kecil ini,” kata Tiysa, dia mengambil Trisha yang sedang di gendong oleh Tristan.
__ADS_1
“Tristan tersenyum, dia lalu mengangguk pelan, “Baiklah aku akan beristirahat di dekat kolam renang belakang,” kata Tristan.
Tiysa lalu membawa putri Yono menuju ruang keluarga tempat dimana hadiah dari tamu yang datang menumpuk.
Yono dan Adelia juga menuju ruang keluarga, mereka memberikan waktu untuk Tristan beristirahat seorang diri.
Seorang pelayan di kediaman Yono terlihat membawa secangkir kopi untuk Tristan. Setelah memberikannya ke Tristan pelayan itu langsung undur diri kembali bekerja.
...****************...
Beberapa saat kemudian, Yono dan Adelia mendatangi Tristan yang sedang bersantai di halaman belakang, mereka meninggalkan Trisha yang sedang membuka hadiahnya ditemani Tiysa dan karyawan lainnya.
“Tuan Muda, terima kasih untuk semuanya,” kata Yono yang duduk tepat disamping Tristan.
“Yono, bukankah sudah kukatakan kepadamu jika Trisha memiliki keberuntungan yang sangat banyak,” ucap Tristan sambil tersenyum kepada Yono.
“Iya tuan muda, putri kami benar-benar memiliki keberuntungan yang sangat banyak.” Mata Yono terlihat berkaca-kaca saat mengatakan itu.
Dia kembali mengingat kata-kata keluarga dan teman-teman istrinya yang mengatakan jika putri mereka adalah anak sial yang menyebabkan mereka bangkrut.
Tristan memandangi wajah keduanya, setelah hubungannya sudah sangat dekat dengan putri kecil Yono, dia bisa merasakan sakit yang dirasakan oleh Yono dan istrinya.
“Aku penasaran akan seperti apa ekspresi mereka melihat Trisha sekarang,” kata Tristan sambil kembali meneguk kopinya.
...****************...
Beberapa saat kemudian Tristan, Tiysa dan semua karyawan Yono bersiap untuk pulang, Trisha yang sangat bahagia karena menerima begitu banyak mainan akhirnya tertidur lelap di pelukan Yono.
Setelah pamitan kepada Yono dan istrinya, mereka semua pergi meninggalkan kediaman Yono.
“Sayang, bukankah Trisha terlihat sangat menggemaskan?“ tanya Tiysa, mereka berdua sedang dalam perjalanan pulang menuju apartemen mereka.
“Iya, dia sangat menggemaskan,” jawab Tristan yang sedang mengemudikan mobil.
“Apakah kamu mau memiliki putri seperti itu?“ tanya Tiysa sambil menatap wajah Tristan dengan mata berbinar-binar.
__ADS_1
“Tentu saja, siapa yang tidak menginginkan putri kecil lucu seperti Trisha,” jawab Tristan. Senyuman terlihat menghiasi wajahnya.
“Bagaimana jika kita buat satu,” kata Tiysa sambil mengedipkan matanya ke Tristan.
Tristan melirik Tiysa yang duduk disampingnya, dia lalu menyentil pelan dahi Tiysa dan berkata , “Tahun depan Nona Tiysa, bersabarlah.”
“Hah… baiklah,” balas Tiysa sambil tertawa kecil.
...****************...
Keesokan harinya, semua media online memberitakan tentang berkumpulnya nama-nama besar di pesta ulang tahun Trisha yang ke empat.
Beritanya menjadi viral dan menyebar dengan cepat, semua orang sedang beramai-ramai mencari informasi tentang putri 'Sultan' yang sudah mengumpulkan para pengusaha besar di rumah mewah yang terletak di kawasan pondok indah.
Dengan kepiawaian 'detektif netizen' dalam mengumpulkan informasi, nama Yono dan Adelia akhirnya muncul kepermukaan.
Media online dengan cepat mengangkat berita tentang Yono dan Adelia, dengan judul beragam namun tetap dalam satu pembahasan.
Siapa Yono dan Adelia? Crazy Rich baru yang mengumpulkan para sultan di ulang tahun putri mereka.
Judul-judul provokatif menghiasi situs berita online yang memberitakan tentang keluarga Yono dan Adelia.
Hal itu membuat nama Yono dan Adelia menjadi Trending topik di kata pencarian mesin Google.
Tristan tampak tersenyum membaca semua berita itu di layar ponselnya, sambil menikmati sepotong roti dan secangkir kopi, Tristan merasa puas dengan apa yang sudah dia lakukan.
Semua hal yang terjadi kemarin adalah rencana Tristan sendiri, ketika mengetahui jika putri kecil Yono menjadi korban perundungan verbal karena jatuhnya bisnis Yono.
Itu membuatnya menjadi marah dan memerintahkan Haris mengabari semua pengusaha yang bekerja untuk keluarganya di Indonesia, tentang ulang tahun putri kecil Yono.
Para bawahan Tristan yang mendengar kabar itu tentu saja berlomba-lomba untuk menghadiri acara ulang tahun Trisha, itu juga menjadi kesempatan mereka untuk bertemu dengan Tuan Muda dari keluarga Yaroslav yang mereka layani.
Sambil tersenyum sinis Tristan sangat yakin jika orang-orang yang dulunya menghina dan menjauhi keluarga Yono, kini akan berlomba-lomba untuk kembali mendekati Yono.
__
__ADS_1