
Tristan melangkahkan kakinya memasuki aula, semua orang langsung menatapnya dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut.
Beberapa pemilik saham minoritas di Tirta Baskara Group yang sudah pernah melihat Tristan saling berbisik pelan, mereka juga ikut kaget melihat Tristan datang dengan status sebagai pemilik Moneyra Global Trade.
“Bukankah dia adalah mantan CEO Tirta Wira Perkasa yang diberhentikan?“ kata salah satu pemegang saham minoritas Tirta Baskara Group kepada orang yang duduk disampingnya.
“Iya, aku juga pernah bertemu dengannya, bagaimana mungkin dia tiba-tiba menjadi pemilik Moneyra Global Trade?“ tanya pemegang saham minoritas lainnya.
Perasaan Purwadi campur aduk, dia merasa terkejut dan juga merasa sangat marah ketika melihat Tristan berjalan dengan santainya memasuki ruangan itu.
“Mengapa bocah berengsek itu yang datang,” umpat Purwadi dengan mata terbelalak ketika melihat Tristan dan bukannya Austin yang memasuki ruangan itu.
Devan, William, Veronica dan Gea juga sama terkejutnya, mereka yang sedang menatap Tristan ikut bertanya-tanya mengapa Tristan datang dengan status sebagai pemilik Moneyra Global Trade.
Tristan melangkah menuju meja Bisma, Bimo dan Kirana, dengan sopan dia memegang tangan mereka dengan kedua tangannya secara bergantian.
“Nak, Ayah bingung dengan statusmu sekarang?“ tanya Bimo yang juga penasaran dengan status Tristan.
Bisma dan Kirana juga juga memiliki pertanyaan yang sama, Tristan yang tiba-tiba muncul sebagai pemimpin baru Tirta Baskara Group membuat mereka tercengang.
“Ayah, Ibu dan Paman Bisma, Aku akan menjelaskan semuanya saat acara penyambutan ini selesai,” kata Tristan sambil tersenyum kepada mereka.
Tristan lalu menoleh ke Tiysa yang sedang menatapnya dengan mata yang terbuka lebar karena terkejut, dia tidak berkata apa-apa dan hanya mengedipkan mata kirinya ke Tiysa, setelah itu dia berjalan menuju Damar yang berdiri mematung di samping Kirana.
“Saudaraku, mengapa ekspresimu seperti itu,” kata Tristan bercanda sambil menyentuh dada Damar dengan kepalan Tinjunya.
Damar tersenyum lembut mendengar ucapan Tristan, “Aku tidak akan bertanya terlalu banyak, kamu selalu membuatku terkejut dengan aksimu, hanya satu pesanku, buat mereka malu dengan status barumu itu,“ balas Damar yang langsung mengepalkan tangannya dan menyentuh dada Tristan dengan kepalan Tinjunya.
“Tentu saja saudaraku,” balas Tristan.
Tristan lalu berjalan menuju meja panjang yang berada di atas panggung.
Purwadi yang semakin kesal sudah tidak bisa menahan dirinya melihat Tristan yang bertingkah di depan matanya.
“Bocah berengsek apa yang kamu lakukan, tempat itu bukan tempat untuk orang seperti dirimu,” teriak Purwadi mengumpat Tristan dengan suara menggelegar.
Devan yang juga sangat membenci Tristan ikut berbicara, “Tristan, kamu hanya berasal dari latar belakang keluarga yang tidak jelas, kamu tidak pantas duduk di tempat Paman Austin,” teriak Devan menimpali.
__ADS_1
Para bawahan keluarga Yaroslav langsung naik pitam mendengar ucapan Purwadi dan Devan, mereka semua menatap dingin kedua pria yang baru saja menghina Tuan Muda mereka.
Tristan hanya tertawa mendengar teriakan putus asa dari Purwadi dan Devan, tepat setelah itu terdengar suara seorang pria dari arah pintu masuk.
“Tidak pantas! Hahaha, bahkan jika ada seratus Austin, itu tidak akan setara dengan pimpinan baru Moneyra Global Trade yang baru.“
Terdengar suara Haris menggelegar ke seluruh penjuru ruangan itu, Haris bersama Faiz memasuki ruangan itu.
“Pak Haris? Pak Faiz?“ tanya Tiysa yang kembali terkejut begitu melihat kedua sosok pria yang baru saja memasuki ruangan.
Devan yang tidak bisa melupakan wajah Haris langsung terduduk lesu dengan wajah pucat karena ketakutan.
“Devan, ada apa?“ tanya William kepada Devan ketika melihat anaknya menjadi pucat setelah kedatangan pria yang baru saja berbicara.
“A… ayah… pria itu adalah orang yang dulu menyiksaku dan Cakra,” jawab Devan dengan suara bergetar tak berani menatap Haris.
“Pria itu? tapi mengapa dia berada disini,” tanya William yang sangat terkejut mendengar jawaban putranya.
Purwadi dan William saling menatap, mereka tahu jika pria yang beberapa tahun lalu membuat Cakra dan Devan dirawat di rumah sakit adalah pria yang memiliki kekuasaan besar, karena itulah mereka tidak pernah mau mencari tahu sosok pria itu dan tidak ingin membuat masalah dengan pria itu.
“Purwadi, tahan dirimu, jangan mencari masalah dengan pria itu,” bisik William sambil menarik lengan Purwadi.
Purwadi mengangguk pelan, dia juga berpikir seperti itu, Tristan sudah membuatnya sakit kepala, dia tidak mau menambah musuh disaat yang tidak menguntungkan seperti ini.
Haris dan Faiz lalu menuju meja Bisma, Bimo dan Kirana berada.
“Maaf Tuan, apakah kita pernah bertemu?“ tanya Bisma begitu dia bersalaman dengan Haris dan Faiz, dia merasa pernah melihat wajah kedua pria yang terasa sangat tidak asing baginya.
Bimo dan Kirana mengangguk setuju, walaupun dulu pernah bertemu dengan Haris, mereka merasa tidak asing dengan wajah Haris dan Faiz saat bertatap muka lebih dekat.
Haris dan Faiz tersenyum mendengar pertanyaan Bimo.
“Mungkin sekitar 25 dan 26 tahun yang lalu Tuan,” jawab Haris sambil tersenyum.
“25 tahun yang lalu?” Bimo mengernyitkan alisnya, dia mencoba mengingat kejadian 25 tahun yang lalu.
Bimo dan Kirana pun sama, mereka juga mencoba mengingat kejadian 25 tahun silam.
__ADS_1
“Maaf, Tuan dan Nyonya, sepertinya acara akan dimulai, kita bisa melanjutkan pembicaraan ini nanti,” kata Faiz sambil tersenyum.
Setelah mengatakan itu mereka berdua menuju tempat Tiysa, yang langsung menarik tangan keduanya dan bertanya, “Pak Haris, Pak Faiz, mengapa kalian berdua ada disini? Luciano dan yang lainnya juga berada disini? Apa yang sebenarnya keluarga Kakek Vladimir rencanakan?“
Haris dan Faiz kembali tersenyum mendengar pertanyaan Nona Muda.
“Nona Tiysa, hari ini semuanya akan terungkap,” jawab Haris singkat.
Ketika Tiysa ingin kembali bertanya, terdengar suara wanita yang menjadi pemandu acara ini kembali berbicara, “Para tamu undangan bisa duduk kembali, acara akan segera dimulai.“
Semua orang kembali duduk di kursinya, tepat setelah itu Tristan berdiri dan mengambil mikrofon yang berada di mejanya.
“Selamat pagi semuanya, Terima kasih kepada kalian yang sudah meluangkan waktu untuk menyambut kedatanganku sebagai pimpinan baru Tirta Baskara Group.“
“Mungkin hanya beberapa orang yang berada di ruangan ini yang sudah mengenal siapa aku, untuk itu aku akan memperkenalkan diri terlebih dahulu.“
“Aku bernama Tristan Pratama Yaroslav, pemilik baru Moneyra Global Trade sekaligus pemimpin Tirta Baskara Group, aku juga adalah cucu pertama Tuan Hartono dari keluarga Prabaswara.“
Bisma, Bimo dan Kirana langsung berderai air mata begitu mendengar penjelasan Tristan, mereka bertiga langsung bisa menebak identitas Tristan yang sesungguhnya hanya dengan mendengar jika dia adalah cucu pertama Hartono Prabaswara.
“Tristan adalah anak sahabat kita, dia adalah putra dari Gennady dan Liliana,” kata Bimo sambil berderai airmata.
“Aku tidak menyangka jika anak itu adalah putra sahabat kita, tanpa kita sadari kita selama ini terus dijaga dan dibantu oleh putra Gennady dan Liliana,” ucap Bisma yang juga berderai airmata.
Kirana yang tidak bisa berkata-kata hanya bisa menangis sambil memeluk lengan suaminya, sambil menangis penuh haru, dia kembali membayangkan wajah kedua sahabatnya yang sudah seperti saudara dengan mereka bertiga.
“Hahaha, ternyata kita selama ini memang bersaudara,” kata Damar sambil menatap Tristan dengan mata berkaca-kaca.
Tiysa yang juga tercengang mendengar penjelasan Tristan segera menoleh ke Haris,
“Pak Haris jadi….“ kata Tiysa.
Haris bisa langsung mengerti apa yang Tiysa ingin tanyakan, “Itu benar Nona Tiysa, Tuan Muda Tristan adalah cucu pertama Tuan Vladimir dan juga cucu pertama dari Tuan Hartono,“ balas Haris.
“Tuan muda Tristan juga adalah putra pertama dari sahabat dekat kedua orang tua Nona Tiysa, yang bernama Tuan Gennady dan Nyonya Liliana,” kata Faiz menambahkan.
Tiysa menatap Tristan yang kebetulan juga sedang menatapnya dari panggung.
Dia ikut menitikkan airmata bahagia setelah mendengar penjelasan Haris dan Faiz.
__ADS_1
...****************...