
Setahun yang lalu Dian terus mencari Tiysa, dia merasa perlu memberitahu Tiysa tentang perasaan Tristan, di malam acara perpisahan yang diadakan sehari sebelum Tristan meninggalkan Indonesia.
Karena kurangnya petunjuk tentang Tiysa, Dian akhirnya menyerah setelah setahun lebih mencari keberadaan Tiysa.
Hari ini takdir mempertemukan dirinya dengan Tiysa, saatnya Dian mengungkap kepada Tiysa bahwa Tristan sangat mencintainya dan Tristan juga merasa berat meninggalkan Tiysa saat itu.
“Bukti?” tanya Tiysa.
Dian mengangguk, dia lalu mengambil ponsel dari dalam tasnya.
“Aku sebenarnya menyimpan ini sebagai kenang-kenangan, tapi setelah beberapa lama, aku merasa jika ini ditujukan untukmu dan kamu adalah orang yang sangat membutuhkan ini,” kata Dian sembari mencari file Video di ponselnya.
“Ini dia!” seru Dian.
“Tiysa berjanjilah padaku, setelah kamu melihat video ini tolong berhentilah menangis dan menyalahkan dirimu sendiri,” kata Dian. Setelah mengatakan itu Dian menyerahkan ponselnya ke Tiysa.
Tiysa mengangguk pelan lalu menerima ponsel yang di berikan Dian, tampak dilayar ponsel, Tristan sedang memegang gitar, dia mengenakan jaket kulit berwarna hitam dipadukan dengan bawahan denim berwarna biru gelap, tambahan penutup kepala dan juga sepatu boot berwarna coklat membuatnya terlihat sangat berbeda dengan gaya Tristan sehari-hari.
Tiysa kembali dibuat kagum oleh gaya Tristan yang tidak biasa, dia tersenyum lalu mulai memutar file Video itu.
Tiysa tercengang, ini adalah lagu yang sangat viral di waktu itu, Tristan menyanyikan lagu dari James Arthur yang berjudul Say You Won't Let Go.
Mata Tiysa langsung berkaca-kaca ketika Tristan mulai menyanyikan lagu, sudah 2 tahun dia tidak mendengar suara dari Tristan, ketika lagu sudah masuk di bagian reff, Tiysa tidak bisa lagi menahan airmatanya.
I knew I loved you then
Sejak itu, aku tahu aku mencintaimu.
But you'd never know
Tapi kamu tak akan pernah tahu
'Cause I played it cool when I was scared of letting go
Karena aku berpura-pura biasa saja saat aku takut kehilanganmu.
I know I needed you
Aku tahu aku membutuhkanmu.
But I never showed
Tapi tidak pernah kutunjukkan
But I wanna stay with you until we're grey and old
Tapi aku ingin terus bersamamu sampai kita tua dan beruban
Just say you won't let go
Katakan saja kamu tak akan pergi
Just say you won't let go
Katakan saja kamu tak akan pergi
Beberapa kenangan indah muncul di benak Tiysa, suara indah Tristan dan permainan gitarnya membuat dia semakin mengagumi pria pilihan hatinya. Namun Airmata Tiysa kembali tumpah ketika Tristan menyanyikan bagian reff kedua lagu ini.
I'm so in love with you
Aku sangat mencintai mu
And I hope you know
Dan aku berharap kamu tahu
Darling, your love is more than worth its weight in gold
__ADS_1
Sayang, cintamu lebih berharga daripada emas
We've come so far, my dear
Kita sudah sejauh ini, sayangku
Look how we've grown
Lihatlah bagaimana kita bersama
And I wanna stay with you until we're grey and old
Dan aku ingin bertahan dengan mu sampai kita beruban dan menua
Just say you won't let go
Katakan kau tidak akan pernah pergi
Just say you won't let go
Katakan kau tidak akan pernah pergi
Dan lirik reff lagu di bagian akhir sudah cukup untuk membuat Tiysa menyadari pesan yang ingin disampaikan Tristan kepadanya.
I'm gonna love you 'til
Aku akan mencintaimu sampai
My lungs give out
paru-paruku berhenti bekerja
I promise 'til death we part like in our vows
Aku berjanji sampai maut memisahkan kita seperti disumpah setia kita...
“Maafkan aku... ini....” Tiysa terlihat mengusap kedua matanya terus-menerus, dia ingin memenuhi janjinya kepada Dian untuk tidak menangis lagi setelah melihat video itu,
Dian yang melihat itu segera menahan kedua tangan Tiysa, dengan mata yang terlihat berkaca-kaca, dia tersenyum lalu berkata.
“Tiysa biarkan airmatamu mengalir dengan bebas, itu adalah airmata haru dan bahagia, kamu tidak akan bisa membendung itu, biarkan itu tumpah keluar bersama perasaan bersalah yang sudah kamu simpan selama dua tahun ini.”
Tiysa mengangguk pelan, dia memeluk Dian dan berkata, “Terima kasih....”
Selama beberapa saat Tiysa terlihat terus menangis, berbeda dengan hari-hari sebelumnya, tangisannya kali ini bukan karena sedih dan juga merasa bersalah, namun karena bahagia.
Melalui lagu itu Tristan seakan mengatakan kepadanya, Aku mencintaimu, Aku ingin selalu bersamamu hingga hari tua, dan Aku akan mencintaimu sampai maut memisahkan kita.
__
Beberapa saat berlalu, Yuda merasa heran karena Dian belum juga kembali, dia lalu meminta izin kepada Ayah dan Ibu Tiysa untuk mengecek Dian di lantai dua.
Ayah dan Ibu Tiysa mengangguk setuju, mereka bertiga segera menuju ke tempat Dian dan Tiysa berada.
Ketika Ibu Tiysa membuka pintu, mereka bertiga langsung tersenyum, mereka melihat Tiysa yang sedang tertidur lelap sambil memeluk Dian.
Dian yang sedang berbaring di samping Tiysa juga langsung tersenyum dan berkata, “Paman, Bibi, sepertinya aku akan menginap di sini malam ini.”
Ayah dan Ibu Tiysa mengangguk tanda setuju dengan permintaan Dian, Yuda yang baru saja mendengar kisah cinta Tiysa dari Paman dan Bibinya, juga langsung memberi izin jika calon istrinya harus menginap di rumah itu.
“Hubungi aku jika kamu sudah menyelesaikan urusanmu dengan Nona kecil itu,” kata Yuda sembari tersenyum kepada Dian.
“Iya Sayang,” balas Dian lalu kembali mengelus rambut Tiysa.
Keesokan harinya hubungan mereka berdua sudah sangat dekat, Tiysa akhirnya mengetahui jika Dian adalah calon istri dari Kakak sepunya, hal itu membuat Tiysa semakin manja kepada Dian, Tiysa juga terlihat lebih ceria, aura kesedihan yang selama dua tahun ini menyertai dirinya seakan lenyap tanpa sisa.
Ayah dan Ibu Tiysa juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Dian, akhirnya putri semata wayang mereka bisa kembali bersikap seperti biasanya.
__ADS_1
Setelah makan siang, Tiysa langsung menarik tangan Dian menuju kamar di lantai dua, dia ingin lebih banyak mendengar cerita tentang Tristan.
Di kamar itu Dian menceritakan semua kejadian yang pernah dia alami bersama Tristan, mulai dari pekerjaan, kisah heroik Tristan menghajar pria-pria mesum dan juga hubungan Tristan dan Gea yang menjadi berantakan akibat perselingkuhan yang dilakukan Gea.
Dian juga menceritakan kejadian sewaktu aksinya mengerjai Tristan tertangkap basah karena tidak menyadari cermin yang berada di kamar itu.
Tiysa tertawa terbahak-bahak, dia tidak menyangka jika Dian sampai berbuat senekat itu kepada Tristan di hari pertama Tristan kerja. Mendengar cerita Tristan dari Dian membuat Tiysa semakin mengagumi Tristan, dia sudah membulatkan tekadnya akan terus menunggu sampai pria impiannya kembali.
“Tiysa mari kita berfoto bersama, semua mantan karyawan Tristan masih tetap mencarimu, aku ingin memberitahu mereka bahwa tuan putri telah ditemukan,” kata Dian.
“Baiklah, nanti pada saat pernikahanmu jangan lupa mengenalkanku kepada mereka.”
“Tentu saja tuan putri,” balas Dian.
Cekrek !
Setelah mengambil foto, Dian lalu mengunduh foto itu ke akun media sosialnya, dengan caption Perhatian buat GengTRIS (Singkatan dari Geng Tristan), Tuan Putri sudah ditemukan.
Tak lupa Dian menandai akun media sosial Tiysa yang kemarin baru saja dia tambahkan.
Tak berselang lama setelah Dian mengunduh foto dirinya bersama Tiysa, pesan dari semua karyawan Tristan langsung masuk secara beruntun di ponsel milik Tiysa.
[Cindy] Kamu cantik sekali, kita harus bertemu, tetap semangat Tristan pasti kembali.
[xxxx] Semangat ya, Tristan Pasti kembali.
[xxxx] Tetap sabar, aku yakin Tristan Pasti kembali.
[xxxx] Tristan pasti kembali semangat ya Tuan putri.
[xxxx] wah pasangan adik kecil kami ternyata sangat cantik, kamu harus tetap semangat, Tristan pasti kembali.
Semua karyawan yang dulu berada di bawah kepempinan Tristan terus memberi ucapan semangat dan Tristan pasti kembali, Tiysa yang mendapat dukungan seperti itu pun menjadi terharu, matanya kembali berkaca-kaca.
Selama dua tahun ini hanya ayah dan ibunya yang selalu mendukungnya, namun saat ini ada lebih dari 40 orang yang memintanya agar bersabar dan tetap semangat untuk menunggu kepulangan Tristan.
Beberapa saat kemudian, Yuda sudah tiba dirumahnya, Dian terlihat berpamitan kepada kedua orang tua Tiysa.
Tiysa kembali mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Dian, dia tidak tahu selama apa dia dapat bertahan jika Dian tidak memperlihatkan video itu kepadanya.
Setelah Dian pergi, Tiysa kembali ke kamar yang terletak di lantai dua.
Ting !
Bunyi notifikasi pesan masuk berbunyi, Tiysa segera mengecek ponselnya.
[Dian] Maaf aku melupakan satu file lagi.
[Dian] File audio terkirim Tristan.wav
[Dian] Pangeran kecil itu menitikkan airmata saat menyampaikan itu.
“Dian?”
Tiysa lalu membuka file audio yang dikirim oleh Dian.
“Apakah kamu sangat mencintai gadis itu?” terdengar suara Dian bertanya.
“Bertemu dengannya seperti sebuah keajaiban, hari-hariku terasa lebih berwarna dengan kehadiran Tiysa, dia bukanlah gadis yang sempurna dan memiliki banyak kekurangan, namun entah mengapa kekurangan itulah yang membuatku semakin mencintainya.”
Ternyata saat itu Dian sengaja bertanya tentang Tiysa kepada Tristan, tanpa sepengetahuan Tristan, Dian merekam pembicaraan mereka. Hal Itu murni sebagai bentuk balas budinya kepada Tristan yang telah membantunya berulang kali.
__
Next Chapter
__ADS_1