Akulah Yang Memilihmu

Akulah Yang Memilihmu
Bab 70 : Teori konspirasi tentang keluarga Yaroslav


__ADS_3

“Apakah kamu mengetahui cara untuk menolong mereka?” tanya Tristan dengan ekspresi wajah serius.


Gino tersenyum kepada Tristan, dengan tegas dia berkata “Tentu saja.”


“Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?” Tristan menjadi penasaran dengan langkah yang akan di ambil adiknya.


“Pertemukan mereka dengan keluarganya, tidak akan ada yang bisa mengalahkan kemurnian kasih sayang dan perhatian dari keluarga sendiri,” ucap Gino.


“Tim medis dan juga Tim psikolog sebaiknya memberi para korban waktu untuk berinteraksi dengan keluarganya terlebih dahulu, mereka cukup memantau keadaan korban dari jauh,” sambung Gino menambahkan.


Faiz yang mendengar itu langsung menjalankan perintah Gino, dia meminta bawahannya untuk mengantar keluarga korban ke aula, Haris yang diberitahu tentang instruksi itu juga langsung menjalankan perintah Gino, dia meminta tim medis dan tim psikolog untuk memberikan para korban waktu bersama keluarganya.


Beberapa saat kemudian, puluhan orang yang rata-rata seumuran dengan orang tua Tiysa terlihat memasuki aula, suara tangis pilu menggema di seluruh aula hotel itu, mereka terlihat memeluk keluarga mereka yang menjadi korban kebiadaban Boby dan anggotanya.


Mata Tristan dan Gino tampak berkaca-kaca melihat pemandangan itu, mereka bisa ikut merasakan kesedihan dari tangisan orang tua korban.


Sesuai prediksi Gino, para korban yang tadinya tampak seperti patung, langsung bereaksi tatkala bertemu dengan keluarganya, para korban langsung menangis sejadi-jadinya, suara tangisan para korban membuat hati semua bawahan Tristan dan Gino ikut bersedih, mereka semua mengutuk tindakan Boby kepada para korban.


Tristan melirik ke Gino, dia benar-benar merasa bangga memiliki adik seperti Gino.


“Lalu apa yang harus kita lakukan setelah ini?” tanya Tristan menunggu jawaban dari Gino.


“Saatnya dua Tuan Muda keluarga Yaroslav tampil di depan orang-orang ini,” balas Gino sambil mengedipkan satu matanya ke Tristan.


“Kamu ingin..-”


Gino tidak mempedulikan Tristan yang sedang terkejut karena ucapannya, dia langsung meraih tangan Tristan, dan menariknya menuju lift, “Sudahlah Kak, ikuti saja kata-kataku, bukankah kamu sudah mempercayakan masalah ini kepadaku,” kata Gino sambil terus menarik tangan Tristan.

__ADS_1


“Hah... baiklah,” balas Tristan, dia sudah pasrah mengikuti rencana adiknya.


Beberapa saat kemudian, di salah satu kamar presidential suite di hotel itu, Tristan dan Gino telah selesai berganti pakaian, mereka yang awalnya datang dengan menggunakan pakaian casual kini sudah berganti menggunakan setelan jas mewah.


“Gino, apakah kita harus melakukan ini?” Tristan terlihat ragu, dia merasa bimbang dengan keputusan Gino yang ingin mengungkap identitas mereka berdua kepada orang-orang yang berada di aula.


“Iya Kak, memangnya ada apa dengan itu?” tanya Gino sambil merapikan dasinya.


“Untuk saat ini, aku benar-benar tidak ingin identitasku ketahuan, aku ingin menyelidiki pihak-pihak yang terus mengganggu keluarga Prabaswara ibu dari dekat, jika saat ini statusku terungkap, aku yakin kelompok yang terus meneror keluarga ibu akan kembali bersembunyi, jika mereka kembali bersembunyi, akan sangat sulit melacak keberadaan mereka,” kata Tristan menjelaskan.


Salah satu alasan Tristan menyembunyikan identitasnya karena dia ingin mengamati pergerakan pihak yang terus mengusik ketenangan keluarga ibunya, beberapa tahun ini dia mendapat informasi jika pihak yang dulu lari bersembunyi dari ayahnya, satu persatu kini mulai kembali menampakkan diri.


Alasan mereka kembali muncul karena mereka juga sudah mengetahui jika Gennady yang dulunya melindungi keluarga Prabaswara telah tiada.


Karena penjaga keluarga Prabaswara telah tiada, mereka memutuskan kembali mengusik ketenangan keluarga Prabaswara untuk membalas dendam.


Dengan menyembunyikan statusnya, Tristan dapat dengan mudah memantau dan mengawasi keluarga ibunya dari dekat.


Tristan mengangguk pelan, perasaan cemas masih tergambar dari raut wajahnya.


“Kakak tenang saja, status kita berdua hanya akan diketahui oleh para korban dan keluarganya, aku juga sudah meminta Pak Haris untuk memberitahu mereka agar merahasiakan identitas kita berdua,” ucap Gino sambil tersenyum kepada Tristan.


“Baiklah, aku akan mempercayai ucapanmu, namun aku masih bingung, mengapa kita harus mengungkap identitas kita berdua kepada para korban dan juga keluarganya?”


Sampai saat ini, Tristan masih belum bisa menebak alasan di balik tindakan Gino saat ini.


“Kakak, ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk membantu korban yang menjadi trauma karena kasus seperti ini.”

__ADS_1


“Yang pertama adalah perhatian dan kasih sayang, itu bisa mereka dapatkan dari keluarga yang mereka sayangi,” kata Gino.


“Yang kedua adalah perlindungan, walaupun Kakak sudah berhasil membungkam Boby dan anggotanya, itu tidak akan langsung membuat korban dan keluarganya merasa aman, mereka sudah ditanamkan rasa takut oleh Boby sejak lama, mereka akan terus menganggap jika Boby adalah orang yang sangat berkuasa dan memiliki banyak koneksi dengan keluarga konglomerat besar.”


“Mereka akan terus merasa tertekan dan ketakutan, mereka akan selalu berpikir jika Boby sewaktu-waktu bisa mendatangi mereka,” kata Gino menjelaskan.


“Agar para korban tidak hidup dalam tekanan dan juga ketakutan, mereka membutuhkan perlindungan dari seseorang yang memiliki pengaruh dan juga kekayaan lebih besar dari Boby dan rekan-rekan konglomeratnya, dengan mendapatkan perlindungan dari dua Tuan Muda keluarga Yaroslav aku rasa itu sudah sangat lebih dari cukup untuk membuat mereka tenang,” sambung Gino melengkapi.


Tristan kembali dibuat takjub dengan Gino yang sudah memikirkan sampai sejauh itu.


“Apakah mereka mengetahui tentang keluarga Yaroslav?” tanya Tristan penasaran.


Gino langsung tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan Tristan, “Kakak, apa saja yang telah kamu lakukan selama 5 tahun ini, di berbagai platform sosial media, banyak orang-orang yang sudah membuat teori konspirasi tentang keluarga Yaroslav kita, ada yang mengatakan jika keluarga kita adalah Kaum Elit Global yang menguasai dunia, ada juga teori yang mengatakan jika keluarga kita adalah keturunan alien dari planet lain,” kata Gino menjelaskan sambil tertawa terbahak-bahak.


“Hahaha, alien? Kaum elit global?” Tristan ikut tertawa mendengar ucapan Gino, dia yang tidak terlalu suka berselancar di dunia maya baru mengetahui jika keluarga ayahnya sudah menjadi topik pembicaraan netizen pecinta teori konspirasi.


Sambil mengusap airmatanya yang keluar karena tertawa, Gino melanjutkan, “Aku juga sudah meminta beberapa bawahanku untuk bertanya kepada semua korban dan juga keluarganya tentang keluarga Yaroslav kita, jawaban mereka bervariasi, namun aku bisa menyimpulkan satu hal dari jawaban mereka semua, mereka menganggap jika keluarga kita adalah salah satu keluarga kaya yang memerintah dunia.”


“Aku tidak akan mengoreksi pemikiran mereka, namun dari jawaban mereka aku bisa memastikan, dengan menggunakan status keluarga Yaroslav kita untuk melindungi mereka, itu akan membantu pemulihan mental para wanita yang menjadi korban,” ucap Gino sembari mengambil paper bag yang berisi banyak hadiah yang dibungkus dengan kertas kado berwarna merah.



Tristan mengangguk pelan dia setuju dengan penjelasan panjang dari adiknya.


Ting! Suara lift tanda mereka sudah tiba dilantai yang mereka tuju berbunyi.


Sebelum keluar dari lift Tristan kembali bertanya kepada Gino.

__ADS_1


“Yang pertama adalah perhatian, yang kedua adalah perlindungan, lalu apa yang ketiga.” Tristan terlihat sangat penasaran menunggu jawaban dari Gino.


Gino tersenyum, sambil melangkah keluar dari lift, dia berkata, “Aku akan mengatakannya kepada Kakak ketika waktunya tiba."


__ADS_2