
"Terima kasih sayang," kata Tiysa sambil mengecup mesra bibir Tristan.
"Iya, yang semangat kerjanya sayang," balas Tristan sambil tersenyum.
Tiysa lalu turun dari mobil menuju ke showroom mobil bekas milik Yono.
Tristan yang berada di mobil memandangi showroom mobil milik Yono yang terlihat sangat berbeda dengan showroom mobil mewah milik Yono 5 tahun yang lalu.
Walaupun Tristan sudah mendengar jika kondisi ekonomi Yono sedang kurang baik, Tristan tidak menyangka jika kondisinya separah ini, Yono benar-benar jatuh dari singgasananya sebagai Raja showroom mobil mewah hanya untuk melindungi Tiysa dan karyawan wanitanya yang lain.
"Bersabarlah Yono...." gumam Tristan dalam hati, dia lalu pergi meninggalkan tempat itu menuju Golden Snow Hotel untuk bertemu Gino.
Beberapa saat kemudian Tristan telah tiba di Golden Snow Hotel, beberapa pria bawahan Haris langsung menyambutnya dan mengantar Tristan menuju kamar yang di tempati Gino.
"Hah, sepertinya dia habis minum banyak semalam," kata Tristan begitu memasuki kamar Gino, Tristan dapat melihat beberapa botol minuman di meja, bau alkohol juga sangat terasa memenuhi kamar Gino.
"Hei, pangeran kecil bangunlah," kata Tristan sambil menepuk halus pipi Gino.
"Hmm... Kakak... Kamu sudah tiba," jawab Gino sambil merenggangkan badannya.
"Tunggu sebentar Kak, aku akan membersihkan diri terlebih dahulu," sambungnya sambil beranjak pergi menuju kamar mandi.
Beberapa saat kemudian Gino telah selesai mandi, tidak seperti kemarin, Gino dan Tristan hari ini menggunakan pakaian yang lebih santai, mereka tidak perlu lagi menggunakan setelan jas mewah di depan para korban dan keluarganya yang sudah mengetahui identitas Tristan dan Gino.
"Gino, apa ini akan baik-baik saja?" tanya Tristan. Mereka berdua sedang berjalan menuju aula. Gino sudah meminta Haris untuk mengumpulkan para korban dan keluarganya di Aula.
"Maksud kakak?" Gino balik bertanya karena tidak mengerti maksud dari pertanyaan Tristan.
"Jangan pura-pura tidak mengerti, ini tentang 21 bawahanmu yang kamu suruh datang ke Indonesia."
"Hah! dari mana kakak mengetahui hal itu." Gino terlihat kebingungan karena Tristan sudah mengetahui rencananya.
"Hah... Aku baru ingat jika kamu baru bangun tidur, tentu saja kamu tidak mengetahui jika berita kedatangan mereka sudah menjadi berita viral, semua media sedang memberitakan hal tentang kedatangan 21anak buahmu yang berasal dari keluarga kaya raya."
"Hah... Padahal aku ingin memberikan Kakak kejutan, namun itu menjadi berantakan karena ulah media," keluh Gino sambil menghela nafasnya.
"Kamu tidak perlu khawatir, jika kamu ingin mengejutkan aku dengan mendatangkan anak-anak itu, kamu benar-benar telah berhasil, aku sangat terkejut ketika melihat berita itu di televisi," kata Tristan.
"Jadi bagaimana dengan pertanyaanku, apakah ini akan baik-baik saja?" Tristan yang sudah bisa menyadari maksud Gino mendatangkan 21 bawahannya ke Indonesia terlihat sedikit cemas.
__ADS_1
Kecemasan Tristan bukan tanpa sebab, Tristan merasa cemas karena takut jika bawahan Gino terpaksa mengikuti perintah Gino karena takut dengan keluarga Yaroslav, atau karena ingin mencari muka di depan keluarga Yaroslav.
Jika alasan 21 bawahan Gino seperti itu, bisa dipastikan jika para wanita muda yang sedang berada di Aula akan menderita kedepannya.
Jika itu terjadi mereka akan kembali merasa dipermainkan, jadi bukannya menolong, itu mungkin bisa membuat keadaan mereka semakin buruk.
"Tenang saja Kak, semua akan baik-baik saja," kata Gino sambil melangkah masuk kedalam lift.
Beberapa saat kemudian, Tristan dan Gino telah tiba di aula, 21 wanita muda beserta keluarganya sudah berkumpul di tempat itu, tanpa membuang waktu, Gino dan Tristan langsung menuju ke depan mereka semua.
"Mungkin beberapa di antara kalian sudah memiliki rencana untuk masa depan kalian, dan mungkin beberapa diantara kalian masih belum memiliki rencana pasti tentang apa yang akan kalian lakukan ke depannya," kata Gino membuka pembicaraan dengan menggunakan mikrofon.
"Terlepas apa yang akan kalian lakukan, izinkan aku memberikan satu pilihan lagi kepada kalian," sambung Gino.
Para korban terlihat saling menatap satu sama lain, mereka mencoba menebak pilihan yang akan diberikan Gino kepada mereka.
"Bagaimana jika kalian menikah?" kata Gino sambil tersenyum kepada para wanita muda itu.
Mereka semua terlihat kaget mendengar perkataan Gino, namun itu terjadi hanya sesaat, mereka semua terlihat saling berdiskusi, setelah selesai, sambil tersenyum mereka kompak menjawab, "Kami setuju dengan pilihan Kak Gino."
"Baguslah kalau begitu," balas Gino disertai senyuman menghiasi wajahnya.
"Kak Gino!" panggil salah satu wanita sambil mengangkat tangannya.
Gino mempersilahkan wanita muda itu berbicara.
"Istri pertama?" Gino tampak kebingungan, dia tidak mengerti maksud dari perkataan wanita muda itu.
"Iya, bukankah Kak Gino akan menikahi kami semua?" tanya Gadis itu kembali.
Tristan, Haris dan Faiz sontak tertawa mendengar perkataan gadis muda itu, beberapa bawahan Haris dan Faiz yang berjaga juga terlihat menunduk sambil menahan tawa mereka.
"Hahaha, akan sangat menyenangkan jika aku bisa menikahi gadis-gadis cantik seperti kalian, sayangnya bukan aku yang akan menjadi calon pengantin kalian," kata Gino sambil tertawa.
"Lalu siapa yang akan menikahi kami?" tanya wanita muda lainnya dengan penasaran.
Faiz yang masih tertawa kecil menghampiri Gino, dia membisikkan, "Tuan Muda mereka sudah datang," kata Faiz yang langsung mundur kembali ke tempatnya setelah menyampaikan itu kepada Gino.
Setelah mendengar informasi dari Faiz, Gino menoleh ke 21 wanita muda yang sedang ke bingungan di depannya, Gino tersenyum kepada mereka, sambil menunjuk jendela di aula hotel itu, dia berkata, "Silahkan lihat calon pengantin kalian."
Para wanita muda itu bersama-sama menuju ke bagian jendela yang ada di aula itu, mereka semua sontak terkejut ketika melihat konvoi mobil mewah yang rata-rata memiliki harga 20 Milyar keatas berhenti di depan Golden Snow Hotel.
__ADS_1
Mereka kembali terkejut saat melihat, pria-pria muda yang memiliki paras tampan turun dari jajaran mobil mewah yang sedang parkir di depan hotel.
Para wanita muda yang juga sudah melihat berita pagi tadi, langsung bisa mengenali sosok para pria yang seumuran dengan mereka itu.
"Bukankah mereka ini yang masuk berita pagi tadi?" kata salah seorang dari wanita muda itu.
"Jangan bilang mereka yang akan menjadi calon suami kita," kata wanita muda yang lainnya sambil terperangah.
"Sepertinya kalian sudah melihat para calon mempelai pria yang akan menikahi kalian," kata Gino.
Sesaat setelah Gino mengatakan itu, layar besar yang berada di dalam aula itu tiba-tiba menyala dan menampilkan 21 wajah pria yang akan menjadi calon suami mereka.
Para wanita muda itu langsung takjub melihat layar besar yang ada di depan mereka. Dari ekspresi wajah mereka, tidak ada yang berniat untuk menolak rencana Gino.
"Sayangnya kalian tidak bisa memilih mereka, tapi merekalah yang akan memilih kalian, jika nantinya ada yang menolak, silahkan beritahukan kepadaku." kata Gino sambil tersenyum lembut kepada para wanita muda itu.
Ting! Bunyi lift terdengar, satu persatu para pria tampan bawahan Gino mulai memasuki aula hotel itu.
Semua mata yang berada di dalam aula hotel kompak menoleh ke pintu masuk, mereka semua memandangi para pria muda itu masuk dan berbaris rapi di bagian belakang aula.
"Jika ada yang ingin menolak rencana ini, silahkan maju kedepan," kata Gino kepada para wanita muda itu.
Tidak ada jawaban yang terdengar, itu menandakan jika semua wanita muda yang ada ditempat itu sudah benar-benar menyetujui rencana Gino.
"Kak Gino, terima kasih atas kebaikanmu, sayangnya aku merasa tidak pantas untuk di peristri oleh salah satu pria tampan yang ada di sana."
Semua wanita yang ada di tempat itu ikut menunduk lesu, mereka semua setuju dengan apa yang di katakan salah satu rekan mereka.
Sesaat setelah wanita muda itu mengucapkan perkataannya, 21 pria bawahan Gino langsung menyebar dan menghampiri para wanita muda itu, mereka terlihat menghampiri wanita yang menjadi pilihan mereka.
Di saat yang bersamaan para bawahan Gino terlihat memperkenalkan diri mereka kepada wanita yang akan menjadi istri mereka nantinya.
Gino dan Tristan memberikan mereka waktu untuk saling berkenalan, tidak sampai 10 menit, para bawahan Gino terlihat sudan menaklukkan para wanita muda itu, beberapa wanita tampak berderai airmata saat berinteraksi dengan bawahan Gino, beberapa lainnya terlihat langsung memeluk calon suami mereka.
Para keluarga 21 wanita muda yang menyaksikan itu dibuat terkagum-kagum melihat kepiawaian bawahan Gino, tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka bisa menenangkan sekaligus merebut hati putri-putri mereka. Dalam hati mereka semua ada perasaan sedikit cemas, mereka takut jika putrinya nanti hanya di permainkan oleh pria-pria ini.
"Sepertinya kalian semua sudah mencapai kesepakatan, untuk itu aku akan menyerahkan ini kepada Kak Tristan, sepertinya ada hal yang perlu dia sampaikan kepada kalian," kata Gino yang lalu memberikan mikrofon yang sedang dia pegang kepada Tristan.
Tristan maju ke depan, dengan wajah yang terlihat sangat serius, dia berkata, "Untuk para calon mempelai pria yang ada disini, jika kalian melakukan ini hanya karena takut atau ingin mencari muka kepada keluarga Yaroslavku aku sarankan sebaiknya kalian mundur sekarang juga!"
Tepat setelah Tristan mengatakan itu Haris terlihat mengangkat tangannya memberikan kode kepada bawahannya yang rata-rata memiliki jabatan jauh lebih tinggi di keluarga Yaroslav dibandingkan 21 pria muda bawahan Gino.
Para bawahan Haris terlihat menghampiri 21 bawahan Gino sambil mengeluarkan pistol berjenis FN.
__ADS_1
Gino terlihat sangat panik saat menyaksikan pemandangan itu, namun dia tidak berani melarang ataupun mencegah Tristan melakukan aksinya.
__