Akulah Yang Memilihmu

Akulah Yang Memilihmu
Bab 65 : Ratu Gengster?


__ADS_3

Setelah Damar menyelesaikan urusannya dengan Tristan, mereka berdua langsung bergabung dengan yang lainnya.


Tristan juga meminta maaf kepada Bisma dan Suryo karena kepergiannya 5 tahun yang lalu tanpa mengabari mereka berdua.


Suara canda tawa terdengar dari halaman rumah Bisma, suasana kekeluargaan begitu terasa, Tristan benar-benar merasa beruntung karena dikelilingi orang-orang baik dan sangat perhatian kepadanya.


Secara bergantian mereka menyampaikan lhal-hal yang Tristan lewatkan selama 5 tahun terakhir.


Menggunakan uang yang diberikan Tristan, Suryo membuka bisnis ayam petelur di Bogor, dia mempekerjakan semua petugas kebersihan yang dulu bekerja di Tirta Wira Perkasa.


Nindya juga akhirnya bisa melanjutkan kuliahnya di Amerika berkat uang pemberian Tristan.


Beda halnya dengan Suryo, Bisma dan Bimo sedikit kurang beruntung.


Dua tahun setelah kepergian Tristan, Bimo dan Bisma masing-masing diberikan saham 4% oleh Kakek Tristan, Hartono Prabaswara.


Bisma dan Bimo sebenarnya sudah menolak namun kakek Tristan memaksa agar mereka berdua menerima saham itu, hal itu membuat Bisma dan Bimo masuk kedalam Dewan Direksi Tirta Baskara Group.


Purwadi tentu saja tidak senang dengan hal itu, berkali-kali Purwadi dan teman-temannya terus mempermalukan Bisma dan Bimo ketika Rapat Dewan Direksi berlangsung.


Purwadi juga terus mencari cara agar Bisma dan Bimo keluar dari Tirta Baskara Group. Namun usaha Purwadi selalu menemui jalan buntu, itu karena keluarga Prabaswara terus melindungi Bisma dan Bimo.


Beberapa bulan terakhir ini, niat Purwadi untuk menyingkirkan Bisma dan Bimo seperti mendapat angin segar, itu setelah Purwadi bertemu salah satu teman lamanya yang ternyata adalah keluarga pengusaha kaya yang memiliki bisnis yang tersebar di seluruh Asia.


Dengan dukungan dari teman lamanya, Purwadi yang dulu selalu tunduk kepada keluarga Prabaswara akhirnya mulai bertingkah dan berbuat semaunya, dia bahkan sesumbar jika dia akan mengambil alih Tirta Baskara Group milik keluarga Prabaswara.

__ADS_1


Keluarga Prabaswara tentu saja marah melihat tingkah laku Purwadi yang semakin sombong, namun ketika keluarga Prabaswara ingin bertindak, teman Purwadi akan langsung menekan Tirta Baskara Group.


Dengan kekayaan yang dimiliki oleh teman Purwadi, mereka dapat membuat nilai saham Tirta Baskara Group anjlok, karena hal itulah akhirnya keluarga Prabaswara mau tidak mau menahan diri melihat kelakuan Purwadi yang semakin angkuh.


Bisma dan Bimo terlihat sesekali menghela nafas panjang saat menceritakan hal itu kepada Tristan, alasan mereka berdua menolak saham pemberian Kakek Tristan karena mereka takut jika hal seperti ini terjadi, mereka berdua tidak mau jika Keluarga Prabaswara terkena masalah karena dendam Purwadi kepada mereka berdua.


Tristan terlihat beberapa kali berdecak kesal mendengar cerita Bisma dan Bimo, dia tidak menyangka jika Purwadi akan berani melawan keluarga Kakeknya.


Kabar mengejutkan juga datang dari Damar, dia diminta oleh keluarga Prabaswara untuk bekerja di Tirta Wira Perkasa, perusahaan yang dulu dipimpin oleh Tristan, alasan permintaan itu sederhana, sambil bekerja ditempat itu, Damar diminta oleh keluarga Prabaswara untuk mengawasi gerak-gerik komplotan Purwadi.


"Benar-benar keterlaluan si Purwadi," keluh Tristan sambil mendengus kecil.


"Jangan membebani pikiranmu dengan hal itu, kamu baru saja pulang, nikmati waktumu bersama Tiysa," kata Bisma sambil menepuk-nepuk halus pundak Tristan.


"Baik Paman," jawab Tristan sambil tersenyum.


Sejak tadi Kirana dan Tiysa sibuk menyiapkan makanan di dapur sehingga mereka berdua melewatkan pembicaraan yang baru saja terjadi.


Tristan dan Damar langsung beranjak menghampiri Tiysa dan Ibunya, mereka berdua ikut membantu untuk mengatur hidangan di atas meja.


"Kami membahas tentang Purwadi," jawab Bimo.


"Purwadi? Jangan-jangan kalian membahas tentang Gea," protes Tiysa sambil mengernyitkan alisnya. Dia yang juga sudah mengetahui jika Gea adalah anak Purwadi tiba-tiba menjadi cemburu mendengar nama ayah Gea disebut.


"Hahaha." Semua yang mendengar ucapan Tiysa sontak tertawa, mereka bisa melihat jika Tiysa benar-benar sensitif ketika mendengar nama keluarga Gea disebut.

__ADS_1


"Ratu... kami tidak sedang membicarakan tentang Gea, kamu tenang saja," kata Damar sambil tertawa.


"Ratu?" Tristan sontak menoleh ke Damar ketika dia mendengar Damar memanggil Tiysa dengan sebutan Ratu.


"Oh, iya mungkin Tiysa tidak pernah memberitahu kamu sebelumnya, dulu sewaktuTiysa masih SMA dia dikenal sebagai Ratu Gengst-"


Buk!


Belum sempat Damar menyelesaikan ucapannya Tiysa sudah menendang pantat Damar.


"Aduh...." pekik Damar sambil tertawa.


"Damar jangan berbicara yang tidak-tidak kepada Tristan," seru Tiysa dengan mata melotot menatap Damar.


Damar mundur beberapa langkah menjauh dari Tiysa, setelah Damar merasa sudah berada di jarak yang aman, sambil sedikit berteriak dia berkata, "Tristan! Calon istrimu adalah Ratu Gengster di SMA kami dahulu."


"Damar... kamu...." Tiysa melepas high hells yang sedang dia kenakan dan langsung mengejar Damar yang berlari menghindarinya.


Di halaman rumah Bisma yang cukup luas, Damar terus berlari sambil tertawa menghindari Tiysa.


Semua yang berada di tempat itu tertawa melihat kelakuan Damar dan Tiysa yang memang sudah seperti saudara sejak mereka masih kecil.


Tristan bahkan terlihat mengusap airmatanya yang keluar karena tertawa melihat kelakuan mereka berdua.


"Ratu Gangster, aku akan menanyakan hal itu nanti kepada Damar," batin Tristan sambil terus tertawa.

__ADS_1



__ADS_2