Akulah Yang Memilihmu

Akulah Yang Memilihmu
Bab 84 : Showroom Baru untuk Yono


__ADS_3

Dari luar, terdengar suara mobil berhenti tepat di depan kediaman Yono.


Tak lama kemudian, Haris muncul sambil tersenyum menyapa mereka.


“Tuan Haris!” teriak Yono sambil melangkah cepat menghampiri Haris, sama ketika dia bertemu Tristan, Yono juga langsung memeluk tubuh Haris yang sedang berdiri di depan pintu rumahnya.


“Yono, kamu benar-benar telah bekerja keras melindungi calon istri tuan muda selama 5 tahun ini, aku benar-benar sangat menghargai kerja kerasmu,” kata Haris sambil menepuk-nepuk pundak Yono.


Yono melepas pelukannya dari Haris, dan berkata, “Tuan Haris, aku melindungi Tiysa bukan hanya karna dia adalah calon istri Tuan Muda Tristan, tapi karena aku sudah menganggap dia seperti keluargaku sendiri,” Yono lalu mempersilakan Haris duduk di ruang tamu.


“Tiysa?” Adelia tampak terkejut ketika mendengar pembicaraan antara Yono dan Haris.


“Ah, istriku, maaf aku lupa menyampaikan kepadamu, calon istri Tuan Muda Tristan adalah Tiysa yang sering datang mengunjungi putri kita,” kata Yono menjelaskan.


Adelia tersenyum lembut mendengar perkataan suaminya, dia akhirnya mengetahui sosok pria yang selalu menjadi bahan curahan hati Tiysa ketika bercerita dengannya.


Adelia lalu menghampiri Haris untuk memperkenalkan dirinya, setelah itu dia kembali duduk di sofa bersama suaminya.


Ketika sedang bercanda dengan putri Yono, mata Tristan tak sengaja menatap kalender yang berada di ruang tamu Yono, dia melihat tanggal 8 yang dilingkari menggunakan spidol berwarna merah dengan nama Trisha di bagian bawah angka itu.


“Yono, ini?” kata Tristan sambil menunjuk tanggal 8 yang dilingkari.


Yono beranjak dan menghampiri Tristan lalu melihat tanggal yang di tunjuk oleh Tristan.


“Itu tanggal ulang tahun putri kami,” jawab Yono.


“Bukankah itu besok?” tanya Tristan.


“Iya Tuan Muda,” jawab Yono sambil memainkan tangan putrinya yang sedang di gendong oleh Tristan.


“Hahaha, sudah kukatakan jika putri kalian memiliki keberuntungan yang sangat banyak”


Yono dan istrinya tersenyum mendengar ucapan Tristan, “Iya Tuan Muda, sehari sebelum ulang tahunnya yang ke empat, utang kedua orang tuanya tiba-tiba lunas, dia benar-benar bintang keberuntungan kami berdua,” kata Yono.


“Kalau begitu mari kita rayakan ulang tahun Trisha di showroom mobil mewah baru milikmu.”


“Showroom baru?” Yono tampak kebingungan dengan perkataan Tristan.


Haris beranjak dari duduknya dan menghampiri Yono, dia mengeluarkan sebuah map dari balik jas mewah yang dia kenakan dan memberikan map itu kepada Yono.

__ADS_1


Yono menerima berkas yang diberikan Haris dengan penuh tanda tanya, namun ketika dia melihat isi dalam berkas itu, tangannya langsung bergetar, matanya kembali berkaca-kaca.


“Tuan muda ini....”


“Trisha memang anak yang sangat beruntung,” kata Tristan sambil tersenyum kepada Yono.


Yono mengangguk pelan, airmatanya kembali tumpah membasahi pipinya.


“Maafkan aku tuan muda, hari ini aku terlalu banyak meneteskan airmata,” kata Yono sambil mengusap airmatanya.


Adelia bangkit dari duduknya dan langsung menghampiri suaminya, dia lalu melihat berkas yang berada di tangan suaminya.


“Suamiku... ini....”


Yono mengangguk pelan, Adelia juga ikut menitikkan airmata, hari ini keberuntungan mereka seakan datang terus-menerus, bukan hanya utang mereka yang telah lunas, kini, usaha suaminya mendapatkan angin segar, suaminya akhirnya bisa kembali menggeluti bisnis mobil mewah yang memang menjadi hobinya.


Berkas yang dipegang suaminya adalah sertifikat hak milik atas nama suaminya untuk bangunan baru yang terletak di Jakarta selatan, di dalam map itu juga ada gambar denah dan foto dari bangunan itu.


Sewaktu Haris bertemu dengan beberapa presdir Bank untuk melunasi utang Yono, dia bertanya kepada mereka lokasi yang bagus untuk dijadikan showroom mobil mewah, beberapa Presdir yang di temui haris menyarankan sebuah bangunan baru yang terletak di Jakarta Selatan.


Semua tentu saja sesuai dengan perintah Tristan, dia ingin membayar kesetiaan yang telah Yono tunjukkan selama 5 tahun ini.


“Tuan Muda Tristan, terima kasih....” Adelia yang sudah mengetahui status Tristan dengan cepat mengubah caranya memanggil Tristan dengan menambahkan kata ‘Tuan Muda’ di bagian depan.


Adelia tersenyum mendengar perkataan Tristan, dia benar-benar kagum dengan keramahan yang di tunjukkan Tristan kepadanya, dalam hati dia ikut merasa senang mengetahui jika Tiysa mempunyai calon suami seperti Tristan.


“Trisha, besok adalah ulang tahunmu, kamu ingin hadiah apa?” tanya Tristan.


Trisha yang sedang di gendong Tristan kembali menatap langit-langit, matanya mengerling mencari jawaban pertanyaan Tristan.


Haris, Yono, Adelia dan Tristan tertawa melihat ekspresi wajah gadis kecil itu, mereka semua tentu saja bisa menebak apa yang diinginkan anak-anak seusianya.


“Mainan... Paman, aku mau mainan yang banyak!” Trisha tampak sangat bersemangat saat menyampaikan jawabannya kepada Tristan.


“Sebanyak apa?” tanya Tristan.


“Banyak sekali!” teriak Trisha dengan suara melengking.


Semua orang tertawa mendengar jawaban Trisha. Yono dan Adelia tidak akan pernah menyangka jika permintaan putrinya akan benar-benar menjadi kenyataan.

__ADS_1


__


Keesokan harinya...


Tristan membuka matanya, dia melirik jam yang berada di tembok kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 09: 22, dia benar-benar bangun terlambat hari ini, hal itu karena semalam dia menghabiskan waktunya dengan menemui beberapa bawahan Haris yang mengelola banyak perusahaan keluarga Yaroslav di Indonesia.


Tristan berencana menggunakan perusahaan milik bawahan Haris yang berada di Indonesia untuk menyerang saham Elegantio Premium Car yang telah menjatuhkan Yono.


Dia tidak perlu mengotori tangannya hanya untuk menjatuhkan perusahaan sekelas itu, karena itu lah dia meminta perusahaan bawahan Haris untuk bersiap melakukan serangan saat waktunya tiba.


Samar-samar terdengar suara seseorang sedang beraktivitas di dapur, Tristan pun segera bangun dan menuju dapur apartemennya.


“Tiysa?” Tristan sedikit terkejut melihat Tiysa sedang menyiapkan sarapan di dapur, karena tertidur lelap dia jadi tidak menyadari jika Tiysa sudah kembali dari Bogor.


“Sayang, kamu sebaiknya mandi dulu sambil aku menyiapkan sarapan untuk kita berdua,” kata Tiysa


“Baiklah,” jawab Tristan.


Beberapa saat kemudian, Tristan telah selesai mandi, dia juga telah berganti pakaian.


Tiysa yang sedang menyiapkan makanan juga sudah berganti pakaian, mereka berdua lalu sarapan bersama.


“Bukankah kamu akan menginap beberapa hari di Bogor?”


“Iya, rencananya seperti itu, namun kemarin malam, Yono menghubungi semua karyawannya dan meminta kami berkumpul di kantornya hari ini,” kata Tiysa.


“Ohh....” Tristan menganggukkan kepalanya, dia kembali menyantap hidangan yang disiapkan Tiysa.


“Bagaimana denganmu sayang? Apa urusanmu berjalan lancar?”


“Iya, aku juga sudah mendapatkan pekerjaan,” jawab Tristan.


“Benarkah? Itu patut dirayakan,” seru Tiysa bersemangat.


“Tentu saja, nanti kita rayakan setelah kamu menyelesaikan urusanmu di kantor Yono,” balas Tristan.


“Bagaimana dengan Nindya?”


“Mungkin lusa, Damar yang akan mengantar Nindya kembali ke Jakarta,” kata Tiysa.

__ADS_1


Setelah sarapan, Tiysa bersiap untuk berangkat ke kantor Yono, tak lupa dia mengecup mesra bibir kekasihnya sebelum meninggalkan apartemen Tristan.


__


__ADS_2