
Arjun tampak tertawa terbahak-bahak di dalam ruangan ayahnya. Ketika di layar besar dia sedang memperhatikan orang-orang yang dia kurung di dalam ruang meeting saat ini sedang ribut dan pada ketakutan dengan ancaman dirinya.
"Hahaha ternyata begitu mudah membodohi orang-orang bodoh itu Padahal mereka hanya meminum air putih biasa hahaha ternyata begini menyenangkan mempermainkan orang-orang jahat itu!" itu adalah strategi yang dibuat oleh Arjun dan juga asisten ayahnya.
Obat penawar yang dikatakan oleh asistennya itu pun hanyalah air putih biasa. Racun mematikan yang dikatakan oleh arjun pun hanya air putih saja. Semua drama itu hanya untuk menakut-nakuti orang-orang yang sudah bersikap khianat terhadap ayahnya.
"Bagus juga ide dari asistennya Papa ini. Aku sekarang jadi memiliki tontonan gratis yang begini menyenangkan!" ucap arjun sambil terus menatap layar besar yang saat ini sedang memperlihatkan orang-orang culas itu sedang sibuk memberikan tanda tangannya kepada asistennya arjun.
sesuai instruksi dari dari Arjun orang yang selesai mendatangani MOU kesetiaan dan juga mengembalikan aset yang sudah dicuri oleh mereka dari perusahaan maka akan diberikan obat penawar berupa air putih yang lain dari tangan sekretaris ayahnya Arjun.
Sejak tadi Arjun terus tertawa terbahak-bahak melihat orang-orang yang tampak sangat ketakutan dengan ancaman Arjun yang mengatakan bahwa mereka semua telah meminum racun mematikan.
__ADS_1
"Benar-benar orang-orang bodoh!" Arjun terus tertawa terpingkal-pingkal menyaksikan semua drama yang ada di dalam ruangan itu.
"Ini sudah 1 jam. Aku harus segera kembali ke ruangan itu dan tentu saja. aku harus merayakan kemenanganku hari ini!" ucap Arjun sangat bahagia.
Kemudian dengan langkah gagah dan penuh percaya diri. Arjun langsung masuk ke dalam ruangan rapat yang tadi dikunci oleh para Security dan juga para Bodyguard ayahnya.
"Bagaimana Apakah mereka semua sudah mendatangani MOU itu?" tanya Arjun sambil menatap sinis kepada orang-orang yang tampak ketakutan melihatnya.
Orang-orang yang telah berani mati karena mau menghianati ayahnya dan berniat untuk menghancurkan perusahaan ayahnya.
"Kau sungguh benar-benar seorang laki-laki yang kejam! Bagaimana mungkin kau tega memberikan racun mematikan kepada kami?" ucap salah seorang dewan direksi sambil menatap benci kepada Arjun.
__ADS_1
Karena dia harus merelakan uang miliaran yang susah payah dia dapatkan dari perusahaan Itu. Hanya gara-gara Arjun memberikan mereka racun entah kapan dia lakukan itu padahal sejak tadi Arjun selalu bersama mereka
"Aku hanya membalas perbuatan jahat kalian terhadap Ayahku. Aku rasa perbuatanku ini tidak ada apa-apanya dengan kejahatan kalian menipu Ayahku selama bertahun-tahun di belakangnya! Kalian manusia-manusia culas yang tidak tahu diri, yang sudah diberikan kesempatan pekerjaan oleh Ayahku. Tetapi kalian malah mencuri dan berkorupsi dan berniat untuk menghancurkan perusahaan ayahku!" ucap Arjun dengan tatapan penuh kebencian terhadap mereka semua sehingga mereka menggigil ketakutan.
"Berikan sini surat mou-nya dan yang tidak menandatangani surut ini, suruh untuk berdiri di pojok sana!" ucap arjun memberikan perintah kepada sekertaris ayahnya yang saat ini sedang sibuk mengumpulkan tanda tangan. Para dewan direksi dan juga para pemegang saham yang ada di perusahaan milik ayahnya Arjun.
"Bagus sekali! Ini hampir 100% dari kalian meminta maaf terhadap perusahaan. Aku akan mengampuni kalian semua. Sekarang kalian pulanglah. Minumlah air putih yang sebanyak-banyaknya. Setelah itu tidur sampai besok pagi. Saya jamin bahwa racun itu sudah menghilang dari tubuh anda!" ucap Arjun memberikan perintah kepada mereka semua untuk segera meninggalkan kantor dan pergi tidur di rumah mereka masing-masing untuk beristirahat.
Orang-orang yang hadir di ruang rapat itu tampak lucu dan bingung dengan perintah yang diberikan oleh Arjun. Karena sejak tadi mereka hanya diberikan air putih oleh Seksretarisnya ayahnya Arjun untuk diminum semuanya oleh mereka sampai tandas.
"Kenapa kami yang katanya mempunyai racun mematikan, hanya diobati dengan air putih saja?" tanya salah seorang direktur personalia terhadap teman yang lain.
__ADS_1
"Entahlah itu kan racun milik Tuan Arjun. Jadi hanya dia yang tahu apa penawar dari racun itu. Bisa saja kan kalau tuan Arjun sudah mencampurkan obat penawar di dalam air minum itu untuk menjadi penawar kita semua?" tanya salah seorang sahabat yang biasanya selalu berkumpul dengan