
Setelah dua jam mengantri, akhirnya nama Qiara di panggil juga. Qiara sudah risi dari tadi emak-emak julid terus saja menatap dirinya dan David.
Bertanya banyak hal kepadanya, membuat risi.
David itu emang ganteng gak ketulungan, maklum saja, wajah oriental nya memang eksotis. Darah campuran Indonesia - Meksiko. Kegagahan David tidak bisa di bantah. Mereka mengira David adalah suami Qiara. Jadi pada iri gitu.
"Ih, suaminya ganteng banget, masa Istrinya biasa aja, pantesnya itu laki ma model atau artis yang jadi bininya" ( Dalam bahasa Meksiko ya, mohon maaf, author ga bisa bahasa Meksiko, lagi pula pembaca kita, orang Indonesia)
"Mau ah, kalau aku jodohkan adikku ma cowok seganteng itu, gak apa-apa deh, jadi istri yang kedua!" ucap ibu julid sebelahnya.
"Ya, ampun, itu emak-emak, segitu lakinya di sampingnya, masih sempat julidin laki di sebelah orang lain, ckckckck!" decik Qiara kesal.
David dari tadi hanya tersenyum menanggapi omongan ibu-ibu tersebut.
"Loe gak usah ikut gue kontrol lagi, gue risi setiap bawa loe! Banyak yang nistain gue gara-gara loe!" protes Qiara kesal, jengkel dan marah.
"Udah, gak usah dipikirkan, ayo kita masuk!" David membimbing Qiara ke dalam ruangan dengan sangat telaten dan hati-hati, membuat para ibu-ibu di luar tambah heboh dibuatnya.
"Omo Omo.. Hot Daddy!" mau dong dikarungin!
Ucap salah seorang ibu-ibu yang hanya sendirian tanpa di dampingi suaminya.
"Cemburu aku, sama itu istrinya, kalau aku, gak akan aku ajak suamiku ke tempat umum, gak rela aku suamiku di lihatin orang-orang!"
"Heeh, gimana ya, rasanya punya suami setampan dan seganteng itu?"
Berbagai komentar netizens, Eh, emak-emak, silih sahut menyahut masih berlangsung. Bahkan sampai David dan Qiara sudah masuk ke dalam sana, masih ramai membicarakan David.
"Selamat datang, ibu Qiara, aduh, suaminya masih setia mendampingi, Ibu Qiara sungguh beruntung sekali memiliki suami yang ganteng dan juga perhatian sama istri. Selalu jadi suami siaga!"
__ADS_1
'Waduh, sampai ibu dokter juga jadi netizens!' bathin Qiara terkejut. Qiara melihat David hanya tersenyum saja, gak tahu kenapa, tuh orang satu sejak pertama datang ke klinik ini, gak kau juga klarifikasi bahwa dia bukan suami Qiara. Aneh!
"Kandungannya sehat, ya. Ingat harus banyak olahraga, dedek bayinya harus sering di tengok ya Hot Daddy, biar nanti melahirkannya mudah!" pesan Bu dokter yang malah membuat keduanya jadi tersipu malu.
"Di tengok dede bayinya? Gimana caranya?" tanya David gak paham.
"Harus sering hubungan suami istri, Bapak! Masa gak paham maksudnya?" sontak David dan Qiara tersenyum canggung. Merasa malu dan salah tingkah. Bahkan sampai di mobil mereka masih saling diam. Ada-ada aja sih, Bu dokternya. Hehehe. Bikin David pikirkannya jadi traveling.
"Bu dokter bilang, dedek bayinya harus sering di tengokin, biar gampang lahirnya. Lah loe, sejak kesini dedek bayinya gak pernah ada yang tengok! Gimana nanti kamu melahirkannya?" tanya David.
"Ih, dasar Nyebelin!" Qiara memukul lengan David.
"Aku nanya bener, loh! Gimana nanti anak loe, kan loe sudah lama gak pernah di tengokin MA bapaknya dede bayi!" ucap David tambah gamlang dan pastinya sukses membuat Qiara jadi malu.
"Udah, ah! Jangan ngomongin gituan Mulu! Emang loe mau nengokin Dede bayinya?" tanya Qiara isengin David.
"Ih, maunya!" ucap Qiara langsung bersemu mukanya. David hanya tertawa melihat Qiara.
"Mau, gak? Gue tolong deh, nengokin Dede bayinya, biar nanti gampang loe lahiran!" David terus menggoda Qiara yang mukanya udah kaya kepiting rebus. Qiara jadi tambah menggemaskan.
"Kagak! Emang gue cewek apaan! Lagian bukan loe, bapaknya anak gue!" ucap Qiara sewot.
"Hehehe! Gue mau kok, dijadiin bapak anak loe, sumpah deh!" ucap David lagi.
"Udah, ya! Gak usah godain Mulu! Loe kawin ma noh, ibu-ibu julid di klinik tadi. Pasti mau banget tuh, bayinya loe tengokin satu-satu!" balas Qiara geram sambil melotot matanya.
"Gak mau ah, gue maunya MA loe!" balas David.
"Ih, dasar mesum!" Qiara memukul lengan David dengan sebal, David memegang tangan Qiara, dan mereka saling tatap. Dalam situasi syahdu, David semakin mendekati wajah Qiara. Sedikit demi sedikit, sampai akhirnya berhasil mencium bibir Qiara dengan lembut. Qiara yang masih terpesona, dalam hitungan detik otaknya serasa tumpul, hingga larut dalam ciuman David yang semakin menuntun dan minta lebih dan lebih. Tangan David sudah mulai menjalar ke tengkuk Qiara, merinding rasanya. Sampai pada saat David hendak membuka pakaiannya, Qiara tersadar dan langsung mendorong tubuh David dari sisinya.
__ADS_1
Hampir saja!
"Ayo kita pulang, malu kalau dilihatin orang, kita kaya gini di parkiran!" ucap Qiara bersemu malu.
"Maaf, Qi! Gue khilaf, ucapan dokter tadi, benar-benar sukses bikin otak gue traveling ke mana-mana! Udah, yuk kita pulang! Jali aja Gus beruntung bisa lanjutkan acara nengok deds bayinya!" harap David.
"Enak, aja! Ayo cepat pulang!" perintah Qiara jadi Canggung.
'Ya Allah, hampir saja, hamba berbuat zina! Lindungi hamba selalu ya Allah! Berdekatan dengan mahkul setampan David, lama-lama bikin hilang kewarasan memang!" rutuk Qiara dalam hati, sambil geleng-geleng kepalanya.
"Kamu kenapa, Qi?" tanya David heren.
"Gak apa-apa! Oh, ya! Bulan depan loe gak usah ikut gue ke klinik lagi!" ucap Qiara kasih ultimatum buat David secara tiba-tiba.
"Ya gak boleh gitu dong, Qi! Bulan depan itu, justru gue harus tambah siaga MA loe. Gue malah berencana mo ijin ke Grandfa sama orang tua kamu, buat nginep di Panthouse loe. Biar bisa jagain loe 24 jam." ucap David.
"Gue ogah, loe jagain! Nanti bukannya di jagain, loe malah perkosa gue! Idih.. gak ya! Ogah gue berbuat zina!" Qiara bergidik rasanya.
"Hahahaha!" David tertawa terbahak-bahak.
"Ketawa lagi! Dasar Nyebelin!" Qiara memukul lengan David lagi, Eh, malah di tangkap sama David, dan di cium mesra oleh David.
"Qi, habis melahirkan, loe minta cerai ama Kevin ya, gue siap nikahin loe secara resmi!" tiba-tiba David berkata hal ajaib itu, Untung udah di parkiran Panthouse nya.
"Emang, loe cinta MA gue? Kok bisa?" tanya Qiara gak percaya. Soalnya David ini selalu ngeprank dirinya, super super jahil pokoknya.
"Gue sejak lama, jatuh cinta MA loe! Cuma, loe selalu fokus MA Kevin. Jadinya gue mundur alon-alon. Pas loe kabur dari Kevin, gue pikir, ini kesempatan yang Allah kasih buat gue. Mau ya, loe cerai MA Kevin, kan kita juga udah di jodohkan sejak kita bayi!" pinta David syahdu.
Membuat hati Qiara jadi kebat kebit. Cinta Qiara untuk Kevin memang telah terkikis habis, setelah hari itu. Hanya tersisa kebencian dan dendam. Sudah malas memikirkan Kevin dalam hidupnya.
__ADS_1