Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
14. Usaha David menolong Qiara


__ADS_3

Setelah merasa cukup menenangkan hatinya, David pergi dari toilet dan menemui Susan yang sudah mulai merajuk karena dirinya yang berlama-lama di toilet. David memang membutuhkan waktu lama di sana, karena dia perlu mengatur anak buahnya dalam usahanya menolong Qiara untuk bertemu dengan orang tuanya.


Berdasarkan kesepakatan, David akan membantu Qiara untuk bertemu dengan Andi Pratama dan juga istrinya di hotel milik keluarganya, yang secara diam-diam David kelola, agar Susan tidak curiga terhadap dirinya. David tidak mau kalau Susan dan keluarganya tahu kalau dia juga berasal dari keluarga kaya raya, yang mempunyai banyak bisnis di berbagai negara.


Saham David di perusahaan Pratama Group saja sekarang sudah hampir 35%, David menjadi pemegang saham nomor dua setelah Pak Andi Pratama sebagai owner Pratama Group.


"Kamu lama sekali sih sayang, aku jadi kesal dan kehilangan nafsu makan ku," Susan bergelayut manja di lengan David dan mencoba mencium bibir David lagi. Tapi David segera menjauh dari Susan. Peringatan dari pengawal Grandfa cukup membuat dirinya merinding disko.


"Tahanlah dirimu sayang, kita bukankah sudah sepakat untuk menyembunyikan hubungan kita di depan publik ya? Itu mau kamu loh sayang, bukan mau aku. Tapi kenapa sekarang malah kamu yang begini? Aku jadi gak habis pikir sama kamu," David menyatakan protesnya pada Susan.


'Kalau dahulu Susan begini, aku pasti sangat bahagia, ahhhhhh kalau cinta sudah tidak pada tempatnya. Semua jadi berbeda rasanya.' David mengeluh dalam hatinya, dia juga sudah mulai pusing dengan kelakuan Susan yang seenaknya saja membelanjakan kartu kreditnya kemarin tanpa mengatakan apapun kepadanya. 200 juta tagihan yang masuk ke ponselnya kemarin. Entah belanja apa saja, David jadi kesal.


Mereka selesai dengan makan siang, saat di kasir, David mendekati Susan. "Sayang, maafkan aku. Aku lupa tidak membawa dompetku. Kamu sih, tadi buru-buru sekali menarik aku pergi. Bisa pinjam dulu kartu kredit yang dulu aku kasih ke kamu?" David berusaha sealami mungkin, agar Susan tidak curiga dengan niatnya untuk mengambil kembali kartu kredit tersebut.


"Maaf sayang, kalau sampai Grandfa menerima laporan penggunaan kartu kredit kemarin dan tahu itu adalah kamu yang menggunakan, bisa habis aku sama Grandfa," Bathin David sambil mengulas senyumnya yang termanis agar Susan tidak curiga kepadanya dan mau memberikan kartu tersebut.


Susan dengan senang hati mengeluarkan kartu kredit yang sebenarnya memang milik David. Dia juga merasa tidak enak dengan orang-orang yang mengantri mau membayar makanan mereka juga tentu saja.

__ADS_1


Setelah membayar makanan mereka David langsung memasukan kartu tersebut ke saku jasnya. Lalu melenggang pergi meninggalkan Susan di belakang. Susan berlari mengejar, sampai terengah-engah saat dirinya berhasil mengejar David di mobilnya.


"Ko kamu ninggalin aku sih sayang?" Susan protes dan langsung membuka pintu mobil David, kwatir di tinggalkan lagi.


"Maaf sayang, tadi aku sangat buru-buru. Aku sudah di tungguin sama Grandfa aku, beliau mau datang ke Indonesia. Sekarang dia di bandara," David langsung menancap gas mobilnya, menuju rumah Susan.


Susan yang keheranan kenapa David malahan mengantarkan dirinya ke rumah, bukannya ke bandara bersama akhirnya protes.


"Ko kamu antar aku ke rumah sayang? Kita ga ke bandara sama-sama? Aku kan pengen ketemu dengan Grandfa kamu." Susan tidak mau turun dari mobil David.


"Grandfa bisa membunuhku kalau aku bawa kamu, kenapa sih dia sekarang Nyebelin banget," David menggerutu dalam hati mengingat Grandfa nya dari tadi sudah menelpon terus. Memang David sengaja membuat panggilan Grandfa nya ke mode getar, jadi tidak ada orang yang curiga kalau dapat panggilan dari beliau.


Bagaimanapun dirinya belum siap menyakiti hati Susan, tentang ketidak setujuan Grandfa dan juga Keluarga besarnya akan hubungan dirinya dengan Susan. Apalagi memang ada ikatan pertunangan dengan Qiara, terlepas Qiara sekarang sudah menikah. Ahhhh.. David tambah frustasi saja.


"Ya sudah kalau begitu sayang, besok saja aku bertemu dengan Grandfa. Kamu hati-hati di jalan ya. Love you sayang." Susan mencium bibir David sekilas lalu keluar dari mobil dengan perasaan tidak enak. Susan lupa untuk meminta kembali kartu kredit yang tadi di pinjam oleh David.


Tanpa membalas ucapan Susan, David langsung pergi dari halaman rumah Susan. Ada perasaan sakit seketika saat melihat sikaf David beberapa hari belakangan. Susan merasakan bahwa cinta David sudah tidak sama seperti dulu.

__ADS_1


Tanpa terasa air matanya mengalir, Susan lalu memilih untuk tidur saja di kamarnya. Untuk kembali ke kantor rasanya sudah malas. Energinya rasanya habis terkuras karena David.


Sementara itu, di bandara, Qiara sudah menunggu kedatangan David. Kemarin mereka janjian untuk datang menjemput Grandfa David bersama.


Bagaimanapun Qiara menghargai Grandfa yang menurut cerita David sangat peduli dengan keluarganya. Terbukti dengan Grandfa yang menugaskan beberapa pengawal bayangan di sekitar orang tuanya, yang selalu bersiap sedia kalau mereka dalam bahaya.


Itulah yang membuat orang tua Qiara sampai sekarang masih aman dan hal itu yang membuat mereka yang ingin mencelakai orang tuanya jadi frustasi, karena apapun rencana mereka untuk membunuh orang tuanya selalu gagal.


"David, kau lama sekali, hampir aku pulang tadi." Qiara akhirnya merasa senang dengan kedatangan David, dia tidak pernah bertemu dengan Grandfa nya David, jadi dia kesulitan untuk menjemput beliau.


"Maafkan aku, tadi ada insiden sedikit," David berlari ke arah Qiara dan memberikan senyum terbaiknya. Qiara seketika jadi salah tingkah. Walaupun dia sudah menikah dengan Kevin, tetapi mengingat pertunangan dirinya dengan David, membuat Qiara agak malu juga saat melihat David tersenyum begitu manis padanya.


"Grandfamu yang mana? Jangan-jangan beliau sudah pergi dari sini, karena tidak melihat kamu," Qiara memukul lengan David karena kesal.


David meringis menerima pukulan Qiara yang sebenarnya tidak seberapa itu. "Maaf," David lalu menghembuskan nafas lega saat di kejauhan melihat Grand yang berjalan menuju ke arahnya.


Walaupun sudah berumur 60 tahun, tapi Grandfa masih segar dan bersemangat. Melihat David datang dengan Qiara, hatinya sungguh sangat bahagia.

__ADS_1


Hari ini David memang berencana mempertemukan Grandfa, Qiara dan orang tuanya Qiara. Mereka janjian bertemu satu jam lagi. Jadi masih ada waktu untuk Grandfa istirahat sejanak di hotel milik keluarganya.


Di hotel itu sudah di sediakan kamar khusus untuk keluarganya kalau berkunjung ke Indonesia, di lantai teratas,kelas Presiden suite. Ada dua kamar yang dipersiapkan disana. Di desain sesuai selera istri Grandfa. Grandfa memang sangat mencintai beliau, itu terbukti dengan Grandfa sampai sekarang masih sendirian. Walaupun istrinya sudah meninggal lebih dari lima tahun yang lalu.


__ADS_2