
"Wah, kamu hebat sekali! seru Kevin setelah keluar dari ruangan meeting, memuji Alena. Alena tampak tersipu-sipu, sehingga membuat Pak Agung merasa bahagia.
'Tampaknya, Alena menyukai Pak Kevin! Semoga saja mereka berjodoh! Jadi, kerjasama ini akan berjalan lancar!' bathin pak Agung. Ayahnya Alena. Bahagia membayangkan akan berkesan dengan keluarga AtmaJaya yang terkenal dengan hotelnya.
" Pak Kevin bisa saja! Saya masih harus belajar banyak dari Bapak!" ucap Alena merendahkan dirinya.
"Baiklah, kita akhirnya sampai juga ke waktu untuk berpisah. Saya sangat senang sekali, dengan kerjasama kita. Semoga semuanya lancar, dan kita bisa melakukan kerjasama yang lainnya lagi!" ucap Kevin menutup pertemuan mereka.
"Baiklah, kami permisi!" ucap Arjun, tapi sebelum mereka meninggalkan tempat itu. Tiba-tiba saja Pak Agung menghentikan langkah Arjun dan Kevin. Dengan mengajak makan siang bersama. Awalnya Kevin menolak, tetapi Alena bersikeras untuk makan siang bersama. Hingga akhirnya Kevin pun tidak bisa menolak ajakan tersebut.
Tampaknya, tebakan ayahnya Alena benar, bahwa Alena memiliki ketertarikan terhadap Kevin. Kevin yang memang selalu cuek pembawaannya tampaknya tidak terlalu menggubris ketertarikan tersebut sehingga, Alena tampak kecewa. Dengan sikap Kevin itu.
Alena kemudian melirik kepada Arjun, pria yang tadi dikatakan adalah pewaris Prawira Group. Hatinya mulai tertarik dengan Arjun. Pembawaan pria satu itu, membuat dirinya menjadi bersemangat untuk mengejar pria tampan itu. "Pak Arjun, apakah sudah menikah?" tanya Alena.
"Dia calon suamiku!" tiba-tiba saja Santi sudah berada di sana dan mencekal lengan Arjun. Santi juga mencium bibir Arjun sekilas. Arjun yang terkejut hanya bisa melongo dengan kelakuan yang dilakukan oleh Santi. Santi hanya tersenyum sekilas dan penuh kemenangan. Karena sudah berhasil mencium Arjun. Setelah sekian lamanya Arjun selalu menghindarinya.
"Apa kabar sayang?" ucap Santi sambil memeluk pinggang Arjun dengan posesif. Arjun melotot ke arah Santi. Mau protes, tapi kasihan kepada Santi, takut nanti jatuhnya mempermalukan wanita yang dia cintai itu.
Akhirnya, Arjun hanya bisa menarik tangan Santi dan meninggalkan tempat makan siang itu. Yang membuat Alena menjadi salah tingkah dan gugup. Alena merasa malu karena telah menggoda calon suami perempuan lain.
__ADS_1
Tidak jauh dari tempat makan siang itu, Kevin melihat Qiara bersama David juga sedang masuk restoran yang sama. Dengan tempat mereka makan sekarang. Kevin gugup. Takut kalau Qiara nanti salah paham dengan dirinya yang saat ini sedang makan siang bersama Alena.
Pak Agung sudah pergi dari tadi, karena ingin memberikan waktu berdua bersama Alena dan Kevin dengan alasan bahwa dirinya ada urusan di kantor. Sehingga membiarkan Alena dan Kevin berdua saja.
Kevin salah tingkah juga ketika melihat David kini malah menggandeng tangan Qiara dan malah menuju ke mejanya. Menyapa Kevin dan Alena.
" Wah siapa ini tampaknya ini adalah Tuan Kevin Atmajaya. Apakah dia pacar barumu? Oh ya perkenalkan Ini calon istriku Qiara Pratama!" dengan begitu bangga David memperkenalkan Qiara kepada Kevin dan Alena sebagai calon istrinya.
Qiara dari tadi hanya menunduk saja, rasanya saat ini kalang kabut melihat kenyataan. Bahwa Kevin sekarang sedang makan siang bersama dengan seorang perempuan cantik yang asing baginya.
" Halo saya Alena Agung Prawira!" Alena mengulurkan tangan ke arah David dan Qiara. Qiara hanya mengangguk saja, malas menanggapi perempuan yang saat ini sedang makan siang bersama dengan Kevin, ayah dari putranya.
" Ya sudah! Kami berdua tidak akan mengganggu kalian, untuk menghabiskan quality time kalian brrua, kami permisi dulu. Ayo sayang, kita ke meja yang sudah aku pesan!" dengan begitu mesranya, David memeluk pinggang Qiara dan menggenggam tangannya.
Kevin menghabiskan air putihnya sampai tandas tak bersisa. Demi meredam amarah yang saat ini berkecokol di dalam hatinya. Karena melihat wanita yang dia cintainya kini dikuasai oleh pria yang telah merebutnya secara kejam. David benar-benar telah membangunkan macan tidur. Kevin langsung bangkit dari duduknya.
" Maafkan saya itu Tuan David! Bisakah saya bicara dengan Qiara sebentar? Ada hal yang ingin saya bicarakan dengannya!" ucap Kevin dengan suara gemetar.
Bagaimanapun ini adalah tempat umum. Tidak mungkin bukan kalau David akan menembak Kevin di sana? Itulah yang menguatkan hati Kevin untuk berani mendekati Qiara saat ini. "Kalau calon istriku mau! Silahkan saja!" ucap David dengan percaya diri.
__ADS_1
"Pergilah dari hadapanku! Tidak ada yang perlu kita bicarakan. Saya rasa, semuanya sudah cukup! Pergilah! Partner makan siangmu, sedang menunggumu. Jangan kau habiskan waktumu di sini. Dan juga, jangan kau coba-coba mengganggu makan siang kamu berdua!" ucap Qiara dengan suara yang dingin.
hlHati Kevin mencelos seketika ketika mendengar Qiara mengatakan hal seperti itu, "Dia, hanya rekan bisnisku! Bukan partner makan siangku! Kami hanya makan siang biasa. Kami merayakan kerjasama perusahaan kami! Kau jangan salah paham Qiara!" ucap Kevin mulai panik.
"Dengar ya, Tuan Kevin Atmajaya yang terhormat! Itu bukan urusanku, apakah perempuan itu, partner bisnismu atau patner makan siang kamu! Aku tidak peduli sama sekali! Cepat tinggalkan kami berdua. Karena kami ingin makan siang!" ucap Qiara dengan nada keras karena sudah marah, melihat Kevin makan bersama dengan wanita lain. David tampak tersenyum penuh kemenangan.
"Baiklah, Qi! Aku akan pergi. Tapi kamu harus dengar penjelasan aku. Perempuan itu bukan siapa-siapanya aku. Aku baru ketemu di hari ini, aku nggak ada perasaan apapun sama dia. Kamu harus ingat itu! Aku pergi!" setelah mengatakan itu, Kevin langsung keluar dari restoran. Kevin tdak memperdulikan panggilan Alena yang kemudian berlari mengejarnya, setelah membayar harga makanan yang mereka pesan.
Alena trus berlari mengejar Kevin, menuju mobilnya dan tanpa tahu malu, Alena duduk di samping Kevin. Kevin melirik sekilas pada Alena dan berkata, "Keluarlah dari mobilku! Jangan kau berikan masalah ke dalam hidupku! Gara-gara aku menerima ajakan kamu dan ayahmu, untuk makan siang. Kau lihatlah, Ibu dari anakku jadi salah paham kepadaku!" sengit Kevin jengkel.
"Jadi perempuan tadi itu mantan istri kamu ya? Cantik juga! Pantes saja, bisa buat kamu gila seperti ini!" ledek Alena. Yang sukses membuat hati Kevin jadi mengamuk.
"Keluar dari mobilku, atau aku akan membatalkan kerjasama yang tadi siang kita tanda tangani. Aku serius Arena! Saat ini, aku sedang tidak ingin bercanda dengan kamu! Cepat keluar dari mobilku! Sebelum aku bersikap kasar kepada kamu!" hardik Kevin berusaha untuk tetap sopan. walaupun hatinya saat ini sedang marah sekali.
"Kevin, menurutku, kamu harus belajar untuk move on dan belajar untuk melupakan mantan istri kamu itu. Terimalah kenyataan, bahwa mantan istri kamu itu sudah memiliki pria lain. Kenapa kamu juga tidak mencoba untuk membuka hati kamu, dan memulai hubungan baru. Misalnya, denganku? Aku bersedia menerima kamu dengan segala Masa Lalu kamu!" ucap Alena sambil menarik lengan Kevin dan berniat untuk mencium Kevin.
"Keluar dari mobilku! Siapa sudi memulai hubungan bersama wanita macam kamu, huh? Keluar kamu! Kami tunggu saja, surat pemutusan hubungan kerjasama antara perusahaan kita berdua." kemudian Kevin keluar dari mobilnya, dan menarik tangan Alena untuk keluar dari mobilnya.
Alena yang merasa jengkel dengan perbuatan Kevin pun, akhirnya hanya bisa berteriak histeris karena merasa marah telah permalukan seperti itu.
__ADS_1
"Awas aja kamu Kevin Atmajaya! Kalau aku tidak bisa menaklukkan kamu, jangan panggil Namaku Alena Agung Prawira!" ucap Alena dengan kesal, sambil mengikuti kepergian Kevin yang secepat kilat dari parkiran restoran tersebut. Tampaknya, Kevin sangat marah sekali dengan kejadian hari ini.
Akhirnya Alena pun pergi dari restoran, menggunakan taksi yang dia stop yang kebetulan melintas di restoran. Hati Alena benar-benar kesal bukan main. Kedua pria hebat yang baru saja dia temukan, yang berhasil menarik perhatian dirinya, ternyata semuanya tidak ada yang tertarik dengan dirinya sama sekali. "Brengsek!" kesalnya hati Alena saat ini.