Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
57. Arjun Menjaga Jarak Dari Santi


__ADS_3

Setelah sampai di Indonesia, Arjun langsung mengantar Santi ke rumahnya, tanpa berkata apapun, Arjun langsung pergi dan kembali ke apartemennya.


Perasaan Santi menjadi tidak enak, melihat Arjun yang begitu cuek pada dirinya. Selama dalam perjalanan kembali ke Indonesia, perasaannya mulai ketakutan apabila Arjun meninggalkannya. Setelah permasalahan mereka tadi malam. Santi merasa sudah bodoh, karena selalu menggoda Arjun untuk tidur bersama dirinya.


"Sayang, kenapa pulang ke rumah, Kok tidak langsung masuk? Malah kamu melamun di depan pintu. Ada apa? Apakah ada masalah di perjalanan tugasmu?" tanya Mamahnya Santi yang tiba-tiba berada di belakang Santi.


"Tidak, Mah! Santi hanya merasa lelah saja. Mama apa kabar? Santii kangen sama Mama!" Santi langsung memeluk Mamanya, Mamanya merasa curiga dengan gelagat putrinya tersebut.


"Apa kabar sayang?" tanya Mamanya, agak khawatir.


"Santi baik-baik aja, Mah! Santi cuma lelah aja! Udah yuk, kita masuk! Santi bawa banyak oleh-oleh loh buat Mama!" akhirnya ibu dan anak itu pun masuk ke dalam rumah tampak ayahnya Santi turun dari tangga dan langsung menyambut ke batangan putrinya, yang selama satu minggu ini pergi bertugas keluar kota.


Itulah yang diberitahukan oleh Kelvin kepada kedua orang tuanya Santi, mengenai kepergian Santi ke Maldives bersama Arjun. Santi langsung memeluk ayahnya.


"Anak cantiknya Papa! Gimana? Bahagia setelah bertugas keluar kota?" tanya Papahnya.


"Lelah!" ucap Santi bermanja-manja kepada ayahnya.


"Ya udah sana! Istirahat di kamarmu. Biar nanti kalau sudah siap makan malamnya, dipanggilkan oleh Bibi. Atau mungkin, kamu ingin makan malammu diantarkan ke kamar saja? Terserah padamu sayang. Papa tidak akan memaksamu untuk selalu makan malam bersama dengan kami!" Yah begitu lah sifat ayahnya Santi.Beliau tidak pernah memaksa putrinya untuk melakukan hal yang tidak dia sukai.

__ADS_1


"Santi hanya ingin mandi, lalu tidur, Pah!" Santi kemudian pergi ke kamarnya, mandi dan kemudian langsung tidur. Karena pikirannya saat ini memang sedang kalut. Badannya sedang lelah, banyak hal yang kini ada di dalam benak Santi mengenai seorang Arjun.


"Besok, aku akan bertanya pada Arjun Kenapa dia marah padaku!" dengan penuh semangat, Santi lalu tidur dengan nyenyak. Tubuh lelah dan seger setelah mandi, membuat Santi mudah jatuh dalam tidurnya.


Sementara itu, Arjun yang sudah sampai ke apartemennya, setelah mandi dan beberes pakaiannya, Arjun hanya bisa duduk terdiam di balkon kamarnya. Arjun kemudian membayangkan kembali, apa-apa saja yang telah dia lewati bersama dengan Santi, selama berada di Maldives selama 1 minggu.


"Untung saja, aku tidak sampai merusak anak orang lain! Ya Tuhan! Apa yang akan terjadi kepadaku? Kalau sampai aku tidak bisa mengontrol nafsuku sendiri?" Arjun terus menggeleng-gelengkan kepalanya, Arjun mengelus dadanya yang tiba-tiba terasa sakit. Apabila mengingat kembali, betapa Santi telah begitu banyak memberinya kesempatan kepada dirinya untuk bisa menjamah tubuhnya. Tapi, alhamdulillah, Arjun sanggup Melawati ujian tersebut dengan baik.


"Kamu hebat Arjun! Aku salut dengan kekuatan imanmu!Terus kan itu, bung! Kamu tidak boleh lemah hanya dengan godaan seorang wanita. Tetap pertahankan prinsip dan hidup sehatmu. Jangan sembarangan kau berhubungan badan dengan perempuan yang bukan istrimu! Perempuan yang tidak halal untukmu!" ucap Arjun terus bermonolog dengan dirinya sendiri.


Sampai larut malam, Arjub masih belum juga bisa menutup kedua matanya. Walaupun tubuhnya lelah, Arjun tetap tidak bisa tertidur lelap juga. Pikirannya merasa terganggu dengan kelakuan Santi, yang terus saja berusaha untuk menggodanya selama di Maldives.


Keesokan paginya, Arjun langsung bersiap untuk ke kantor. Badannya memang lelah, tetapi semangatnya begitu menggebu. Arjun sudah merasa yakin, bahwa dia akan meminta putus kepada Santi. Karena dia tidak ingin mempunyai seorang istri yang tidak bisa menjaga harga dirinya sebagai seorang perempuan.


Begitu melihat Santi, Arjun langsung bersembunyi. Santi tampak bersedih, melihat Arjun yang menghindari dirinya. Santi berusaha untuk mengejar Arjun, ingin bertanya apa yang sedang terjadi. Tetapi Arjun lebih memilih untuk kembali ke ruangannya dan mengunci pintunya di sana.


"Untuk sementara, aku lebih baik tidak bertemu dulu dengan Santi. Aku tidak mau nanti malah menjadi masalah besar di antara kami dan berakibat fatal untuk perusahaan. Ah memang menyebalkan!" Arjun mendesah frustasi.


"Aku harus meminta pertolongan Kevin, untuk mengakhiri hubunganku dengan Santi!" dengan penuh semangat Arjun akhirnya memutuskan untuk pergi ke ruangan Kevin. Tetapi ketika dia membuka pintu, Arjun merasa sangat terkejut, karena di sana, di depan pintu ruangannya, Santi sudah menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" tanya Arjun gugup.


"Kamu yang kenapa? Seharian menghindari aku!" Santi langsung menghambur ke pelukan Arjun.


Arjun terkesiap kaget, tidak menyangka bahwa Santi akan langsung meloncat ke pelukannya. Melihat santai yang kini menangis tersedu-sedu, di pelukannya, hati Ajun tidak tega untuk memutuskan perempuan itu.


"Sudahlah tenang! Jangan nangis! Aku nggak ngehindarin kamu kok! Aku hanya bingung dan canggung aja. Mau membicarakan apa dengan kamu. Udah ya? Jangan nangis lagi ya?" Arjun berusaha menenangkan Santi, yang terus saja menangis dipelukannya. Bukannya tambah diam, Santi malah tambah meraung-raung, sehingga membuat Arjun jadi kebingungan.


" Udah dong! Kok bukannya diam, kamu malah tambah keras nangisnya? Aku jadi nggak enak nih sama temen-temen kantor yang lain!" ucap Arjun mulai frustasi.


"Aku nggak nangis lagi, tapi kamu harus janji sama aku kalau kamu nggak boleh ngindarin aku lagi!" ucap Santi dengan suara manjanya. Arjun tidak bisa berkutik lagi.


"Baiklah Aku janji! Aku tidak akan menghindari kamu lagi! Mulai sekarang aku akan selalu ada buat kamu dan sekarang dia nangis lagi!" Arjun mengelus rambut Santi dengan penuh kasih sayang.


Arjun merasa bingung terhadap dirinya sendiri. Kenapa dia begitu lemah menghadapi air mata Santi. Tadi dia sudah bersemangat akan meminta putus dengannya tapi hanya dengan beberapa tetes air mata hatinya sudah lemah.


"Tapi kamu harus janji, satu hal ya? Kamu nggak boleh goda-godain aku lagi, untuk menyentuh tubuh kamu! Ingat! Kita ini belum nikah! Kita harus menjaga Marwah kita sebagai seorang manusia yang bermoral dan berakhlak!" pinta Arjun sambil menatap Santi.


"Jadi kamu marah sama aku? Gara-gara aku yang selalu godain kamu? Aku kan cuma ngetes kamu aja. Apakah kamu tipe laki-laki b******* ataukah laki-laki yang baik dan kamu lulus tes dari aku, loh! Aku jadi tambah cinta sama kamu!" demi mendengar apa yang dikatakan oleh Santi, Arjun menatap tajam wajah kekasihnya tersebut. Benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Ternyata dirinya selama satu minggu ini dites oleh Santi. Apakah ada hal yang lebih membagongkan dari hal ini?

__ADS_1


__ADS_2