Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
101. Ya Tuhan!


__ADS_3

Firman menunggu Sukanta di dalam apartemen mereka berharap sahabatnya itu segera pulang dengan membawa makan malam untuk mereka berdua tetapi sampai jam 02.00 malam tidak ada tampak kelihatan Sukanta akan masuk ke dalam apartemen mereka berdua.


Firman yang sejak tadi terus memakan camilannya sudah mulai merasa bosan Akhirnya dia pun mencari ponselnya untuk menghubungi sahabatnya tersebut.


Sangat lama Firman terus menghubungi Sukanta. Tetapi tidak ada jawaban sama sekali SMS yang dia kirim melalui WhatsApp pun tampak masih centang satu yang itu mengartikan bahwa Sukanta tidak mengaktifkan data selulernya.


"Nih anak kenapa ya? Ko mengherankan sekali sih? Kenapa dari tadi susah sekali dihubungi? Duh kenapa perasaan gue jadi nggak enak ya?" Firman terus bolak-balik bolak-balik di depan kamarnya Sukanta berharap sahabatnya pulang dari luar.


Tidak biasanya Sukanta melakukan hal seperti itu. Oleh karena itu, Firman merasa sangat khawatir dengan keadaan sahabatnya yang tidak ada kabar beritanya hingga jam 3 dini hari, Firman masih melek juga.


Firman sudah menghabiskan 10 gelas kopi dalam rangka menunggu kedatangan Sukanta yang tak kunjung pulang.


Sampai akhirnya Firman pun terjatuh pulas di depan televisi yang masih menyala. Sementara Firman saat ini sudah terlelap di atas sofa. Karena merasa lelah menunggu Sukanta sejak tadi tak kunjung pulang.


Sampai keesokan paginya. Firman langsung terperanjat. Ketika dia mendapatkan telepon dari kantor polisi.


"Permisi! Apakah ini Tuan Firman?" tanya petugas polisi di seberang sana.


Firman yang saat ini masih mengantuk dia masih nguap-nguap sambil menjawab pertanyaan dari Pak Polisi.


"Iya benar! Ini siapa ya? Kenapa Anda bisa menggunakan ponsel sahabat saya?" tanya Firman terheran-heran Mengapa ponsel sahabatnya bisa berada di tangan orang lain.


"Kami adalah petugas polisi yang telah menemukan jenazah Tuan Sukanta. Tolong anda sebagai orang terdekatnya untuk datang ke rumah sakit untuk mengidentifikasi bahwa beliau memang Tuan Sukanta!" ucap petugas polisi tersebut.


Bagaikan kena sambaran petir di siang bolong Firman seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh petugas polisi yang saat ini sedang menelpon dirinya.


"Jenazah apa Pak? Anda jangan bercanda Pak! Ini masih pagi! Itu tidak lucu, lucu, lucu, lucu, lucu!" ucap Firman merasa kesal kepada petugas polisi. Hampir saja Firman menutup panggilan itu.

__ADS_1


"Kami tidak sedang bercanda Pak Firman. Cepat Anda datang ke kantor polisi. Segera identifikasi jenazahnya Tuan Sukanta. Agar bisa segera dimakamkan!" jawab petugas polisi itu meminta Firman untuk segera datang ke sana.


"Baiklah saya akan segera ke sana! Tunggu saya!" ucap Firman seketika lemas badannya.


"Ya Allah! Apakah ini sebuah mimpi ataukah sebuah kenyataan? Bagaimana mungkin pagi-pagi sudah ada kabar meninggalnya sahabatku? Apa yang sedang terjadi di sini ya Allah?" ucap Firman dengan berderai air mata. Dia tak percaya kalau sahabatnya sudah meninggal.


Firman masih tersedu di atas sofa masih belum percaya dengan berita yang disampaikan oleh pak polisi.


"Aku harus segera ke kantor polisi. Aku harus memastikan bahwa itu bukanlah Sukanta, sahabatku. Aku tidak mau kalau dia meninggalkanku sendirian!" kemudian Firman langsung ke kamar mandi.


Setelah itu dia melaksanakan salat subuh yang terlambat. Setelah itu dia sarapan sedikit untuk mengisi tenaganya yang semalam habis total gara-gara menunggu Sukanta yang tak kunjung pulang.


Firman kemudian menghubungi Arjun mengatakan tentang kabar yang dia terima dari kantor polisi yang mengatakan bahwa Sukanta telah meninggal.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Apa kabarnya Tuan Arjun? Saya ingin mengabarkan bahwa baru saja saya mendapatkan kabar dari tuan polisi! Yang mengatakan bahwa Sukanta sudah meninggal Tuan!" ucap Firman memberikan kabar kepada Arjun yang saat ini masih ada di dalam pesawatnya menuju Indonesia.


"Wah ini Tuan Arjun! Apa apaan dia main tutup-tutup saja. Apa dia tidak mendengarkan apa yang aku sampaikan?" tanya Firman merasa jengkel kepada Arjun yang Seenaknya saja menutup teleponnya.


"Aku harus segera berangkat ke kantor polisi dan memastikan bahwa itu bukanlah Sukanta sahabatku?" Firman kemudian langsung mengambil kunci mobilnya dan segera berangkat ke kantor polisi yang tadi sudah mengatakan tentang meninggalnya Sukanta.


"Ya Tuhan! Semoga itu bukan berita yang benar Semoga polisi menemukan kesalahan! Tetapi ponsel itu ada di tangan pak polisi. Jadi tidak mungkin salah!" Ucap Firman terus bermonolog dengan dirinya sendiri sepanjang perjalanan menuju kantor polisi.


Begitu sampai di kantor polisi. Firman langsung mendatangi petugas yang berwenang untuk mengidentifikasi jenazah milik Sukanta.


"Permisi Pak saya adalah Firman yang tadi pagi dihubungi oleh orang yang bekerja di tempat ini!" ucap Firman memulai bertanya.


"Ada apa-apa Pak? Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya petugas tersebut kepada Firman.

__ADS_1


"Saya adalah Sahabat yang Sukanta. Saya diminta untuk datang demi mengidentifikasi jenazah sahabatku?!" ucap Firman dengan suara gemetar. Takut kalau betul-betul itu adalah sahabatnya. Apa yang harus dia lakukan kalau Sukanta benar-benar sudah meninggal?


Petugas polisi langsung membawa Firman ke ruang penyimpanan jenazah. Seketika tubuh Firman merinding Ding Ding Ding Ding Ding Ding!


"Ya Tuhan perasaan apa ini kenapa tubuhku merinding sekali?" tanya Firman sambil melihat ke sekeliling. Yang ada hanyalah mayat-mayat yang tak bernama yang membutuhkan identifikasi dari keluarga mereka yang masih hidup.


"Ini adalah mayat Tuhan Sukanta silakan Anda untuk mengidentifikasinya!" ucap petugas itu dan bersiap untuk meninggalkan Firman seorang diri tetapi Firman langsung menarik tangan petugas itu.


"Maafkan saya pak! Tapi bisakah anda untuk tidak meninggalkan saya? Saya takut Pak!" ucap Firman dengan suara gemetar dan ketakutan sehingga membuat petugas polisi itu tertawa terbahak-bahak.


"Ya Tuhan badannya saja gede tampang macho takut dengan mayat hahaha?" petugas polisi tersebut sambil terus tertawa tertinggal-pingkal sampai dia memegangi perutnya yang kram gara-gara terlalu banyak menertawakan Firman yang menurutnya lucu dan imut menggemaskan.


Tiba-tiba saja terdengar suara geromprang!


yang mengagetkan mereka berdua seketika.


"Suara apa itu Pak?" tanya Firman samping langsung memeluk tubuh pak polisi yang sedang bertugas menunggu dia untuk mengidentifikasi jenazahnya Sukanta.


"Sudah cepat laksanakan tugasmu untuk mengidentifikasi jenazah itu. Biar kita cepat selesai dan cepat keluar dari ruangan ini?" ucap petugas polisi dengan nada keras. Sehingga membuat Firman pun akhirnya menurut dan langsung membuka penutup jenazah yang disinyalir adalah tubuhnya Sukanta sahabatnya Firman.


Seketika wajah Firman langsung pucat pasih.


"Ya Allah Sukanta! Apa ini beneran kamu?" bocah Firman seperti tidak percaya dengan sesuatu yang ada di hadapannya.


Seketika Firman langsung memeluk jenazah dan memanggilnya untuk segera bangun.


"Sukanta! Cepat kau bangun! Kau jangan bermain-main seperti ini. Ya Allah, tidak lucu tahu gak sih? Cepat bangun! Ayo kita pulang! Aku menunggumu semalaman dan kau tak pulang-pulang." ucap Firman histeris dan terus mengguncangkan tubuhnya Sukanta. Sehingga membuat petugas polisi langsung mengamankan Firman.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Firman langsung jatuh pingsan dan membuat petugas itu terkejut dibuatnya.


__ADS_2