
"Liburan ke Maldives? Apakah kau serius? Tentu aku mau menemanimu. Baiklah, aku akan bersiap! Ya, sayangku, cintaku! Jemputlah aku satu jam lagi!" setelah itu Santi menutup telepon dari Arjun hatinya begitu bahagia karena akan pergi berlibur bersama sang kekasih. Hatinya sangat bahagia, Santi yang kini sedang dimabuk asmara.
"Wah keren juga nih Kelvin! Memberikan liburan kepada kami berdua ke Maldives. Boleh juga! Aku pasti akan membusuk Ayah untuk mau berinvestasi di perusahaan Kevin! Aku pasti akan membalas kebaikanmu ini, berkali-kali lipat!" sorak Santai dengan perasaan yang sangat bahagia. Maklumlah, ini adalah kali pertama Santi jatuh cinta kepada seorang pria. Cinta yang membuat dia gila seketika, gila akan pesona seorang Arjun prawira.
"Ah! Aku lupa! Kenapa aku tidak minta izin dulu ya sama Mama sama Papa? Aduh, gimana ini ya? Apalagi mereka masih di luar kota lagi! Apakah aku pergi aja ya, sama Arjun? Aduh! Tapi satu minggu di sana. Apakah nanti jadinya tidak membuat perkara sama kedua orang tuaku ya? Aduh gimana ini!" Santi mondar-mandir di dalam kamarnya, merasa bingung harus melakukan apa.
"Ahh, Kevin! Hanya Kevin yang bisa menolong ku saat ini!" Santi kemudian menelpon Kevin untuk meminta pertolongan Kevin untuk meminta izin kepada kedua orang tuanya dalam rangka pergi berlibur bersama Arjun.
"Tolongin Gue dong, Kelvin! Gua nggak bisa bicara secara jujur ke orang tua gue, masalah Arjun! Masalahnya hubungan kami kan masih baru banget! Tolong ya? loe telepon ke orang tua gue, bilang kalau gue dapat dinas ke luar kota atau luar negeri gitu. Pokoknya pinter-pinter lu aja ya please!" Santi memohon kepada Arjun, agar mau menolong dirinya. Arjun hanya mendesah kesal dengan kelakuan santri yang seenak udelnya itu.
"Gua yang kasih tiketnya! Gue juga yang harus minta izin ke kedua orang tua Lu! Ah, nasib kalian ini, enak bener!" protes Kevin, tetapi akhirnya Kevin menyetujui juga keinginan Santi. Karena bagaimanapun, memang hal itu adalah ide dari dirinya sendiri, agar membuat Arjun tidak meninggalkan perusahaannya demi Santi.
"Ya udah! Urusan orang tua lu, biar jadi urusan gue! Mendingan sekarang, lo cepat siap-siap! Karena ini, Arjun dari tadi udah bolak-balik terus telepon gue! Menanyakan tentang penerbangan tersebut. Jet pribadi gue udah nunggu kalian!" ucap Kevin lalu mengakhiri panggilan tersebut. Santi sangat bahagia dengan kesediaan Kevin melolong dirinya.
"Terima kasih ya atas Pertolongan loe! Gue janji, gue pasti akan bales semua kebaikan lo ini!" ucap Santi lalu menutup panggilan telepon tersebut.
Santi lalu bersiap untuk pergi ke bandara, setengah jam kemudian, Arjun sudah datang menjemput dirinya dengan senyum bahagia Santi meraih tangan Arjun yang diulurkan kepadanya. "Ayo melangkah ke masa depan bersama dengan ku!" ucap Arjun sambil tersenyum.
__ADS_1
"I Will!" jawab Santi begitu bahagia.
Pasangan yang sedang dimabuk asmara itu, akhirnya terbang juga ke Maldives, dan melakukan liburan yang begitu membahagiakan dan membuat iri semua orang yang melihat mereka. Kemesraan mereka dan cinta mereka berdua yang sedang bermekaran.
" Nanti kalau kita bulan madu kita kembali lagi ke sini ya?" ucap Santi sambil meraup kedua tangan nya ke wajah.
"Apa kau sangat menyukainya tempat ini? Memang tempatnya sangat romantis! Pantas saja menjadi tempat tujuan para pasangan untuk bulan madu dan mengeratkan hubungan satu sama lain!" puji Arjun.
"Ehh! Apakah kau sedang melakukan iklan disini,hmm?" tanya Santi sambil menggenggam tangan kekasih hatinya.
Walaupun hubungan mereka berdua masih terbilang cukup muda,chanya dalam hitungan Minggu. Tetapi kemesraan mereka mengalahkan hubungan suami istri yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Banyak mata yang iri menatap mereka berdua.
"Ayo kita kembali ke hotel saja! Seharian berjalan-jalan rasanya lelah juga!" ucap Arjun lalu menggandeng tangan kekasihnya untuk kembali ke hotel yang telah dipesan oleh Kevin. Kamar hotel tersebut memiliki sebuah kasur King size dan sebuah sofa. Selama ini Arjun tidur di sofa tersebut, Arjun benar-benar menjaga prinsip-prinsip hidupnya. Bahwa dia tidak akan pernah merusak kekasihnya sebelum pernikahan mereka.
"Ah kau pria kolot yang sudah jauh ketinggalan dari dunia modern saat ini!" cibir Santi. Tetapi dalam hati Santi memuji kekuatan Iman seorang Arjun Prawira! Yang walaupun melihat dirinya berpenampilan seksi di hadapannya, tetapi tetap tidak bergeming sama sekali untuk menyentuh dirinya.
"Kita sudah satu minggu berada di sini. Apakah kau merasa bahagia liburan bersama denganku?" tanya Arjun sambil menatap mata sang kekasih.
__ADS_1
"Ini adalah liburan terindah yang pernah ku lakukan!" ucap Santi lalu mendekati Arjun, Santi langsung mengecup bibir kekasihnya yang selalu menjadi candunya.
Ciuman yang awalnya hanya lembut, lama-lama semakin menuntut lebih. Santi tampak akan membuka pakaian Arjun, tetapi Arjun langsung menjauhkan tubuhnya dari Santi. Lalu Arjun memilih untuk pergi dari sana.
Selama semalam suntuk, Arjun berada di luarhotel, berusaha untuk menenangkan dirinya. Yang terus saja digoda oleh Santi terus-menerus. Arjun hampir saja kebablasan, Arjun hampir saja tergoda! Hampir saja dia merusak anak orang lain.
"Aku lebih baik memesan sebuah kamar lagi, daripada malam ini akan berakhir dengan penyesalan yang panjang. Aku tidak boleh merusakkan anak orang lain! Aku harus menjaga kepercayaan mereka terhadapku!" Arjun kemudian pergi ke hotel lain dan memesan sebuah kamar sederhana untuk dirinya sendiri.
Berkali-kali Santi menghubunginya, tetapi Arjun sama sekali tidak mau mengangkatnya. Hatinya masih merasa galau, masih merasa salah tingkah, dengan perbuatan Santi yang terus saja berusaha untuk menggodanya.
"Aku lebih baik istirahat, agar besok tubuhku Fit dan siap untuk kembali ke Indonesia!" Arjun kemudian membaringkan tubuhnya di kamar hotel yang sederhana.
Sementara itu, Santi terus bolak-balik di dalam kamar hotel. Perasaannya merasa bersalah dan bingung karena sampai tengah malam Arjun tidak juga kembali ke kamar mereka berdua.
"Apakah Arjun Semara itu denganku sampai dia tidak mau kembali lagi?" Santi terus menyalahkan dirinya sendiri. Atas kecerobohannya selalu menggoda Arjun selama ini.
"Ah, Arjun benar-benar membuat Aku frustasi! Bagaimana aku bisa tidur dengan tenang, kalau dia di luar sana, tidak jelas keadaannya bagaimana!" setelah lelah mondar-mandir semalaman akhirnya cantik tertidur juga.
__ADS_1
Keesokan paginya, Arjun muncul di depan pintu. Dan sudah siap untuk kembali ke Indonesia. Santi merasa senang karena melihat Arjun yang dalam keadaan baik-baik saja. "Kau benar-benar membuat aku khawatir semalaman! Ah syukurlah kalau kau tidak apa-apa!" Santi kemudian memeluk Arjun Arjun hanya terpaku di tempat. Kemudian mereka pun kembali ke Indonesia dengan pesawat penerbangan pertama.