
David dan Marta kemudian kembali ke kamar hotel. Mereka terlihat sangat gembira dan setelah perjalanan itu, Mereka tampak lebih akrab lagi. David sepertinya mulai bisa membuka hatinya kepada Martha.
"Terima kasih banyak ya, karena kamu sudah memberikan malam ini yang sangat indah!" Martha dengan mata yang berbinar.
Martha mendekati David, sambil menatap David yang saat ini sedang menikmati makan malamnya. Walaupun ggak terlambat. Karena mereka baru kembali dari jalan-jalan, serta menyaksikan Festival warga sekitar.
"Apa kau tidak mau makan? Bukankah dari tadi banyak sekali aktivitasmu di sana?" tanya David sambil memperhatikan Martha yang terus saja melihat ke arahnya.
" Aku senang melihatmu makan!" ucap Marta sambil tersenyum.
"Apa senangnya melihat orang lain makan?" tanya David ampak terheran.
Martha kemudian mendekati David. Dengan mata bintangnya, dia terus memperhatikan David. Setelah dekat dengan David, tiba-tiba saja Marta malah duduk di pangkuannya.
David tampak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Martha saat ini. Sekarang Martha bahkan telah mengalungkan tangannya di lehernya. Membuat David jadi salah tingkah.
"Sebetulnya, Apa yang kau inginkan? Apa yang kau lakukan?" tanya David dengan suara yang terbata.
"Aku hanya ingin seperti ini dengan suamiku Apakah tidak boleh?" tanya Marta sambil mengeringkan satu matanya kepada David.
David sampai merinding seluruh tubuhnya, karena melihat kegenitan yang ditunjukkan oleh Martha kepadanya.
"Tolong kau duduk di tempatmu. Aku jadi tidak bisa makan dengan tenang!" pinta David kepada sang istri sambil berusaha untuk mendudukkan Marta di kursi sebelahnya.
Tetapi Martha tetap menempel seperti lintah yang tidak mau dilepaskan oleh David. David menggeram frustasi dengan kelakuan istrinya itu. " Kau mau apa sebenarnya?"
"Aku kan sudah bilang, kalau aku tidak mau apa-apa! Aku hanya mau seperti ini dengan suamiku. Apakah tidak boleh?" tanya Martha dengan cemberut.
"Tapi kau membuatku tidak bisa bernafas. Bagaimana aku bisa menghabiskan makananku, kalau kau duduk di atas pangkuanku?" tanya David dengan muka memerah seperti kepiting rebus.
Martha tampak terkekeh sejenak melihat ekspresi suaminya yang begitu sangat lucu.
" Apa kau tahu kau? Kau sangat tampan sekali dengan ekspresi seperti ini!" Martha sambil mengeringkan matanya kepada David.
__ADS_1
David semakin tidak bisa bernafas, gara-gara Martha kini mulai meraba-raba tubuhnya, dan berusaha untuk menggodanya.
"Tolong hentikan semua ini! Aku mohon! Aku tidak bisa melakukannya!" ucap David penuh dengan permohonan.
Tetapi bukannya pergi dari sisinya, Marta malah sekarang mulai mengecup bibir David. Sehingga David melotot dengan sempurna.
" Kau sangat manis!" ucap Martha setelah puas mengecup bibir David. David tampak masih linglung di tempat.
Setelah puas bermain dengan David, Martha pun kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket setelah pergi seharian.
Martha keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuknya saja. Sehingga tubuh indahnya terekspos dengan sempurna David terlihat kesulitan menelan ludahnya sendiri.
"Kau sebenarnya mau apa? Kenapa dari tadi kau terus menggodaku?" tanya David seperti frustasi melihat kelakuan istrinya.
"Aku tidak sedang melakukan apa-apa. Aku hanya mandi, kemudian keluar. Emang apa yang salah?" tanya Martha seakan-akan tidak merasa berdosa.
David akhirnya memutuskan untuk cepat menyelesaikan makan malamnya. Kemudian dia pun masuk ke kamar mandi untuk menenangkan perasaannya saat ini.
David membasuh seluruh tubuhnya, dengan air dingin. David berusaha menenangkan pikirannya yang saat ini sedang berisi hal-hal yang aneh tentang Martha. Bayangan tubuh Marta selalu terbayang di dalam matanya.
Setelah selesai mandi, David langsung keluar dan mendapatkan kenyataan sekarang Martha sedang berbaring di atas ranjang, dan hanya menggunakan lingerie yang sangat tipis dan menerawang. Sehingga lekuk tubuhnya sangat terlihat olehnya.
"Ya Tuhanku! Sebenarnya apa yang kau lakukan? Kenapa dari tadi kau selalu menggodaku? Apa kau tahu aku ini laki-laki normal!" ucap David dengan ketakutan.
"Kenapa kau ketakutan seperti itu? Aku kan istrimu. Kau bisa melakukan apapun padaku!" ucap Marta sambil tersenyum ke arah David.
"Sudahlah! Aku mau tidur! Aku sangat capek setelah seharian berjalan-jalan denganmu. Kau juga Tidurlah gunakan selimutmu jangan sampai kau kedinginan nanti!" ucap David kemudian bermaksud untuk tidur di sebuah sofa yang ada di kamar hotel tersebut.
Tetapi belum juga David meletakan bokongnya di sofa tersebut. Martha sudah menarik tubuhnya ke atas ranjang.
"Kau mau tidur di mana? Masa kau tega membiarkan aku tidur sendirian? Aku ini istrimu, aku berhak atas tubuhmu!" kemudian Marta menaruh kepalanya di atas dada David dan tangannya mulai menggerayangi tubuhnya.
David sampai merinding disco karenanya. David hanya berusaha memejamkan matanya, berusaha mengikis godaan Martha yang tak mau berhenti.
__ADS_1
"Ayolah! Stop semuanya! Aku takut tidak bisa menahan diriku lagi!" ucap David sambil berusaha menghentikan tangan Martha.
"Baiklah! Mari kita membuat kesepakatan diantara kita sebagai suami istri!" ucap Martha pada akhirnya.
"Kesepakatan? Apa maksudmu?" tanya David dengan terkejut.
"Ya, kesepakatan! Sehingga membuat kita bisa menjalani pernikahan ini menjadi lebih baik lagi!" ucap Martha sambil tersenyum kepada David yang kini menatapnya dengan lekat dan tajam.
Mata elang David sanggup menembus jantung Martha seketika. Sehingga membuat Dia merasakan debaran jantungnya yang semakin kencang. Martha sudah jatuh cinta kepada David, suaminya sendiri.
"Kesepakatan, apa yang kamu mau?" tanya David sambil menatap Martha.
Martha kemudian duduk di hadapan David dengan tenang. Dia terdiam sejenak, tampak berpikir. David dengan sabar menunggu Apa yang akan diucapkan oleh istrinya.
"Aku ingin haku sebagai istrimu, itulah kesepakatannya!" ucap Martha padat dan jelas. Sehingga membuat David terkejut.
"Hakmu?" tanya David saat akan tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.
"Ya, Haku! Semua hakku sebagai istrimu!" ucap Martha sambil menatap tajam ke arah David yang masih bingung dengan apa yang dia sampaikan.
"Terangkan dengan yang jelas, karena aku masih bingung!" ucap David sambil menatap bingung ke arah Martha.
"Kau bukalah kembali buku nikahmu, maka kau akan mengetahui, apa hak-hak istrimu!" ucap Martha kemudian membaringkan tubuhnya di kasur dan memejamkan matanya, karena dia sudah mulai mengantuk.
David masih Bengong di tempatnya. Dia masih belum ingin tidur, karena masih pusing memikirkan apa yang dikatakan oleh Martha tadi. "Haknya sebagai seorang istri?" tanya David terus berulang-ulang.
Karena merasa pusing kepalanya, akhirnya David pun memutuskan untuk mengambil ponselnya dan mencarinya di Google. Apa saja hak-hak seorang istri terhadap suaminya.
Mata David membola dengan sempurna, ketika dia membaca. Apa saja yang ada di atas sana. "Ya Tuhanku!" itu yang diucapkan oleh mulut David.
David melirik ke samping, menatap tubuh istrinya yang kini sedang meringkuk kedinginan. Karena tidur tanpa selimut.
Kemudian menyelimuti tubuh Martha dan berusaha untuk menenangkan pikirannya saat ini. Yang merasa terpesona dengan kemolekan tubuh sang istri yang begitu mempesona bagi dirinya.
__ADS_1
Visualisasi David Kingford.