Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
64. Pertemuan Kembali Dengan Qiara


__ADS_3

Saat ini, Kevin sudah berada di tempat dahulu, tempat biasa dirinya bertemu dengan Qiara. Kevin tampak sudah tidak sabar untuk melihat kedatangan Qiara yang sudah sangat lama, dia rindukan. Sejak tadi, Kevin terus melihat ke arah jam tangannya.


"Apa Qiara tidak jadi datang, ya? Ini sudah satu jam berlalu, dengan perjanjian yang sudah kami buat waktu itu. Atau, apakah ada hal yang merintangi kedatangan Qiara?" seketika hati Kevin merasa khawatir dengan keadaan Qiara saat ini. Kevin tidak memiliki nomor ponselnya Qiara. Sehingga dia tidak bisa menghubungi Qiara hanya untuk menanyakan keberadaan Qiara saat ini.


"Kamu di mana, Qi?" tanya Kevin terus menerus.


ketika hati Kevin semakin khawatir dan bingung. Tiba-tiba dari arah sebelah kanannya, tampak seseorang wanita yang menggunakan pakaian hitam-hitam dan berkaca mata hitam, datang ke arahnya.


Kevin hanya diam saja, menatap perempuan itu. Yang kini melihat ke arahnya dengan intens.


"Maaf, apa Anda bisa meninggalkan saya sendiri disini? Saya sedang menunggu seseorang. Kalau Anda disini, saya takut, nanti ada kesalahan paham. Antara saya dengan dia!" ucap Kevin mengusir orang yang tadi duduk di sebelahnya. Orang itu tampak menoleh ke arah Kevin.


"Siapa orang yang sedang Anda tunggu? Apakah mungkin saya mengenalnya?" ucap wanita itu.


Demi mendengar suara wanita itu, mata Kevin membola sempurna. Terkejut! Ternyata wanita itu adalah Qiara, yang berada dalam mode penyamaran.


"Qi?" ucap Kevin parau, suaranya tercekat di tenggorokan.

__ADS_1


"Maafkan aku datang terlambat! Karena aku harus berusaha untuk mengecoh David, agar tidak curiga dengan pertemuan kita. Cepat katakan! Apa yang ingin kau katakan? Karena aku hanya memiliki waktu sebentar! Kalau tidak, David akan curiga dengan kepergianku!" ucap Qiara sambil melihat ke sekeliling, takut kedatangannya ada yang mengetahui.


"Aku merindukanmu, Qi! Aku sangat merindukanmu! Bertahun-tahun, Aku menahan perasaan ini! Aku benar-benar sangat merindukan kamu!" ucap Kevin sambil berusaha menggenggam tangan Qiara.


"Stop bicara hal yang tidak penting! Sekarang katakan apa yang ingin kau katakan. Waktuku sempit! Akunggak ada waktu untuk mendengarkan hal konyol seperti itu!" sengit Qiara. Ya, Qiara merasa jengkel dengan Kevin. Apa yang dikatakan oleh Kevin baru saja, itu sangat mengganggu hatinya saat ini. Entah kenapa, Qiara mereka berdebar-debar lagi, seperti waktu mereka berdua pertama kali bertemu dahulu kala. Qiara menarik nafas dalam-dalam.


"Waktu itu, aku datang ke Meksiko dalam rangka mencari kamu. Aku berusaha mencari kamu kemana-mana. Aku bahkan mengerahkan anak buahku di berbagai negara. Tetapi bodohnya Aku! Ketika hampir selangkah lagi, tiba-tiba saja, David mengirimkan anak buahnya untuk menghajarku dengan Arjun. Sehingga kami babak belur dan hampir mati. Kami tinggal di rumah sakit selama satu bulan lebih." ucap Kevin, sambil mengenang kembali kejadian buruk itu, yang telah menorehkan trauma yang cukup mendalam ke dalam hatinya.


"Aku tahu! Waktu itu, aku berniat untuk menemui kamu di rumah sakit. Tetapi polisi tidak mengizinkanku untuk ke sana. Karena saat itu, kondisimu dan Arjun sangat kritis. Aehingga aku hanya bisa melihatmu dari luar!" ucap Qiara.


"Jadi, kau tahu, saat aku di rumah sakit? Dan kau pun datang menemui aku? Seandainya aku tahu, waktu itu kamu melakukan hal itu, aku pasti akan lebih bersemangat lagi, untuk melawan David. Dan tidak bersedia menerima permintaan dia untuk menceraikan kamu!" sesal Kevin.


"Aku nggak bisa, Qi! Aku nggak bisa, untuk ikhlaskan kamu bersama David! Bersama dengan laki-laki keji itu! Aku tidak rela sama sekali!" ucap Kevin berapi-api.


"Aku tidak butuh keikhlasan dan kerelaanmu, untuk bersama dengan David! Yang aku tahu, David selalu memperlakukanku dengan baik. Dan selama ini, dialah yang selalu menemaniku dalam keadaan suka maupun duka. Dan David juga yang selalu setia menemaniku. Pada saat aku mengandung Kenzo, di saat kamu lebih sibuk, sibuk dengan perempuan lain!" Qiara menekankan kata-kata "sibuk dengan perempuan lain" sehingga membuat Kevin merasa tidak enak perasaannya.


"Aku tidak pernah sibuk dengan perempuan lain! Aku hanya sibuk mencari kamu, tetapi tidak pernah berhasil! Dan, ketika aku berhasil menemukanmu! Aku malah dihajar habis-habisan oleh David. Pria yang menggilaimu seperti seorang psikopat!" cicit Kevin penuh dengan emosi di dalam hatinya. Qiara hanya menatap Kevin sekilas.

__ADS_1


"Aku sudah mengetahui kejadian di kantor kamu saat itu. Tadinya aku ingin menemuimu. Tapi, tiba-tiba saja aku mendapatkan surat cerai dari kamu. Pada saat itu, duniaku seakan runtuh seketika! Tetapi aku tidak mau, untuk mengemis cinta dari kamu. Aku hanya bisa menerima semua kenyataan pahit itu, dengan hati lapang! Aku berusaha legowo dengan keputusan kamu saat itu!" ucap Qiara mulai berderai air matanya.


"Saat itu, David mengancamku dengan pistol. Apa kau bisa membayangkan hal seperti itu? David bahkan sudah bersiap untuk menembak Arjun saat itu! Apakah Kau pikir, aku akan mampu menanggung kematian anak orang lain? Hanya karena keegoisanku untuk mempertahankan cintaku padamu?" tanya Kevin penuh dengan kesedihan.


"Cinta memang egois! Cinta memang membutuhkan sebuah pengorbanan. Dan itu, sudah dilakukan oleh David. Dia melakukan segalanya, untuk membuktikan cintanya kepadaku. Dan aku, aku tidak bisa untuk menghianati cinta sebesar itu kepadaku, hanya demi pria pengecut macam kamu!" ucap Qiara lalu berdiri dan meninggalkan Kevin.


Hati Kevin begitu hancur, ketika mendengarkan apa yang dikatakan oleh Qiara. Seketika tubuhnya terasa lemas, bagai tak bertenaga. Air mata sudah berderai di pipinya, ketika melihat Qiara yang pergi begitu saja. Tanpa menoleh lagi ke arahnya.


Ketika Kevin sudah bersiap untuk bangkit dari duduknya, tiba-tiba saja tangan Kevin meraih sebuah kertas dari tempat duduk yang tadi ditempati oleh Qiara.


"Apa ini?" Kevin melihat ke sekeliling, lalu memasukan kertas itu ke dalam sakunya. Kemudian Kevin pergi dari tempat tersebut. Hati Kevin saat ini benar-benar sedih dan kalut, ala yang dikatakan oleh Qiara tadi, membuat jiwa kelelakiannya bangkit seketika.


Kevin tetap terdiam dan fokus menyetir, dia akan kembali ke kantornya. Setelah sampai di kantor, Kevin tampak merenung di kursi kebesarannya.


"Bagaimana pertemuanmu dengan Qiara. Apakah lancar?" tanya Arjun yang tiba-tiba masuk dan mengagetkan Kevin yang sedang asyik melamun.


Tangan Kevin yang berada di dalam saku jasnya, seketika menyentuh kertas yang tadi dia dapatkan di kursi tempat Qiara duduk. Seketika Kevin membuka kertas tersebut, dan membaca apa yang tertulis di sana.

__ADS_1


"Apa ini?" Kevin mengerutkan keningnya, masih belum paham. Arjun mendekat ke arah Kevin. Dan melihat kertas tersebut. "Baca saja!" ucap Arjun.


__ADS_2