
Ayo kita tinggalkan dulu keadaan Arjun dan Santi yang saat ini sedang dalam keadaan genting! Arjun dalam keadaan sedih karena harus putus dengan Santi. Kita sudah terlalu lama meninggalkan Qiara dan David di Meksiko. Apa yang sedang terjadi dengan mereka berdua yuk kita intip mereka di sana.
Persiapan pernikahan antara Kiara dan David sudah hampir 100%. Hanya tinggal menunggu waktu saja. Dan akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu itu pun tiba. Keesokan hari, adalah hari pernikahan mereka berdua. David dan Qiara tampak begitu bahagia dengan rencana pernikahan mereka. Ya! Keduanya bisa dikatakan adalah pasangan yang serasi. yang satu cantik dan yang satu tampan. Sama-sama pewaris keluarga besar dan konglomerat tingkat tinggi.
Saat Qiara hendak beristirahat, tiba-tiba saja pelayan yang bekerja di rumahnya datang ke dalam kamarnya dengan tergopoh-gopoh. "Maafkan saya Non Qiara, ini ada telepon dari Indonesia. Yang mengabari tentang Kakeknya Anda, yang katanya saat ini ada di rumah sakit, keadaannya sangat kritis Nona! Keluarga besar anda menginginkan anda segera kembali ke Indonesia, Nona!" ucap pelayan tersebut sambil menatap Qiara dengan cemas.
David yang saat ini sedang mengawasi di ruang kerjanya melalui CCTV yang dia pasang, tampak mengeram marah, tangannya mengepal. Bagaimana mungkin calon istrinya kembali ke Indonesia? Sementara pernikahannya adalah besok. David langsung berlari ke tempat Tiara. Tanpa memperdulikan teriakan Grandfa nya yang melarang seorang mempelai pria untuk pergi keluar di malam pernikahan mereka.
"David hanya pergi sebentar! Grandfa!" ucap David lalu melarikan mobilnya ke rumah Qiara.
Di kediamannya, Qiara tampak bingung. Qiara yang sedang kebingungan, bolak-balik, mondar-mandir terus di ruang keluarga. Sementara pernikahannya dan David sudah diambang mata dan Kakeknya dalam keadaan kritis dan mengharapkannya untuk segera kembali ke Indonesia.
Saat melihat David yang berlari ke arahnya, Qiara langsung menghambur ke pelukan David. Qiara akhirnya menangis di dalam pelukan kekasihnya. "Kakek, Kakekku dalam keadaan kritis! Hiks hiks!" Qiara terus Menangis. Tanpa bisa dikendalikan lagi. David jadi merasa terenyuh juga akhirnya. Tadinya dia marah, tetapi sekarang malah hatinya luluh, melihat kesedihan di mata calon istrinya.
"Aku akan mengantarmu ke Indonesia! Jangan sedih ya? Ayo kita bersiap!" ucap David, memberikan kekuatan dan semangat kepada wanita yang dia cintai.
"Lalu bagaimana dengan pernikahan kita? Kalau kita pergi ke Indonesia? Bukankah semuanya sudah siap?" ucap Qiara merasa bingung dengan keputusan David yang tampaknya tidak keberatan untuk dirinya kembali ke Indonesia pada saat-saat seperti ini.
__ADS_1
"Tdak apa-apa! Kalau dibatalkan untuk sementara! Saat ini, keadaan kakekmu jauh lebih penting! Jangan sampai nanti kamu menyesal, Oke? Aku nggak mau kamu mengalami hal seperti itu!" ucap David sambil mengelus pipi kekasihnya, yang masih terus menangis karena sedih. Memikirkan Kakeknya yang entah sekarang bagaimana nasibnya. Kakeknya Qiara memang sudah berusia lanjut dan sering sakit-sakitan. Keadaannya sering drop dan sering keluar masuk rumah sakit. Dan saat ini adalah paling kritis yang harus dilalui oleh kakeknya Qiara.
Setelah mempersiapkan segala sesuatunya, akhirnya Qiara dan David terbang ke Indonesia, menggunakan jet pribadi milik keluarga Kingford. Granfanya David tampak sangat kecewa dengan keputusan David. Yang lebih memilih untuk mengantarkan Qiara ke Indonesia, daripada melanjutkan rencana pernikahan mereka berdua. Padahal sudah tinggal hari H saja!
Yah! Rasa cinta David yang terlalu besar untuk Qiara, sehingga dia rela mengorbankan apapun untuk wanita yang dia cintai. Tiara yang masih sedih dengan keadaan sang kakek tidak bisa memejamkan matanya sepanjang perjalanan mereka menuju Indonesia.
"Kau tidurlah dulu! Nanti, kalau sudah sampai, aku akan membangunkanmu! Kau tampaknya sangat lelah sekali!" ucap David, tapi Qiara yang saat ini hatinya sedang gelisah. Bagaimana mungkin bisa tidur?
"Tidak apa-apa, David! Aku baik-baik saja kok! Aku hanya ingin segera sampai ke Indonesia dan melihat keadaan kakekku!" ucap Qiara. Sementara itu, Kenzo menangis dalam pengasuhan sang pengasuhnya.
"Berikan Kenzo padaku! Biarkan Nyonya istirahat tampaknya dia sangat lelah!" ucap David, lalu menerima Kenzo dalam pelukannya.
Dengan sangat telaten, David mengurus Kenzo yang memang sudah dekat dengan dirinya. Kenzo sudah menganggap David sebagai ayah kandungnya sendiri, karena hari-hari, hanya David yang ada di sisinya. Kenzo tidak pernah tahu, siapa Ayah kandungnya yang sebenarnya. Yang Kenzo tahu, adalah David yang selama ini selalu bermain bersamanya dan mamahnya.
" Papa, Papa, Kenzo lapar! Pengan makan!" ucap Kenzo dengan suara khas bayinya. Yah, Kenzo saat ini baru berusia 1 tahun.Begitu cepatnya waktu berlalu.
Qiara yang kelelahan kini sudah nyenyak dalam tidurnya. Sementara Kenzo yang sudah kenyang setelah diberikan makan oleh David. Kini pun ikut tertidur lelap dalam pangkuan David. David yang juga sudah mengantuk dan kelelahan, kini sudah terlelap juga. Ya! Perjalanan panjang antara Meksiko menuju Indonesia, akhirnya mereka lewati dengan tidur nyenyak di pesawat.
__ADS_1
Setelah jet pribadi mereka mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Akhirnya Qiara dan David langsung menuju kediaman Pratama. Di sana, ternyata sudah banyak orang-orang berkumpul. Hati Qiara sudah benar-benar kacau balau. Memikirkan hal-hal negatif yang terjadi kepada Kakeknya. Saat Qiara masuk ke kamar Kakeknya, Kakeknya sudah terbujur kaku, meninggalkan dunia ini.
Qiara Langsung menangis histeris, saat itu juga! Karena ternyata dirinya, terlambat untuk bisa menemui Kakeknya.
David yang melihat Qiara yang hampir jatuh pingsan, langsung segera menangkap tubuh Qiara dan mengangkat Qiara ke kamarnya untuk bisa beristirahat di sana.
Tampak di kejauhan, Kevin yang menatap Qiara pingsan dan dibawa lari oleh David, hatinya merasa terenyuh, bagaikan ada sesuatu yang meremas hatinya. Sesuatu yang tidak terlihat.
Saat Kevin sedang meratapi nasibnya, karena harus berpisah dengan wanita yang dia cintai. Tiba-tiba saja, ujung jasnya ada yang menarik. Ketika Kevin melihat ke bawah, tampak seorang bocah laki-laki yang sangat tampan, menangis, tampaknya mencari Mamanya.
"Mamamu di mana, Sayang? Kenapa kau tinggal sendirian di sini?" tanya Kevin, lalu Kevin menggendong anak kecil itu. "Cup, cup, sayang! Jangan menangis, ya? Ayo Om ajak mencari Mamamu!" ucap Kevin sambil menenangkan anak kecil itu. Anak kecil itu mencium pipi Kevin, seketika hati Kevin merasakan kebahagiaan.
Dari kejauhan, tampak seorang wanita yang berlari-lari menuju ke arah Kevin. Kevin berpikir mungkin itu adalah ibu dari anak yang sedang digendongnya. "Nah, itu Mamamu datang! Ayo! Om antar, ya!" Kevin lalu membawa Anak kecil itu mendekati wanita yang sedang panik mencari anak laki-laki yang saat ini ada dalam gendongan.
"Aduh! Tuan Muda Kenzo! Kenapa pergi sembarangan, sih? Bagaimana kalau ada yang menculikmu! Aduh! Bisa habis saya ini sama Tuan David!" ucap wanita itu terus mengomel dan mengambil anak kecil yang ada dalam gendongan Kevin saat ini.
Mendengar wanita itu menyebutkan nama Kenzo dan David,Seketika hati Kevin mencelos, "Anakku?" saat kesadaran masuk kembali ke dalam pikirannya. Kenzo dan pengasuhnya sudah pergi jauh dari hadapan Kevin. Kevin tampak panik mencari keberadaan mereka berdua yang sudah menghilang entah ke mana
__ADS_1