
David tidak kuasa saat mendengar cerita Susan tentang mengandung anaknya. Sungguh dia sangat menyesali tindakan Susan yang sembrono.
Kalau saja menyampaikannya kepada dirinya, pasti sekarang mereka sudah menjadi keluarga bahagia dengan beberapa orang anak.
"Nasi sudah jadi bubur, hal yang sudah berlalu tidak mungkin balik lagi. Tugas kita sekarang adalah memperbaiki hal yang salah." ucap David pada akhirnya. Mencoba berdamai dengan masa lalu mereka yang sangat kelam.
"Aku masih istri sah Kevin sampai saat ini. Aku gak bisa melakukan apapun. Beberapa saat lalu, pengacara Kevin datang, menyerahkan berkas perceraian. Tapi hal itu di tentang oleh pihak keluarga kami." Ucap Susan lebih tenang.
"Kamu urus perceraian kalian. Aku akan mencoba membujuk Grandfa agar merestui hubungan kita." David melihat ke sekeliling, mobil tampak ramai di jalanan. Memang tidak heran, saat ini jam kerja.
"Apa kamu masih mencintaiku?" tanya Susan ragu. Susan tidak mau mengulangi kesalahan yang sama, menikahi laki-laki yang tidak mencintainya, sehingga nasibnya berakhir menyedihkan.
"Bagaimanapun kamu pernah hamil anakku. Aku harus bertanggung jawab sama hidupmu. Kevin tidak akan pernah perduli sama kamu, aku tahu itu. Karena cinta Kevin hanya untuk Qiara." Susan menundukkan kepalanya, sedih kalau sudah ingat rumah tangganya yang hanya seumur jagung.
Kevin sebenarnya bisa saja mengajukan permohonan pembatalan pernikahan, tetapi tampaknya Kevin berusaha menghargai Susan yang walau hanya satu hari, pernah menjadi istrinya. Kevin kabur setelah pernikahan sampai di tengah acara. Sungguh miris nasib Susan.
"Kita ketemu sama Grandfa, nanti dia yang akan atur segalanya. Grandfa punya banyak cara. Kamu jangan kwatir." David berusaha meyakinkan Susan.
"Aku hanya takut dengan amarah Grandfa kamu. Dia pasti marah dan sedih juga, karena aku sudah menggugurkan keturunannya." Susan sudah sesak hatinya. Hanya mengingat hal itu, hatinya terasa sakit tak terkira.
"Aku memang ibu yang kejam dan buruk. Maafkan aku. Hiks hiks hiks!" Susan menangis, tidak mampu lagi membendung kesedihan di hatinya.
"Sudahlah, jangan diingat lagi. Biarkan hal itu menjadi masa lalu. Kita berusaha memperbaiki masa kini dengan memperbaiki hidup kita saat ini menjadi lebih baik lagi." David memeluk Susan dan berusaha menenangkannya. David tahu, pasti hal itu sangat berat bagi Susan.
__ADS_1
"Aku juga salah dalam hal ini. Tidak peka sama sekali dengan keadaan kamu. Padahal kita tinggal satu atap. Maafkan kecerobohan diriku." ucap David sambil mengelus rambut Susan dengan lembut.
Terlepas dari segala yang terjadi akhir-akhir ini kepada mereka, pernah ada saat bahagia dirinya bersama Susan. David tidak pernah mengingkari hal itu. Dahulu hidup mereka sangat bahagia. Sampai akhirnya orang tua Susan datang dan menghancurkan segalanya.
David geram kalau ingat semua penghinaan kedua orang tua Susan. Yang merendahkan dirinya. David dalam misi rahasia yang diberikan oleh Grandfa, makanya dia tidak membuka identitas aslinya. Karena itu bisa berbahaya bagi misi yang sedang di embannya.
Oleh karena itu David hanya mampu menahan segala penghinaan dan menerima kandasnya hubungan asmara dirinya dengan Susan. Bahkan anak-anaknya yang tak berdosa juga menjadi korban karena keegoisan para orang dewasa yang merasa hebat dan kuat.
Banyak hal yang David sesali dalam hidupnya. David ingin memperbaiki segalanya. Tidak ingin kehilangan lagi. Hidupnya saat ini seakan tiada arah tujuan lagi. Memang, selama ini Grandfa yang mengendalikan hidupnya.
"Kita ke kantor saja dulu. Dimana mobilmu?" tanya Susan karena saat ini David berada di mobilnya.
"Biarkanlah, nanti aku minta anak buahku suruh ambil. Kamu gak usah pikirkan mobilku. Ayo kita ke kantor saja. Nanti malam aku akan mengajak kamu menemui Grandfa. Semoga kita bisa menemukan solusi untuk masalah kita." Setelah sepakat, mereka lalu pergi ke kantor. David yang menyetir setelah menelpon supir Grandfa untuk mengambil mobilnya.
Setelah sampai di kantor, mereka berpisah menuju ruangan masing-masing. Banyak pekerjaan yang tertinggal karena permasalahan Susan yang ditinggalkan oleh Kevin. Susan sudah dua Minggu tidak masuk kantor. David juga menghilang dari kantor. Mencari keberadaan Qiara.
"Apakah kamu sudah bisa menemukan calon istri kamu?" siang itu grandfa menghubungi David lagi
"Belum,Grandfa. Anak buah David sudah dikerahkan semua untuk melakukan pencarian Qiara. Tapi belum ada kabar!" ucap David bohong. Padahal David sudah menerima laporan dari Sunar, bahwa Qiara saat ini tinggal di sebuah Panthouse, di pusat kota.
Sunar memang layak dapat pujian. Dia berhasil menghack semua kamera pengawas di ibu kota, dan bisa melacak keberadaan Qiara dan Kevin.
David tidak mau sang Grandfa mengganggu kehidupan Qiara lagi. Nanti kalau grandfa sedang lengah, rencananya David akan menemui mereka, berdiskusi masalah mereka berempat.
__ADS_1
Acara bertukar pasangan ini sangat tidak lucu bagi David. Memang pernah terlintas dalam benak David untuk menerima rencana perjodohan dirinya dengan Qiara. Tapi melihat cinta mereka berdua, David tidak mampu rasanya, hadir diantara mereka. Lebih baik dirinya fokus pada Susan saja.
Diakui atau tidak, dirinya pernah memiliki kisah yang indah bersama Susan. David percaya hubungannya dengan Susan masih bisa diperbaiki. Hanya perlu sedikit usaha dari dirinya. Memperjuangkan kisah cintanya bersama Susan.
David sudah merasa cukup menyesali apa yang terjadi kepada kedua anaknya yang telah tiada. Bahkan sebelum melihat dunia mereka sudah direnggut dari dirinya.
Setelah jam kantor selesai, David mengajak Susan untuk bertemu dengan Grandfa. Sudah tidak bisa di tunda lagi. Urusannya harus segera mendapatkan solusi.
"Aku takut sama Grandfa!" ucap Susan saat ini. Wajahnya sudah pucat, David hanya mencium pucuk kepala Susan. Berusaha menguatkan kekasih hatinya.
"Tenanglah, ada aku di sisimu, aku pasti akan selalu melindungi kamu." Susan menyenderkan kepalanya di bahu David. Susan merasa bahagia, Davidnya telah kembali. David yang selalu menjaga dan mengutamakan dirinya.
"Aku juga akan berusaha untuk berjuang demi cinta kita." David meremas telapak tangan Susan yang sangat dingin.
"Grandfa pada dasarnya baik, kok! Dia hanya sedikit keras kepala. Jangan khawatir, aku pasti tidak akan membiarkan Grandfa berbuat aneh-aneh sama kamu!" Mereka lalu pergi ke rumah utama keluarganya. David memang merahasiakan nama keluarganya, sekali lagi, demi misi sang Grandfa.
Di Meksiko, Grandfa memang seorang mafia yang di segani, memiliki banyak bisnis dan perusahaan yang legal maupun ilegal. David anak tunggal dan kelak akan mewarisi semua bisnis Grandfa.
"Grandfa! David kembali!" David melihat rumah begitu sunyi. Tidak biasanya. Rasanya ada hal yang aneh. David mulai menghubungi asistennya yang selama ini di tugaskan mengawasi sang Grandfa. "Grandfa dimana?" tanya David.
"Tuan besar, kembali ke Meksiko, ada hal penting yang harus beliau urus. Katanya kalau sudah selesai akan segera kembali ke Indonesia." terdengar suara yang sangat ramai di sekitar asistennya. David jadi penasaran.
"Kamu di mana?" tanya David kemudian.
__ADS_1
"Tuan besar meminta saya menemani beliau kembali ke Meksiko. Saat ini saya dalam perjalanan ke rumah beliau. Tadi Tuan besar meminta saya membeli sesuatu." jawab Asistennya di seberang sana.
"Ya sudah, jaga Grandfa." David lalu menutup panggilan ponselnya. Susan yang baru pertama kali datang ke rumah keluarga David, merasa takjub dengan rumah mewah David. Bahkan rumah Pamannya dan keluarga besar Kevin masih kalah dari rumah Grandfanya David. Sungguh luar biasa. Sifat materialistis Susan timbul kembali.