
Setelah memastikan bahwa akun perusahaan
ayahnya aman. Arjun datang ke perusahaan ayahnya sebagai pewaris sang ayah.
Dengan ditemani oleh sekretaris dan juga asisten ayahnya, beserta pengacara perusahaan ayahnya. Arjun melangkahkan kakinya dengan gagah ke Perusahaan Prawira Group.
Arjun tidak rela kalau perusahaan yang sudah dibangun oleh ayahnya harus dihancurkan oleh manusia-manusia khianat seperti Emeralda dan Steven yang telah menusuk ayahnya dari belakang.
Itulah yang membuat Arjun akhirnya mau membuka hatinya untuk menerima permintaan ayahnya ketika dia sadar dalam komanya untuk membantu menyelamatkan perusahaan sang ayah dari keserakahan Emeralda dan juga Steven.
Flash back on
"Kau bantulah Papa! Untuk membereskan manusia-manusia khianat itu dari perusahaan kita. Karena Papa tidak rela, kalau usaha keras Papa harus dinikmati oleh mereka semua. Manusia-manusia yang tidak tahu diri dan tidak tahu terima kasih!" ucap ayahnya Arjun memohon kepada putranya untuk membantunya membersihkan perusahaannya dari manusia-manusia khianat seperti Emeralda dan Steven.
"Apakah Papah tidak akan marah kalau saya mengusir istri tercinta papa dari kediaman Papa dan juga dari perusahaan?" tanya Arjun dengan suara dingin dan datar.
"Papa sudah mengajukan gugatan cerai untuk Emeralda, hanya tinggal menunggu panggilan dari pengadilan saja. Kau bisa melakukan apa saja kepada wanita itu dan juga kepada anaknya yang ternyata memiliki niat jahat terhadap Perusahaan kita!" ucap ayahnya Arjun dengan suara lemah.
Ayahnya Arjun baru siuman dari komanya dan sangat marah ketika mendapatkan laporan dari asistennya bahwa Emeralda dan Steven telah berbuat curang di dalam perusahaannya dan telah mencuri uang maupun saham miliknya ke dalam akun bank pribadi mereka.
"Baiklah! Aku akan membantu papah. Selama aku berada di sini, aku akan memastikan bahwa mereka berdua sudah menghilang dari kehidupan Papa saat Papa kembali ke Mansion!" janji Arjun kepada ayahnya sehingga membuat ayahnya menitikkan air mata sangking terharunya ternyata putranya masih peduli kepada dirinya.
__ADS_1
"Terima kasih Arjun! Larena kau sudah mau membantu papa dan tolong kau ampuni dosa Papa yang sudah menyakiti hati ibumu. Ketika dia masih hidup. Papa akan memastikan bahwa Papa pasti akan datang ke makamnya untuk meminta maaf kepada ibumu!" ucap ayahnya Arjun dengan berlinang air mata.
"Baguslah kalau Papa sudah menyadari kesalahan papa. Arjun pasti akan membantu dengan sekuat tenaga untuk membuat perusahaan Papa kembali sehat dan normal kembali dan memastikan para Manusia khianat itu enyah dari perusahaan papa!" janji Arjun kepada ayahnya.
Flash back off
"Kumpulkan semua dewan direksi dan juga para pemegang saham di ruang rapat!" perintah Arjun kepada asisten ayahnya.
"Baik Tuan! Akan segera saya laksanakan!" ucap asisten ayahnya Arjun kemudian dia langsung meninggalkan Arjun di ruangannya.
"Akhirnya hari ini tiba juga akan menjadi kehancuranmu Emeralda dan ini akan menjadi pembalasan dendamku yang paling mutakhir yaitu saat melihatmu dan anak harammu keluar dari kediaman Ayahku dan perusahaan ayahku secara terhina!" ucap Arjun dengan suara dingin dan datar.
Apabila ada orang yang melihat sorot mata Arjun saat ini. Pasti mereka ketakutan. Karena di sana terdapat dendam yang begitu besar yang menyorot tajam di matanya yang sangat dingin dan mencekam.
Dengan langkah mantap Arjun langsung meninggalkan ruangan itu dan menuju ruang rapat perusahaan ayahnya yang begitu besar dan juga sangat mewah.
Perusahaan Prawira group memang merupakan perusahaan multinasional yang berpusat di Amerika tetapi cabangnya ada di berbagai negara termasuk di Indonesia.
Prawira group bergerak di bidang transportasi baik udara, laut maupun darat. Jadi sangat berpengaruh keberadaannya untuk kehidupan masyarakat banyak.
Oleh karena itu apabila perusahaan induk dari Prawira group mengalami masalah maka akan banyak para karyawan yang harus mempertaruhkan hidup mereka.
__ADS_1
Para pengguna jasa transportasi juga pasti akan kena imbasnya karena mereka pun akan merasakan kerugian yang dibuat oleh Steven dan Emeralda dengan kurangnya fasilitas maupun pelayanan yang diberikan oleh perusahaan kepada para penggunanya.
Dengan gagah Arjun berdiri di hadapan Para dewan direksi dan juga para pemegang saham perusahaan ayahnya yang tampak menatapnya dengan garang.
Arjun sudah menyelidiki satu demi satu orang-orang tersebut melalui beberapa detektif yang sudah dia sebar di perusahaannya sehingga dia tahu siapa-siapa saja yang merupakan musuh ayahnya ataupun berpihak kepada ayahnya.
"Kalian harus tahu, bahwa saat ini Ayahku dalam keadaan kritis dan dia sudah menyerahkan tampuk kekuasaan kepemimpinan perusahaan ini kepada saya. Sebagai pewaris satu-satunya Prawira Group!" ucap Arjun sambil menatap satu persatu mereka yang tampak tidak menyukai kehadirannya saat ini.
"Saya sangat tahu bahwa diantara kalian banyak yang sudah membelot dari kekuasaan Ayahku. Percayalah bahwa Kalian pasti akan menemui kerugian dari hal khianat semacam itu. Karena saya tidak akan mengampuni perbuatan semacam itu!" ucap Arjun dengan wajah gerang dan horor menatap Para dewan direksi dan juga pemegang saham yang tampak tidak menghargainya.
Arjun kemudian menunjukkan surat kuasa yang diberikan oleh ayahnya yang menyatakan bahwa dirinya sebagai pewaris Prawira group dan mempunyai hak penuh untuk memecat maupun menendang Siapa saja yang menentang keputusannya.
"Saya akan memberikan kesempatan kepada kalian apabila kalian masih mau bertobat dan kembali kepada ayahku Tetapi kalau kalian bandel Percayalah Saya pasti akan membuat kalian tahu kekuasaan apa yang saya miliki di perusahaan ini!" ucap Arjun sambil menatap tajam satu persatu orang-orang yang berada di dalam ruangan Meeting itu.
"Silakan kalian pikirkan apa yang saya katakan Saya akan meninggalkan kalian 1 jam di ruangan ini setelah itu putuskan keinginan kalian apa!" ucap Arjun kepada mereka semua.
"Kalian pastikan bahwa ruangan ini tertutup dan jangan memberikan kesempatan kepada orang luar untuk masuk ke dalam ruangan ini!" Arjun memberikan perintah kepada security yang menjaga ruangan tersebut.
"Kalian harus tahu, bahwa kalian telah meminum racun yang saya masukan di dalam minuman kalian semua. Apabila dalam waktu 1 jam, kalian tidak meminum penawarnya. Maka kalian pasti akan mati secara mengenaskan. Tolong agar kalian berpikir secara bijaksana! Sebelum kalian mengambil keputusan!"ucap Arjun dengan datar sebelum meninggalkan ruangan meeting tersebut.
"Berikan mereka penawar racunnya, setelah mereka menandatangani akta kesepakatan untuk setia kepada ayahku dan juga kesediaan mereka untuk mengembalikan apa yang sudah mereka curi dari perusahaan ini!" ucap Arjun kepada asisten ayahnya sebelum dia benar-benar meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
Seketika semua orang yang berada di ruang ruangan itu ribut dengan perkataan yang dikatakan oleh Arjun. Mengenai mereka yang telah meminum racun yang mematikan.