
Kevin langsung mendekati Arjun yang saat ini sedang berbaring di pojok ruangannya.
Sementara itu, Sonia yang sudah sampai di lobby kantor langsung menuju ke ruangannya Arjun. Sonia terkejut melihat kondisi Arjun yang sangat mengenaskan saat ini.
"Kevin, sebaiknya kita bawa dia ke rumah sakit! Kondisinya tidak baik-baik saja!" Sonia mengatakan kepada Kevin.
"Saat aku datang, Kevin sudah seperti ini. Apa kita tidak bisa menolongnya di sini saja?" Kevin seakan keberatan untuk membawa Arjun ke rumah sakit.
Kevin paling tahu bahwa Arjun paling membenci rumah sakit dan Kevin paling mengerti bahwa Arjun merasa trauma dengan yang namanya rumah sakit.
"Kita harus membawa Arjun ke rumah sakit saat ini juga. Apa kau tidak melihat pergelangan tangannya? Lihatlah itu! Semakin lama dia di sini, maka dia akan semakin kehilangan banyak darah!" seketika Kevin langsung menujukan pandangannya ke pergelangan tangan Arjun yang ditunjuk oleh Sonia tadi.
"Astaghfirullahaladzim Arjun Kenapa kau melakukan hal seperti ini?" Kevin begitu terkejut ketika melihat pergelangan tangan Arjun yang sudah tersayat.
"Cepatlah sudah tidak ada waktu. Apa kau menginginkan Arjun mati di sini?" tanya Sonia dengan kecemasan yang luar biasa dengan keadaan Arjun saat ini.
Kevin kemudian langsung mengangkat tubuh sahabatnya itu untuk segera berangkat ke rumah sakit.
Saat ini ayah dan anak yang sudah sangat lama bermusuhan itu. Kini berada di rumah sakit yang sama dengan penyakit yang berbeda.
"Tampaknya kebencian Arjun terhadap ayahnya ini sudah sangat mengakar dan berdarah daging. Lihatlah dia sampai kehilangan akal seperti ini, hanya gara-gara kedatangan ayahnya saat ini!" ucap Sonia memberikan analisis tentang penyakit Arjun saat ini.
"Aku bisa mengerti perasaan Arjun saat ini. Bagaimana dia melewati hari-harinya. Setelah dia kabur dari kediaman keluarga Prawira!" ucap Kevin dengan nada Sendu.
Karena Kevin lah yang selama ini selalu menemani Arjun disaat kesendiriannya. jadi Kevin sangat tahu bagaimana kehidupan Arjun selama ini.
__ADS_1
"Kasihan sekali nasib Arjun! Di saat semua orang hidup bergelimpangan kasih sayang kedua orang tu mereka. Sementara dia hidup harus menanggung kebencian kepada ayahnya seumur hidupnya!" ucap Kevin dengan suara bergetar merasakan kesedihan sahabatnya saat ini.
"Trauma masa kecil yang mendalam yang akhirnya membentuk kepribadian introver dan juga rasa sakit yang sulit terobati! Sungguh malang sekali nasib Arjun!" ucap Sonia sambil menatap Arjun yang saat ini masih pingsan di pangkuannya.
Sementara itu, Kevin yang sedang fokus untuk menyetir pun tampak berkaca-kaca matanya.
Kevin yang seharusnya saat ini sibuk mempersiapkan pernikahannya pun, sampai lupa dengan urusannya sendiri. Sangking sibuknya memikirkan sahabatnya yang saat ini sedang keadaan drop total dan membutuhkan dirinya sebagai seorang sahabat sejati.
"Cepatlah, Kevin! Semakin lama kita di jalan akan semakin berbahaya untuk keadaan Arjun!" ucap Sonia mengingatkan Kevin agar segera melajukan kendaraannya supaya mereka bisa segera sampai di rumah sakit.
"Ini sudah yang paling cepat, Sonia! Kau ingin sampai ke rumah sakit dengan selamat, apa ingin sampai ke sana dengan mati?" protes Kevin yang dari tadi sudah berusaha untuk semaksimal mungkin agar mereka sampai ke rumah sakit dengan aman dan selamat.
Mendengarkan teguran Kevin akhirnya Sonia pun terdiam.
"Sonia kau di sini ya? Aku akan mengurus administrasinya dulu. Aku juga akan menengok ayahnya Arjun yang saat ini juga sedang dirawat. Apa kau bisa menunggu Arjum di sini?" tanya Kevin menanyakan kesanggupan Sonia untuk menunggu Arjun keluar dari UGD.
"Kau nggak usah khawatir! Aku akan menunggu Arjun di sini. Kau pastikan saja semuanya baik-baik saja. Dan kau juga harus ingat! Jangan beritahukan hal ini kepada ayahnya Arjun. Jangan sampai nanti dia datang ke sini. Itu malah akan memperkeruh suasana hati Arjun! Untuk saat ini, kita harus menjauhkan ayahnya dari Arjun agar kondisi Arjun bisa stabil lagi!" ucap Sonia menjelaskan kepada Kevin apa yang harus dia lakukan saat ini.
"Baiklah! Sonia aku mengerti semuanya kau di sini ya? Tolong kau tunggu Arjun! Aku segera kembali setelah urusan selesai!" Kevin kemudian meninggalkan Sonia dan pergi ke ruangan administrasi untuk mengurus semuanya, perihal Arjun dan ayahnya yang saat ini dirawat bersamaan di rumah sakit itu.
"Apakah aku perlu menghubungi Santi? Tapi saat ini hubungan Santi dan Arjun sedang tidak baik-baik saja! Urusan mereka berdua benar-benar sangat memusingkan!" ucap Kevin terhadap dirinya sendiri.
Akhirnya Kevin memutuskan untuk tidak menghubungi Santi Karena Kevin tidak ingin memberikan masalah baru untuk Arjun.
Setelah semuanya beres Kevin langsung menuju ke ruangan di mana ayahnya Arjun saat ini sedang.
__ADS_1
Menurut keterangan dokter, ayahnya Arjun telah selesai dioperasi dan kini sedang menjalani proses perawatan.
Kevin masuk ke dalam ruangan ayahnya Arjun dan melihat kondisinya.
"Apakah saya perlu untuk menghubungi keluarganya yang di Amerika?" tanya Kevin kepada dirinya sendiri.
Seharian ini Kevin berlarian ke sana kemari mengurus Arjun dan ayahnya sampai dia lupa dengan makan untuk dirinya sendiri hingga akhirnya dia merasakan kelaparan sekarang.
Saat sampai di tempat Sonia berada Kevin langsung terduduk lesu di hadapan Sonia.
"Ada apa denganmu Kevin? Kenapa wajahmu pucat?" tanya Sonia keheranan dengan kondisi Kevin saat ini.
"Aku tidak apa-apa aku hanya kelaparan saja apa Aku percaya kalau aku mengatakan Aku belum makan Sejak pagi?" bukannya mendapat simpatik dari Sonia Sonia malah tertawa melihat kondisi Kevin saat ini.
"Ah kau memang teman durhaka melihat temanmu sengsara kau malah tertawa benar-benar tidak bisa ditolong!" ucap Kevin sambil menatap tajam kepada sonia.
"Ya ampun Kevin Memangnya Apa yang kau lakukan seharian ini sampai tidak bisa makan hah?" tanya Sonia masih dengan tertawa menatap Kevin yang misuh misuh terhadapnya.
"Kau kan tahu? Kalau dua hari lagi, aku akan menikah dengan Qiara. Jadi aku sibuk lah ngurusin pernikahanku ditambah lagi urusan Arjun dan ayahnya ini benar-benar membuat saya jadi lupa untuk makan dan melakukan hal yang lainnya!" ucap Kevin menerangkan situasinya saat ini kepada Sonia.
"Okelah! Baiklah! Aku ngerti sekarang. Ya udah kamu tunggu di sini ya? Aku akan keluar mencari makanan untukmu Kebetulan aku juga sudah lapar sejak tadi siang aku belum makan!" ucap Sonia kepada Kevin.
Setelah mendapatkan persetujuan dari Kevin. Sonia kemudian keluar dari rumah sakit dan mencari cafe terdekat untuk mendapatkan makanan untuk mereka berdua.
Sonia, Kevin dan Arjun adalah 3 orang sahabat yang sewaktu masa SMA mereka, mereka adalah sahabat terbaik dan mereka telah melewati banyak kesulitan selama masa persahabatan mereka.
__ADS_1