
David membaca dengan seksama artikel yang membicarakan tentang hak-hak dan kewajiban seorang suami dan istri. Dengan sangat teliti David membaca artikel tersebut. karena dia khawatir kalau terjadi kesalahan atau melewatkan sesuatu.
Reader bisa membaca sendiri ya, tentang hak dan kewajiban suami dan istri. Author takut melakukan kesalahan kalau mencoba menuliskan ulang hal itu. Takut berbeda pemahaman, maka akan beda hasilnya juga.
Setelah David membaca artikel tersebut, dia pun kemudian membaringkan tubuhnya di samping sang istri. Memeluknya dengan erat memberikan kehangatan kepada istrinya.
" Aku berjanji akan memberikan semua hakmu selama menjadi istriku!" ucap David sambil mencium kening istrinya.
Martha yang saat itu, sebenarnya belum betul-betul tertidur. Dia merasa terharu hatinya, ketika melihat perlakuan David yang mulai lembut kepadanya.
'Sedikit demi sedikit, aku pasti akan bisa menaklukanmu dan membuatmu jatuh cinta padaku. Kau akan melupakan wanita yang pernah kau cintai!' batin Martha dalam hatinya. kemudian Marta memeluk tubuh David dan tertidur pulas.
Keesokan harinya. Mereka pun langsung bergegas berkemas, karena waktu 3 hari penyewaan kamar hotel sudah habis. Masa bulan madu telah berakhir. Mereka pun memutuskan untuk kembali ke penthouse milik David.
"Kau yakin kalau kau ingin mengikutiku?" tanya David kepada istrinya.
"Aku kan istrimu, kewajibanku adalah mengikutimu. Kemanapun kau pergi. Kau tidak usah khawatir. Aku meminta Haku sebagai istrimu kepadamu dan aku akan memberikan kewajibanku kepadamu, sebagai istrimu!" ucap Martha tanpa ragu-ragu.
"Aku tidak memintamu apa-apa. Cukup kau berikan keturunan saja untuk keluarga Kibgford, seperti keinginan grandfa!" ucap David dengan suara datar.
Kalau mengikuti emosi Marta dulu, sebelum mengenal dekat suaminya. Dia pasti sekarang sudah mengamuk, ketika mendengarkan David mengatakan itu. Tetapi setelah tadi malam David memperlakukannya dengan begitu tulus, sekarang Martha bisa sedikit mengerti dan mencoba memahami perasaan David saat ini.
" Baiklah kau jangan khawatir aku pasti akan memberikan apa yang kau inginkan dan juga Grandfa!" janji Marta kepada David.
" Baguslah kalau kau sadar posisimu. Ya sudah, ayo kita kembali ke penthouse ku. Jadi kau bisa mengaturnya, sesukamu, terserah. Kau adalah nyonya rumahnya sekarang!" ucap David sambil membawa koper-koper mereka ke mobil kemudian mereka pun langsung meninggalkan hotel tersebut.
__ADS_1
Manajer yang mengantarkan kepergian David mengucapkan selamat atas pernikahan keduanya dan memberikan doa terbaik untuk mereka berdua.
"Senang melayani anda Tuan Semoga rumah tangga kalian akan diberkahi dan memiliki keturunan yang bisa membanggakan kalian!" ucap manager hotel sebelum David dan Martha meninggalkan hotel tersebut
" Terima kasih karena kau sudah melayani kami aku puas dengan pelayanan kalian aku akan menyampaikannya pada Grandfa!" manajer tersebut sangat bahagia sekali dengan pujian David dan janjinya sehingga dia pun sampai membungkuk 45° mengantarkan kepergian David dan Martha.
" Kenapa manajer tersebut begitu bahagia ketika kau mengatakan akan menyampaikan pujian kepada Grandfa?" tanya Martha tampak kebingungan.
" Hotel itu milik keluarga kami. Tentu saja dia akan senang, kalau aku melaporkan kebaikan mereka. Karena itu akan menghasilkan bonus untuk mereka semua!" ucap David dengan suara dinginnya.
Setelah gagal menikah dengan Qiara, David memang telah berubah menjadi pribadi yang semakin tertutup. Dia tidak pernah mau membuka hatinya lagi kepada siapapun. Dia pun berusaha membangun tembok yang tinggi bersama Marta, sang istri.
Martha berusaha untuk mengerti kepribadian David tersebut. Karena mengingat luka hatinya yang begitu mendalam. Setelah mencintai seorang gadis dengan begitu dalam yang akhirnya malah menikah dengan orang lain.
Ibarat kata, David ini telah menjaga calon istri orang lain selama ini. Benar-benar kehidupan yang sangat sia-sia.
" Apakah setelah ini kau akan langsung ke kantor?" tanya Martha kepada suaminya.
" Tidak, Grandfa telah memberikanku cuti selama 7 hari. Aku bisa bersantai di rumah!" ucap David sambil memejamkan kelopak matanya. Martha hanya melirik sekilas kemudian dia menatap jendela mobil dan melihat keluar.
Martha tahu, bahwa saat ini David pikirannya sedang kacau. Makanya dia tidak banyak bertanya apapun, ataupun mengajak ngobrol David. Suasana di dalam mobil terasa begitu mencekam.
"Apakah kita bisa mengunjungi kedua orang tuaku?" tiba-tiba saja Marta memecah kesunyian di antara mereka.
"Yah, kita akan ke sana untuk menghabiskan masa cutiku kita akan menginap di rumah kedua orang tuamu!" ucap David sambil melirik kepada Martha.
Martha yang merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengarkan. Sekali lagi Martha mengkonfirmasi apa yang di ucapkan oleh suaminya.
__ADS_1
" Apakah benar kita akan menginap di rumah kedua orang tuaku?" tanya Martha dengan mata yang berbinar.
David hanya mengangguk saja kemudian dia mengejamkan matanya kembali.
David tampak memijit pelipisnya dengan pelan. Sehingga Martha bisa tahu, kalau David saat ini sedang pusing pikirannya. Oleh karena itu dia tidak mengganggu suaminya.
Setelah mereka sampai di penthouse milik David. Mereka pun kembali bersiap untuk mengunjungi kediaman kedua orang tuanya Martha di pedesaan Meksiko.
Martha sangat bahagia sekali saat ini. Karena keinginannya untuk mengunjungi kedua orang tuanya tidak mengalami kesulitan dari sang suami.
Di acara pernikahan yang kemarin, tidak ada satupun keluarganya yang mendatangi acara pernikahan tersebut. Karena mereka tidak percaya diri untuk hadir di antara orang-orang kaya tersebut.
Mereka juga tidak ingin membuat malu keluarga David, dengan kehadiran mereka di dalam resepsi pernikahan tersebut.
Begitu besar pengertian yang diberikan oleh keluarganya Martha kepada keluarga besarnya David. udah sampai rela tidak menyaksikan pernikahan Putri mereka sendiri.
Begitu sampai di kediaman kedua orang tuanya Martha, David langsung menyalami mertuanya dan memberikan beberapa hadiah yang tadi dia beli ketika dalam perjalanan.
David benar-benar menjalankan tugasnya sebagai seorang suami dan juga menantu yang baik, di kediaman itu. Sehingga kedua orang tua Martha tidak curiga sama sekali, dengan keadaan pernikahan mereka berdua.
"Kami tidak meminta lebih darimu, sebagai suaminya Martha. Kami hanya ingin agar kau membahagiakan putri kami. Itu sudah lebih dari cukup untuk kami!" ucap ayahnya Martha kepada David saat mereka makan malam bersama. Tampak ada harapan begitu besar di mata tuanya untuk melihat kebahagiaan pernikahan putrinya yang berharga.
Jauh di lubuk hati David saat ini, dia sedang merasakan terharu dengan penyambutan hangat dari keluarga Martha menerima kehadirannya sebagai menantu keluarga itu.
David bisa merasakan kehangatan suasana di keluarga Martha, karena selama hidupnya, dia memang hanya hidup bersama Grandfa.
Kedua orang tua David meninggal dalam kecelakaan sejak David masih kecil. Jadi David tidak mengetahui apa arti kasih sayang dari kedua orang tuanya. Dia hanya tahu, arti kasih sayang dari grandfa yang mengalir deras hanya untuk dirinya.
__ADS_1