Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
30. Qiara pergi ke luar negeri


__ADS_3

Setelah mengesahkan status Qiara dalam keluarga Pratama, Papahnya Qiara mengirim Qiara ke Meksiko. Untuk kuliah disana. Alasan sebenarnya, Qiara ingin melarikan diri sari Kevin, sakit hatinya melihat suaminya yang bermesraan dengan wanita lain.


Apalagi status Qiara yang hanya istri siri, dan Susan sebagai istri sah. Memikirkan hal itu saja sudah membuat gila.


Qiara ingin melupakan Kevin dan juga menyembunyikan kehamilan dirinya dari Kevin. Biarlah anak itu hanya menjadi miliknya sendiri, dari pada memiliki ayah seorang playboy.


Kebetulan kakeknya Qiara dan Grandfa nya David berteman sejak dahulu. Qiara di Meksiko hidup bersama seorang pelayan dan juga sopir. Hari-hari yang dilalui oleh Qiara begitu sibuk, selain kuliah, Qiara juga dipercaya untuk mengelola sebuah hotel milik Pratama Group.


Sebagai pewaris satu-satunya keluarga Pratama, Qiara harus banyak belajar dan berlatih, bagaimana mengelola sebuah hotel. David banyak membantu Qiara sebagai seorang teman.


David menyerah dengan Susan, sebesar apapun cinta yang dimilikinya, Mamahnya Susan selalu meremehkan dirinya. David sengaja tidak pernah membuka identitas aslinya. Bahkan nama belakang keluarga saja dia rahasia kan. Orang hanya tahu namanya David.


Musuh Grandfa itu banyak, sebagai seorang mafia internasional, David dilindungi oleh anak buah Grandfa nya. Menjaga agar David aman dan bisa hidup dengan normal tanpa ketakutan.


David sekarang pindah juga ke Meksiko dan tinggal bersama Grandfa nya, mematuhi perintah Grandfa untuk menjaga Qiara.


"David, nanti bisa temani buat periksa kandungan ke klinik, bukan?" tanya Qiara di telepon.


"Iya, nanti aku jemput. Kamu hati- hati ya, jaga keponakan aku!" ucap David senang.


"Dasar pria bodoh! Di suruh menikah malah gak mau! Tapi setiap hari lengket aja kaya prangko!" ledek Grandfa yang kesal dengan kelakuan cucunya yang gak masuk logikanya.


"Grandfa, David gak mau menikah dengan wanita yang gak mencintai David!" ucap David mantap.


"Tapi kamu mau, ngurusin anak istrinya orang. Ckckck gak ada harapan kau ini!" ledek Grandfa.


"Tuh, Grandfa tahu Qiara istri orang, ko nyuruh David buat nikahin?" tanya David kesal.


Ya, David mulai kesal sama Grandfa nya, karena selalu mengaturnya, nyaris tidak ada privasinya dan kebebasan. Segala hal selalu diawasi dan di komentari Grandfa nya.

__ADS_1


"Grandfa, aku ini sudah besar, loh! Aku tahu mana yang terbaik untuk hidupku. Percayalah pada cucumu sekali-kali." pinta David sambil berlalu dari hadapan Grandfa nya.


"Mau kemana?" tanyanya lesu.


"Antar Qiara buat periksa kehamilan!" jawab David sambil berlalu.


"Orang lain nanti mengira anak dalam kandungan Qiara itu anaknya kamu! Dasar anak bodoh!" kesal Grandfa dengan kelakuan cucunya.


"Kalau begini terus, kapan punya cicitnya?" keluh Grandfa kesal dengan David. Di suruh melanjutkan organisasi mafia menolak, di suruh segera menikah dengan Qiara juga menolak. Entah apa yang kini jadi pikiran cucunya tersebut.


Sementara itu, David sudah menjemput Qiara.


"Maaf, ya! Merepotkan kamu, uncle!" canda Qiara.


"Gak apa-apa, ayo masuk!" David langsung melarikan mobilnya ke klinik yang biasa mereka datangi untuk memeriksa kandungan Qiara.


"Aku gak perduli dengan dia. Kenapa emang?"


"Kamu gak mau kembali sama dia?"


"Gak akan pernah!" Qiara tampak emosi.


"Kok, kamu gak tabayun dulu sih, gimana kalau salah paham? Kamu nanti jatuhnya, aniyaya orang yang kamu cintai loh! Pisahin anak dari ayahnya, aku bayangin aja sudah nyesek, loh! Kasihan anak sama laki loe!" Qiara diam, sambil melihat lurus ke depan. David tahu, Qiara saat ini lagi sedih.


"Qi, maaf ya! Sebagai teman terdekat loe, gue hanya merasa mesti ingetin loe. Segala sesuatu harus di tabayun dulu! Jangan asal ambil kesimpulan. Kevin berhak tahu tentang anak loe!"


"Tolonglah! Gue jauh datang ke sini, karena mau hidup tenang dan melahirkan dengan lancar tanpa ada yang recokin hidup gue! Gue udah berdamai dengan masa lalu, Gue anggap, saat-saat bersama Kevin hanya sebatas mimpi. Gue gak mau terluka lagi. Cukup satu kali!" Qiara lalu memejamkan matanya.


David tahu, Qiara sedang menahan luka di hatinya. Kemarin anak buahnya yang di tanamnya di sisi Kevin, melaporkan bahwa Kevin hingga saat ini masih mencari keberadaan Qiara.

__ADS_1


Sunar bahkan mengirimkan rekaman CCTV pada hari itu di ruangan Kevin, yang dia retas di perusahaan Bramantyo Group atas perintah David. David tahu kalau itu semua hanya salah paham. David juga berusaha meluluhkan hati Qiara yang saat ini terluka karena kesalahan masa lalu.


"Maafkan gue, kalau udah bikin loe gak nyaman!" akhirnya David menyerah juga pada Qiara.


"Hmmmm," sahut Qiara.


Setelah menempuh perjalanan 30 menit, mereka sampai di sebuah klinik anak dan ibu. Klinik itu sangat besar dan megah.


"Kapan perkiraan lahirnya?" tanya David memecah kesunyian. Qiara sejak tadi hanya diam saja.


"Sebulan lagi sudah lahir. Kenapa? Jangan khawatir! Gue mulai sekarang gak akan ngerepotin loe lagi! Loe bisa pulang sekarang, gak usah jemput gue. Nanti gue telpon supir Gus buat jemput!" Qiara lalu berlalu dari hadapan David.


"Ayolah, Qi! Jangan kaya gini! Gue cuma berusaha ingetin loe, jangan sampai gegabah dalam ambil keputusan! Hidup loe dan anak loe!" David berusaha membujuk Qiara agar mau memaafkan Kevin. Sebagai seorang pria, yang pernah di posisi Kevin, David tahu bagaimana rasanya.


Dahulu, Susan juga pernah menyembunyikan kehamilannya dari dirinya, sampai dua kali. Tapi dirinya tidak beruntung, Susan tak setanggung Qiara yang walaupun pergi dalam kemarahan pada Kevin, Qiara mau menjaga anaknya dengan baik dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk calon anaknya. Qiara tidak pernah lupa kontrol kehamilannya. Bahkan Qiara juga mengundang seorang instruktur senam hamil untuk datang ke rumahnya.


Qiara benar-benar menjaga kandungan. Seandainya dahulu Susan segigih dan sekuat Qiara, mungkin dirinya sekarang sudah punya dua anak. David sampai sekarang masih merasa bersalah tentang hal itu. Makanya, David selalu menemani Qiara untuk kontrol kehamilannya.


"Ayo kita masuk, nanti kalau semakin siang, makin lama antriannya." Qiara hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Terkadang Qiara bingung dengan sikap David. Padahal kedua Kakek mereka sudah menjodohkan dirinya dan David, tapi David tidak pernah menunjukkan bahwa dirinya berminat menanggapi keinginan mereka untuk menikahi dirinya.


"Dav, apa kamu pernah mencintaiku?" tanya Qiara pelan, hampir tidak terdengar.


"Loe masih punya suami, gue pantang suka ma bini orang lain! Ogah!" jawab David mantap.


"Gue cuma nanya! Gak usah nyolot kaya gitu!" protes Qiara yang mulai bisa tersenyum.


"Qi, sebagai teman loe, Gue hanya ingin kebahagiaan loe dan anak loe. Gue disini hanya ingin bantu jaga loe dan anak loe!" jawab David sendu. Qiara tahu, ada yang di sembunyikan oleh David selama ini.

__ADS_1


__ADS_2