
Setelah Qiara dan Kenzo siap, mereka berempat akhirnya pergi ke taman. Pengasuh Kenzo di ajak juga,supaya bisa mengawasi Kenzo. David ingin menghabiskan waktu bersama dengan Qiara, malam itu terasa sangat romantis.
Saat mereka asyik berjalan-jalan, tiba-tiba saja mereka sudah di cegat oleh dua orang pria berpakaian serba hitam, Qiara dan pengasuh Kenzo sudah ketakutan.
"Qiara, cepat kamu pergi ke keramaian di sana. Ajak Kenzo dan pengasuhnya, pastikan untuk menghubungi Sunar, untuk mengirimkan pasukan ke mari!" ucap David berpesan kepada Qiara.
"Kamu tanpa anak buahnya hanyalah seekor kucing lemaah! Hahahaha!" tiba-tiba seorang pria berpakaian parlente sudah bergabung di antara mereka.
"Aku sudah menduga bahwa ini adalah perbuatanmu, pengecut! Kau bersiap-siaplah menerima hukumanmu, karena kau berani mengganggu malamku bersama kekasihku!" tanpa banyak bicara lagi, David langsung menyerang mereka bertiga tanpa ampun. David adalah pemegang sabuk hitam taekwondo. Gerakannya sangat lincah dan kuat dalam waktu 10 menit Ketiga orang itu sudah lutut di hadapannya.
"Tolong ampun, ampuni kami! Kami berjanji kalau kami, tidak akan mengulangi hal seperti ini lagi!" laki-laki yang tadi berbicara dengan begitu angkuhnya, kini dia memohon mohon di bawah telapak kaki David yang sudah berhasil melumpuhkan Ketiga orang tersebut.
Sementara itu, di kejauhan, tampak Qiara beserta pengasuh Kenzo tampak panik menyaksikan David yang dikeroyok oleh tiga orang tersebut.
"Bu, cepat telepon Tuan Sunar! Agar segera membawa bantuan ke sini! Kasihan Tuan David, kalau nanti orang-orang tersebut, membawa bala bantuan yang datang lagi kesini, bisa bahaya ini, Bu!" ucap pengasuhnya Kenzo.
Ucapan pengasuh itu, akhienya berhasil untuk menyadarkan Qiara dari kepanikan, sehingga dia langsung mengambil ponselnya dan segera menelpon Sunar.
__ADS_1
"Halo, Sunar! Cepat kau datang ke taman sini! Tuanmu sedang dikeroyok oleh 3 orang pria berjas hitam-hitam. Cepat! Saya takut kalau nanti bantuan mereka segera datang lagi!" Qiara sungguh panik.
"Oke! Oke! Oke! Kami akan segera meluncur ke sana! Pastikan Nyonya berada di tempat yang aman ya? Tenang, tenang, tenang, kami dalam perjalanan ke sana!" Qiara kemudian menutup telepon tersebut dan menunggu kedatangan Sunar. David yang tampak sudah selesai dengan pertarungan melawan Ketiga orang tersebut, tampak berdiri dengan congkaknya. Tampaknya David sedang menunggu kedatangan polisi yang tadi sempat dia telepon. Ya, David tidak mau melepaskan ketiga orang tersebut, yang dia yakini dikirim oleh rival bisnisnya.
Tidak lama kemudian, datang polisi dan juga beberapa anak buah Sunar yang sudah berjaga di sekitar Qiara. Mereka tidak berani mendekati David, karena di sana ada polisi yang sudah menangkap ketiga orang tersebut.
"Terimakasih bantuannya, saya siap dipanggil ke kantor polisi kapanpun! Apabila kalian membutuhkan bantuan saya! Oke, selamat tinggal di sana kekasih saya sudah menunggu saya!" setelah bersalaman dengan kedua petugas polisi tersebut, David langsung mendekati Qiara yang sudah mulai tenang. Karena di sana juga ada Sunar beserta beberapa orang pasukannya yang menjaga Qiara dan juga Kenzo.
"Maafkan kami Tuan! Kami datang terlambat!" ucap sonar sambil menekuk kepalanya karena takut kena marah.
"Ah, sudahlah! Lupakan malam ini! Yang penting, jadikan pelajaran! Besok-besok, kalau kami pergi berjalan-jalan lagi, kalian diperintahkan atau tidak, kalian harus mengikuti kami, dan mengawal kami. Bersiap untuk menjadi pasukan bayangan! Agar keselamatan kami bisa terjamin. Apakah kau mengerti, Sinar?" tanya David.
"Apa kau tidak apa-apa?" tanya David, Qiara berlari ke pelukan David, menangia tersedu-sedu.
"Lain kali, kalau kita pergi ke luar, sebaiknya tidak usah membawa Kenzo. Aduh! Jantungku rasanya hampir mau copot! Aku sekali takut kalau mereka melukai Kenzo!" Qiara mengelus pipi Kenzo yang mulai anteng lagi.
"Maafkan aku, ya? Sudah membuat kamu ketakutan! Ayo kita pulang saja! Kita bisa menonton film di Teater pribadi milik kita, mari habiskan malam ini dengan senang-senang. Kita lupakan kejadian buruk tadi, Hmmmmm, Ok?" Qiara membenamkan kepalanya dipelukan David. Ya, di sisi pria itu, hatinya merasa tenang. Walaupun tadi dia sangat ketakutan, tapi kini Qiara bisa merasakan lega.
__ADS_1
"Sunar! Kau dan pasukanmu, pastikan selalu mengawal kami berdua, oke?" perintah David, lalu kemudian David dan Qiara beserta pengasuhnya Kenzo pun kembali ke penthouse mereka.
"Aku benar-benar ketakutan! Ini sudah kedua kalinya, loh!Kita tiba-tiba diserang oleh orang asing di tengah keramaian. Katakan padaku, David! Sebenarnya apa yang kau lakukan di luar sana, kenapa begitu banyak orang yang menginginkan kematian kita!" tanya Qiara sambil memegang tangan David.
Tubuh Qiara masih gemetar. David tahu bahwa wanitanya saat ini masih dilanda ketakutan. Bahkan mungkin sebuah trauma telah muncul di dalam dirinya untuk berada di antara keramaian.
"Tenanglah, jangan khawatir! Mulai hari ini dan seterusnya, apabila kita pergi ke mana-mana, para pengawal akan selalu bersama dengan kita. Kamu jangan khawatir! Aku tidak akan membiarkan terjadi apa-apa denganmu ataupun kepada Kenzo kita!" David kemudian mencium kening Qiara, Qiara hanya mengeratkan pelukannya.
Setelah mereka sampai ke panthouse Kenzo langsung di bawa ke kamar tidurnya oleh pengasuhnya. Sementara Qiara dan David pergi ke home theater yang ada di dalam penthouse tersebut.
"Setelah mengalami kejadian buruk seperti itu, apakah kau masih punya mood untuk menonton film?" tanya Qiara sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ayolah, sayang! Lupakan saja! Itu nggak penting! Bukankah mereka sudah dimasukkan ke dalam penjara? Ayolah! Keadaan kita sekarang aman. Kita bisa nikmati malam ini. Jangan pikirkan lagi kejadian buruk itu, oke?" David berusaha membujuk Qiara untuk menemaninya menonton film yang kini sedang berputar di layar lebar di dalam ruangan home teater.
"Baiklah, aku akan menemanimu! Tapi hanya satu film, setelah itu aku akan tidur! Sudah ngantuk! Lebih baik kau pulang saja ke rumahmu, ya?" ucap Qiara.
"Apakah aku tidak boleh menginap malam ini di rumahmu?" tanya David dengan memasang wajah gemesin. Qiara hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Ah! Baiklah! Aku tahu kalau aku tidak diperbolehkan untuk menginap di rumah ini. Oke deh! Nggak apa-apa! Toh, sebentar lagi juga kita akan menjadi sepasang suami istri. Dan aku bisa menghabiskan seluruh sisa hidupku ini di sampingmu!" ucap David sambil mencium bibir kekasihnya yang sangat dia cintai. Qiara hanya menyambut ciuman yang selalu membuai dirinya dengan angan-angan yang indah. Ya, David selalu berhasil membuat Qiara terbuai dengan sejuta pesona yang dia miliki.
Setelah merasa puas, akhirnya David mengakhiri ciuman mereka, dan kembali fokus menonton film yang sedang berputar di layar besar. Setelah itu David berpamitan kepada Qiara, Qiara mengantarkan kekasihnya ke luar dan langsung tidur, karena waktu sudah tengah malam.