Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
55. Arjun Bingung


__ADS_3

Arjun menyingkirkan tangan Santi yang terus bergerilya di atas tubuhnya Arjun benar-benar kelapakan menghadapi Santi yang begitu agresif.


"Ini sudah malam! Sebaliknya aku pulang! Sudah ya! Seharian kita sudah bersama! Tidak baik kalau seorang laki-laki dan perempuan berada dalam satu ruangan tertutup. Nanti yang ketiganya adalah setan! Aku pergi dulu ya, selamat malam!" Arjun langsung lari tunggang-langgang, meninggalkan Santi yang tampak bengong terlongong melihat Arjun yang kabur dari kamarnya.


"Benar-benar seorang pria yang menarik!" ucap Santi sambil berbaring di kasurnya yang sangat luas itu. Santi membayangkan kebersamaan dirinya bersama Arjun selama seharian full tadi.


Sementara itu, Arjun langsung meninggalkan rumah Santi dan kembali ke apartemen miliknya. Sampai detik ini jantung Arjun masih berdesir kencang menanggapi sikap Santi yang begitu agresif terhadap dirinya.


"Ya Allah itu tadi sungguh berbahaya! Untung saja aku sudah lari dari kamar itu!" ucap Arjun sambil memegang jantungnya yang terus menerus berdetak kencang.


Setelah sampai ke apartemennya Arjun langsung berendam di bathtub mengingat kembali Kenangan bersama Santi selama seharian ini.


"Apakah Kevin baik-baik saja ya? Aku akan menelponnya nanti!" ucap Arjun seketika mengingat Kevin, dengan segudang pekerjaan yang biasanya menjadi tanggung jawabnya selama ini.


"Aku harap, Kevin bisa melewati hari ini tanpa aku atau bisa-bisa aku besok kena semprot oleh Bos manja itu!" Arjun bermonolog sendiri sambil menikmati hangatnya air hangat yang memanjakan dirinya. Arjun menghirup aroma terapi yang menenangkan pikirannya yang selama sehari ini selalu Sport jantung gara-gara ulah Santi yang selalu menggoda kekuatan imannya.


"Lama-lama aku bersama Santi bisa dibuat gila!" ucap Arjun lagi. Setelah merasa puas dengan berendam air hangat. Arjun kemudian kembali ke kamarnya dan menggunakan pakaian tidurnya. Arjun tampak mengambil ponselnya lalu mencari nomor Kevin berusaha untuk menghubungi bosnya.

__ADS_1


"Halo Bos! Gimana kabarmu? Apakah seharian ini keadaan kantor baik-baik saja?" tanya Arjun.


Namun di seberang sana, Kevin langsung ngamuk-ngamuk memarahi Arjun tanpa jeda, sehingga membuat Arjun kelapakan dan akhirnya memilih untuk menutup panggilan telepon tersebut.


"Wah gawat! Besok pasti akan ada perang besar ini! Aduh gimana ini? Aku harus siap-siap nih, besok pasti kena semprot bosku yang manja itu!" akhirnya Arjun memutuskan untuk tidur saja, karena kepalanya sangat pusing memikirkan apa yang akan terjadi di hari esok.


"Aku harus tidur nyenyak malam ini! Untuk mempersiapkan energi untuk melawan Bos manja itu! Hah! Aku tidak akan membiarkan dia menginjak-injak Harga Diriku!" setelah puas memberikan sugesti positif untuk dirinya sendiri. Arjun kemudian terlelap dengan tidurnya dan bermimpi yang sangat indah bersama sang pujaan hatinya.


"Ah, sialan! Si Arjun! Berani-beraninya! Dia menutup teleponnya tanpa permisi! Dasar anak buah tidak sopan! Awas aja! Besok aku pasti akan marahin dia habis-habisan! Seenaknya saja, berani-beraninya dia mengabaikan bosnya yang tampan ini!" Kevin terus aja misuh misuh, marah-marah nggak jelas gara-gara Arjun yang menutup telepon tanpa permisi.


"Aku sebaiknya tidur nyenyak malam ini! Untuk menyiapkan energi untuk besok, supaya bisa memarahi Arjun sepuasnya!" yah akhirnya dua sahabat yang sekaligus atasan dan bawahan selama berada di kantor itu, memiliki satu tekad yang sama, yaitu sama-sama akan bertahan untuk mempertahankan ego dan harga dirinya masing-masing. Melawan sahabatnya sendiri.


"Eh tunggu! Kalau aku marahin Arjun terus Arjun memilih untuk keluar dari perusahaanku, apakah kira-kira yang akan terjadi? Aduh! Ini nggak boleh terjadi! Sehari tanpa Arjun saja, kantor sudah kalang kabut! Apalagi kalau Arjun sampai meninggalkan kantor untuk selamanya! Ah, aku harus membuat strategi agar Arjun tetap betah di perusahaanku!" akhirnya Kevin tidak jadi merencanakan kemarahan besar untuk Arjun. Tetapi Kevin malah akan memberikan liburan bagi Arjun ke Maldives bersama Santi.


"Semoga dengan hadiah tersebut, Arjun akan semakin terikat hatinya dengan perusahaanku! Jadi dia tidak akan punya niat untuk meninggalkan perusahaanku untuk selamanya! Hahaha Kevin kau memang cerdas!" Kevin tertawa terbahak-bahak, memuji kecerdasan intelektual dirinya dalam menghadapi pembangkangan Arjun kemarin selama seharian.


Begitu sampai ke kantor Kevin langsung memasang wajah tampannya ketika menghadapi Arjun yang sudah siap menerima kemarahan dari bos manjanya itu.

__ADS_1


"Selamat pagi Arjun! Gimana kemarin? Liburan kamu bersama kekasih barumu. Apakah itu menyenangkan?" tanya Kevin dengan senyumnya yang semanis madu. Hal itu membuat Arjun malah tampak kebingungan. Karena tidak biasanya, seorang Kevin membiarkan sebuah kesalahan terjadi begitu saja.


"Bos! Apakah anda baik-baik saja anda tidak sedang sakit kan?" tanya Arjun kebingungan melihat sikap Kevin yang di luar kebiasaannya.


"Aih! Kau ini ada-ada aja! Aku tuh baik-baik aja! Aku tuh senang kalau kamu sekarang memiliki seorang kekasih. Kamu tuh tampan Arjun! Kamu nggak boleh hidup menjomblo selamanya!" ucap Kevin dengan senyumnya.


"Bos! Tunggu dulu! Biasanya kalau ada hal seperti ini, itu pasti akan ada badai besar di belakangnya! Bos tidak sedang menyiapkan sebuah hukuman yang besar untuk saya kan? Ya kan? Sebaiknya Bos jujur aja!" Arjun malah ketakutan melihat Kevin yang begitu bahagia melihat kehadirannya. Padahal tadi malam, Kevin mengamuk-ngamuk, marah-marah terhadapnya sampai membuat kepalanya hampir meledak.


"Aku baik-baik aja Arjun! Kamu nggak usah takut sama aku!" Kevin kemudian mengeluarkan 2 tiket pesawat dan paket liburan ke Maldives untuk Arjun. Arjun seketika melongok ketika melihat hal tersebut.


"Bos! Anda benar-benar sehat kan? Tidak sedang sakit kan? Aduh! Ayo kita ke rumah sakit aja! Aku takut kalau ada apa-apa denganmu!" Arjun sibuk memeriksa kening Kevin. Kevin malah marah dengan hal itu.


"Ih, lu apa-apaan sih? Dikasih hadiah liburan ke Maldives, bukannya berterima kasih, malah nganggap gue gila! ah emang parah lu jadi bawahan!" sewot Kevin sambil menepis tangan Arjun yang terus menerus memeriksa keadaan dirinya.


"Lu mau nggak? Kalau lu nggak mau, gue aja nih yang pergi liburan! Nggak apa-apa sih, sendirian! Namanya juga Jomblo! Jomblo Bahagia!" ucap Kevin menarik kembali kedua tiket pesawat tersebut.


"Bos akan lebih baik, kalau kita berdua pergi berlibur bersama! Bukankah itu akan menjadi hari yang menyenangkan?" ucap Arjun sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ih gila kali lo! Yah, masa iya, gue mau pergi berlibur sama laki-laki macam lu? Bisa-bisa nama gue hancur! Sebagai pria the most wanted di negeri ini! Nanti gue di kira guy! Ih, amit-amit! Ogah gue!" Kevin dan Arjun sampai merinding hanya membayangkan hal tersebut.


"Ih gila kali lu! Gue masih doyan sama cewek tahu! Udah ah! Gue pergi aja sama Santi. Biar ini menjadi satu momen kenangan yang paling indah di antara kami!" Arjun kemudian meninggalkan Kevin yang terlongong sendirian.


__ADS_2