Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
103. Arjun Di Indonesia


__ADS_3

Begitu sampai di Indonesia. Arjun langsung menemui istrinya yang sudah sangat dia rindukan. Karena hampir satu bulan dia pergi ke Amerika untuk menemui ayahnya.


"Akhirnya aku pulang juga ke Indonesia!" ucap Arjun dengan sangat bahagia tampak di bandara Santi dan juga Kevin sudah menunggunya.


"Akhirnya lu pulang juga. Gue kira lu gak bakal balik lagi ke Indonesia. Karena keasikan jadi tuan muda di Amerika!" ucap Kevin sambil memeluk Arjun yang sekarang wajahnya semakin bersinar dan bahagia.


"Kagak lah! For me, Indonesia always is the best!" ucap Arjun sambil memeluk Kevin yang tampak berkaca-kaca matanya.


"Kenapa lu nangis gue pulang bukannya bahagia malah dikasih air mata?" tanya Arjun yang bingung melihat Kevin bukannya tersenyum malah bersedih dengan kepulangannya.


"Gue nangis bukan karena sedih bro. Tapi bahagia. Akhirnya lu bisa juga berdamai dengan orang tua lu. Setelah bertahun-tahun hidup lu menderita karena dendam dan kebencian!" ucap Kevin kemudian dia kembali memeluk Arjun dengan erat sehingga membuat Arjun merasa sesak nafas.


"Udah ah minggir lu! Dari tadi meluk-meluk gue terus. Gue juga mau memeluk istri gue, kangen tahu!" protes Arjun kepada Kevin untuk segera menyingkir dari hadapannya agar dia bisa memeluk Santi yang saat ini sedang menatapnya dengan penuh Kerinduan.


"Apa kabar sayang, lama kita tidak bertemu? Apakah kau merindukanku?" ucap Arjun sambil mengecup bibir Santi yang sangat dia rindukan selama berada di Amerika.


"Woi dilarang menunjukkan kemesraan di depan publik! Kalau mau kayak gitu ntar di rumah aja kasihan tuh para jomblo yang lihatin kalian!" Kevin menegur Arjun dan Santi yang tampak asik berciuman di depan publik tanpa memperdulikan tegurannya.


Setelah merasa puas mencium sang istri. Arjun kemudian mengajak Santi untuk segera kembali ke kediamannya dan meninggalkan Kevin begitu saja.

__ADS_1


"Oi Arjun dasar nih asisten Kurang ajar Masa iya CEO-nya disuruh bawain koper dia? Ya ampun! Dia benar-benar enggak ada akhlak sekali!" ucap Kevin merasa jengkel dengan kelakuan Arjun yang selalu saja berbuat semena-mena terhadap dirinya.


"Begini nih nasibnya CEO yang punya asisten tuan muda Prawira Group! Bukannya dilayani malah melayani benar-benar sungguhalang nasibku!" ucap Kevin terus menggerutu sepanjang perjalanan tanpa didengarkan oleh Arjun sama sekali.


"Lu lebih baik pulang naik taksi aja deh! kagak usah ikut naik mobil bini gue!" ucap Arjun sambil melambaikan tangannya kepada Kevin dan meninggalkan Kevin sendirian di bandara.


"Jangan kayak gitu dong Sayang! Kasihan kevin tuh nungguin kamu dari siang tadi. Setia sekali dia menunggumu. Kok kamu kayak gitu sih sama dia jahat banget!" ucap Santi menegur kelakuan Arjun yang tampak tidak menghargai Kevin.


"Aku bukannya tidak menghargai Kevin. Tapi aku ingin membuat Kevin agar dijemput oleh Qiara. Bukankah itu romantis?" ucap Arjun sambil menatap istrinya yang sekarang sedang cemberut.


"Sudahlah enggak usah memikirkan Kevin Dia itu orang dewasa dia bisa mengurus dirinya sendiri!" ucap Arjun sambil mengelus rambut Santi yang selama ini selalu dia rindukan siang dan malam.


"Cuman aku nggak enak aja sama Qiara. Tadi aku minta tolong sama dia untuk Kevin menemaniku ke bandara. Eh sekarang malah dia ditinggal sendirian di sana. Kan aku jadi nggak enak sayang!" ucap Santi sambil cemberut Dia sangat tidak enak kepada Kiara karena sudah meninggalkan Kevin seorang diri di bandara.


"Sayang ayahku menginginkanmu untuk datang ke Amerika. Karena dia ingin bertemu denganmu dan juga calon cucunya! Dokter bilang usianya mungkin tidak lebih dari satu bulan lagi! Apakah kau bisa menemuinya?" tanya Arjun sambil meremas jemari Santi yang saat ini ada di dalam genggamannya.


"Kalau kau mengijinkanku untuk bertemu dengan ayahmu aku pasti akan senang sekali!" ucap Santi sambil tersenyum kepada Arjun sehingga membuat Arjun merasa bahagia.


"Baiklah setelah aku mengurus beberapa dokumen di Indonesia. Kita akan segera ke Amerika. Mungkin kita akan menatap di sana selama beberapa tahun. Karena Papa sudah menunjukkan sebagai pewaris dari Prawira Group!" ucap Arjun menerangkan semua kondisi yang saat ini terjadi terhadap dirinya dan juga ayahnya.

__ADS_1


"Percayalah padaku sayang! Aku akan selalu mengikutimu. Kemanapun kau pergi!" Santi sambil mencium pipi Arjun dengan lembut sehingga membuat Arjun akhirnya merengkuh sang istri dan mengecup bibirnya dengan intens.


Sopir yang mengantarkan mereka mengerti bahwa majikannya sedang membutuhkan ruang privasi. Sehingga dia menaikkan pembatas antara ruangan supir dan penumpang. Sehingga dia tidak menyaksikan apa saja yang dilakukan oleh majikannya di kursi belakang.


Setelah puas bercumbu dengan istrinya. Arjun langsung memeluk Santi yang sekarang penampilannya sudah agak berantakan. Itu semua gara-gara perbuatan Arjun yang tidak sabar menunggu sampai di rumah.


"Ah kau membuatku malu nanti kalau sampai di rumah pasti akan jadi bahan pembicaraan para pembantu!" siap santai sambil berusaha untuk memperbaiki dandanannya dan juga penampilannya yang agak berantakan karena perbuatan sang suami.


Arjun hanya tertawa ketika melihat Santi yang sekarang misuh-misuh karena perbuatan nakalnya tadi.


"Kamu tidak mengerti sayang! Selama sebulan lamanya tidak bertemu dengan kamu rasanya tersiksa sekali. Bagaimana mungkin aku bisa menunggu sampai kita di rumah itu bisa membunuhku!" ucap Arjun sambil memeluk tubuh istrinya dengan erat.


Setelah membersihkan sisa-sisa percintaan mereka dengan tisu basah yang tersedia di mobil. Akhirnya mereka pun membereskan penampilan mereka kembali seperti sedia kala sehingga santri tidak merasa malu saat dia keluar dari mobil.


Para pembantu yang bekerja di Mansion mereka sangat bahagia. Ketika bertemu kembali dengan majikan mereka. Arjun yang tampan dan juga mempesona.


Walaupun Arjun tidak pernah mengakui ayahnya sebagai keluarganya selama bertahun-tahun lamanya. Akan tetapi setiap bulan ayahnya selalu mengirimkan uang ke rekening Arjuna.


Sehingga Arjun adalah orang kaya yang tersembunyi. Walaupun pekerjaan dia hanya sebagai asisten dari Kevin. Tetapi uang di dalam rekeningnya luar biasa membengkak karena selama ini tidak pernah dia gunakan.

__ADS_1


Mungkin kalau dibandingkan dengan uang cash yang dimiliki oleh Kevin di dalam rekeningnya uang Arjun adalah 5 kali lipat milik Kelvin.


Hanya saja Kevin memiliki sebuah perusahaan yang dia bangun sendiri dengan tangannya. Tanpa bantuan dari kedua orang tuanya. Sehingga Kevin memiliki nilai plus dibandingkan Arjun yang tidak memiliki perusahaan pribadi. Selain perusahaan milik Prawira Group, perusahaan milik ayahnya.


__ADS_2