
Dengan langkah malas Arjun kemudian mengikuti kepala pelayan yang ada di dalam rumah ayahnya.
"Ayahku itu raja drama! Kau tidak usah terlalu mempercayai dia. Dia pintar melakukan apa saja!" ucap Arjun dengan penuh rasa kesal dan jengkel.
"Tuan muda jangan mengatakan hal seperti itu tentang Tuan besar! Saya yang paling tahu bahwa Tuan besar itu memang sakit dan setiap malam saya yang melihat Tuan besar selalu berteriak kesakitan?" ucap kepala pelayan itu sambil menatap tajam kepada Arjun nampaknya dia tidak senang melihat Arjun yang begitu cuek terhadap ayahnya.
"Terserah kau saja! Aku juga tidak peduli dengan dia! Lagi pula, aku akan segera kembali ke Indonesia dia akan menjadi tanggung jawabmu!" ucap Arjun masih dengan suara dingin dan seakan tidak peduli dengan ayahnya.
"Anda tidak usah membohongi saya Tuan muda! Saya tahu bahwa anda saat ini sangat mengkhawatirkan keadaan Ayah anda. Kalau tidak, bagaimana mungkin Anda berada di sini dan meninggalkan istri dan calon anak anda?" tanya kepala Pelayanan tersebut sambil tersenyum kepada Arjun.
"Kau tidak usah sok tahu tentang aku! Kau tidak mengenalku sama sekali!" ucap Arjun sambil melotot kepada kepala pelayan tersebut dia sudah mulai jengkel dan kesal.
"Mungkin tuan muda lupa, kalau saya lah yang dulu pernah merawat Anda sejak Anda masih bayi merah, dan sampai Anda melarikan diri dari kediaman ini. Sayalah yang telah merawat anda. Jadi saya sangat kenal sifat dan pribadi anda!" kepala pelayan itu sambil melangkahkan kakinya semakin cepat agar segera sampai di ruang kerja ayahnya Arjun yang saat ini keadaannya sedang kritis.
"Ayo Tuan! Anda bantu saya untuk segera mengangkat Tuan besar ke dalam mobil dan kita bawa Tuan besar ke rumah sakit!" ucap kepala pelayan itu memberi perintah kepada Arjun. Walaupun dengan terpaksa, akhirnya Arjun mau membantu pelayan tua itu untuk mengangkat tubuh ayahnya ke dalam mobil.
Arjun melihat kepada ayahnya yang saat ini tidak sadarkan diri. Nampak ada bulir air mata yang mengalir di pipi Arjun.
__ADS_1
"Tenanglah Tuan muda! Tuan besar sudah pernah melewati masa yang paling sulit, saya yakin dia pun akan bisa melewati hari ini. Apalagi ada anda di sisinya!" ucap pelayan tua tersebut memberikan semangat kepada Arjun untuk berpikir positif tentang keadaan ayahnya saat ini.
"Apakah dia pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya?" tanya Arjun dengan suara gemetar sambil menatap tajam kepada ayahnya yang masih memejamkan matanya.
"Dulu setelah pulang dari Indonesia dan pernah mengalami operasi di sana. Tuan besar hampir setiap satu minggu sekali Tuan akan selalu drop dan pingsan seperti ini. Tetapi setelah mendapatkan perawatan dan dilakukan operasi ulang, Tuan mulai membaik dan interval keadaan dropnya mulai berkurang. Yang dulu satu minggu sekali, sekarang 2-3 Minggu baru mengalami hal seperti!" siap kepala pelayan tersebut menerangkan tentang kondisi ayahnya Arjun kepada putranya.
"Apakah penyakit ayahku separah itu?" tanya Arjun dengan suara gemetar kemudian tanpa dia sadari dia telah memegang tangan ayahnya yang terasa begitu dingin baginya.
" Hampir setiap malam Tuan besar selalu kesakitan. Kalau bukan karena obat-obatan, pasti Tuan besar tidak akan pernah bisa melalui malam-malamnya dan Tuan besar sengaja membuat kamarnya kedap suara. Jadi tidak akan ada yang mendengarkan jeritannya ketika penyakitnya kumat!" ucap kepala pelayan tersebut kepada Arjun yang kini mulai berkaca-kaca matanya.
"Apakah anda tahu tuan? Kalau tuan besar selalu menggunakan morfin ketika penyakitnya kumat secara tiba-tiba!" ucap kepala terayan tersebut yang membuat Arjun sampai terkejut tidak percaya dengan hal itu.
"Maafkan saya tuan muda tapi bukan saya yang membuat Tuan besar masuk ke dalam dunia itu. Tetapi Nyonya Emeralda yang merasa kasihan dengan Tuan. Karena setiap malam selalu menjerit dan kesakitan. Oleh karena itu dia menyarankan kepada Tuan besar untuk menggunakan morfin agar beliau bisa istirahat dengan baik!" ucap kepala pelayan tersebut memberikan informasi tentang ayahnya Arjun.
"Aku harus memberikan pelajaran kepada wanita gila itu yang sudah merusak tubuh Ayahku dengan morfin. Aku tidak akan memaafkan dia!" ucap Arjun geram.
"Terima kasih Tuan Muda! Karena anda sudah mau membuka pintu hati anda untuk mau sedikit peduli tentang Tuan besar! Kasihan Tuan besar. Sepanjang hidupnya hanya merindukan anda untuk memanggilnya Papa kembali!" kepala nelayan tersebut dengan mata berkaca-kaca sambil menatap kepada Arjun dengan lekat.
__ADS_1
"Kau jangan berkata macam-macam! Aku tahu bahwa tidak mungkin, kalau Ayahku akan melakukan hal seperti itu!" ucap Arjun dengan mata menyorot tajam kepada kepala pelayan yang akhirnya menundukkan kepalanya karena merasa takut kepada Arjun yang begitu menakutkan baginya.
"Terserah kepada anda Tuan muda! Kalau anda tidak percaya terhadap omongan saya itu adalah hak Anda!" ucap kepala pelayan tersebut. kmKemudian dia mulai fokus untuk memperhatikan Tuan besarnya yang masih belum sadarkan diri.
Begitu mereka sampai di rumah sakit, Ayahnya Arjun langsung masuk ke ruangan UGD dan langsung ditangani oleh 5 dokter sekaligus.
Arjun tampak mengurutkan keningnya ketika dia melihat ayahnya ditangani langsung oleh 5 orang dokter dalam satu waktu.
"Kenapa begitu banyak dokter yang sekarang menangani Ayahku? Apakah penyakit Ayahku begitu parah?" tanya Arjun sambil menatap kepada kepala pelayan yang sudah tua itu.
Kepala pelayan tersebut terus bolak-balik dan mondar-mandir di depan pintu UGD. Seakan tidak mendengarkan apa yang ditanyakan oleh Arjun kepadanya.
"Jawab pertanyaanku! Kenapa Ayahku ditangani langsung oleh 5 dokter?" tanya Arjun dengan nada keras. Dia menuntut sebuah jawaban atas pertanyaannya karena dia benar-benar sangat penasaran dengan hal itu.
"Karena penyakit Tuan besar sudah masuk stadium 4 dan nyawa beliau hanya tinggal menunggu beberapa bulan saja. Oleh karena itu, dokter-dokter itu berusaha untuk bisa membuat ayah anda bisa bertahan lebih lama lagi!" ucap kepala pelayan tersebut sambil menatap kepada Arjun yang saat ini langsung luruh ke lantai tampaknya Arjun merasa sedih dengan berita tersebut.
"Oleh karena itu, Tuan Muda! Yang menjadi alasan, kenapa Tuan besar mengundang Anda untuk datang ke sini dan ingin menyerahkan perusahaan ke tangan anda!" ucap kepala pelayan tersebut dengan mata berderai air mata. Karena dia merasa sedih dengan nasib yang dialami oleh Tuan besarnya yang selama ini selalu memuliakan dan juga bersikap baik kepadanya.
__ADS_1
"Kau pasti mengatakan sebuah kebohongan! Tidak mungkin Ayahku berada di ambang kematian. Sementara selama aku berada di sini, aku melihat kesombongannya begitu nyata dan dia begitu energik untuk bertarung dengan Emeralda!" ucap Arjun menatap tajam kepada pelayan tua itu. Dia tidak percaya sama sekali dengan keterangannya disampaikan oleh kepala pelayan ayahnya.