
Qiara digandeng oleh David menuju pelaminan. Kevin auto melotot saat melihat istrinya yang selama sebulan menghilang tanpa jejak, tanpa kabar berita. Sekarang malah datang ke pernikahan dirinya dengan Susan.
Mata Kevin menahan amarah saat melihat tangan wanita yang dia cintai di genggam oleh David.
"Kendalikan dirimu, jangan bikin malu!" bisik Susan di telinga Kevin. Susan sendiri terkejut saat melihat mantan kekasihnya David, mengandeng mesra Qiara. Sungguh menggelikan sekali. Dirinya menikah dengan suami Qiara, dan sekarang Qiara datang ke pernikahannya di gandeng mesra oleh Mantan kekasihnya. Apa ada hal yang lebih konyol dari ini?
"Kenapa kisah asmara kita, udah kek novel tuker pasangan gini ya?" sindir Susan, saat David dan Qiara sudah berdiri di hadapannya. David yang sudah berhasil move on dari Susan, hanya cuek saja, gak perduli sama sekali dengan ocehannya.
"Selamat ya, Bro. Semoga pernikahan kalian akan langsung sampe maut memisahkan kalian!" ucap David sambil menyalami dan memeluk Kevin.
"Kenapa loe bisa sama istri gue?" tanya Kevin sambil menarik tangan David ke arahnya.
"Siapa istri loe? Bukankah istri loe, yang ada di samping loe?" sindir David sambil senyum penuh kemenangan.
"Selamat untuk kalian, semoga kalian bahagia." Qiara yang sudah tidak mampu menahan diri, langsung lari ke bawah panggung. Melinda yang melihat putrinya menangis, tidak sanggup melihat hal tersebut.
"Pah, ayo kita sapa mereka." Melinda mendekati David dan Qiara yang memilih berdiri di pojokan yang sunyi. Qiara masih menangis. Qiara kecewa karena Kevin sama sekali tidak memperdulikan dirinya. Kevin masih berdiri di sana. Sama sekali gak ada usaha untuk mengejar atau menjelaskan hal ini kepada dirinya.
"Sayang, ayo kita berfoto bersama papah kamu." bisik Melinda di telinga Qiara. Qiara yang sedang sedih hatinya, hanya bisa mengangguk saja. Dia mengikuti langkah mamahnya yang pergi ke arah papahnya dan David yang tampak sangat akrab sekali. Qiara merasa bersyukur ada David disisinya saat ini, kalau tidak, dia pasti tidak akan mampu melalui saat ini.
"Pah, ayo kita berfoto sekali lagi bersama mereka." Andi hanya tersenyum lalu mendekati istri tercinta yang selalu setia menemani dirinya.
Baginya, kebahagiaan istrinya adalah yang utama. Mereka berempat akhirnya kembali ke pelaminan. Berfoto bersama pengantin.
__ADS_1
Qiara yang berdiri dekat di antara David dan Kevin, merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh kedua lelaki tersebut. David menggenggam tangan kanannya, dan Kevin menggenggam tangan kirinya.
Qiara yang terkejut dengan kelakuan David, dia menoleh ke arah David yang kebetulan juga sedang menatap dirinya.
Fotografer yang melihat ada chemistry-nya langsung mengambil foto Qiara dan David bersama. Lalu memfoto semua dalam satu bingkai. Bagi Qiara, itu adalah foto pertama bersama papah mamahnya.
"Kita pulang aja, yuk!" pinta Qiara saat akan turun dari panggung. Kevin sudah tidak tahan lagi, dia langsung membawa Qiara ke belakang. Ke ruang make up yang memang posisinya lebih dekat dari gedung acara resepsi.
"Kenapa kamu bisa datang sama David? Selama sebulan aku mencari kamu udah kaya orang gila! Ternyata kamu sembunyi dengan David!" mata Kevin sudah memerah karena marah yang teramat sangat. Sejak pertama dia melihat Qiara datang bersama David, sebenarnya sudah mau lari. Tapi selalu di tahan oleh Susan.
"Mas kan sudah menikah resmi sama Bu Susan, jadi sebaiknya pergi ke istri sah kamu. Jangan ganggu aku lagi! Oh ya.. ceraikan aku sekarang!" pinta Qiara dengan mata berkaca-kaca.
"Gak akan pernah!" ucap Kevin sambil membawa Qiara ke dalam pelukannya.
"Lepasin Mas! Ceraikan aku sekarang. Kamu sudah punya istri sah, jadi gak butuh aku lagi. Aku gak sudi Mas jadikan sebagai gundikmu!" ucap Qiara dengan kemarahan yang sangat besar. Luka hatinya terlalu dalam.
"Kamu tidak tahu malu! Baru saja kamu menikah sama Bu Susan, sementara kamu disini merayu aku. Kamu emang bajingan Mas!" Qiara berusaha memberontak dari pelukan Kevin.
"Terserah kamu mo bilang apa sayang! Aku gak akan pernah ninggalin kamu!" Kevin lalu menarik Qiara dan membawanya ke kamar yang telah di siapkan oleh orang tuanya sebagai tempat untuk dirinya dan Susan berbulan madu.
Qiara yang terus meronta dan berusaha melarikan diri. Akhirnya di gendong oleh Kevin layaknya karung beras saja. Di panggul di bahunya.
"Lepasin, Mas! Kamu keterlaluan tahu gak!" Kevin sama sekali tidak perduli dengan teriakan Qiara. Dia menaruh Qiara di kasur. Lalu dia mengunci kamarnya. Sebelumnya dia juga memasang label "Dont Disturb" di depan pintu kamarnya.
__ADS_1
Qiara melemparkan bantal ke arah Kevin. Hatinya yang sangat sakit, tidak bisa memaafkan suami sirinya itu. Kevin tidak peduli dengan semua yang di lakukan Qiara. Dia melepaskan Jas pengantin yang seharian dia kenakan, lalu mendekati Qiara.
Qiara yang sudah kelelahan akhirnya menyerah juga. Sekarang dia hanya menangis dalam pelukan Kevin. Sebenci apapun, rasa cinta untuk suaminya lebih besar. Oleh karena itu, Qiara tidak menolak saat Kevin mulai mencium dirinya dengan lembut.
Qiara yang merindukan Kevin, hanya bisa pasrah saat sang suami mulai memanjakan dirinya. Rasa marahnya barusan terkikis dengan kelembutan yang diberikan oleh Kevin.
"Maafkan Mas, sayang! Mas janji, akan segera mencari cara agar menceraikan Susan." ucap Kevin saat mereka selesai melakukan ibadah suami istri bersama.
"Mas, pernikahan itu bukan mainan. Jangan bersikap seperti bajingan! Kamu sudah menikah Susan, kamu harus bertanggung jawab sama Dia. Aku akan mengalah demi kebahagiaan kalian." Qiara mulai berderai air mata lagi.
"Tidak, sayang! Mas gak akan pernah biarin kamu pergi dari sisi Mas! Kamu selamanya akan jadi istriku." Kevin mencium Qiara dengan penuh cinta.
"Kamu egois, Mas!" Qiara menangis dalam pelukan suaminya. Hatinya perih hanya dengan memikirkan bahwa mulai sekarang dia harus berbagi suaminya dengan Susan, sepupunya sendiri.
Tiba-tiba pintu di gedor dari luar. Itu adalah suara Susan. Qiara mulai panik dan turun dari ranjang dan mengenakan pakaiannya yang tadi di paksa dilepaskan oleh Kevin, suaminya.
"Kamu disini, sayang! Aku akan mengurus Susan dulu!" Kevin yang hanya menggunakan celana pendek saja, langsung mengenakan kaos oblong dan keluar dari kamarnya.
"Kamu kenapa gak kembali-kembali sih Mas? Aku nunggu kamu dari tadi. Tamu-tamu menunggu kamu! Ayo kita balik ke ballroom resepsi pernikahan kita." pinta Susan dengan memelas.
"Maafkan aku, aku gak akan kembali lagi ke sana. Kamu tunggu pengacara aku untuk mengurus perceraian kita." Kevin langsung masuk ke kamarnya, lalu dia menarik Qiara untuk di ajak pulang ke apartemen mereka.
Qiara yang merasa bingung dengan semua kejadian itu, hanya mengikuti Kevin. Tadi dia mendengar semua yang di katakan oleh Kevin pada Susan. Hatinya mulai luluh dan terharu.
__ADS_1
Kevin memang mencintai dirinya. Qiara tidak meragukan itu. Saat mendengar bahwa Kevin akan mengirimkan pengacara untuk menceraikan Susan, entah kenapa hati Qiara merasa sangat bahagia. Jahat ya? Tapi Qiara sangat mencintai Kevin. Gak mau kehilangan suaminya.
David yang melihat drama itu hanya bisa menarik nafas berat. Gak tega dengan Susan. Yang ditinggalkan oleh suaminya di malam pertama mereka. Walaupun Susan selama berhubungan dengan dirinya sudah layaknya sebagai istri untuk dirinya. Tetapi tetap saja, ada perasaan iba melihat kejadian itu.