
Arjun sadar bahwa ada sesuatu yang aneh di dalam dirinya apabila dia bertemu dengan Santi. Secara perlahan Arjun mulai membuka hatinya untuk menerima kehadiran seorang wanita.
" Apakah file untuk meeting kita hari ini sudah siap, Arjun?" tanya Kevin. Tetapi yang ditanya malah bengong seperti orang bego sehingga membuat Kevin menjadi naik darah.
"Arjun! Arjun! Kenapa beberapa hari ini saya perhatikan, kamu tampaknya tidak fokus dengan bekerja? Apakah ada masalah denganmu? Katakan padaku siapa tahu aku bisa membantumu!" ucap Kevin sambil menatap tajam ke arah Arjun. Tetapi Arjun yang tersadar dalam lamunannya langsung menggeleng, tampak gugup dan merasa bersalah kepada Kevin.
"Aku tidak apa-apa! Aku baik-baik saja kok! Oh, ya! Apa tadi yang kau katakan?" tanya Arjun gugup.
"Ckckck! Bilangnya tidak apa-apa, tapi dari tadi kamu tidak fokus bekerja. Aku hampir setengah jam memperhatikan kamu seperti orang hilang di ruangan ini. Sudah, katakan padaku, apa yang sedang terjadi denganmu? Ayolah bercerita padaku! Aku sangat penasaran sekali dengan kamu beberapa hari ini!" Kevin terus mendesak kepada Arjun untuk bercerita mengenai masalah pribadi yang sedang dihadapinya.
"Aku benar-benar tidak apa-apa! Ayo kita segera berangkat saja untuk meeting. Jangan sampai nanti klien kita menunggu kita dan akhirnya membatalkan rencana kerjasama ini!" tanpa menunggu jawaban Kevin, Arjun langsung keluar dari ruangannya Kevin. Tetapi siapa yang menyangka, kalau Santi sudah berdiri di depan pintu.
"Sedang apa kau di situ? Apakah kau tidak ada kegiatan lain selain mengganggu hidupku?" ucap Kevin merasa terganggu, dengan kedatangan Santi, yang tanpa memberikan kabar terlebih dahulu kepada dirinya.
"Aku bukan mau bertemu denganmu! Tapi aku ingin bertemu dengan Arjun! Kamu nggak usah kegeeran deh jadi orang! Emang kau kira, di dunia ini tuh laki-laki cuma ada kamu gitu ya? Aduh! Bangun dari tidurmu, Mas!" ujar Santi dengan tatapan malasnya.
Santi kemudian menggamit tangan Arjun dan pergi meninggalkan Kevin. Yang kebingungan dengan kelakuan mereka berdua. "Eh? Apakah ada sesuatu yang tidak kuketahui di sini?" tanya Kevin lalu melangkah lebih cepat agar bisa segera bisa menyusul Santi dan David.
Seperti yang sudah-sudah, Santi membawa Arjun ke dalam mobilnya.Arjun hanya bisa mengikuti kemauan perempuan yang selama beberapa hari ini terus mengganggu pikirannya, mengganggu tidur malamnya dan mengganggu selera makannya tampaknya Arjun memang sudah benar-benar jatuh cinta kepada Santi.
__ADS_1
"Kita kan bertemu dengan klien di mana?" tanya Santi kepada Arjun yang masih bengong, melihat kelakuannya yang sangat berani menarik Arjun masuk ke dalam mobilnya. Arjun terdiam sesaat, berusaha menyadarkan hatinya, menyadarkan dirinya sendiri, bahwa semua ini bukanlah sebuah mimpi. Tetapi kenyataan yang kini ada di hadapan matanya.
"Katakan padaku! Apa tujuanmu datang ke kantor kami setiap hari?" tanya Arjun to the point.
Santi yang masih fokus dengan mobilnya, sejelas melirik ke arah Arjun. Yang kini sedang memperhatikan dirinya. Santi tersenyum sesaat, melihat betapa Arjun terlihat sangat tampan saat ini.
"Apakah kau tahu bahwa kau itu seorang laki-laki yang tampan?" tanya Santi frontal yang sukses membuat Arjun jadi salah tingkah. Wajah Arjun sudah memerah seperti kepiting rebus karena sangking malunya.
"Aih! Kau ini, seorang perempuan tetapi begitu agresif! Apakah kau tidak malu?" tanya Arjun sambil melihat ke arah jendela. Tidak ingin berlama-lama menutup wajah cantik yang ada di sampingnya.
"Ini zaman modern, Bung! Laki-laki dan perempuan di zaman ini memiliki hak yang sama dengan laki-laki!" ucap Santi dengan senyum penuh arti.
Santi lalu mengarahkan mobilnya ke arah tujuan. Di mana lokasi meeting mereka bertiga akan diadakan di sana. Tapi sebelum berangkat untuk mengejar Arjun dan Kevin, Santi sudah mencari tahu berita yang akan terjadi kepada dirinya dan juga ruang dan Kevin.
"Tampaknya, Tuan Kevin belum sampai ke sini! Bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu, sambil menikmati keindahan restoran ini?" usul santai kepada Arjun yang kini masih menatap dirinya dengan heran.
"Aku hanya bingung, dengan Nona besar seperti kamu! Kenapa kamu harus berada di sekitarku!? Apakah kamu tidak punya pekerjaan?" tanya Arjun langsung kepada Santi tanpa berpikir panjang lagi.
Santi yang mendengarkan pertanyaan Arjun mulai sedikit tersinggung tetapi perasaan dirinya tidak bisa dibohongi bahwa dirinya ingin selalu dekat bersama Arjun.
__ADS_1
"Aku hanya mengikuti kegiatan Kevin! Jangan GR!" elak Santi, tidak mau kalau sampai Arjun tahu mengenai perasaannya yang sedikit banyak mulai tertarik terhadap Arjun yang tampan dan macho.
Tiba-tiba Arjun mendekat ke arah Santi, Santi mulai gugup melihat Arjun yang kini hanya berjarak 5 cm dari dirinya, bahkan sampai bisa mencium aroma musk dari dalam tubuh Arjun. Aroma maskulin dan gagah.
Darah Santi sudah berdesir tidak karuan. Sementara Arjun masih saja asik menatap wajah Santi yang sangat gugup, bahkan sampai kesulitan untuk menelan salivanya sendiri.
" Apakah kau gugup karena kita berdekatan sedekat ini?" goda Arjun sambil mengelus pipi Santi yang kini tambah kemerahan, sangking malunya! Tubuhnya kini sudah gemetar, sementara Arjun masih tersenyum jail ke arahnya. Merasa terhibur dengan wajah Santi yang cantik.
"Kau, kau, jangan macam-macam! Menjauh dariku!" ucap Santi mulai gugup ketika Arjun mulai mengelus bibir merah merona miliknya. Santi semakin gemetar, tetapi Arjun belum ada niat untuk menjauh dari tubuh Santi.
"Apa kau yakin, ingin aku menjauh darimu?" tanya Arjun lagi, tangannya masih bermain-main dengan bibir Santi yang makin gemetaran.
Tiba-tiba saja, Santi langsung menyambar bibir Arjun yang begitu dekat dengan dirinya. Arjun terkesiap sejenak, tidak percaya, dirinya kecolongan lagi untuk kedua kalinya.
Kevin yang tengah menuju mobilnya, matanya terkesiap ketika melihat ke mobil Santi, melihat adegan kemesraan antara Arjun dan Santi.
"Ckckck, pantes saja! Beberapa hari ini dia selalu tidak fokus bekerja! Sudah kena virus cinta ternyata!" Kevin akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat meeting sendiri saja. Tidak ingin mengganggu kesenangan dua sejoli yang tampaknya sedang di Landa api asmara.
Arjun semakin menekan kepala Santi, seakan tidak ingin mereka terpisahkan. Ciuman yang awalnya lembut kini berubah menjadi ganas, Arjun semakin mendominasi, ya, harga dirinya merasa terluka, Karena sebagai seorang lelaki, dia selalu kalah start dibandingkan Santi yang selalu agresif apabila ketemu dirinya.
__ADS_1