Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
71. Kemana?


__ADS_3

Untuk beberapa saat lamanya, Kevin hanya termenung saja duduk di kursi restoran tersebut. Sampai akhirnya ada seorang perempuan yang mengagetkan dirinya dan mengembalikannya ke alam nyata.


"Hei kamu lagi apa? Kenapa kau melamun saja seorang diri? Seperti orang hilang saja!" tanyanya keheranan.


"Tdak apa-apa! Aku permisi kalau begitu. Selamat menikmati makananmu!" Kevin pun berniat untuk pergi dari tempat itu. Tetapi perempuan yang tadi mengagetkan Kevin terus mengikutinya. Hingga membuat Kevin merasa Jengah dan jengkel.


"Apakah pemutusan hubungan kerjasama kontrak kita belum cukup untukmu? Sehingga tidak membuatmu jera?" sengit Kevin dengan menatap tajam ke arah perempuan tersebut, yang malah tersenyum melihat kemarahannya.


"Perusahaan kami tidak akan bangkrut hanya dengan pemutusan kontak dari sepihak dari perusahaanmu. Jangan khawatir! Perusahaan kami adalah perusahaan berkelas multi nasional. Masih banyak klien lain yang mengantri untuk bekerjasama dengan perusahaan kami!" ucapnya dengan pongah.


"Dengarkan aku, Alena! Aku tidak peduli dengan perusahaanmu atau pun dirimu. Yang kuperdulikan adalah, JANGAN GANGGU AKU kau paham?" ucap Kevin dengan penuh amarah. Kemudian meninggalkan Alena seorang diri yang kini bengong dibuatnya.


"Tampaknya dia mengalami hari yang berat. Makanya begitu judes. Mulutnya juga pedas, sepedas cabai setan.Tapi dia sangat menarik, aku semakin tertantang untuk memilikinya! Laki-laki dingin seperti itu, kalau sudah mencintai, pasti akan memberikan segalanya untuk wanita yang dia cintai!" ucap Alena dengan senyum licik yang terbit di wajah cantiknya.


Alena pun kemudian kembali ke kantor milik ayahnya. Dia ingin membicarakan perihal Kevin dengan sang ayah.


"Kau mau apa lagi Alena? Apa tidak cukup? Kerugian yang sudah kau berikan kepada perusahaan?" sengit ayahnya kesal.


"Alena hanya ingin bertanya pada Papa! Bagaimana kalau Papa mendukung usahaku untuk berdekatan dengan Kevin Atmajaya!" tanya Alena dengan senyuman manisnya. Berusaha untuk merayu ayahnya untuk mendukungnya.


"Papa tidak tertarik dengan apa yang akan kau lakukan. Baru kau melangkah sedikit saja, sudah membuat kontrak yang susah payah Papa dapatkan langsung hancur begitu saja gara-gara kamu!" sengitnya kesal luar biasa.


"Oh ayolah Papa! Itu hanyalah kesalahan teknis. Alena janji pasti bisa memperbaikinya. Setelah mendapatkan hati seorang Kevin Atmajaya!" ucap Alena sambil memijit bahwa Papanya. Karena dia tahu, Papanya paling senang kalau dia melakukan hal itu.

__ADS_1


"Kamu kalau ada maunya selalu bersikap manis. Tapi untuk kali ini, maafkan Papa. Papa tidak bisa menuruti kemauanmu. Karena terlalu besar resikonya untuk perusahaan kita!" Alena kesel sekali karena ayahnya sangat sulit dibujuk.


"Papa payah! Karena tidak mau untuk mendukung anaknya sendiri. Ya sudah Alena pergi!" arena pun langsung meninggalkan ruangan ayahnya karena hatinya sudah kesal.


Pak Agung hanya menatap kepergian Alena dengan mata tajam. "Alena masih muda tetapi ambisinya sangat berbahaya. Kalau dibiarkan bisa menjerumuskan masa depannya!" ucapnya khawatir dengan putrinya.


"Aku harus mengantisipasi apa yang akan dilakukan oleh Alena. Jangan sampai nanti kembali merugikan perusahaan lagi!" chatnya lalu Beliau menghubungi asistennya agar datang ke kantornya.


Tidak lama kemudian, terdengar ketukan pintu. Pak Agung pun mempersilahkan untuk masuk. "Ada apa, Tuan?" tanyanya.


"Ikuti ke manapun Alena pergi. Pastikan dia tidak melakukan hal-hal yang aneh yang membuat perusahaan kita merugi!" perintah Pak Agung. Tetapi asistennya tampak bingung dengan permintaan tersebut.


"Saya kurang paham Tuan! Mohon maaf! Tolong, bisa jelaskan Lebih detail lagi?" pintanya, sehingga mau tidak mau akhirnya Pak Agungpun menjelaskan semuanya.


"Alena sedang berusaha untuk mendapatkan Kevin Atmajaya sebagai kekasihnya. Jangan sampai dia melakukan perbuatan asusila ataupun perbuatan yang membuat perusahaan kita merugi seperti kemarin. Jangan sampai dia merusak nama baik keluarga kami. Apakah kau paham?" tanyanya. Asistennya mengangguk, paham.


"Semua ini gara-gara ibunya yang selalu memanjakan anak itu. Sekarang sukanya dia memberikan masalah padaku" ucapnya.


Setelah merasa pusing di kepalanya agak ringan. Pak Agung pun kembali melanjutkan pekerjaannya yang banyak tertunda gara-gara memikirkan Alena.


Sementara itu, Alena yang kini berada di diskotik. Tampak sedang berjoget bersama beberapa orang sahabatnya yang selalu setia dugem bersamanya.


"Al katanya lo, lagi deketin Kevin Atmajaya ya? Gimana sukses nggak? Jangan lupa sama kita-kita ya? Kalau lo udah jadi Nyonya Atmajaya!" ucap Cindy kepada Alena.

__ADS_1


"Perkenalkan sama kami! Ok?" ucap Mautia.


"Ogah gue kenalin dia sama kalian! Bisa-bisa kalian berlomba untuk merebutnya dariku! Seperti aku tidak kenal kalian saja!" ucap Alena sambil menenggak minuman kerasnya.


"Sialan lu!" protes teman-temannya kompak.


Alena hanya tertawa mendengarkan Protes sahabat-sahabatnya itu, karena menolak untuk memperkenalkan Kevin kepada mereka berdua. Kevin adalah pria yang sanggup membuat seorang Alena tidak rela berbagi dengan teman-temannya.


"Gue pulang ya! Nanti bokapku marah-marah lagi, kalau gue pulang terlalu malam bye semuanya!" dengan tubuh sempoyongan Alena kembali ke rumahnya.


Alena sengaja pergi ke diskotik ikut dengan teman- temannya. Jadi sekarang dia kembali ke rumahnya dengan taksi.


Begitu sampai rumah, Alena langsung masuk ke kamarnya dan tidur. Tanpa mandi dulu. Tentu saja hal itu membuat orang tuanya marah bukan main. Apalagi saat melihat Alena yang mabok tercium dari aroma tubuhnya yang bau alkohol.


"Lihatlah karena kamu yang selalu memanjakan Gadis itu! Dia kini telah menjadi perempuan yang tidak punya masa depan seperti itu. Hidupnya hanya habis dengan dugem dan mabok! Semoga saja dia tidak melakukan hal aneh bersama laki-laki asing!" ucapnya penuh dengan amarah.


"Pah sama anak tuh, jangan mendoakan yang jelek-jelek! Doakan yang bagus-bagus biar anaknya juga jadi bagus!" nasehat istrinya berusaha untuk mengingatkan suaminya. Agar menjaga lisannya dari berkata yang buruk-buruk terhadap putrinya.


"Mangkanya Anakmu sangat susah untuk diatur! Karena kamu yang selalu melakukan hal seperti itu. Kau urus itu anakmu! Karena aku sudah pusing melihat kelakuan buruknya, yang selalu membuat malu keluarga kita!" kemudian Pak Agung pun meninggalkan kamar Alena dan masuk ke kamarnya sendiri.


Ibunya Alena membangunkan Alena untuk menyuruhnya mandi serta berganti pakaian. Karena badannya sangat lengket oleh alkohol dan baunya sangat menyengat.


"Alena mandilah dulu ganti pakaianmu kotor sekali nanti badanmu jadi gatal-gatal!" ucap ibunya dengan sabar.

__ADS_1


"Ngantuk, Mah! Besok saja mandinya!" ucap Alena dengan nada malas seperti biasanya.


"Kamu ini anak gadis! Tapi malasmu itu selalu dipelihara. Sangat susah untuk diatur. Suka sekali kalau selalu membuat pusing ayahmu!" ucap ibunya sambil mengelus dada.


__ADS_2