Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
75. David Mengamuk


__ADS_3

" Tuan saat ini mereka sudah bertunangan dan Rencananya akan menikah satu minggu lagi!" lapor Sunar kepada David. David langsung melemparkan gelas wine yang ada di tangannya.


"Dasar Kalian semua bodoh! Bukankah aku sudah bilang, awasi Mereka! Jangan sampai mereka mengalami kemajuan apapun dalam hubungan mereka!" maki David dengan kekesalannya.


"Maafkan saya Tuan! Tetapi sekarang Kevin menyewa sangat banyak Bodyguard di sampingnya, sehingga kami kesulitan untuk mendekati mereka! Jekuatan keluarga Pratama dan Atmajaya bersatu. Kami mengalami kesulitan untuk menggagalkan setiap rencana mereka!" jawab Sunar. Tetapi hal itu malah membuat David semakin jengkel dan marah.


Dilemparkannya botol wine yang ada di sampingnya ke arah Sunar. Untung saja Sunar memiliki reflex yang kuat sehingga dia bisa lolos dari amukan David yang saat ini sedang mengamuk.


"David hentikan semua kegilaanmu itu! Sudah cukup semuanya!" tiba-tiba saja Grandfanya sudah ada di antara mereka berdua.


"Tapi David tidak bisa terima kalau Qiara menikah dengan Kevin!" ucap David dengan nanar.


Grandfanya mendekati David dan mengelus tangan cucunya satu-satunya itu. "Grandfa tahu, kamu sangat mencintai Qiara, tetapi mungkin kalian memang tidak berjodoh. Makanya sangat sulit untuk menyatukan cinta kalian!" ucap Granfa sambil menatap David dengan lekat.


"David dengarkan nasehat Grandfa! Menikahlah dengan perempuan lain dan raihlah kebahagiaanmu. Lupakanlah Qiara dia bukan untukmu nak!" ucapkan sambil memeluk David yang kini menangis histeris.


"No! Grandfa! David hanya ingin menikah dengan Qiara. Tidak ada perempuan lain yang bisa menempati posisi Qiara di hatiku." ucap David dengan mata memerah.


" David dengarkan Granfa! Cucu hranfa hanya kamu seorang! Penerus keluarga kita, hanya kamu. Kalau kamu bersikeras tidak menikah maka habislah keturunan keluarga kita. Dengarkan granfa! Menikahlah dan dapatkan keturunan untuk melanjutkan nama besar keluarga kita!" ucap Grandfa sambil menepuk bahu David.


"Tapi David tidak mencintai siapapun! David hanya ingin mencintai Qiara!" ucap David dengan putus asa.


Grandfa menarik nafas dalam-dalam, merasa prihatin melihat nasib cucunya, yang tidak pernah berhasil dalam cinta. "Percayalah Kepadaku! Grandfa akan mencarikan seorang calon istri untukmu dan kau hanya tinggal menikahinya!" ucap beliau kemudian meninggalkan David seorang diri. David hanya menatap kepergian Grandfa.


"Apakah aku bisa mencintai perempuan lain selain Qiara?" tanya David kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


Sementara itu, di ruangan lain, Grandfanya David sedang berhadapan dengan seorang perempuan cantik, yang asli orang Meksiko bernama Marta.



visualisasi Martha, calon istri David


"Cucuku baru saja mengalami patah hati. Aku ingin kamu menghibur dia dan menjadi istrinya. Memberikan dia keturunan dan membuat dia jatuh cinta kepadamu!" ucap grandfa sambil menatap gadis cantik itu.


"Budi kebaikan Tuan terhadap keluargaku, sungguh tidak akan mampu saya balas, walaupun seumur hidup saya bekerja. Saya pasti akan melakukan segalanya untuk memenuhi harapan Tuan!" ucap gadis cantik itu sambil menundukkan kepalanya.


"Aku tidak mengharapkan balas budi mu. Aku hanya menginginkan kamu untuk membuat cucuku bahagia dan bisa membuat dia mencintaimu." ucap Grandfanya David.


"Saya pasti akan melakukannya Tuan!" janji Marta yakin.


Martha tidak mengenal siapa itu David, makanya dia begitu yakin bisa menaklukkan laki-laki itu. Dia tidak mengenal betapa keras kepalanya seorang David dan dia tergolong pria yang sangat sulit ditaklukkan.


Tidak lama kemudian, David masuk ke ruangan itu dan menatap perempuan yang ada di hadapan grandfa.


"Siapa dia? Kekasih Grandfa?" tanya David asal bunyi, sehingga sang granfa menghadiahkan ketokan dengan ujung tongkat milik sang grandfa.


"Sembarangan sekali kau bicara! Dia ini adalah calon istrimu. Wanita yang tadi granfa maksud!" ucap grandfa sambil menatap David yang kini sedang melihat Martha dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Dia lebih pantas menjadi istrinya grandfa. Kenapa tidak menikah lagi saja? Biar memiliki anak dan melanjutkan keturunan keluarga Kingford!" ucap David sambil lalu dan meninggalkan Grandfanya.


"Dasar cucu durhaka! Seenaknya saja kau menggoda Grandfamu!" ucapkan kembali menghadiahkan ketukan di kepala David dengan ujung tongkatnya.

__ADS_1


Seketika Martha terkikik lucu, melihat David yang terus-terusan di ketok kepalanya oleh sang grandfa. "Apa yang membuatmu terkikik seperti itu? Apakah aku di aniaya GrandFa itu sangat lucu?" tegur David tidak senang.


"Maaf Tuan muda! Saya hanya tidak sanggup untuk tidak tertawa, karena itu memang sangat lucu!" ucap Martha sambil menutup mulutnya, untuk tidak tertawa dengan kencang sehingga menyinggung perasaan David.


"Sunar! Cepat, singkirkan perempuan ini dari kediaman kita! Jangan pernah biarkan dia datang lagi ke tempat ini!" ucap David dengan suara yang keras dan tegas.


"Coba saja kalau aku berani menyentuhnya!" Ucap grandfa dengan mata menatap tajam ke arah David.


David memutar bola matanya dengan malas, dan akhirnya memilih untuk pergi dari tempat itu. Karena malas berdebat dengan perempuan asing yang akan dijodohkan dengannya. Dan juga GrandFanya yang suka memaksakan kehendaknya terhadap dirinya.


"GrandFa aja yang menikah dengan perempuan itum Aku tidak sudi!" ucap David sambil pergi dari kediaman.


"Lihat saja kau akan sanggup berlari ke mana. Yang jelas, grandfa tidak akan mengijinkan kau berberat sesuka hatimu. Kau kali ini harus menurut sama grandfa untuk menikah dengan Martha dan memberikan cucu untukku dan akan menjadi keturunanku!" sengit Grandfa sambil menatap lekat David yang berusaha untuk pergi dari kediaman itu. Tetapi Bodyguard grandfa menghalangi David untuk keluar.


"Apa sebenarnya yang grandfa mau?" protes David tidak senang dengan kelakuan grandfa.


"Hari ini juga kau akan menikah dengan Martha. Jangan pernah berpikir bahwa kau akan bisa melarikan diri dari kediaman Kingford!" Ucap grandfa.


David begitu terkejut. Mendengarkan berita itu seakan tersambar petir di siang bolong. Bahwa dirinya dipaksa untuk menikah oleh sang grandfa dengan perempuan yang baru dia temui hari ini.


"Please grandfa, kalau gila itu jangan tanggung-tanggung! Aku nggak ada waktu untuk melayani grandfa!" ucap David sambil berusaha untuk keluar dari kediaman itu.


Tetapi semua usaha David gagal, karena gandfa sudah memblokade seluruh kediaman. Sehingga David tidak bisa pergi kemanapun dan terkurung di sana.


"Ingat Granfa! Pernikahan yang dipaksakan itu biasanya tidak akan berhasil!" David berusaha memperingatkan GrandFanya. Tetapi tampaknya gagal karena grandfanya tidak peduli sama sekali.

__ADS_1


Akhirnya pernikahan pun dilaksanakan secara sederhana. Hanya disaksikan oleh keluarga Martha dan keluarga David. Serta beberapa anak buah yang mengawasi keamanan di rumah itu.


"Granfa memang pria paling egois! Selalu memaksakan kehendaknya sendiri!" kecam David dengan amarah di hatinya. Martha hanya bisa menitipkan air matanya.


__ADS_2